وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِي الْآخِرِينَ
Dan Kami tinggalkan untuk keduanya, di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَاwa-taraknaa 'alayhimaadan Kami tinggalkan untuk keduanya
- فِي الْآخِرِينَfii l-aakhiriinadi kalangan orang-orang yang datang kemudian
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَتَرَكْنَاwa-taraknaadan Kami meninggalkan
- عَلَيْهِمَا'alayhimaaatas keduanya
- فِيfiidi
- الْآخِرِينَl-aakhiriinaorang-orang yang kemudian
Inti bacaan
Bentuk (عَلَيْهِمَا, 'alayhimaa) muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:229, 2:230, 2:233, 4:128, 5:23, 7:22, 20:121, dan 37:119, dan hanya 37:119 yang memakainya sesudah kata kerja meninggalkan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) yang berarti "dan Kami tinggalkan", dari (وَ, wa) yang berarti "dan" dan kata kerja (تَرَكْنَا, taraknaa) yang berarti "Kami tinggalkan" dengan akar ت-ر-ك. Kata kerja (تَرَكْنَا, taraknaa) muncul sembilan kali di enam surah, yaitu di 12:17, 18:99, 29:35, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, 51:37, dan 54:15. Di 29:35, (وَلَقَدْ تَرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً, wa-la-qad taraknaa minhaa aayatan bayyinatan) yang berarti "sungguh, telah Kami tinggalkan darinya suatu tanda yang nyata", benda yang ditinggalkan disebut. Di 51:37 dan 54:15 benda itu juga tertulis, yaitu tanda. Di 37:119 benda itu tidak tertulis, dan kata kerjanya langsung disusul penerima dan kalangannya. Terjemahan karena itu tidak menambahkan "nama baik", "pujian", atau "kenangan", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (عَلَيْهِمَا, 'alayhimaa) yang berarti "untuk keduanya" tersusun dari (عَلَىٰ, 'alaa) dan (هِمَا, -himaa) yang berarti "keduanya". Bentuk (عَلَيْهِمَا, 'alayhimaa) muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:229, 2:230, 2:233, 4:128, 5:23, 7:22, 20:121, dan 37:119, dan sesudah kata kerja meninggalkan hanya ada di 37:119. Di tiga ayat lain yang berbunyi mirip, yaitu 37:78, 37:108, dan 37:129, bunyinya (وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ, wa-taraknaa 'alayhi fii l-aakhiriina) dengan akhiran untuk satu orang. Ayat 37:119 mengganti akhiran itu dengan akhiran untuk dua orang, yang menunjuk Musa dan Harun seperti di 37:115, 37:117, dan 37:118. Terjemahan memakai "untuk keduanya" dan tidak "atas keduanya", karena meninggalkan sesuatu atas seseorang tidak terbaca wajar dalam bahasa Indonesia, sedangkan 'alaa di 37:120 diterjemahkan "atas" bersama kata kesejahteraan.
Kata (الْآخِرِينَ, l-aakhiriina) yang berarti "orang-orang yang datang kemudian" berakar أ-خ-ر dan memakai kata sandang al-. Frasa (فِي الْآخِرِينَ, fii l-aakhiriina) muncul lima kali, yaitu di 26:84, 37:78, 37:108, 37:119, dan 37:129. Di 56:13 sampai 56:14, (ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ, tsullatun mina l-awwaliina) yang berarti "segolongan besar dari orang-orang terdahulu" disusul (وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ, wa-qaliilun mina l-aakhiriina) yang berarti "dan sedikit dari orang-orang yang kemudian", sehingga kata itu menunjuk golongan yang datang sesudah golongan pertama. Di 37:119 golongan pertama tidak tertulis, tetapi kata yang berpasangan dengannya menunjukkan orang yang datang sesudah Musa dan Harun.
Benda yang ditinggalkan di 37:119 dapat dibandingkan dengan 19:50, (وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا, wa-ja'alnaa lahum lisaana shidqin 'aliyyan) yang berarti "dan Kami jadikan mereka buah tutur yang benar lagi tinggi", yang berbicara tentang Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub, bukan tentang Musa dan Harun. Ayat itu memakai kata kerja lain, yaitu jadikan, dan tidak memakai kata meninggalkan, sehingga dua ayat itu tidak disamakan. Ayat 37:120 menyusul dengan kalimat kesejahteraan, dan tanda koma di ujung terjemahan 37:119 menunjukkan kalimat belum selesai. Ayat 37:119 sendiri tidak menyatakan bahwa kalimat kesejahteraan itu isi yang ditinggalkan.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan sorotan dari kedua orang itu ke orang-orang sesudah mereka. Empat ayat sebelumnya, 37:115 sampai 37:118, berisi tindakan Kami atas keadaan dan atas kedua orang itu. Di 37:119 kata ganti masih untuk keduanya, tetapi tempat tindakannya adalah di kalangan orang yang datang kemudian.
Kalimat yang sama menutup tiga cerita lain di surah ini: Nuh di 37:78 sesudah penyelamatan di 37:76 dan keturunan yang bertahan di 37:77, Ibrahim di 37:108 sesudah penebusan di 37:107, dan Ilyas di 37:129. Pada Musa dan Harun kalimat itu datang sesudah Kitab dan bimbingan, jadi urutannya berbeda. Perbedaan lain ada pada akhirannya: tiga ayat lain memakai akhiran untuk satu orang, dan 37:119 memakai akhiran untuk dua orang. Dua orang itu diperlakukan sebagai satu pihak yang menerima satu tinggalan.
