سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ
Kesejahteraan atas Musa dan Harun.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَsalaamun 'alaa muusaa wa-haaruunakesejahteraan atas Musa dan Harun
Terjemahan per kata (4 kata)
- سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
- عَلَىٰ'alaaatas
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- وَهَارُونَwa-haaruunadan Harun
Inti bacaan
Susunan (سَلَامٌ عَلَىٰ, salaamun 'alaa) ada di 27:59, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, dan 37:181.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari tiga bagian tanpa kata kerja, dan bagian pertamanya adalah (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "kesejahteraan", dengan akar س-ل-م, tanpa kata sandang dan berakhiran tanwin. Susunan yang sama ada di (سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ, salaamun 'alaa nuuhin fii l-'aalamiina) yang berarti "kesejahteraan atas Nuh di seisi alam" di 37:79, (سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ, salaamun 'alaa ibraahiima) yang berarti "kesejahteraan atas Ibrahim" di 37:109, kesejahteraan atas Ilyasin di 37:130, dan (وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَىٰ, wa-salaamun 'alaa 'ibaadihi lladziina shthafaa) yang berarti "dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya" di 27:59. Di surah 37 akar س-ل-م ada pula di 37:181, (وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ, wa-salaamun 'alaa l-mursaliina) yang berarti "dan kesejahteraan atas para rasul".
Kata (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" menyusul kata kesejahteraan, dan terjemahan memakai "atas" di ayat-ayat tadi. Kata yang sama di 37:119, dalam (وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا, wa-taraknaa 'alayhimaa), diterjemahkan "untuk" karena kata kerjanya meninggalkan, sehingga dua ayat yang bersebelahan memakai dua padanan, mengikuti kata kerja di depannya. Arabnya tidak memuat kata kerja, jadi terjemahan tidak menambahkan "semoga" atau "Kami limpahkan", dan pengucap kalimat itu tidak tertulis.
Pasangan (مُوسَىٰ وَهَارُونَ, muusaa wa-haaruuna) yang berarti "Musa dan Harun" muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:84, 7:122, 10:75, 21:48, 26:48, 37:114, dan 37:120. Di surah ini pasangan itu hanya di 37:114 dan 37:120, dan lima ayat di antaranya memakai kata ganti. Di 7:122 dan 26:48 pasangan itu didahului (رَبِّ, rabbi) yang berarti "Tuhan", yaitu (رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ, rabbi muusaa wa-haaruuna) yang berarti "Tuhan Musa dan Harun", dalam ucapan para penyihir yang tersungkur beriman. Di 20:70 para penyihir yang sama membalik urutannya dalam (بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَىٰ, bi-rabbi haaruuna wa-muusaa) yang berarti "kepada Tuhan Harun dan Musa". Di 37:120 pasangan itu didahului kata kesejahteraan.
Nama (هَارُونَ, haaruuna) muncul tujuh belas kali di dua belas surah, yaitu di 2:248, 4:163, 6:84, 7:122, 7:142, 10:75, 19:28, 19:53, 20:30, 20:70, 21:48, 23:45, 25:35, 26:13, 26:48, 37:114, dan 37:120. Tujuh di antaranya langsung mengikuti nama Musa, yaitu 6:84, 7:122, 10:75, 21:48, 26:48, 37:114, dan 37:120, dan sepuluh lainnya tidak. Kata (وَ, wa) yang berarti "dan" di (وَهَارُونَ, wa-haaruuna) menyambung dua nama dalam satu sasaran kesejahteraan, sehingga terjemahan memakai satu "atas" untuk keduanya. Ayat ini memakai satu kalimat pendek untuk menutup bagian yang berisi lima tindakan, dan terjemahan tidak menambahkan kata penjelas untuk menyambungnya ke 37:119.
Tafsiran
Ayat ini menutup bagian Musa dan Harun dengan kalimat yang hampir tidak memuat apa-apa selain dua nama dan kata kesejahteraan. Ayat 37:114 membuka bagian itu dengan nama keduanya, ayat 37:115 sampai 37:119 memakai kata ganti, dan 37:120 menyebut nama itu lagi. Dua nama itu hanya muncul di ujung-ujung bagian ini, di 37:114 dan 37:120. Sesudahnya, 37:121 menyatakan balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dan 37:122 menyebut keduanya hamba-hamba Kami yang beriman, sehingga rangkaian ayat tentang mereka berakhir di sana.
Ayat 37:120 berdiri di antara 37:119 dan 37:121 tanpa kata sambung. Di 37:119 kalimatnya masih menggantung, dan di 37:120 kalimat berikutnya berupa kesejahteraan. Pada kisah Nuh dan Ibrahim urutan serupa ada di 37:78 sampai 37:79 dan 37:108 sampai 37:109. Ayat ini dapat dibaca sebagai isi dari yang ditinggalkan di 37:119, tetapi tidak ada kata yang menyatakannya, dan penghubungnya hanya urutan. Bedanya dengan 37:79: di sana kesejahteraan atas Nuh diikuti kata di seisi alam, sedangkan 37:120 dan 37:109 berhenti di nama.
