فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka, ketika ia mencapai usia sanggup berusaha bersamanya, ia berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu; maka, pikirkanlah, apa pendapatmu?” Ia menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; jika Allah menghendaki, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَfa-lammaa balagha ma'ahu s-sa'yamaka, ketika ia mencapai usia sanggup berusaha bersamanya
- قَالَ يَا بُنَيَّqaala yaa bunayyaia berkata, wahai anakku
- إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَinnii araa fii l-manaami annii adzbahukasesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu
- فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰfa-nzhur maadzaa taraamaka, pikirkanlah, apa pendapatmu
- قَالَ يَا أَبَتِqaala yaa abatiia menjawab, wahai ayahku
- افْعَلْ مَا تُؤْمَرُif'al maa tu'marulakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu
- سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُsa-tajidunii in syaa'a llaahuengkau akan mendapatiku, jika Allah menghendaki
- مِنَ الصَّابِرِينَmina sh-shaabiriinatermasuk orang-orang yang sabar
Terjemahan per kata (28 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- بَلَغَbalaghamencapai
- مَعَهُma'ahubersamanya
- السَّعْيَs-sa'yaberusaha
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- بُنَيَّbunayyaanakku
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَرَىٰaraaaku melihat
- فِيfiidalam
- الْمَنَامِl-manaamimimpi
- أَنِّيanniibahwa aku
- أَذْبَحُكَadzbahukaaku menyembelihmu
- فَانْظُرْfa-nzhurmaka perhatikanlah
- مَاذَاmaadzaaapa
- تَرَىٰtaraaengkau melihat
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- أَبَتِabatiayahku
- افْعَلْif'allakukanlah
- مَاmaaapa yang
- تُؤْمَرُtu'maruengkau diperintahkan
- سَتَجِدُنِيsa-tajiduniiengkau akan mendapatiku
- إِنْinjika
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- مِنَminadari
- الصَّابِرِينَsh-shaabiriinaorang-orang yang sabar
Inti bacaan
Kalimat (سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ, sa-tajidunii in syaa'a llaahu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:69, 28:27, dan 37:102.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَلَمَّا, fa-lammaa) yang berarti "maka ketika" dan (بَلَغَ, balagha) yang berarti "mencapai". Kata balagha berdiri sendiri, tanpa awalan huruf, di sembilan ayat, yaitu 6:19, 12:22, 18:86, 18:90, 18:93, 24:59, 28:14, 37:102, dan 46:15. Di empat di antaranya yang dicapai adalah tahap hidup, seperti (بَلَغَ أَشُدَّهُ, balagha asyuddahu) yang berarti "mencapai kematangannya" di 28:14 dan 46:15, dan (بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ, balagha l-athfaalu minkumu l-huluma) yang berarti "anak-anak di antara kalian telah mencapai baligh" di 24:59. Terjemahan 37:102 memakai "mencapai usia", seperti 12:22, supaya tahap itu terbaca, dan kata usia sendiri tidak dilahirkan oleh satu kata Arab di ayat ini.
Kata (مَعَهُ, ma'ahu) yang berarti "bersamanya" menunjuk orang yang menerima kabar di 37:101. Kata (السَّعْيَ, s-sa'ya) yang berarti "usaha" berakar س-ع-ي, akar yang terdapat di dua puluh delapan ayat. Bentuk as-sa'ya dengan kata sandang hanya muncul di 37:102. Bentuk lain menyebut hasil kerja seseorang, yaitu (سَعْيَهُ, sa'yahu) yang berarti "usahanya" di 53:40, dan gerak cepat, yaitu (سَعْيًا, sa'yan) yang berarti "dengan segera" di 2:260. Terjemahan memakai "sanggup berusaha bersamanya", dengan usaha sebagai padanan sa'y seperti di 53:40, dan tidak menambahkan jenis pekerjaannya karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Dua sapaan dalam ayat ini sama-sama dibuka dengan qaala yaa. Sapaan pertama, (يَا بُنَيَّ, yaa bunayya) yang berarti "wahai anakku", muncul enam kali di empat surah, yaitu 11:42, 12:5, 31:13, 31:16, 31:17, dan 37:102, dan di keenamnya seorang ayah memanggil anaknya. Sapaan kedua, (يَا أَبَتِ, yaa abati) yang berarti "wahai ayahku", muncul delapan kali di empat surah, yaitu 12:4, 12:100, 19:42, 19:43, 19:44, 19:45, 28:26, dan 37:102, dan di kedelapannya seorang anak memanggil ayahnya. Empat di antaranya, 19:42 sampai 19:45, diucapkan Ibrahim kepada ayahnya.
