وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan Kami beri ia kabar gembira tentang Ishaq, seorang nabi dari orang-orang saleh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَwa-basysyarnaahu bi-ishaaqadan Kami beri ia kabar gembira tentang Ishaq
  2. نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَnabiyyan mina sh-shaalihiinaseorang nabi dari orang-orang saleh

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَبَشَّرْنَاهُwa-basysyarnaahudan Kami memberinya kabar gembira
  2. بِإِسْحَاقَbi-ishaaqadengan Ishaq
  3. نَبِيًّاnabiyyannabi
  4. مِنَminadari
  5. الصَّالِحِينَsh-shaalihiinaorang-orang saleh

Inti bacaan

Kabar gembira kedua kalinya (setelah Ismail) tentang kelahiran Ishaq sebagai nabi, kelanjutan garis kenabian yang tidak berhenti pada satu keturunan saja, melainkan terus bercabang lewat anugerah berulang.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan kabar gembira lanjutan bagi Ibrahim: kelahiran Ishaq, disertai penegasan langsung status kenabiannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memberi kabar gembira sesudah ujian itu lewat. Bukan sebelum. Sesudah pisau diangkat.
  • Statusnya disebut sejak dikabarkan, belum lahir. Bukan sesudah dewasa. Sudah disebut nabi.
  • Ini kabar kedua tentang keturunannya. Allah menambahkannya. Garisnya bercabang, bukan tunggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-sh-r, n-b-a, s-l-h): bashsharnaahu diterjemahkan 'memberi kabar gembira' (akar b-sh-r); nabiyyan diterjemahkan 'nabi' (akar n-b-'); saalihiin diterjemahkan 'orang saleh' (akar s-l-h). gloss '(akan dilahirkannya)' dibuang.