Isi tinggalan itu tidak tertulis. Pada Nuh dan Ibrahim, ayat sesudahnya memuat kalimat kesejahteraan, dan di 37:120 kalimat serupa untuk Musa dan Harun menyusul. Pola itu membuat pembaca dapat membaca 37:120 sebagai isi tinggalan, tetapi 37:119 sendiri tidak menghubungkannya, dan ayat-ayat itu hanya dihubungkan oleh urutan. Di surah lain benda yang ditinggalkan oleh Kami disebut jelas, misalnya tanda di 54:15, sehingga ketiadaan nama benda di 37:119 berbeda dari ayat-ayat itu, dan pembaca tidak diberi isinya di ayat ini.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:119 meninggalkan sesuatu untuk dua orang sekaligus, dengan akhiran yang sama untuk keduanya. Tiga ayat serupa di surah ini memakai akhiran untuk satu orang, sehingga ayat ini menaruh dua nama di bawah satu tinggalan. Pembaca yang pernah bekerja bersama seseorang selama bertahun-tahun, misalnya saudara, pasangan, atau rekan, dapat memperhatikan bagaimana hasil kerja bersama itu dikenang oleh orang yang datang kemudian. Ketika hasil kerja berdua dikenang tanpa membedakan siapa mengerjakan apa, bagian mana dari kerja pembaca yang rela dikenang atas nama berdua?
- Orang-orang yang datang kemudian, menurut 37:119, adalah mereka yang hidup sesudah Musa dan Harun, dan pembaca ayat ini termasuk di dalamnya. Jarak waktunya dan apa yang sudah sampai kepada kelompok itu tidak dituturkan. Di 5:20 Musa meminta kaumnya mengingat nikmat Allah kepada mereka, dan pembaca yang membuka ayat itu sekarang membaca permintaan itu dari jarak waktu yang jauh. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dirinya berada di ujung rantai yang awalnya tidak pernah dilihatnya, dan bahwa sebagian besar yang diterimanya sudah melewati banyak tangan sebelum sampai kepadanya. Apa yang pembaca ketahui tentang Musa dan Harun, dan lewat orang-orang mana pengetahuan itu sampai?
- Ayat 37:119 menyebut penerima tinggalan dan kalangannya, sedangkan isi tinggalan itu dibiarkan kosong. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dirinya juga meninggalkan sesuatu bagi orang-orang di sekitarnya dan yang datang sesudahnya, misalnya cara memperlakukan tamu, cara menyelesaikan perselisihan, atau cara berbicara kepada anak kecil, tanpa pernah menamai tinggalan itu. Orang lain mungkin telah menamainya, dan nama itu belum tentu sama dengan yang pembaca pilih. Bila orang-orang sesudahnya menyebut sebuah nama untuk tinggalan pembaca, nama apa yang kira-kira mereka pilih?
- Di 54:15 Kami meninggalkan sebuah tanda, lalu ayat itu bertanya, "adakah orang yang mau mengambil pelajaran?". Ayat 54:15 berbicara tentang tanda dan 37:119 tidak menyebut tandanya, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sesuatu yang ditinggalkan untuk orang yang datang kemudian membawa pertanyaan, apakah ada yang akan menangkapnya. Pembaca sendiri adalah salah satu orang yang datang kemudian dalam 37:119. Apa yang telah pembaca tangkap dari yang ditinggalkan untuk orang sebelum dirinya, dan apa yang masih terlewat?
- Di 19:48 sampai 19:50 Ibrahim menjauhi apa yang disembah orang selain Allah, lalu Kami menganugerahkan Ishaq dan Ya'qub dan menjadikan mereka buah tutur yang benar lagi tinggi. Ayat itu berbicara tentang Ibrahim dan keturunannya, bukan tentang Musa dan Harun. Dua ayat itu sama-sama membicarakan sesuatu yang tersisa pada lidah orang lain. Pembaca dapat memperhatikan apa yang disebut orang ketika namanya muncul dalam percakapan. Bila buah tutur itu bisa dibentuk oleh tindakan pembaca sendiri, kalimat apa yang pembaca ingin orang ucapkan, dan kepada siapa pembaca menyerahkan kebenarannya?
- Di 26:83 sampai 26:84 Ibrahim berseru kepada Tuhannya dan meminta buah tutur yang benar di kalangan orang yang datang kemudian. Ayat 26:84 memuat permintaan, sedangkan 37:119 memuat tindakan Kami meninggalkan sesuatu tanpa permintaan Musa dan Harun yang dicatat. Pembaca yang menjaga nama baiknya dapat memperhatikan perbedaan antara nama yang dimintanya dalam doa dan nama yang ditinggalkan bagi orang lain tanpa dimintanya. Bila sebagian dari yang tersisa pada orang lain datang tanpa pernah dimintanya, bagaimana pembaca mengetahui bagian itu?
- Surah ini berakhir di 37:181 dan 37:182 dengan kesejahteraan atas para rasul dan puji bagi Allah, Tuhan seisi alam. Di 37:119 yang tertulis adalah apa yang ditinggalkan bagi orang yang datang kemudian, dan di 37:120 kesejahteraan atas Musa dan Harun. Ayat 37:181 dan 37:120 tidak saling menyebut, tetapi keduanya memuat kata kesejahteraan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata-kata terakhir yang diucapkan atau ditinggalkannya dalam sebuah percakapan dapat ikut menentukan apa yang tersisa pada pendengarnya. Kata apa yang pembaca ingin tinggalkan terakhir kali kepada orang-orang di sekitarnya?