وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَwa-la-qad manannaa 'alaa muusaa wa-haaruunadan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. مَنَنَّاmanannaaKami melimpahkan nikmat
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. مُوسَىٰmuusaaMusa
  5. وَهَارُونَwa-haaruunadan Harun

Inti bacaan

Pasangan (مُوسَىٰ وَهَارُونَ, muusaa wa-haaruuna) muncul tujuh kali di Al-Qur'an (6:84, 7:122, 10:75, 21:48, 26:48, 37:114, 37:120), dan kata atas mendahuluinya di surah 37 saja.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh". Kata ini tersusun dari wa- yang berarti "dan", huruf la yang menegaskan, dan qad, yang di sini bersanding dengan kata kerja bertanda selesai. Terjemahan menaruh "sungguh" untuk penegasan itu dan "telah" untuk kata kerjanya.

Kata kerja (مَنَنَّا, manannaa) yang berarti "Kami telah melimpahkan nikmat" berakar م-ن-ن. Bentuk persis manannaa muncul dua kali, di 20:37 dan 37:114. Di 20:37 bunyinya (وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَىٰ, wa-la-qad manannaa 'alayka marratan ukhraa) yang berarti "dan sungguh Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain", dan itu ditujukan kepada Musa. Ayat 20:37 disusul 20:38 sampai 20:40 yang memerinci nikmat itu dan 20:38 dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika". Ayat 37:114 disusul 37:115 yang tidak dibuka dengan kata itu.

Akar yang sama dipakai juga dengan manusia sebagai pelakunya. Di 49:17 ada dua pelaku dalam satu ayat. Yang pertama (يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا, yamunnuuna 'alayka an aslamuu) yang berarti "mereka merasa berjasa kepadamu dengan keberserahan mereka", dan yang kedua (بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ, bali llaahu yamunnu 'alaykum) yang berarti "sebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepada kalian". Di 26:22 Musa berkata kepada Firaun, (نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ, ni'matun tamunnuhaa 'alayya) yang berarti "nikmat yang engkau ungkit kepadaku". Di sana kata (نِعْمَةٌ, ni'matun) yang berarti "nikmat" berdiri sebagai objek tersendiri di depan kata kerjanya. Ayat 37:114 tidak memuat kata ni'matun, sehingga "nikmat" dalam terjemahannya menyertai kata kerja manannaa dan tidak berasal dari kata Arab lain. Karena pelaku di 37:114 adalah Kami, terjemahan memakai "melimpahkan nikmat", sama dengan padanan untuk Allah di 49:17.

Bagian (عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ, 'alaa muusaa wa-haaruuna) yang berarti "kepada Musa dan Harun" muncul dua kali, di 37:114 dan 37:120, dengan satu 'alaa di depan dua nama. Pasangan nama (مُوسَىٰ وَهَارُونَ, muusaa wa-haaruuna) muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 6:84, 7:122, 10:75, 21:48, 26:48, 37:114, dan 37:120. Di 37:113 'alaa diulang di depan tiap penerima, seperti dalam (عَلَيْهِ وَعَلَىٰ إِسْحَاقَ, 'alayhi wa-'alaa ishaaqa), sedangkan di 37:114 satu 'alaa melayani dua nama, jadi terjemahan memakai satu kata "kepada" untuk keduanya.

Di surah 37 nama Musa dan nama Harun masing-masing hanya ada dua kali, yaitu di 37:114 dan 37:120, dan keduanya muncul pertama kali di ayat ini. Surah ini tidak menyebut Firaun di mana pun, sehingga ayat 37:114 sampai 37:122 tidak memuat tokoh lain selain kedua nama itu dan kaum keduanya.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian baru surah dengan tindakan Kami, sebelum ada peristiwa apa pun yang dituturkan. Pembuka kisah-kisah lain di surah ini berbeda. Kisah Nuh dibuka di 37:75 dengan (وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ, wa-la-qad naadaanaa nuuhun) yang berarti "dan sungguh, Nuh telah menyeru Kami", kisah Ibrahim di 37:83 dengan (وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ, wa-inna min syii'atihi la-ibraahiima) yang berarti "dan sesungguhnya, termasuk golongannya, adalah Ibrahim", dan kisah Ilyas di 37:123 dengan (وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, wa-inna ilyaasa la-mina l-mursaliina) yang berarti "dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul". Bagian Musa dan Harun dibuka dengan nikmat yang telah dilimpahkan, jadi pembaca mengetahui hasilnya lebih dulu.

Nikmat itu dituju pada dua orang sekaligus. Kata ganti untuk dua orang ada di lima ayat berikutnya: 37:115, 37:117, 37:118, 37:119, dan 37:122. Dengan begitu bagian ini membicarakan Musa dan Harun sebagai pasangan, dan tidak memisahkan peran masing-masing.

