إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَinnaa ka-dzaalika najzii l-muhsiniinasesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  3. نَجْزِيnajziiKami membalas
  4. الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Kalimat (إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي, innaa ka-dzaalika najzii) muncul lima kali di Al-Qur'an (37:80, 37:105, 37:121, 37:131, 77:44), dan empat di antaranya berada di surah 37.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya Kami". Kata ini tersusun dari inna yang berarti "sesungguhnya" dan akhiran -naa yang berarti "Kami", sehingga pembicara menyebut dirinya lebih dulu sebelum menyebut perbuatannya. Rangkaian (إِنَّا كَذَٰلِكَ, innaa ka-dzaalika) muncul enam kali di dua surah, yaitu 37:34, 37:80, 37:105, 37:121, 37:131, dan 77:44. Di 37:34 bunyinya (إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ, innaa ka-dzaalika naf'alu bi-l-mujrimiina) yang berarti "sesungguhnya demikianlah Kami perlakukan para pendosa", sedangkan di lima ayat sisanya kata kerjanya najzii dan sasarannya orang-orang yang berbuat kebaikan.

Kata (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) yang berarti "demikianlah" tersusun dari ka yang berarti "seperti" dan dzaalika yang berarti "itu", yaitu kata penunjuk. Di ayat ini penunjuk itu dapat dibaca mengarah ke belakang, ke 37:114 sampai 37:119, yang memuat nikmat, penyelamatan, pertolongan, Kitab, bimbingan, dan sesuatu yang ditinggalkan bagi Musa dan Harun. Ayat 37:121 sendiri tidak memilih salah satu dari keenamnya, sehingga terjemahan memakai "demikianlah" tanpa menyebut bagian mana yang dimaksud.

Kata (نَجْزِي, najzii) yang berarti "Kami memberi balasan" berakar ج-ز-ي dan memakai awalan n- untuk "Kami". Rangkaian (كَذَٰلِكَ نَجْزِي, ka-dzaalika najzii) muncul 19 kali di 12 surah, yaitu 6:84, 7:40, 7:41, 7:152, 10:13, 12:22, 12:75, 20:127, 21:29, 28:14, 35:36, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, 46:25, 54:35, dan 77:44. Pada sembilan ayat penerimanya orang-orang yang berbuat kebaikan, pada 54:35 orang yang bersyukur, dan pada sembilan ayat sisanya pihak yang dihukum: kaum yang berbuat dosa di 10:13 dan 46:25, para pendosa di 7:40, orang-orang yang zalim di 7:41, 12:75, dan 21:29, orang-orang yang mengada-adakan di 7:152, orang yang melampaui batas di 20:127, dan setiap orang yang sangat kufur di 35:36. Karena kata kerja yang sama dipakai ke dua arah, terjemahan memakai "balasan" dan tidak memakai kata yang hanya cocok untuk kebaikan. Di 12:75 kalimat itu diucapkan oleh orang-orang dalam cerita Yusuf, sehingga "kami" di sana berbeda dari "Kami" di surah 37. Di surah 37 sendiri akar yang sama dipakai di 37:39, (وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, wa-maa tujzawna illaa maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "dan kalian tidak dibalas kecuali atas apa yang telah kalian kerjakan".

Kata (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina) yang berarti "orang-orang yang berbuat kebaikan" berakar ح-س-ن dan bertanda pelaku jamak di morfologi korpus. Kata sandang al- membuatnya menunjuk satu golongan tanpa menyebut nama. Bentuk ini muncul 30 kali di 14 surah, yaitu 2:58, 2:195, 2:236, 3:134, 3:148, 5:13, 5:85, 5:93, 6:84, 7:56, 7:161, 9:91, 9:120, 11:115, 12:22, 12:36, 12:56, 12:78, 12:90, 22:37, 28:14, 29:69, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, 39:34, 39:58, dan 77:44. Di surah 37 bentuk ini ada lima kali, yaitu 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, dan 37:131, dan kelimanya menyebut golongan itu sebagai penerima balasan. Di 2:195, 3:134, 3:148, 5:13, dan 5:93 golongan yang sama disebut sebagai pihak yang dicintai Allah, tetapi 37:121 tidak memuat pernyataan seperti itu.

