سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
Kesejahteraan atas Ibrahim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَsalaamun 'alaa ibraahiimakesejahteraan atas Ibrahim
Terjemahan per kata (3 kata)
- سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
- عَلَىٰ'alaaatas
- إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
Inti bacaan
Susunan (سَلَامٌ عَلَىٰ, salaamun 'alaa) muncul enam kali di Al-Qur'an (27:59, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, 37:181), dan lima di antaranya berada di surah 37.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari tiga kata dan tidak memuat kata kerja. Kata pertamanya, (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "kesejahteraan", berakar س-ل-م dan berakhiran -un, tanda benda tak tentu. Kata (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" menunjuk penerimanya, dan (إِبْرَاهِيمَ, ibraahiima) adalah nama penerima itu. Karena tidak ada kata kerja, terjemahan hanya memakai "kesejahteraan", tanpa "semoga" dan tanpa kata kerja apa pun, sebab tak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Susunan (سَلَامٌ عَلَىٰ, salaamun 'alaa) muncul enam kali di dua surah, yaitu 27:59, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, dan 37:181. Di empat ayat surah 37 yang menyebut nama, yaitu 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130, kata sesudah 'alaa adalah nama: (سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ, salaamun 'alaa nuuhin fii l-'aalamiina) di 37:79, (سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ, salaamun 'alaa muusaa wa-haaruuna) di 37:120, serta nama Ilyasin di 37:130. Di 27:59 kata sesudahnya adalah sebutan bagi sekelompok orang, (وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ, wa-salaamun 'alaa 'ibaadihi) yang berarti "dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya". Di 37:181 kata sesudahnya memakai kata sandang, yaitu (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para utusan".
Di 37:79 kalimat itu diperpanjang dengan (فِي الْعَالَمِينَ, fii l-'aalamiina) yang berarti "di seisi alam", dan bentuk persis itu hanya ada di 37:79. Ayat 37:109, 37:120, dan 37:130 berhenti pada nama penerimanya, jadi terjemahan ayat ini tidak memuat "di seisi alam".
Kesejahteraan yang diucapkan kepada orang yang sedang diajak bicara memakai akhiran kata ganti. Contohnya (سَلَامٌ عَلَيْكُمْ, salaamun 'alaykum) yang berarti "kesejahteraan atas kalian", yang muncul lima kali di lima surah, yaitu 6:54, 7:46, 13:24, 28:55, dan 39:73. Di 19:47 Ibrahim sendiri berkata kepada ayahnya, (قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ, qaala salaamun 'alayka) yang berarti "dia berkata, kesejahteraan atasmu", dan di 51:25 Ibrahim menjawab para tamu dengan (قَالَ سَلَامٌ, qaala salaamun) yang berarti "dia berkata, salam". Kedua ayat itu memuat kata kerja qaala yang menandai bahwa ada yang berbicara. Di 37:109 Ibrahim bukan orang yang diajak bicara: namanya disebut sebagai orang ketiga, dan tidak ada akhiran -ka atau -kum.
Asal kesejahteraan disebut di dua ayat lain dengan kata min yang berarti "dari". Di 36:58, (سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ, salaamun qawlan min rabbin rahiimin) berarti "kesejahteraan, sebagai ucapan dari Tuhan yang pengasih", dan itu dituturkan tentang penghuni taman. Di 11:48, (بِسَلَامٍ مِنَّا, bi-salaamin minnaa) berarti "dengan keselamatan dari Kami", dan itu dituturkan kepada Nuh. Ayat 37:109 tidak memakai min, sehingga asal kesejahteraan itu tidak disebut di ayat ini dan terjemahan tidak menambahkannya.
Akar س-ل-م ada pada tiga kata dalam kisah Ibrahim di surah ini. Kata pertama adalah (سَلِيمٍ, saliimin) di 37:84, dalam (بِقَلْبٍ سَلِيمٍ, bi-qalbin saliimin) yang berarti "dengan hati yang selamat". Kata kedua adalah (أَسْلَمَا, aslamaa) di 37:103, dalam (فَلَمَّا أَسْلَمَا, fa-lammaa aslamaa) yang berarti "maka ketika keduanya telah berserah diri", dan bentuk aslamaa hanya muncul di 37:103. Kata ketiga adalah salaamun di ayat ini, enam ayat sesudah aslamaa. Kesamaan akar ini dapat dibuktikan dari kata-katanya, sedangkan ayat 37:109 sendiri tidak menyatakan bahwa kesejahteraan ini adalah balasan atas penyerahan diri.
Tafsiran
Ayat ini memuat satu kalimat yang hanya menyatakan keadaan, padahal ayat-ayat di sekelilingnya memuat tindakan: menebus dengan sembelihan yang agung di 37:107, meninggalkan sesuatu di 37:108, dan memberi balasan di 37:110. Di tengah rangkaian tindakan itu 37:109 menyatakan keadaan, yaitu kesejahteraan atas Ibrahim, sehingga pembaca beralih dari apa yang Kami kerjakan kepada apa yang berlaku atas Ibrahim.
Peralihan itu terlihat juga pada cara nama Ibrahim disebut. Di 37:104 namanya ada dalam seruan (يَا إِبْرَاهِيمُ, yaa ibraahiimu) yang berarti "wahai Ibrahim", jadi Ibrahim dipanggil langsung oleh Kami. Sesudah itu tidak ada ayat yang menyebut namanya sampai 37:109, dan di sini namanya hadir dalam kalimat tentang dirinya, tanpa seorang pun yang diajak bicara.