Kalimat (إِنِّي أَرَىٰ, innii araa) yang berarti "sesungguhnya aku melihat" muncul tiga kali, yaitu di 8:48, 12:43, dan 37:102. Kalimat itu belum menandai mimpi, karena di 8:48 yang dilihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain dan pembicaranya setan, sedangkan di 12:43 yang dilihat tujuh ekor sapi gemuk, yang kemudian disebut raja dengan kata (رُؤْيَايَ, ru'yaaya) yang berarti "penglihatanku". Di 37:102 penanda mimpinya ada pada kata sesudahnya, (فِي الْمَنَامِ, fii l-manaami) yang berarti "dalam mimpi". Kata manaam terdapat di empat ayat, yaitu 8:43, 30:23, 37:102, dan 39:42, dan bentuk al-manaami hanya di 37:102. Terjemahan memakai "mimpi" di 8:43 dan 37:102, dan "tidur" di 30:23 dan 39:42. Di 8:43, (يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ, yuriikahumu llaahu fii manaamika) berarti "Allah memperlihatkan mereka kepadamu dalam mimpimu", sehingga ayat itu menyebut siapa yang memperlihatkan, sedangkan 37:102 tidak menyebutnya.
Kata (أَذْبَحُكَ, adzbahuka) yang berarti "aku menyembelihmu" tersusun dari awalan a- untuk pembicara tunggal, kata kerja dzabaha, dan akhiran -ka yang berarti "-mu". Akar ذ-ب-ح terdapat di sembilan ayat, yaitu 2:49, 2:67, 2:71, 5:3, 14:6, 27:21, 28:4, 37:102, dan 37:107, dan bentuk adzbahuka hanya di 37:102. Di 37:107, (بِذِبْحٍ عَظِيمٍ, bi-dzibhin 'azhiimin) berarti "dengan sembelihan yang agung". Kata kerja adzbahuka tidak didahului awalan sa-, sehingga terjemahan memakai "aku menyembelihmu" tanpa "akan", seperti terjemahan (ذَاهِبٌ, dzaahibun) di 37:99.
Kata (فَانْظُرْ, fa-nzhur) yang berarti "maka pikirkanlah" muncul di tiga belas ayat, dan di dua belas ayat lain terjemahan memakai "perhatikanlah". Susunan (فَانْظُرْ مَاذَا, fa-nzhur maadzaa) ada dua kali, di 27:28 dan 37:102. Di 27:28, (فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ, fa-nzhur maadzaa yarji'uuna) berarti "perhatikanlah apa yang mereka kembalikan", dan yang diperhatikan berada di luar si pendengar. Di 37:102, (فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ, fa-nzhur maadzaa taraa) menyuruh si anak memeriksa sesuatu yang ada padanya sendiri, yaitu apa yang dilihatnya, dan terjemahan memakai "pikirkanlah" dan "pendapatmu". Akar ر-أ-ي muncul pada dua kata di ayat ini, yaitu araa untuk ayah dan taraa untuk anak. Di 40:29, (مَا أَرَىٰ, maa araa) yang berarti "apa yang aku lihat" disusul pernyataan tentang jalan yang ditunjukkan pembicaranya, sehingga kata melihat di sana dapat dibaca sebagai pandangan.
