فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

Maka, ketika keduanya telah berserah diri, dan ia merebahkannya di atas pelipisnya,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَمَّا أَسْلَمَاfa-lammaa aslamaamaka, ketika keduanya telah berserah diri
  2. وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِwa-tallahu li-l-jabiinidan ia merebahkannya di atas pelipisnya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. أَسْلَمَاaslamaakeduanya berserah diri
  3. وَتَلَّهُwa-tallahudan ia membaringkannya
  4. لِلْجَبِينِli-l-jabiinipada pelipis

Inti bacaan

Momen keberserahan bersama 'ketika keduanya telah berserah diri', kepatuhan yang dijalani bersama-sama oleh kedua pihak, bukan satu memaksa yang lain, keduanya sama-sama menerima ujian berat ini dengan kesadaran penuh.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(untuk melaksanakan perintah Allah)' dan '(Ibrahim)' tidak dipakai sepenuhnya: keduanya tidak ada padanan eksplisit dalam teks Arab; 'tallahu' (akar tll, 'merebahkan/membaringkan') dan subjeknya (ia, merujuk Ibrahim dari konteks) sudah cukup jelas tanpa nama tambahan berkurung. Kata 'gundukan' turut dihapus, tak ada padanan kata dalam morfologi Arab ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menandai titik puncak ketegangan: kedua-duanya, ayah dan anak, telah berserah diri sepenuhnya, dan posisi untuk penyembelihan telah disiapkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut keduanya telah berserah diri. Ayah dan anak, bukan salah satu. Yang diserahkan bukan hanya nyawa seorang, melainkan kehendak dua orang sekaligus.
  • Ayat berhenti persis pada gerakan itu, tanpa menyebut apa yang terjadi berikutnya. Kalimatnya menggantung. Yang paling berat dari peristiwa itu diletakkan di jeda, bukan di kata.
  • Allah merekam perbuatan, bukan perasaan keduanya. Tidak ada satu kata pun tentang berat hati. Yang dicatat apa yang mereka kerjakan, dan sisanya dibiarkan terbayang sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.