Kalimat kesejahteraan ini tidak berdiri sendirian di surah 37. Kalimat ini mengakhiri kisah Nuh di 37:79, dan kalimat serupa mengakhiri kisah Musa dan Harun di 37:120 dan kisah Ilyas di 37:130, sehingga 37:109 berada di tempat kedua dari empat. Ayat-ayat sesudahnya melengkapi pola itu: pada Nuh pola yang sama terbentang dari 37:79 sampai 37:81, pada Musa dan Harun dari 37:120 sampai 37:122, dan pada Ibrahim dari 37:109 sampai 37:111. Karena itu penutup kisah Ibrahim terbaca sebagai bagian dari susunan surah, yang menutup tiap kisah nabi dengan tiga kalimat yang bentuknya sama.
Ayat 37:109 juga berhubungan dengan ayat tepat di atasnya. Ayat 37:108 menyebut sesuatu yang Kami tinggalkan tanpa menyebut isinya, dan terjemahan 37:108 berakhir dengan koma. Karena 37:109 tidak dibuka kata penyambung apa pun, kalimat kesejahteraan ini dapat dibaca sebagai isi dari yang ditinggalkan itu. Pembacaan ini mungkin, tetapi tidak ada kata Arab yang mengikatnya, dan pola yang sama di 37:78 sampai 37:79 memberi bentuk yang sama tanpa menambah ikatan itu.
Akibat adanya ayat ini, jarak antara tebusan di 37:107 dan balasan di 37:110 tidak kosong. Di antara dua tindakan Kami itu ada pernyataan yang menyebut Ibrahim dengan namanya dan menyatakan kesejahteraan atasnya, dan ayat-ayat sesudahnya, 37:111 sampai 37:113, melanjutkan kisah itu ke sebutan hamba, kabar gembira, dan keturunan.
Renungan dan Hikmah
- Hati yang selamat ketika Ibrahim datang kepada Tuhannya di 37:84, penyerahan diri di 37:103, dan kesejahteraan di 37:109 berakar sama. Ayat tidak menyatakan bahwa yang satu menghasilkan yang lain, jadi pembaca menerima tiga titik dan menentukan sendiri garis di antaranya. Orang yang menengok hidupnya dari belakang memegang bahan yang serupa: kata apa yang dulu menyertai pembukanya, kata apa yang kini menyertai keadaannya, dan apakah keduanya masih sekeluarga?
- Ayat ini tidak menyebut dari siapa kesejahteraan itu, berbeda dengan 36:58 yang menyebut Tuhan yang pengasih dan 11:48 yang menyebut Kami. Tiga ayat itu berbicara tentang orang yang berbeda dan keadaan yang berbeda, jadi tidak ada yang dijadikan penjelas bagi yang lain. Pembaca menerima kabar baik tentang Ibrahim tanpa tahu siapa yang mengirimnya, dan pembaca yang pernah menerima kabar baik tanpa tahu pengirimnya mengenali keadaan ini. Seseorang bisa bertanya, kabar baik mana yang diterimanya bulan lalu tanpa tahu lewat tangan siapa, dan apakah ucapan terima kasihnya sudah sampai kepada sumber yang sebenarnya?
- Ibrahim sendiri pernah mengucapkan kesejahteraan atas ayahnya di 19:47, sesaat sesudah sang ayah mengancam akan merajamnya di 19:46, lalu Ibrahim berjanji memohonkan ampunan bagi ayahnya kepada Tuhannya. Kata yang diberikannya kepada orang yang mengancamnya kini dikatakan tentang dirinya di 37:109. Dua ayat itu berada di surah dan kisah yang berbeda, dan tidak ada ayat yang menyebut yang kedua sebagai balasan bagi yang pertama. Kata apa yang ditinggalkan seseorang di telinga orang yang menyakitinya, dan kata apa yang kelak ingin didengarnya tentang diri sendiri?
- Ayat 37:109 menyebut Ibrahim hanya dengan namanya, tanpa kata nabi atau kekasih. Gelar itu ada di ayat lain: 19:41 menyebutnya sangat benar dan seorang nabi, dan 4:125 menyebut bahwa Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Ayat-ayat itu disebut di sini hanya untuk memperlihatkan bahwa kesejahteraan di 37:109 dialamatkan kepada namanya saja. Seperti apa nama itu terdengar bagi orang yang membayangkan dirinya dikenang tanpa jabatan, tanpa gelar, dan tanpa daftar pencapaian?
- Di 26:84 Ibrahim meminta kepada Tuhannya agar dijadikan baginya buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian, dan 37:108 memakai frasa yang sama untuk apa yang Kami tinggalkan baginya. Satu ayat berbentuk doa dan yang lain berbentuk pernyataan, dari surah yang berbeda, sehingga ayat tidak mengatakan bahwa yang kedua menjawab yang pertama. Pembaca masa kini datang sesudah Ibrahim, jadi pembaca dapat membaca diri sendiri sebagai salah satu yang datang kemudian. Ketika nama itu lewat di hadapannya, apa yang diucapkannya, dan siapa yang menjaga isi ucapan itu tetap sama dari generasi ke generasi?
- Surah ini memberi kesejahteraan kepada nama-nama di tengahnya, lalu di 37:181 kepada para utusan, dan 37:182 menutup surah dengan pujian bagi Allah, Tuhan seisi alam. Pembaca yang menyusuri surah dari awal sampai akhir melewati empat kalimat kesejahteraan bernama sebelum sampai pada pujian tadi. Susunan itu menaruh ucapan sejahtera bagi manusia dan pujian bagi Allah dalam satu rangkaian bacaan, tanpa menyatakan hubungan sebab di antaranya. Di antara dua ucapan itu, ucapan mana yang lebih sering keluar dari mulut pembaca sendiri?