وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya dari bencana yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَاwa-najjaynaahumaa wa-qawmahumaaKami telah menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya
  2. مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِmina l-karbi l-'azhiimidari bencana yang agung

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَنَجَّيْنَاهُمَاwa-najjaynaahumaadan Kami menyelamatkan keduanya
  2. وَقَوْمَهُمَاwa-qawmahumaadan kaum keduanya
  3. مِنَminadari
  4. الْكَرْبِl-karbikesusahan
  5. الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung

Inti bacaan

Akar ك-ر-ب muncul di empat ayat Al-Qur'an, yaitu 6:64, 21:76, 37:76, dan 37:115, dan tiap kali berdampingan dengan kata kerja dari akar ن-ج-و, misalnya (وَنَجَّيْنَاهُمَا, wa-najjaynaahumaa) di 37:115.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَنَجَّيْنَاهُمَا, wa-najjaynaahumaa) yang berarti "dan Kami menyelamatkan keduanya". Kata ini tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", kata kerja (نَجَّيْنَا, najjaynaa) yang berarti "Kami menyelamatkan" dengan akar ن-ج-و, dan akhiran (هُمَا, -humaa) yang berarti "keduanya". Akhiran untuk dua orang itu menunjuk Musa dan Harun yang disebut di 37:114, karena 37:115 sendiri tidak memuat satu nama pun. Rangkaian (وَنَجَّيْنَا, wa-najjaynaa) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu di 11:58, 21:71, 21:74, 21:88, 37:76, 37:115, dan 41:18. Bentuk lengkap (وَنَجَّيْنَاهُمَا, wa-najjaynaahumaa) muncul satu kali, yaitu di 37:115, sedangkan di 37:76 kata (وَنَجَّيْنَاهُ, wa-najjaynaahu) yang berarti "dan Kami menyelamatkannya" menunjuk satu orang, yaitu Nuh.

Sasaran kedua dari kata kerja itu adalah (وَقَوْمَهُمَا, wa-qawmahumaa) yang berarti "dan kaum keduanya", dengan akar ق-و-م. Kata (قَوْمَ, qawma) dan akhiran -humaa sama-sama menjadi sasaran satu penyelamatan, dan bentuk (وَقَوْمَهُمَا, wa-qawmahumaa) hanya muncul di 37:115. Terjemahan memakai "kaum keduanya" dan tidak memisahkan kaum Musa dari kaum Harun, karena ayat ini tidak memisahkannya. Kaum itu juga tidak diberi nama atau jumlah. Di 7:159, (وَمِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ, wa-min qawmi muusaa) yang berarti "dan di antara kaum Musa", kaum itu disandarkan kepada Musa saja, sedangkan di 37:115 akhiran untuk dua orang menyandarkannya kepada keduanya.

Kata (الْكَرْبِ, l-karbi) yang berarti "bencana" berakar ك-ر-ب dan memakai kata sandang al-, sehingga menunjuk bencana yang tertentu. Akar ك-ر-ب muncul di empat ayat, yaitu 6:64, 21:76, 37:76, dan 37:115, dan di keempatnya ada kata kerja penyelamatan dari akar ن-ج-و: (يُنَجِّيكُمْ, yunajjiikum) yang berarti "menyelamatkan kalian" di 6:64, (فَنَجَّيْنَاهُ, fa-najjaynaahu) yang berarti "maka Kami menyelamatkannya" di 21:76, (وَنَجَّيْنَاهُ, wa-najjaynaahu) di 37:76, dan (وَنَجَّيْنَاهُمَا, wa-najjaynaahumaa) di 37:115. Di 6:64 bentuknya (وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ, wa-min kulli karbin) yang berarti "dan dari setiap kesusahan", tanpa kata sandang dan mengikuti kata "setiap", sehingga terjemahannya "kesusahan", yaitu golongan hal yang bisa banyak. Di tiga ayat lain kata itu bersandang dan diikuti sifat, sehingga terjemahannya "bencana", yaitu bencana yang tertentu.

