سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
Kesejahteraan atas Ibrahim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَsalaamun 'alaa ibraahiimakesejahteraan atas Ibrahim
Terjemahan per kata (3 kata)
- سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
- عَلَىٰ'alaaatas
- إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
Inti bacaan
'Salam sejahtera atas Ibrahim', pengakuan universal serupa dengan yang diberikan kepada Nuh, menegaskan pola penghormatan yang konsisten bagi hamba yang telah teruji sepenuhnya.
Penjelasan pilihan kata
Tanda kutip yang dipakai draf awal untuk ayat ini tidak dipertahankan, mengikuti pola koreksi yang sama persis dengan 37:79 pada kisah Nuh: tidak ada penanda 'qaala/qulnaa' dalam struktur Arab; ayat ini kelanjutan suara narator. 'Kesejahteraan' dipakai konsisten dengan terjemahan 'salaam' di 37:79, bukan 'salam sejahtera' (draf awal) yang sedikit berbeda diksi.
Tafsiran
Ayat ini merupakan isi dari apa yang 'ditinggalkan' bagi Ibrahim, menyambung format refrain yang sama dengan Nuh di 37:79.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyampaikan kesejahteraan atas Ibrahim. Bukan doa dari manusia. Yang menyapa Yang memiliki kesejahteraan itu sendiri.
- Allah menaruh sapaan ini persis sesudah kisah penyembelihan berakhir. Sebagai penutup. Ujian yang paling berat ditutup dengan dua kata yang paling tenang.
- Sapaan sependek ini Dia berikan juga kepada Nuh, Musa, Harun, dan Ilyasin di surah yang sama. Bentuknya seragam. Yang membedakan ujian mereka tidak membedakan penutupnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-l-m): salaam diterjemahkan 'salam sejahtera' (akar s-l-m). Selaras.