Kata (تُؤْمَرُ, tu'maru) yang berarti "diperintahkan kepadamu" berakar أ-م-ر dan berbentuk kata kerja yang tidak menyebut pemberi perintahnya. Bentuk tu'maru muncul dua kali, yaitu di 15:94 dan 37:102, dan bentuk jamaknya, (تُؤْمَرُونَ, tu'maruuna), di 2:68 dan 15:65. Ayah memakai kata kerja melihat di 37:102, dan anak memakai kata kerja diperintahkan. Pemberi perintahnya tidak disebut, dan jalan pikiran anak menuju kata itu tidak dijelaskan.
Kalimat (سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ, sa-tajidunii in syaa'a llaahu) yang berarti "engkau akan mendapatiku, jika Allah menghendaki" tersusun dari awalan sa- yang berarti "akan", kata kerja yang berakar و-ج-د, akhiran -nii yang berarti "ku", dan syarat in syaa'a llaahu. Kalimat itu muncul tiga kali, yaitu di 18:69, 28:27, dan 37:102. Di ketiganya syarat itu disusul keadaan yang dijanjikan pembicara tentang dirinya: (صَابِرًا, shaabiran) yang berarti "orang yang sabar" di 18:69, (مِنَ الصَّالِحِينَ, mina sh-shaalihiina) yang berarti "termasuk orang-orang saleh" di 28:27, dan (مِنَ الصَّابِرِينَ, mina sh-shaabiriina) yang berarti "termasuk orang-orang yang sabar" di 37:102. Frasa mina sh-shaabiriina hanya muncul dua kali, di 21:85 dan 37:102. Terjemahan memakai "jika Allah menghendaki", dan tidak memakai serapan Arabnya.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua ucapan yang disusun sejajar. Keduanya dibuka dengan (قَالَ يَا, qaala yaa), lalu sapaan, isi, dan permintaan atau jawaban. Ayah menyapa, melaporkan penglihatan, dan meminta pendapat. Anak menyapa, menyuruh balik, dan berjanji dengan syarat. Di antara enam ayat dari 37:97 sampai 37:102, hanya 37:102 yang memuat dua pembicara.
Jawaban anak berbentuk perintah. Ayah bertanya dengan perintah "pikirkanlah" dan anak menjawab dengan perintah "lakukanlah", sehingga dua kalimat perintah saling bertemu. Ayah memakai kata kerja melihat untuk penglihatannya, dan anak memakai kata kerja diperintahkan untuk hal yang sama. Dapat dibaca bahwa anak memahami penglihatan itu sebagai sesuatu yang dituntut dari ayahnya, tetapi pembacaan ini bersandar pada pilihan kata anak. Pemberi perintahnya tidak disebut, dan jalan pikiran anak tidak dijelaskan.
Nama Allah muncul satu kali di ayat ini, pada syarat dalam ucapan anak, dan tidak muncul dalam ucapan ayah. Ayah menyebut apa yang dilihatnya, dan anak menyebut apa yang akan ditunjukkannya sebagai orang yang sabar. Kata sabar di sini berbeda dari kata santun di 37:101, karena keduanya berasal dari dua akar yang berlainan, yaitu ص-ب-ر dan ح-ل-م, dan teks tidak menyatakan bahwa keduanya sama.
Ayat 37:103 sesudahnya memakai (أَسْلَمَا, aslamaa) yang berarti "keduanya telah berserah diri", kata kerja untuk dua pelaku yang menyatukan ayah dan anak dalam satu perbuatan. Percakapan di 37:102 dapat dibaca sebagai bagian yang mendahuluinya. Jarak waktu di antara kedua ayat tidak disebut, dan nama Ibrahim baru tertulis lagi di 37:104, yaitu pada panggilan yang menyapanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayah di 37:102 menyampaikan apa yang dilihatnya dalam mimpi, lalu meminta anaknya memikirkan dan mengatakan pendapatnya. Ayat itu tidak memuat permintaan agar anaknya menilai benar atau tidaknya penglihatan itu. Pembaca yang pernah menanyakan pendapat seseorang tentang hal yang sudah berada di tangannya dapat memeriksa maksud pertanyaan itu, apakah mencari jawaban atau memberi ruang bicara. Apa yang ingin pembaca dengar ketika bertanya apa pendapatmu kepada orang yang lebih muda?