Sifat yang menyertainya adalah (الْعَظِيمِ, l-'azhiimi) yang berarti "yang agung", berakar ع-ظ-م. Terjemahan memakai "agung" untuk akar ini, dan memakai "besar" untuk akar ك-ب-ر. Dalam surah ini sifat itu juga melekat pada (بِذِبْحٍ عَظِيمٍ, bi-dzibhin 'azhiimin) yang berarti "dengan sembelihan yang agung" di 37:107. Di 2:49 dan 7:141 sifat yang sama melekat pada (بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ, balaa'un min rabbikum 'azhiimun) yang berarti "cobaan yang agung dari Tuhan kalian", dalam ayat yang juga memuat penyelamatan, yaitu (نَجَّيْنَاكُمْ, najjaynaakum) yang berarti "Kami menyelamatkan kalian" di 2:49 dan (أَنْجَيْنَاكُمْ, anjaynaakum) di 7:141. Kata bendanya di sana balaa', bukan karb, sehingga "cobaan" dan "bencana" tidak disamakan.

Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" menunjuk asal penyelamatan, dan kata itu dipakai dengan cara yang sama di 21:76 dan 37:76. Ayat ini tidak memuat kata yang menjelaskan bagaimana bencana itu berlalu, siapa yang menimbulkannya, atau berapa lama berlangsungnya. Terjemahan karena itu tidak menambahkan nama pihak lawan, kata "penindasan", atau "kematian", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini memuat penyelamatan dua orang dan satu kaum sesudah 37:114 menyebut nikmat yang Kami limpahkan kepada Musa dan Harun. Ayat 37:114 hanya menyebut nikmatnya, lalu 37:115 membuka rangkaian tindakan yang berlanjut sampai 37:119: menyelamatkan, menolong, memberi Kitab, membimbing, dan meninggalkan sesuatu di kalangan orang yang datang kemudian. Kata penghubung antara 37:114 dan rangkaian itu berupa wa yang berarti "dan", jadi anggapan bahwa tindakan-tindakan itu adalah isi nikmat terbaca dari urutannya saja.

Ayat ini tidak menuturkan apa yang terjadi. Tidak ada nama pihak lawan, tidak ada peristiwa, dan tidak ada kata kerja yang menggambarkan cara bencana itu berlalu. Penuturan Nuh di surah yang sama berbeda: 37:75 memuat seruan Nuh, 37:76 menyebut penyelamatan, dan 37:82 menyebut (أَغْرَقْنَا, aghraqnaa) yang berarti "Kami tenggelamkan" untuk pihak lain. Pada Musa dan Harun, 37:114 sampai 37:120 tidak memuat seruan, tidak memuat pihak lain, dan tidak menyebut nama Firaun. Pembaca yang mengenal rincian dari surah lain, misalnya penyelamatan di 2:50 yang disusul penenggelaman keluarga Firaun, dapat menaruhnya di samping 37:115. Surah 37 sendiri tidak melakukannya.