Kesejahteraan di ayat ini juga tidak diberi tanda sebagai ucapan seorang tokoh dalam kisah. Di 37:120 tidak ada kata yang menyebut pelakunya, berbeda dari 37:119 yang memakai Kami. Di akhir surah, 37:180 menyebut Tuhan pemilik kedigdayaan, dan 37:181 berbunyi kesejahteraan atas para rasul. Musa menyebut dirinya rasul di 7:104, sehingga 37:181 dapat dibaca mencakup dia, tetapi 37:181 tidak menyebut nama. Dengan begitu 37:120 adalah kesejahteraan yang disebut dengan nama, dan 37:181 adalah kesejahteraan yang disebut secara umum.
Renungan dan Hikmah
- Di 37:120 nama Musa dan Harun disebut sesudah kata kesejahteraan, dan di 7:122, 20:70, serta 26:48 nama itu disebut sesudah kata Tuhan, dalam ucapan para penyihir yang baru saja tersungkur. Di tiga ayat itu para penyihir menyebut Tuhan lewat dua nama manusia, sedangkan di 37:120 kedua nama itu menerima kesejahteraan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah nama bisa dipakai untuk menunjuk Tuhan dan bisa pula menjadi penerima kesejahteraan, tergantung siapa yang menyebutnya. Dalam kalimat siapa nama pembaca disebut, dan kata apa yang mendahuluinya?
- Ayat 37:120 tidak memuat pengucap kesejahteraan itu, sedangkan 37:119 memakai Kami. Di 37:180 sampai 37:181 pensucian Tuhan pemilik kedigdayaan disusul kesejahteraan atas para rasul, sehingga kalimat kesejahteraan di sana berdekatan dengan penyebutan Tuhan. Ayat 37:120 tidak memuat penyebutan itu secara langsung. Pembaca yang pernah menerima doa atau ucapan baik dari orang yang tidak dikenalnya dapat memperhatikan bahwa kebaikan semacam itu kadang sampai tanpa nama pengirimnya. Bila sebuah kesejahteraan sampai kepada pembaca tanpa nama pengucapnya, kepada siapa pembaca mengucapkan terima kasih?
- Di 27:59 kalimatnya dibuka dengan puji bagi Allah lalu kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya, sedangkan di 37:181 sampai 37:182 kesejahteraan atas para rasul disusul puji bagi Allah, Tuhan seisi alam. Dua ayat itu menaruh dua hal yang sama dalam urutan berlawanan, dan keduanya tidak menyebut Musa dan Harun. Ayat 37:120 memuat sisi kesejahteraannya saja. Pembaca dapat memperhatikan urutan yang dipakainya sendiri ketika mengenang orang-orang yang pernah menuntunnya: apakah pembaca lebih dulu berterima kasih kepada Allah, atau lebih dulu menyebut mereka? Bila urutannya dibalik, apa yang berubah di dalam hati pembaca?
- Di 19:15 kesejahteraan atas Yahya disebut untuk hari kelahirannya, hari wafatnya, dan hari kebangkitannya. Di 37:120 kesejahteraan atas Musa dan Harun tidak disertai hari atau waktu. Ayat 19:15 berbicara tentang satu orang dan tiga hari, sedangkan 37:120 tentang dua orang tanpa batas waktu, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara kebaikan yang diberi tanggal dan kebaikan yang dibiarkan terbuka. Untuk kebaikan yang diterimanya, pembaca biasanya mencatat tanggal dan sebab. Kesejahteraan apa dalam hidupnya yang tidak punya tanggal sama sekali?
- Di 37:114 sampai 37:120 Musa dan Harun tidak mengucapkan sepatah kata, dan ayat-ayatnya memuat tindakan Kami atas keduanya serta kalimat kesejahteraan untuk keduanya. Di 10:84 Musa berbicara kepada kaumnya tentang beriman kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya, jadi ucapan Musa ada di surah lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ada orang yang kisahnya di satu tempat penuh dengan ucapan dan di tempat lain hanya berisi apa yang diterimanya. Bila sebuah bagian dari hidup pembaca ditulis tanpa sepatah kata dari dirinya sendiri, apa yang tersisa di halaman itu?
- Surah ini menyebut kesejahteraan atas Nuh, Ibrahim, Musa dan Harun, dan Ilyasin, empat kisah yang masing-masing ditutup dengan nama penerimanya. Nama-nama itu disebut oleh pembicara ayat, bukan oleh orang yang menerimanya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa orang yang sudah wafat atau jauh tetap disebut namanya dalam doa orang lain. Siapa yang mengucapkan kesejahteraan itu tidak dituturkan. Nama siapa yang pembaca sebut dalam doanya hari ini, dan siapa yang menyebut nama pembaca?