وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

padahal Allah menciptakan kalian dan apa yang kalian kerjakan?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَاللَّهُ خَلَقَكُمْwa-llaahu khalaqakumpadahal Allah menciptakan kalian
  2. وَمَا تَعْمَلُونَwa-maa ta'maluunadan apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  2. خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
  3. وَمَاwa-maadan apa yang
  4. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Susunan (مَا تَعْمَلُونَ, maa ta'maluuna) muncul empat puluh tiga kali di Al-Qur'an, dan hanya di 37:96 ia tidak didahului kata depan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَاللَّهُ, wa-llaahu) yang berarti "padahal Allah". Awalan (وَ, wa) di sini ditandai morfologi korpus sebagai awalan yang menyatakan keadaan yang menyertai, berbeda dari wa penghubung biasa. Awalan keadaan pada kata wa-llaahu muncul enam kali di enam surah, yaitu 3:98, 4:88, 33:37, 35:15, 37:96, dan 49:16. Di 3:98, 4:88, 33:37, dan 49:16 terjemahan memakai "padahal", dan di 3:98, 4:88, serta 49:16 kata itu mengikuti sebuah pertanyaan, seperti di sini. Di 3:98, (وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ, wa-llaahu syahiidun 'alaa maa ta'maluuna) yang berarti "padahal Allah menyaksikan apa yang kalian kerjakan", awalan keadaan itu bertemu dengan maa ta'maluuna seperti di ayat ini.

Kata (خَلَقَكُمْ, khalaqakum) yang berarti "menciptakan kalian" tersusun dari kata kerja khalaqa yang berakar خ-ل-ق dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Bentuk khalaqakum muncul enam belas kali di empat belas surah, yaitu 2:21, 4:1, 6:2, 7:189, 16:70, 26:184, 30:20, 30:40, 30:54, 35:11, 37:96, 39:6, 40:67, 41:21, 64:2, dan 71:14. Di keenam belas ayat itu pelakunya Allah atau Tuhan, disebut langsung atau ditunjuk lewat kata Dia dan yang menciptakan. Rangkaian tiga kata (وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ, wa-llaahu khalaqakum) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 16:70, 35:11, dan 37:96. Di 16:70 dan 35:11 wa-nya penghubung biasa dan terjemahannya "dan Allah menciptakan kalian". Di 37:96 wa-nya menyatakan keadaan, sehingga terjemahan memakai "padahal Allah menciptakan kalian". Terjemahan tidak memakai kata "yang" di depan kata kerja, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya, dan 3:98 serta 4:88 juga tidak memakainya sesudah "padahal Allah".

Kata (وَمَا تَعْمَلُونَ, wa-maa ta'maluuna) yang berarti "dan apa yang kalian kerjakan" tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", (مَا, maa) yang berarti "apa yang", dan kata kerja (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna) yang berarti "kalian kerjakan", berakar ع-م-ل. Susunan (مَا تَعْمَلُونَ, maa ta'maluuna) muncul empat puluh tiga kali di dua puluh empat surah, yaitu 2:110, 2:233, 2:234, 2:237, 2:265, 2:271, 2:283, 3:98, 3:153, 3:156, 3:180, 4:94, 4:128, 4:135, 5:8, 8:72, 9:16, 11:92, 11:112, 22:68, 23:51, 24:28, 24:53, 26:188, 31:29, 33:2, 33:9, 34:11, 37:96, 41:40, 48:11, 48:24, 49:18, 57:4, 57:10, 58:3, 58:11, 58:13, 59:18, 60:3, 63:11, 64:2, dan 64:8. Di empat puluh dua ayat selain 37:96 terjemahannya "apa yang kalian kerjakan", dan maa didahului kata depan, yaitu (بِ, bi-) di empat puluh satu ayat dan (عَلَىٰ, 'alaa) di 3:98, sehingga seluruh susunan menjadi keterangan bagi kata kerja sebelumnya. Di 37:96 maa didahului wa penghubung dan menjadi sesuatu yang ikut diciptakan, sejajar dengan kalian.