Ayat ini juga memperlebar lingkaran. Di 37:76 penyelamatan menjangkau seorang nabi dan keluarganya, sedangkan di 37:115 penyelamatan itu menjangkau dua orang dan satu kaum. Sesudah itu 37:116 memakai kata ganti untuk banyak orang, "mereka", dan 37:117 sampai 37:119 kembali ke akhiran untuk dua orang. Dengan begitu penyelamatan dan pertolongan tertulis bagi kaum bersama keduanya, sedangkan Kitab, bimbingan, dan tinggalan tertulis bagi keduanya saja.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:115 menaruh dua orang dan satu kaum dalam satu kalimat penyelamatan, dan tidak memuat apa yang dikerjakan kaum itu sebelumnya. Di 5:20 Musa mengajak kaumnya mengingat nikmat Allah kepada mereka, dan nikmat itu di sana disebut atas kaum juga. Pembaca yang pernah berada di tengah sebuah kaum, entah keluarga, tempat kerja, atau kampung, dapat memperhatikan bahwa kelegaan yang datang kepada seorang pemimpin kadang menjangkau orang di sekelilingnya tanpa mereka diminta membuktikan apa-apa. Siapa yang berdiri di dekat pembaca ketika kesukaran itu berlalu, dan sudahkah mereka tahu bahwa mereka ikut tertulis dalam kabar baiknya?
  • Di 6:63 orang-orang yang menyeru Allah dalam kegelapan di darat dan di laut berjanji akan menjadi orang yang bersyukur bila mereka diselamatkan, dan 6:64 menyebut Allah sebagai yang menyelamatkan mereka dari kegelapan itu dan dari setiap kesusahan, lalu ditutup dengan kata "kemudian kalian mempersekutukan". Dua ayat itu berbicara tentang manusia pada umumnya dan tidak menyebut Musa atau Harun. Ayat 37:115 pun tidak mencatat apa yang dilakukan kaum sesudah selamat. Pembaca dapat mengingat janji yang pernah diucapkannya di tengah kesusahan, lalu bertanya pada diri sendiri: bagaimana janji itu ditepati sesudah keadaan menjadi lapang?
  • Bencana di ayat ini diberi ukuran, yaitu agung, tetapi tidak diberi nama dan tidak diberi rincian. Pembaca yang menyimpan kesukaran yang sulit dinamai kepada orang lain, misalnya kesukaran yang berlangsung lama atau yang tidak tampak dari luar, dapat memperhatikan bahwa sebuah kalimat penyelamatan dapat berdiri tanpa menyebut apa yang diselamatkan darinya. Perasaan bahwa kesukaran itu tidak cukup jelas untuk diceritakan tidak membuatnya lebih kecil di dalam ayat ini. Apakah kesukaran yang belum bernama itu perlu diberi nama dulu supaya terasa sungguh-sungguh telah terjadi?
  • Penyelamatan Nuh di 37:76 didahului seruan di 37:75, sedangkan penyelamatan Musa dan Harun di 37:115 tidak didahului seruan apa pun di surah ini. Di surah lain Musa meminta kepada Tuhannya, misalnya di 20:25 dengan kata "Tuhanku, lapangkanlah dadaku", dan jawabannya di 20:36 menyatakan permintaannya telah diperkenankan. Isi permintaan itu tentang dada, urusan, dan lidah, bukan tentang penyelamatan dari bencana, sehingga dua hal itu tidak disamakan. Pembaca dapat membedakan keselamatan yang pernah dimintanya dari keselamatan yang datang sebelum sempat diminta. Apa saja yang telah menyelamatkannya tanpa pernah masuk ke dalam doanya?
  • Ayat 37:115 menyebut bencana yang agung, sedangkan 6:64 menyebut penyelamatan dari setiap kesusahan, dengan kata "setiap" yang tidak memilih antara yang besar dan yang kecil. Ukuran agung di 37:115 melekat pada kejadian yang menimpa dua orang dan satu kaum, dan ayat itu tidak mengatakan apakah kesusahan yang lebih kecil juga pernah dilepaskan. Pembaca yang sering menimbang apakah kesusahannya cukup besar untuk disebut di hadapan Tuhan dapat memperhatikan bahwa 6:64 tidak menyebut ambang ukuran. Seberapa kecil sebuah kesusahan sebelum pembaca merasa tidak pantas membawanya kepada Tuhan, dan siapa yang menetapkan batas itu?
  • Ayat 37:115 menyebut penyelamatan keduanya tanpa menulis nama keduanya. Nama Musa dan Harun ada di 37:114 dan kembali di 37:120, sedangkan lima ayat di antaranya hanya memakai akhiran untuk dua orang. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kabar baik tentang dirinya kadang dibawa orang lain dalam kalimat yang tidak menyebut namanya, entah karena sudah diketahui, entah karena nama itu tidak diperlukan. Bila kisah tentang pembaca dituturkan tanpa nama, bagian apa dari dirinya yang masih dapat dikenali?