وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya dari bencana yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَاwa-najjaynaahumaa wa-qawmahumaaKami telah menyelamatkan keduanya dan kaum keduanya
- مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِmina l-karbi l-'azhiimidari bencana yang agung
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَنَجَّيْنَاهُمَاwa-najjaynaahumaadan Kami menyelamatkan keduanya
- وَقَوْمَهُمَاwa-qawmahumaadan kaum keduanya
- مِنَminadari
- الْكَرْبِl-karbikesusahan
- الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung
Inti bacaan
Keselamatan yang mencakup 'keduanya dan kaumnya' dari bencana besar, dampak positif kepemimpinan spiritual yang meluas ke seluruh komunitas, bukan hanya individu pemimpinnya semata.
Penjelasan pilihan kata
'Qawmahumaa' (sufiks dual, 'kaum keduanya') diterjemahkan presisi mengikuti bentuk dual Arab: merujuk kaum yang sama-sama menjadi tanggung jawab Musa dan Harun, bukan kaum salah satu saja.
Tafsiran
Ayat ini mengulang pola penyelamatan yang sama seperti Nuh, bukan hanya nabi itu sendiri, melainkan kaum yang menyertainya turut diselamatkan dari bencana besar.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyelamatkan dua orang dan satu kaum sekaligus. Musa dan Harun disebut lebih dahulu. Yang mengikuti mereka tidak ditinggal.
- Bentuk berdua dipakai dua kali dalam satu ayat. Nabinya berdua, kaumnya pun disebut milik berdua. Tak ada yang dinisbahkan pada satu nama saja.
- Pola yang serupa sudah dipakai Allah pada Nuh beberapa ayat sebelumnya. Diselamatkan, lalu kaumnya. Susunannya berulang, namanya berganti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.