فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ
Maka, mereka hendak melakukan siasat terhadapnya, tetapi Kami menjadikan mereka orang-orang yang paling hina.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًاfa-araaduu bihi kaydanmaka, mereka hendak melakukan siasat terhadapnya
- فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَfa-ja'alnaahumu l-asfaliinatetapi Kami menjadikan mereka orang-orang yang paling hina
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَأَرَادُواfa-araaduumaka mereka menghendaki
- بِهِbihidengannya
- كَيْدًاkaydansiasat
- فَجَعَلْنَاهُمُfa-ja'alnaahumumaka Kami menjadikan mereka
- الْأَسْفَلِينَl-asfaliinaorang-orang yang paling rendah
Inti bacaan
Susunan (أَرَادُوا بِهِ كَيْدًا, araaduu bihi kaydan) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:70 dan 37:98.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَأَرَادُوا, fa-araaduu) yang berarti "maka mereka hendak". Bentuk ini tersusun dari awalan fa yang berarti "maka", kata kerja araada yang berakar ر-و-د dan berarti "menghendaki", dan akhiran jamak untuk pelaku. Kata (بِهِ, bihi) yang berarti "terhadapnya" menunjuk satu orang laki-laki yang tidak disebut namanya, dan huruf bi mengarahkan kehendak itu kepadanya. Susunan (أَرَادُوا بِهِ, araaduu bihi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:70 dan 37:98.
Kata (كَيْدًا, kaydan) yang berarti "siasat" berakar ك-ي-د. Bentuk kaydan muncul enam kali di lima surah, yaitu 12:5, 21:70, 37:98, 52:42, 86:15, dan 86:16. Tiga di antaranya menyusul kata kerja yang berarti menghendaki, yaitu (أَرَادُوا بِهِ كَيْدًا, araaduu bihi kaydan) di 21:70 dan 37:98, serta (يُرِيدُونَ كَيْدًا, yuriiduuna kaydan) di 52:42 yang berarti "mereka hendak melakukan siasat". Pada ketiganya ayat berlanjut dengan keadaan pihak yang bersiasat itu sendiri, yaitu "orang-orang yang paling rugi" di 21:70, "orang-orang yang paling hina" di 37:98, dan (هُمُ الْمَكِيدُونَ, humu l-makiiduuna) yang berarti "merekalah yang terkena siasat" di 52:42. Di 12:5 kata itu dipakai bersama kata kerja yang seakar, (فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا, fa-yakiiduu laka kaydan) yang berarti "karena nanti mereka membuat siasat terhadapmu", dan di 86:16, (وَأَكِيدُ كَيْدًا, wa-akiidu kaydan) memuat pelaku "Aku". Terjemahan memakai "siasat" di semua tempat itu.
Kata (فَجَعَلْنَاهُمُ, fa-ja'alnaahumu) yang berarti "tetapi Kami menjadikan mereka" tersusun dari awalan fa, kata kerja ja'ala yang berakar ج-ع-ل dan berarti "menjadikan", akhiran -naa yang berarti "Kami", dan -humu yang berarti "mereka". Bentuk dengan -humu ada dua kali, di 21:70 dan 37:98. Bentuk dengan -hum ada tiga kali, yaitu 23:41, 34:19, dan 43:56, sehingga lima surah memuat kata ini dengan awalan fa. Di tiga ayat terakhir hasil yang dijadikan berupa benda tak tentu, yaitu (غُثَاءً, ghutsaa'an) yang berarti "sampah yang hanyut", (أَحَادِيثَ, ahaadiitsa) yang berarti "buah bibir", dan (سَلَفًا, salafan) yang berarti "pendahulu". Di 21:70 dan 37:98 hasilnya kelompok orang dengan kata sandang al-. Awalan fa di 37:98 menyambung hasil yang berlawanan dengan kehendak sebelumnya, sehingga terjemahan memakai "tetapi", sedangkan fa di awal ayat diterjemahkan "maka".
Kata (الْأَسْفَلِينَ, l-asfaliina) yang berarti "orang-orang yang paling hina" berakar س-ف-ل. Bentuk l-asfaliina muncul dua kali, di 37:98 dan 41:29. Kata asfal dalam semua bentuknya terdapat di enam ayat, yaitu 4:145, 8:42, 33:10, 37:98, 41:29, dan 95:5. Di 8:42 dan 33:10, (أَسْفَلَ مِنْكُمْ, asfala minkum) menunjuk letak di sebelah bawah kalian, sehingga terjemahan di sana memakai kata ruang. Di 37:98 dan 41:29 kata itu menyifati orang, dan terjemahan memakai "paling hina". Di 41:29, (لِيَكُونَا مِنَ الْأَسْفَلِينَ, li-yakuunaa mina l-asfaliina) berarti "supaya keduanya menjadi golongan yang paling hina", dan yang menginginkannya orang-orang yang kufur, sedangkan di 37:98 pelakunya Kami. Akar yang sama membentuk (السُّفْلَىٰ, s-suflaa) di 9:40 yang berarti "rendah", dan bentuk itu muncul satu kali.
Ayat 21:70 memakai kerangka yang sama dengan 37:98, tetapi kata terakhirnya berbeda, yaitu (الْأَخْسَرِينَ, l-akhsariina) yang berarti "orang-orang yang paling rugi". Bentuk l-akhsariina ada dua kali, di 18:103 dan 21:70. Dua ayat itu menamai hasil yang sama-sama berlawanan dengan kehendak, tetapi dengan dua kata yang berbeda, dan tidak ada pernyataan yang menyamakan keduanya.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua kalimat dengan dua pelaku, yaitu mereka pada kalimat pertama dan Kami pada kalimat kedua, dan kata terakhir kalimat kedua mengenai mereka sendiri. Suara di sekitarnya berganti di sini: 37:97 berupa ucapan mereka, 37:98 berupa penutur yang memakai kata Kami, dan 37:99 kembali ke ucapan satu orang. Kehendak mereka tertulis dengan kata kerja hendak, sedangkan hasilnya tertulis dengan kata kerja menjadikan, sehingga dalam satu ayat tampak sebuah rencana dan sebuah hasil yang tidak sejalan.