Ayat sebelumnya memuat (مَا تَنْحِتُونَ, maa tanhituuna) yang berarti "apa yang kalian pahat", dan ayat ini memuat maa ta'maluuna dengan susunan yang sama, yaitu maa disusul kata kerja untuk beberapa orang yang diajak bicara. Kata kerja pertama menyebut satu jenis pekerjaan, memahat. Di empat puluh dua ayat lain ta'maluuna menyebut perbuatan manusia dari berbagai jenis tanpa menentukan satu benda, misalnya sedekah di 2:271, kesaksian di 4:135, dan bantahan di 22:68. Ayat ini tidak membatasi yang dikerjakan pada pahatan. Karena itu terjemahan memakai "kerjakan", yang menjaga kedua kemungkinan itu terbuka, dan tidak memakai "buat", yang menyempitkannya pada benda.

Tanda kutip penutup dan tanda tanya di ujung terjemahan menandai bahwa ayat ini menutup pertanyaan yang dibuka di 37:95.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi pertanyaan Ibrahim di 37:95 dengan sebuah keadaan yang menyertainya, yaitu bahwa Allah menciptakan kaum itu dan apa yang mereka kerjakan. Pertanyaan yang utuh terdiri dari dua bagian. Bagian pertama menyebut apa yang dilakukan kaum itu, menyembah dan memahat, dan semua kata kerjanya berpelaku kalian. Bagian kedua menyebut pihak yang bertindak atas mereka, Allah, dengan kalian sebagai objek dan maa ta'maluuna sebagai objek berikutnya. Dalam pertanyaan ini pelaku berganti dari kaum itu ke Allah, dan objek berganti dari benda ke kaum itu sendiri.

Dalam ucapan Ibrahim yang dikutip dari 37:85 sampai 37:96, nama Allah muncul di 37:86 dalam frasa selain Allah, Tuhan seisi alam disebut di 37:87, dan Allah menjadi pelaku di 37:96. Di antara 37:87 dan 37:96 ucapannya, yaitu 37:91, 37:92, dan 37:95, menyebut tuhan-tuhan kaum itu, makan, bicara, dan pahatan, tanpa nama itu. Ayat ini karenanya menaruh Allah sebagai pelaku di ujung rangkaian pertanyaan, sesudah pertanyaan tentang benda.

Cara penciptaan atas apa yang mereka kerjakan tidak diuraikan, dan apakah yang dimaksud pahatan saja atau seluruh perbuatan mereka dibiarkan terbuka oleh kalimatnya, yang berupa pertanyaan ditutup dengan keadaan. Penuturan lain memuat bentuk argumen yang berdekatan tetapi berbeda: di 16:20 ayat menyebut yang diseru selain Allah tidak menciptakan apa pun dan malah diciptakan, sedangkan di 37:96 yang disebut diciptakan adalah kaum yang menyeru dan apa yang mereka kerjakan.

Ayat 37:97 sesudahnya memuat ucapan kaum itu berupa perintah membangun dan melempar, dan tidak menjawab pertanyaan di 37:95 sampai 37:96. Dari 37:95 sampai 37:97 tercatat satu pertanyaan Ibrahim yang berakhir pada penyebutan Allah sebagai pencipta, lalu ucapan kaum itu yang berisi rencana.

