رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku yang termasuk orang-orang saleh.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- رَبِّ هَبْ لِيrabbi hab liiTuhanku, anugerahkanlah kepadaku
- مِنَ الصَّالِحِينَmina sh-shaalihiinayang termasuk orang-orang saleh
Terjemahan per kata (5 kata)
- رَبِّrabbiTuhan
- هَبْhabanugerahkanlah
- لِيliikepadaku
- مِنَminadari
- الصَّالِحِينَsh-shaalihiinaorang-orang saleh
Inti bacaan
Susunan (رَبِّ هَبْ لِي, rabbi hab lii) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:38, 26:83, dan 37:100.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (رَبِّ, rabbi) yang berarti "Tuhanku". Kata itu menjadi panggilan, dan tidak ada kata seru yaa sebelumnya. Susunan (رَبِّ هَبْ لِي, rabbi hab lii) muncul tiga kali, yaitu di 3:38, 26:83, dan 37:100, dan di ketiganya tidak ada kata seru. Terjemahan 37:100 karena itu tidak menambahkan "wahai", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (هَبْ, hab) berasal dari kata kerja yang berakar و-ه-ب dan berbentuk perintah, dengan arti "anugerahkanlah", sedangkan (لِي, lii) berarti "kepadaku". Frasa hab lii muncul lima kali, dengan atau tanpa awalan huruf, yaitu di 3:38, 19:5, 26:83, 37:100, dan 38:35. Di empat ayat lainnya, kata yang diminta disebut sebagai kata benda: (ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً, dzurriyyatan thayyibatan) yang berarti "keturunan yang baik" di 3:38, (وَلِيًّا, waliyyan) yang berarti "seorang wali" di 19:5, (حُكْمًا, hukman) yang berarti "putusan" di 26:83, dan (مُلْكًا, mulkan) yang berarti "kerajaan" di 38:35. Di 37:100 yang diminta berupa seseorang dari sebuah kelompok, tanpa kata benda sebagai objeknya, yaitu (مِنَ الصَّالِحِينَ, mina sh-shaalihiina) yang berarti "yang termasuk orang-orang saleh". Kontras dengan empat ayat itu terlihat dari objeknya, karena empat ayat menyebut benda atau kedudukan dan satu ayat menyebut orang.
Huruf (مِنَ, mina) berarti "dari antara" atau "termasuk", dan di sini menunjuk satu bagian dari kelompok yang disebut sesudahnya. Frasa mina sh-shaalihiina muncul lima belas kali di sebelas surah, yaitu 2:130, 3:39, 3:46, 3:114, 6:85, 9:75, 16:122, 21:75, 21:86, 28:27, 29:27, 37:100, 37:112, 63:10, dan 68:50. Di 3:39 dan 37:112 frasa itu mengikuti kata benda yang menyebut orangnya, yaitu nabiyyan, "seorang nabi", sehingga yang dimaksud jelas dari kata sebelumnya. Di 37:100 tidak ada kata benda sebelum frasa itu, dan terjemahan memakai "yang termasuk" supaya terbaca bahwa yang diminta seseorang dari kelompok itu. Terjemahan tidak menambahkan "anak" atau "keturunan", karena kata Arab untuk itu tidak ada di ayat ini, dan kata ghulaam baru muncul di 37:101.
Kata (الصَّالِحِينَ, sh-shaalihiina) yang berarti "orang-orang saleh" berakar ص-ل-ح. Bentuk ini muncul dua puluh tiga kali di delapan belas surah, dengan atau tanpa awalan huruf. Di 26:83 bentuk itu hadir sesudah permohonan yang kalimat awalnya sama dengan 37:100, yaitu (وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ, wa-alhiqnii bi-sh-shaalihiina) yang berarti "dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh". Kata kerja alhiqnii di sana menjadikan pembicara pihak yang digabungkan dengan kelompok itu, sedangkan hab lii di 37:100 menjadikan seseorang dari kelompok itu sebagai pemberian untuk pembicara.
Tafsiran
Ayat ini menutup ucapan yang dibuka di 37:99 dengan sebuah permohonan, dan isinya satu perintah pendek kepada Tuhan, yaitu agar pembicara diberi seseorang dari kalangan orang saleh. Permohonan ini datang sesudah dua pernyataan tentang diri pembicara di ayat sebelumnya, sehingga ucapan itu berurutan dari kepergian, ke harapan akan petunjuk, ke sesuatu yang diminta.
Permohonan ini tidak memuat alasan. Di 19:5 pembicara menyebut kekhawatirannya dan keadaan istrinya sebelum meminta, dan di 3:38 permohonan ditutup dengan penyebutan Tuhan sebagai Yang Mendengar doa. Di 37:100 permohonan berdiri tanpa penyebutan sifat Tuhan. Ayat 38:35 memberi alasan yang lain lagi, yaitu (إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ, innaka anta l-wahhaabu) yang berarti "sesungguhnya Engkaulah Sang Pemberi". Empat ayat itu berbeda konteks, sehingga perbandingan ini hanya menunjukkan bentuk permohonan dan tidak menunjukkan hubungan di antara ayat-ayat itu.
