وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan Kami beri ia kabar gembira tentang Ishaq, seorang nabi dari orang-orang saleh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَwa-basysyarnaahu bi-ishaaqadan Kami beri ia kabar gembira tentang Ishaq
  2. نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَnabiyyan mina sh-shaalihiinaseorang nabi dari orang-orang saleh

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَبَشَّرْنَاهُwa-basysyarnaahudan Kami memberinya kabar gembira
  2. بِإِسْحَاقَbi-ishaaqadengan Ishaq
  3. نَبِيًّاnabiyyannabi
  4. مِنَminadari
  5. الصَّالِحِينَsh-shaalihiinaorang-orang saleh

Inti bacaan

Frasa (نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ, nabiyyan mina sh-shaalihiina) muncul dua kali di Al-Qur'an (3:39, 37:112), dan akar ن-ب-ء di surah 37 hanya ada pada ayat ini.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَبَشَّرْنَاهُ, wa-basysyarnaahu) yang berarti "dan Kami beri ia kabar gembira". Kata ini tersusun dari wa- yang berarti "dan", kata kerja basysyarnaa yang berarti "Kami beri kabar gembira" dengan huruf syin digandakan, dan akhiran -hu yang berarti "ia", yang menunjuk Ibrahim. Kata kerjanya berakar ب-ش-ر.

Bentuk persis (بَشَّرْنَاهُ, basysyarnaahu) muncul dua kali, yaitu di 37:101 dan di ayat ini. Di 37:101 bunyinya (فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ, fa-basysyarnaahu bi-ghulaamin haliimin) yang berarti "maka Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan seorang anak yang santun", dibuka fa- yang diterjemahkan "maka". Ayat 37:112 dibuka wa- yang diterjemahkan "dan", dan tidak ada kata seperti (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" di dalamnya. Karena itu terjemahan tidak menambahkan "sesudah" atau "kemudian".

Bagian (بِإِسْحَاقَ, bi-ishaaqa) yang berarti "tentang Ishaq" terdiri atas bi- dan nama Ishaq. Bentuk bi-ishaaqa muncul dua kali, yaitu di 11:71 dan 37:112. Di 11:71 bunyinya (فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ, fa-basysyarnaahaa bi-ishaaqa) yang berarti "maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang Ishaq", dan terjemahan 37:112 memakai "tentang" seperti di 11:71. Penerima kabar di 11:71 ditunjuk oleh -haa, sedangkan di 37:112 oleh -hu, yaitu Ibrahim. Ayat 11:71 meneruskan dengan (وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ, wa-min waraa'i ishaaqa ya'quuba) yang berarti "dan setelah Ishaq, Ya'qub". Ayat 37:112 tidak menyebut Ya'qub, dan nama Ya'qub tidak ada di seluruh surah 37. Nama Ishaq ada di enam belas ayat pada dua belas surah, yaitu 2:133, 2:136, 2:140, 3:84, 4:163, 6:84, 11:71, 12:6, 12:38, 14:39, 19:49, 21:72, 29:27, 37:112, 37:113, dan 38:45. Di surah 37 nama itu ada di 37:112 dan 37:113.

Kata (نَبِيًّا, nabiyyan) yang berarti "seorang nabi" berakar ن-ب-ء. Kata ini berakhiran -an, tanpa kata sandang, dan menerangkan Ishaq di dalam kabar gembira itu sendiri. Akar ن-ب-ء muncul satu kali di seluruh surah 37, yaitu di ayat ini. Di tempat lain status itu disebut dengan kata kerja Kami. Di 19:49, (وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا, wa-kullan ja'alnaa nabiyyan) berarti "dan masing-masing Kami jadikan nabi", untuk Ishaq dan Ya'qub. Di 21:72, (وَكُلًّا جَعَلْنَا صَالِحِينَ, wa-kullan ja'alnaa shaalihiina) berarti "dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh", juga untuk keduanya. Di 37:112 dua sebutan itu bertemu dalam satu ayat tanpa kata kerja "Kami jadikan".