Ayat 37:115 sampai 37:118 memuat empat tindakan Kami atas keduanya. Tindakan pertama adalah (وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ, wa-najjaynaahumaa wa-qawmahumaa mina l-karbi l-'azhiimi) yang berarti "Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya dari bencana yang agung", lalu menolong mereka di 37:116, memberi keduanya Kitab di 37:117, dan membimbing keduanya ke jalan yang lurus di 37:118. Frasa mina l-karbi l-'azhiimi muncul tiga kali, di 21:76, 37:76, dan 37:115, dan di 37:76 frasa itu dipakai untuk Nuh dan keluarganya. Ayat 37:114 tidak menyebut keempat tindakan itu sebagai isi nikmat. Keempatnya dapat dibaca demikian karena urutannya, tetapi kata penghubungnya hanya wa-.

Ayat ini juga terletak tepat sesudah 37:113, yang berakhir dengan keturunan Ibrahim dan Ishaq yang terbelah. Ayat 37:114 tidak menyatakan hubungan antara Musa dan Harun dan keturunan itu, dan membuka bagian yang berdiri sendiri. Sesudah bagian ini, surah beralih ke Ilyas di 37:123.

Renungan dan Hikmah

  • Di 37:114 nikmat bagi Musa dan Harun disebut lebih dulu dan rinciannya baru menyusul di ayat-ayat berikut, sedangkan di 20:37 kata kerja yang sama disusul ayat yang dibuka dengan kata ketika dan memerinci peristiwanya. Pembaca yang biasa menunggu penjelasan sebelum menerima sebuah kabar baik mendapati bahwa 37:114 menaruh kesimpulan di depan. Di 14:11 para rasul berkata bahwa Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Bila nikmat dinyatakan lebih dulu daripada alasannya, sanggupkah seseorang menerimanya dahulu dan memahaminya kemudian?
  • Di 20:25 Musa memanggil Tuhannya, lalu di 20:29 dan 20:30 memohon seorang penolong dari keluarganya, yaitu Harun saudaranya. Di 37:114 satu 'alaa melayani dua nama tanpa menyebut siapa yang mendampingi siapa. Konteks 20:25 sampai 20:30 berbeda dari 37:114, dan keduanya tidak saling menjelaskan. Pembaca bisa mengamati bahwa orang yang memohon bantuan dan orang yang diminta menjadi bantuan disebut dalam satu kalimat nikmat. Bagian mana dari nikmat bersama itu yang diterima, dan bagian mana yang diberikan, oleh orang yang pernah menjadi penolong atau memohon pertolongan?
  • Di 49:17 akar yang sama dipakai untuk orang yang merasa berjasa karena keberserahannya dan untuk Allah yang melimpahkan nikmat dengan menunjukkan kepada keimanan. Di 26:22 Musa mengatakan kepada Firaun bahwa nikmat yang diungkit kepadanya diberikan sementara Bani Israil diperbudak. Pelaku nikmat di 37:114 adalah Kami, dan ayat ini tidak memuat ungkitan apa pun. Orang yang pernah memberi sesuatu lalu menyebut-nyebutnya bisa bertanya, kata kerja manakah yang sebenarnya dipakainya terhadap penerima: melimpahkan, atau mengungkit?
  • Dua nama yang sama berada di belakang kata atas pada dua ayat yang berjarak enam ayat: nikmat di 37:114 dan kesejahteraan di 37:120. Bagian ini dengan demikian dibuka dengan satu kalimat tentang apa yang telah dilimpahkan dan ditutup dengan satu kalimat tentang apa yang berlaku atas kedua orang itu. Di antaranya tercantum lima tindakan Kami, dari 37:115 sampai 37:119, dan tidak ada ucapan Musa atau Harun. Bila hidup seseorang diringkas dalam dua kalimat, satu di pembuka dan satu di penutup, apa yang diharapkan tertulis di masing-masing?
  • Nikmat bagi dua orang di 37:114 disusul 37:115 yang menyebut Kami menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya dari bencana yang agung. Kaum itu tidak disebut namanya dan tidak diberi sifat, tetapi ikut diselamatkan dalam kalimat yang sama. Frasa yang sama dipakai di 37:76 untuk Nuh dan keluarganya, dengan konteks yang berbeda. Pembaca bisa mengamati bahwa nikmat yang disebut pada dua nama meluas dalam kalimat berikutnya ke orang-orang di sekitar mereka. Siapa yang ikut tertolong ketika seseorang menerima nikmat, dan tahukah mereka bahwa nikmat itu juga milik mereka?
  • Di 3:164 Allah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika mengutus seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, dengan kata kerja yang berakar sama dengan di 37:114. Pada Musa dan Harun nikmat disebut di 37:114, sedangkan sebutan hamba yang beriman baru datang di 37:122. Ayat tidak menyatakan bahwa nikmat itu diberikan karena mereka beriman, dan urutan ini adalah urutan ayat. Nikmat mana dalam hidup orang yang merasa harus lebih dulu pantas sebelum menerima apa pun sudah datang lebih awal daripada kepantasannya, dan siapa yang menanggung kelebihan itu?