فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
Maka, ketika keduanya telah berserah diri, dan ia merebahkannya di atas pelipisnya,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَمَّا أَسْلَمَاfa-lammaa aslamaamaka, ketika keduanya telah berserah diri
- وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِwa-tallahu li-l-jabiinidan ia merebahkannya di atas pelipisnya
Aplikasi
Momen keberserahan bersama 'ketika keduanya telah berserah diri', kepatuhan yang dijalani bersama-sama oleh kedua pihak, bukan satu memaksa yang lain, keduanya sama-sama menerima ujian berat ini dengan kesadaran penuh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'And when they had submitted, and he had thrown him down upon his brow,' Akar akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu; lih. C1).