- Anak itu berjanji tentang dirinya, engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar, dan janji itu memuat syarat jika Allah menghendaki. Nama Allah muncul di ayat ini hanya pada syarat itu, dan ayat tidak menyebut Allah dalam ucapan ayahnya. Pembaca yang pernah berjanji dengan yakin dapat memperhatikan di bagian mana nama Allah diletakkan, di awal janji atau di syarat yang mengikat janji itu. Janji apa yang pernah diucapkan pembaca tanpa sempat menyebut syarat itu?
- Kedua ucapan di 37:102 dibuka dengan sapaan, wahai anakku dan wahai ayahku, sebelum isi yang berat disampaikan. Nama Allah baru muncul di bagian akhir ucapan anak, setelah sapaan, perintah, dan janji tentang diri. Pembaca yang akan membicarakan hal yang menyakitkan dengan orang dekatnya dapat memperhatikan bagaimana urutan itu menaruh hubungan lebih dulu daripada isi. Dengan sebutan apa pembaca biasanya membuka percakapan yang paling sulit?
- Anak itu berkata lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, dan kata diperintahkan di sana tidak disertai nama pemberi perintah. Nama pihak lain yang tertulis di ayat ini hanya Allah dalam syarat jika Allah menghendaki, dan ayat tidak menyatakan bahwa pemberi perintah dan yang dikehendaki itu sama. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana ia menyebut sesuatu yang dikerjakannya karena diperintah, dengan atau tanpa menyebut siapa yang memerintah. Apakah menyebut nama itu mengubah cara mengerjakannya?
- Ayat 37:102 menaruh percakapan sesudah anak itu sampai pada tahap berusaha bersama ayahnya, dan tidak ada percakapan yang tertulis sebelum tahap itu. Teks tidak menyebut usia atau tanda tahap itu. Pembaca yang membicarakan hal berat dengan adik, anak, atau murid dapat menimbang tahap apa yang menurutnya cukup untuk dibicarakan bersama. Tahap apa yang ditunggu pembaca sebelum membuka pembicaraan semacam itu dengan orang yang lebih muda?
- Di 19:42 sampai 19:45 Ibrahim memanggil ayahnya dengan kata wahai ayahku, empat kali berturut-turut, sedangkan di 37:102 kata itu diucapkan kepadanya oleh anaknya. Nama Ibrahim tidak tertulis di 37:102, dan 37:104 menyapanya dengan nama itu sesudah percakapan ini, dan kedua kelompok ayat berbeda konteks tanpa pernyataan tentang hubungan di antaranya. Pembaca yang pernah menjadi anak dan kini menjadi orang tua dapat memperhatikan kata-kata yang dulu diucapkannya kepada ayahnya dan kini didengarnya dari anaknya. Kata mana yang berubah rasanya?
- Kabar di 37:101 menyebut anak itu santun, dan di 37:102 anak itu menyebut dirinya sendiri sabar. Dua kata itu berasal dari akar yang berbeda, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan keduanya sama. Kata pertama ditulis oleh penutur yang memakai Kami, dan kata kedua diucapkan sendiri oleh anak itu di hadapan ayahnya sambil menyebut Allah. Pembaca dapat membandingkan sifat yang diberikan orang lain kepadanya dengan sifat yang disebutnya sendiri, dan melihat apakah kedua daftar itu memakai kata yang sama. Apa yang disebut pembaca tentang dirinya ketika diminta menjanjikan diri?