فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan seorang anak yang santun.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبَشَّرْنَاهُfa-basysyarnaahumaka, Kami memberi kabar gembira kepadanya
  2. بِغُلَامٍ حَلِيمٍbi-ghulaamin haliimindengan seorang anak yang santun

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَبَشَّرْنَاهُfa-basysyarnaahumaka Kami memberinya kabar gembira
  2. بِغُلَامٍbi-ghulaamindengan seorang anak lelaki
  3. حَلِيمٍhaliiminyang penyantun

Inti bacaan

Kabar gembira seorang 'anak penahan murka', sifat ketenangan dan kesabaran disebutkan eksplisit sejak awal sebagai kualitas yang dianugerahkan, mengisyaratkan pentingnya karakter ini bagi kisah yang akan mengikuti.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(kelahiran)' tidak dipakai: 'bi-ghulaamin' sudah bermakna 'dengan seorang anak' tanpa perlu kata tambahan. 'Haliimin' di sini menyifati manusia (anak Ibrahim), berbeda dari konteks sifat ilahiah 'haliim' yang tunduk disiplin larangan 'Maha': di sini diterjemahkan 'santun', menyifati wataknya yang kelak terbukti pada 37:102.

Tafsiran

Ayat ini membuka episode kelahiran putra Ibrahim: sifat kesantunannya disebut lebih dulu, sebuah pertanda watak yang akan diuji pada ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memberi kabar gembira dengan seorang anak yang santun. Sifatnya disebut, bukan jenisnya. Yang dijanjikan bukan sekadar keturunan, melainkan bagaimana ia kelak.
  • Ibrahim meminta anak yang termasuk orang saleh, dan Allah menjanjikan anak yang santun. Jawabannya sepadan permintaannya. Doa yang menyebutkan mutu dijawab dengan menyebut mutu.
  • Allah menempatkan kabar gembira ini persis sebelum perintah penyembelihan. Berdampingan. Yang paling dinanti dan yang paling berat diletakkan bersebelahan tanpa jeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(atau varian, LIMA terjemahan utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).