Ayat 37:101 menjawab dengan (فَبَشَّرْنَاهُ, fa-basysyarnaahu) yang berarti "maka Kami memberi kabar gembira kepadanya". Awalan fa menyambung ayat itu langsung ke permohonan ini, dan dapat dibaca sebagai balasan atas 37:100. Pembacaan ini bersandar pada urutan dan awalan fa, karena 37:101 tidak menyebut permohonan itu. Teks juga tidak memberi tahu berapa lama jarak antara permohonan dan kabar gembira itu.
Di rangkaian ini pembicara pertama kali tampil dengan hati yang selamat di 37:84, lalu meminta orang yang saleh di 37:100. Dua kata itu, (سَلِيمٍ, saliimin) yang berarti "selamat" di 37:84 dan sh-shaalihiina di 37:100, berasal dari akar yang berbeda, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa yang satu berasal dari yang lain.
Renungan dan Hikmah
- Ibrahim meminta orang yang termasuk golongan saleh, dan ayat tidak menyebut benda, jabatan, atau jumlah. Di 3:38, 19:5, 26:83, dan 38:35 permintaan serupa menyebut keturunan yang baik, wali, putusan, dan kerajaan. Pembaca yang berdoa dapat menengok isi permintaannya sendiri dan menghitung berapa yang berupa benda dan berapa yang berupa orang, lalu melihat bagian mana yang lebih panjang daftarnya. Kepada Tuhannya, seperti pembicara di ayat ini, apa yang paling sering diminta pembaca?
- Di 3:38 permohonan ditutup dengan penyebutan sifat Tuhan sebagai yang mendengar doa, dan di 19:5 permohonan didahului kekhawatiran dan keadaan istri. Di 37:100 permohonan berdiri tanpa alasan dan tanpa penyebutan sifat. Pembaca dapat memperhatikan berapa banyak kalimat yang biasa ditaruh di sekitar sebuah permintaan kepada Tuhan, dan apa yang diharapkan dari kalimat-kalimat itu, misalnya menjelaskan keadaan atau menenangkan diri sendiri. Ayat ini tidak memuat bagian semacam itu. Apakah permintaan yang pendek terasa kurang lengkap bagi pembaca?
- Di 26:83 pembicara meminta agar dipertemukan dengan orang-orang saleh, dan di 37:100 pembicara meminta seseorang dari antara mereka. Permohonan pertama menaruh pembicara sebagai yang bergabung, dan permohonan kedua menaruhnya sebagai penerima. Kedua ayat berasal dari bagian cerita yang berbeda, sehingga perbandingannya hanya menyangkut bentuk permohonan. Pembaca yang berdoa tentang lingkungan hidupnya dapat membedakan apakah dirinya meminta ditempatkan di tengah orang baik atau meminta seorang yang baik datang kepadanya. Dua jenis permintaan itu mengubah arah gerak: yang pertama menggerakkan pembaca ke arah orang lain, dan yang kedua menggerakkan orang lain ke arah pembaca. Mana yang lebih sering diucapkan kepada Tuhan?
- Ucapan di 37:99 sampai 37:100 berurutan dari pernyataan ke permintaan, yaitu aku pergi kepada Tuhanku, Dia akan menunjukiku, lalu Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku. Kata Tuhanku muncul dua kali, di awal pernyataan dan di awal permintaan. Pembaca yang menyusun doanya dapat memperhatikan apa yang ditaruh lebih dulu, kabar tentang langkahnya atau daftar permintaannya. Dalam doanya, mana yang datang pertama?
- Ayat 37:101 menyusul 37:100 dengan awalan fa, dan tidak ada penanda waktu di antara keduanya. Pembaca tidak dapat membaca dari ayat itu berapa lama sebuah permintaan menunggu jawaban. Ruang kosong itu membuat penantian apa pun terbaca sebagai bagian dari cerita yang tidak diukur teks. Orang yang sedang menunggu jawaban atas permintaannya kepada Tuhan dapat menyadari bahwa ayat ini tidak menyebut angka apa pun dan bahwa lamanya penantian hanya bisa ia ukur dari pengalamannya sendiri. Dengan apa penantian itu diukur oleh pembaca?
- Ibrahim digambarkan di 37:84 datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat, dan di 37:100 Ibrahim meminta orang yang saleh. Satu kata menyifati dirinya, dan kata lain menyifati yang diminta. Kedua kata itu berasal dari akar yang berbeda, dan ayat-ayat itu tidak menghubungkannya. Pembaca yang menimbang orang-orang yang diinginkan di sekelilingnya dapat memeriksa sifat apa yang dipakai untuk menggambarkan dirinya sendiri dan sifat apa yang dipakai untuk orang lain. Kedua daftar itu mungkin memakai kata yang berbeda tanpa disadari. Apakah kedua daftar itu sama?