Kerangka yang sama dipakai di 21:70, dan di sana ayat sebelumnya memuat ucapan di 21:69, (قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا, qulnaa yaa naaru kuunii bardan wa-salaaman) yang berarti "Kami berkata, 'Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan'". Ayat 37:98 tidak didahului gambaran semacam itu, dan tidak memuat keterangan tentang cara kehinaan itu terjadi. Ayat 37:97 memuat perintah, 37:99 memuat ucapan Ibrahim yang lain, dan 37:98 di antara keduanya menyebut maksud dan hasil. Pembaca menerima dua penilaian yang berlawanan arah tanpa adegan di antaranya.
Ayat 37:98 juga menutup satu bagian cerita. Rangkaian dari 37:83 sampai 37:98 bergerak dari Ibrahim yang datang kepada Tuhannya, ke pertanyaan-pertanyaannya kepada kaumnya, ke tindakannya terhadap berhala, ke perintah mereka, lalu ke hasil yang ditulis di ayat ini. Ibrahim hanya hadir lewat kata ganti -hi pada bihi, dan tidak ada kata kerja yang berpelaku Ibrahim di 37:98. Hasil terhadap mereka ditulis dengan pelaku Kami, berbeda dari 37:93 yang menulis tindakan terhadap berhala dengan pelaku satu orang yang memukul dengan tangan kanan.
Ayat 37:99 sesudahnya membuka bagian baru dengan (وَقَالَ, wa-qaala) yang berarti "dan ia berkata". Ayat itu tidak menyebut mereka lagi, sehingga 37:98 menjadi kalimat terakhir yang menyebut kaum itu dalam rangkaian ini.
Renungan dan Hikmah
- Dua kalimat di 37:98 menaruh kehendak manusia di depan dan hasilnya di belakang, dan hasilnya ditulis dengan pelaku lain. Pembaca yang pernah menyusun rencana dapat memperhatikan bagian mana dari rencananya yang benar-benar dipegang, awal kalimatnya saja atau juga akhirnya. Kata kerja hendak menunjukkan sebuah niat yang berjalan, dan kata kerja menjadikan menunjukkan sebuah hasil yang diterima. Siapa yang menulis kalimat penutup sebuah rencana yang disusun dengan rapi?
- Kerangka kalimat yang sama menutup dengan paling rugi di 21:70 dan dengan paling hina di 37:98, dan tidak ada pernyataan bahwa dua kata itu berarti sama. Pembaca dapat mencatat ukuran mana yang dipakai ketika menilai kegagalan orang lain, apakah ukuran tentang apa yang hilang atau ukuran tentang kedudukan seseorang. Dua ukuran itu menghasilkan penilaian yang berbeda atas dua kisah yang mirip, dan orang yang memakai salah satunya mungkin tidak menyadari bahwa ukuran kedua ada. Ukuran apa yang dipakai terhadap orang yang pernah mengancamnya?
- Di 41:29 orang-orang yang kufur meminta kepada Tuhan mereka agar dua yang menyesatkan mereka diperlihatkan, supaya keduanya diletakkan di bawah telapak kaki dan menjadi golongan yang paling hina. Kata paling hina di 37:98 ditulis sebagai sesuatu yang dilakukan Kami kepada pihak yang bersiasat. Dua ayat itu berbeda konteks, tetapi keduanya menaruh kata itu pada orang lain. Pembaca yang pernah menginginkan seseorang berada lebih rendah daripada dirinya dapat bertanya siapa yang menurut kedua ayat itu menentukan letak seseorang.
- Di 9:40 Allah menurunkan ketenangan, memperkuat dengan bala tentara yang tidak terlihat, dan menjadikan seruan orang-orang yang kufur rendah, sedangkan firman Allah yang tinggi. Akar kata rendah di sana sama dengan akar paling hina di 37:98, dan pelakunya Allah menurut ayat itu sendiri. Ayat 9:40 berbicara tentang seruan dan 37:98 tentang orang, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang menimbang tinggi dan rendahnya sebuah pendirian dapat bertanya apakah letaknya ditentukan oleh jumlah pendukungnya.
- Ayat 37:98 menyebut keadaan mereka, lalu 37:99 langsung memuat ucapan Ibrahim tentang Tuhannya, yaitu aku pergi kepada Tuhanku, tanpa menyebut mereka. Teks tidak mencatat tanggapan Ibrahim atas keadaan itu. Pembaca yang menyaksikan kejatuhan orang yang pernah mengancamnya dapat memperhatikan apa yang dibicarakan sesudahnya, dan apakah pembicaraannya masih berputar di sekitar orang itu. Ke mana arah pembicaraan Ibrahim di ayat berikutnya?
- Di 37:93 Ibrahim bergerak terhadap berhala dengan memukul memakai tangan kanan, dan di 37:98 hasil terhadap orang-orang yang bersiasat ditulis dengan pelaku Kami. Dua ayat itu menaruh pelaku pada pihak yang berbeda di dua bagian cerita yang sama. Pembaca yang pernah bertindak lebih dulu, lalu mendapati hasilnya ditulis oleh pihak lain, dapat memperhatikan bagian mana dari kejadian itu yang benar-benar ada di tangannya. Apakah tindakannya yang menentukan hasil, atau menjadi awal dari sesuatu yang diselesaikan pihak lain?