Renungan dan Hikmah

  • Di 37:96 apa yang dikerjakan kaum itu disebut ikut diciptakan Allah. Di 16:78 ayat menyebut Allah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, lalu menjadikan bagi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati. Dua ayat itu berlainan pokok, sebab 16:78 berbicara tentang kemampuan indra dan 37:96 tentang pekerjaan, tetapi keduanya menaruh kemampuan manusia sebagai sesuatu yang diberikan. Pembaca dapat menelusuri satu keterampilan yang paling dibanggakan, lalu bertanya sejak kapan keterampilan itu ada dan dari mana bahan awalnya datang. Bila penelusuran itu sampai ke keadaan tidak mengetahui apa pun, apa yang tersisa dari rasa memiliki?
  • Di 16:20 ayat menyebut yang diseru selain Allah tidak menciptakan apa pun dan mereka sendiri diciptakan. Di 37:96 pihak yang disebut diciptakan adalah kaum yang menyembah dan apa yang mereka kerjakan. Ayat 16:20 menyebut pihak yang diseru, sedangkan 37:96 menyebut pihak yang menyeru. Dibaca berdampingan, keduanya menaruh pihak yang menyeru dan pihak yang diseru di sisi yang sama dalam hal asal, yaitu sama-sama dicipta. Pembaca dapat memeriksa pihak yang dianggap lebih tinggi daripada diri sendiri dan bertanya apakah pihak itu berasal dari sumber yang sama dengan dirinya. Bila asalnya sama, atas dasar apa kedudukan di antara keduanya ditentukan?
  • Ayat 37:96 membawa kata padahal, yaitu keadaan yang menyertai pertanyaan di 37:95. Di 3:98 kata yang sama mengikuti pertanyaan mengapa kalian kufur terhadap tanda-tanda Allah, lalu menyebut Allah menyaksikan apa yang kalian kerjakan. Dua ayat itu berlainan lawan bicara dan tidak disamakan. Dibaca berdampingan, pertanyaan di keduanya tidak berdiri sendirian, karena ada keadaan yang sudah berlaku sebelum pertanyaan diajukan. Pembaca dapat memeriksa pertanyaan yang pernah diajukan atau diterimanya, lalu bertanya keadaan apa yang menyertai pertanyaan itu tetapi tidak diucapkan. Keadaan apa yang selalu hadir ketika pembaca bertanya, padahal tidak pernah disebutnya?
  • Pertanyaan di 37:95 sampai 37:96 disusul 37:97 yang memuat ucapan kaum itu, yaitu perintah membangun lalu melempar, dan tidak memuat jawaban atas pertanyaan tentang asal. Ayat tidak menyebut apa yang mereka pikirkan sebelum mengucapkannya. Dua ayat itu dibaca berurutan saja, karena ayat tidak menyatakan bahwa rencana itu adalah jawaban mereka. Pembaca dapat memperhatikan pertanyaan yang pernah diajukan kepadanya dan yang dijawabnya dengan keputusan, dan tidak dengan keterangan. Ketika sebuah pertanyaan dijawab dengan tindakan, pertanyaan mana yang sebenarnya sedang dihindari?
  • Ayat 37:96 menaruh kalian dan apa yang kalian kerjakan di tempat yang sama, sebagai yang diciptakan. Di 56:63 sampai 56:64 ayat bertanya apakah kalian memperhatikan apa yang kalian tanam, apakah kalian yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan. Dua ayat itu berlainan susunan, sebab 56:64 menyebut penumbuhan dan 37:96 penciptaan, tetapi keduanya membahas pekerjaan manusia dan siapa yang berada di balik hasilnya. Pembaca dapat memperhatikan sesuatu yang pernah dikerjakan dengan tangannya sendiri dan berhasil, lalu bertanya bagian mana dari keberhasilan itu yang benar-benar dikerjakannya. Bila diurai sampai ke akar, siapa yang menumbuhkan hasil kerja itu?
  • Dalam ucapan Ibrahim di 37:85 sampai 37:96, Tuhan seisi alam disebut di 37:87 dan Allah menjadi pelaku di 37:96, sedangkan ucapannya di 37:91, 37:92, dan 37:95 menyebut tuhan-tuhan kaum itu, makan, bicara, dan pahatan. Ayat 37:96 menaruh Allah sebagai pelaku di bagian terakhir dari pertanyaan yang panjang, sesudah pertanyaan tentang benda. Ayat tidak menyebut alasan urutan itu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah pertanyaan bisa dibangun dengan menyebut hal-hal yang tampak lebih dulu dan hal yang paling mendasar belakangan. Dalam pertanyaan yang diajukan pembaca kepada orang lain, hal yang mana yang selama ini ditaruh paling akhir, dan mengapa?