وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
Kami menebusnya dengan sembelihan yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَفَدَيْنَاهُwa-fadaynaahudan Kami menebusnya
- بِذِبْحٍ عَظِيمٍbi-dzibhin 'azhiimindengan sembelihan yang agung
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَفَدَيْنَاهُwa-fadaynaahudan Kami menebusnya
- بِذِبْحٍbi-dzibhindengan sembelihan
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Penebusan dengan 'sembelihan yang agung' menggantikan pengorbanan awal, pola pembebasan penuh rahmat yang datang setelah kesediaan total ditunjukkan, bukan tuntutan yang harus dipenuhi secara harfiah sampai akhir.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(hewan)' tidak dipakai: 'dzibhin' (akar dzbh, 'sembelihan') sudah mengandung makna hewan sembelihan tanpa perlu kata tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan penggantian penyembelihan: anaknya ditebus dengan sembelihan besar, menutup ujian tersebut dengan penyelesaian yang penuh rahmat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menukar, bukan membatalkan. Ujiannya tetap selesai. Yang disembelih berganti.
- Tebusan datang sesudah kesediaan ditunjukkan, bukan sebelumnya. Keduanya sudah berserah. Baru penggantinya turun.
- Sembelihan itu disebut Allah agung. Yang dinilai besar bukan hewannya. Yang dinilai apa yang ia gantikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.