Frasa (نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ, nabiyyan mina sh-shaalihiina) muncul dua kali, yaitu di 3:39 dan 37:112. Bagian (مِنَ الصَّالِحِينَ, mina sh-shaalihiina) yang berarti "dari orang-orang saleh" berakar ص-ل-ح dan muncul lima belas kali di sebelas surah, yaitu 2:130, 3:39, 3:46, 3:114, 6:85, 9:75, 16:122, 21:75, 21:86, 28:27, 29:27, 37:100, 37:112, 63:10, dan 68:50. Di surah 37 bagian ini muncul dua kali: di 37:100, dalam permohonan Ibrahim (رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ, rabbi hab lii mina sh-shaalihiina) yang berarti "Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku yang termasuk orang-orang saleh", dan di 37:112. Untuk Ibrahim sendiri ada kalimat (وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ, wa-innahu fii l-aakhirati la-mina sh-shaalihiina) yang berarti "dan sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang-orang saleh", tiga kali di 2:130, 16:122, dan 29:27.

Ayat 37:101 sampai 37:107 tidak memuat nama anak yang disebut di 37:101, dan 37:112 tidak menyatakan apakah Ishaq sama dengan anak itu atau berbeda darinya. Teksnya hanya memperlihatkan dua kabar gembira dengan kata kerja yang sama, yang satu tanpa nama dan yang satu bernama.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan satu peristiwa sesudah tiga kalimat penutup kisah Ibrahim. Pada kisah Nuh, ayat sesudah penutup adalah (ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ, tsumma aghraqnaa l-aakhariina) di 37:82 yang berarti "kemudian Kami tenggelamkan yang lain", yaitu nasib pihak lain. Pada kisah Ibrahim ayat sesudah penutup membicarakan Ishaq, sehingga kisah ini berlanjut ke satu keturunan sebelum surah beralih ke Musa dan Harun di 37:114.

Dalam surah ini Ibrahim menerima kabar gembira dua kali, di 37:101 dan 37:112, dan letaknya memperlihatkan satu susunan. Kabar pertama mendahului rangkaian mimpi, penyerahan diri, dan tebusan di 37:102 sampai 37:107. Kabar kedua berada sesudah penutup di 37:108 sampai 37:111. Dengan begitu bagian tengah kisah diapit dua kabar gembira. Penempatan ini adalah urutan ayat, dan ayat tidak menyatakan bahwa kejadiannya pun berurutan seperti itu.

Ishaq diperkenalkan lewat statusnya dan tidak lewat tindakannya. Surah 37 tidak mencatat satu ucapan atau perbuatan Ishaq, dan di ayat ini Ishaq langsung disebut seorang nabi, sebutan yang tidak dipakai surah ini untuk tokoh lain. Ishaq dikenalkan sebelum melakukan apa pun yang tertulis di sini.

Kata saleh di ayat ini sudah dipakai dalam permohonan Ibrahim di 37:100, jadi susunan surah menaruh permohonan dengan kata itu dan pemakaiannya untuk Ishaq pada jarak dua belas ayat. Tidak ada kata penghubung yang menyebut yang kedua sebagai jawaban atas yang pertama, sehingga hubungan itu dapat dibaca sebagai gema dalam susunan surah dan tidak lebih.

Ayat ini juga menyiapkan 37:113. Sesudah Ishaq diperkenalkan, ayat berikutnya menyebut berkah atas Ibrahim dan Ishaq serta keturunan keduanya, sehingga kabar gembira di sini menjadi pintu dari kisah satu tokoh ke garis keturunan.

