وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ
Dan Kami memanggilnya, “Wahai Ibrahim,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَنَادَيْنَاهُwa-naadaynaahudan Kami memanggilnya
- أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُan yaa ibraahiimuwahai Ibrahim
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَنَادَيْنَاهُwa-naadaynaahudan Kami menyerunya
- أَنْanyaitu
- يَاyaawahai
- إِبْرَاهِيمُibraahiimuIbrahim
Inti bacaan
Panggilan tepat waktu 'wahai Ibrahim', intervensi yang datang justru di titik paling kritis, bukan sebelum atau sesudah momen menentukan itu.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan dibuka di sini: seruan Allah yang menghentikan penyembelihan, berlanjut ke ayat berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menandai titik balik dramatis: di saat perintah hampir dilaksanakan, seruan datang menghentikannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memanggil tepat saat pisau sudah di leher. Bukan sebelum. Bukan sesudah.
- Panggilannya memakai namanya. Bukan wahai hamba-Ku. Wahai Ibrahim.
- Kalimatnya berhenti di nama. Allah menyambungnya ke ayat berikut. Jeda itu terasa panjang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-d-w): naadaynaahu diterjemahkan 'memanggilnya' (akar n-d-w). Selaras.