Renungan dan Hikmah

  • Di 14:39 Ibrahim berkata bahwa segala puji bagi Allah yang menganugerahkan kepadanya pada usia tua Ismail dan Ishaq. Kabar gembira di 37:112 disampaikan oleh Kami, dan di 14:39 Ibrahim menyebut Allah sebagai pemberinya, dalam dua ayat dari dua surah. Surah 37 sendiri tidak memuat ucapan terima kasih Ibrahim atas kabar itu; ucapan itu tercatat di tempat lain dan dalam kalimat yang menyebut usia tua. Orang yang menerima sesuatu yang lama ditunggu bisa bertanya, tempat mana yang akan mencatat ucapan syukurnya, dan siapa yang disebut di dalamnya?
  • Di 37:100 Ibrahim memohon kepada Tuhannya sesuatu yang termasuk orang-orang saleh, dan di 37:112 kabar gembira menyebut Ishaq seorang nabi dari orang-orang saleh. Frasa itu berada di dua ujung kisah, dan ayat tidak mengatakan bahwa yang kedua menjawab yang pertama. Bila seseorang pernah meminta sesuatu dengan kata-kata tertentu lalu menjumpai kata-kata itu lagi di tempat lain, apakah yang diminta dahulu sudah datang dalam bentuk yang tidak lagi dikenali, dan dari mana diketahui bahwa jawaban itu sama dengan permintaannya?
  • Di 3:38 Zakaria berdoa kepada Tuhannya memohon keturunan yang baik, di 3:39 para malaikat berkata bahwa Allah menyampaikan kabar gembira dengan Yahya, seorang nabi dari orang-orang saleh, dan di 3:40 Zakaria menyebut dirinya sudah sangat tua. Frasa untuk Yahya sama dengan yang dipakai untuk Ishaq di 37:112, dan di 14:39 Ibrahim menyebut usia tua juga. Dua kisah itu terpisah dan tidak saling menjelaskan. Pembaca bisa memperhatikan bahwa kabar tentang anak datang kepada dua orang yang sama-sama sudah sepuh. Kabar apa yang masih mungkin sampai kepada orang yang merasa waktunya sudah lewat?
  • Kabar tentang Ishaq sampai kepada dua orang dalam dua ayat berbeda: di 11:71 kepada istri Ibrahim, ditunjuk oleh akhiran -haa, dan di 37:112 kepada Ibrahim, ditunjuk oleh akhiran -hu. Ayat tidak menyatakan siapa yang menerimanya lebih dulu, dan 11:71 menambahkan nama Ya'qub sedangkan 37:112 tidak. Pembaca bisa melihat bahwa satu kabar baik dalam satu keluarga tidak selalu diterima oleh orang yang sama dan tidak selalu dengan kalimat yang sama. Siapa yang biasanya diberi tahu pertama kali dalam keluarganya sendiri, dan siapa yang baru tahu belakangan?
  • Ishaq disebut seorang nabi dari orang-orang saleh pada ayat pertama yang menyebut namanya di surah ini, sebelum ada satu pun ucapan atau perbuatan yang tertulis tentang dia. Surah 37 tidak mencatat tindakan Ishaq sama sekali, jadi sebutan itu menjadi seluruh keterangan tentang dia di surah ini. Pembaca yang biasa menilai seseorang dari daftar pekerjaannya mendapati bahwa kabar ini diterima tanpa daftar apa pun. Bagaimana seseorang dikenalkan kepada orang lain tanpa menyebut apa yang sudah dikerjakannya, dan sebutan apa yang cukup untuk itu?
  • Kabar gembira di 37:101 datang sebelum rangkaian mimpi, penyerahan diri, dan tebusan, dan kabar gembira di 37:112 datang sesudah penutup kisah. Urutan itu adalah urutan ayat, dan ayat tidak menyatakan bahwa kejadiannya berurutan sama. Dengan susunan seperti itu bagian yang paling berat dari kisah berada di antara dua kabar baik. Orang yang sedang berada di tengah masa sulit bisa membaca susunan ini sebagai gambaran letak, tanpa janji bahwa kabar baik pasti ada di kedua sisinya. Pada bagian mana dari susunan hidupnya pembaca sekarang berada, dan kabar apa yang sudah sampai pada sisi yang mana?