Tafsiran

Ayat ini menggeser sasaran dari dua orang bernama kepada golongan yang tidak disebut namanya. Ayat 37:114 sampai 37:119 memuat enam kata kerja dengan Kami sebagai pelaku, yaitu melimpahkan nikmat, menyelamatkan, menolong, memberi Kitab, membimbing, dan meninggalkan, dan semuanya berkaitan dengan Musa dan Harun. Ayat 37:120 menyebut nama keduanya sekali lagi dalam kalimat kesejahteraan. Sesudah itu 37:121 tidak memuat nama siapa pun, dan kata kerjanya bertanda belum selesai di morfologi korpus, sedangkan keenam kata kerja sebelumnya bertanda selesai. Dengan begitu kisah yang tadi menuturkan peristiwa pada dua orang berubah menjadi pernyataan tentang cara Kami memberi balasan.

Pola ini berulang di surah 37. Kalimat kesejahteraan di 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130 masing-masing disusul kalimat balasan di 37:80, 37:110, 37:121, dan 37:131. Pada kisah Ibrahim kalimat balasan muncul juga di 37:105, sebelum kalimat kesejahteraan. Kisah Musa dan Harun berjalan dari nikmat, ke kesejahteraan, ke balasan, lalu 37:122 menaruh keduanya di antara hamba-hamba Kami.

Surah ini juga membuka kalimat dengan cara yang sama untuk golongan yang berlawanan. Ayat 37:34 menyatakan cara Kami memperlakukan para pendosa, ayat 37:39 menegaskan bahwa mereka dibalas sesuai apa yang mereka kerjakan, dan ayat 37:40 mengecualikan hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Ayat 37:121 dapat dibaca sebagai pasangan 37:34 dari sisi yang lain, karena pembukaannya sama dan hanya kata kerja serta sasarannya yang berganti.

Isi balasan itu tidak dirinci di sini. Ayat lain yang memakai kata kerja yang sama memberi isi yang berbeda sesuai konteksnya, misalnya pemberian yang disebut tepat sebelum kalimat balasan di 12:22 dan 28:14, sehingga isi itu tidak dipindahkan ke 37:121.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:120 menyebut dua nama, dan 37:121 sesudahnya tidak menyebut nama siapa pun. Di 29:69 golongan yang sama disebut bersama pernyataan bahwa Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan, dan ayat itu membicarakan orang yang berjuang untuk Kami, bukan Musa atau Harun. Dua ayat itu sama-sama menulis golongan ini tanpa daftar nama. Pembaca yang pekerjaan baiknya tidak pernah disebut orang dapat bertanya, bila sebutan ini memang tidak meminta nama, siapa yang menurut 29:69 menyertai pekerjaan itu ketika tidak seorang pun mencatatnya?
  • Keenam kata kerja di 37:114 sampai 37:119 bertanda selesai, sehingga kisah Musa dan Harun terbaca sebagai peristiwa yang sudah lewat. Kata kerja di 37:121 bertanda belum selesai, dan ayat-ayat di sekitarnya tidak menyebut kapan balasan itu dimulai atau berhenti. Pembaca yang mengenal kisah ini sebagai cerita masa lalu mendapati kalimat penutupnya diarahkan ke waktu yang belum rampung. Dapat dibaca bahwa ukuran yang dipakai pada dua orang itu tidak dikunci pada zaman mereka. Pembaca dapat bertanya, bila ukuran itu masih berjalan, bagian mana dari kisah yang sedang ditulis tentang hidupnya sekarang?
  • Di 9:121 Allah disebut membalas dengan yang terbaik dari apa yang selama ini dikerjakan orang-orang yang berinfak dan melintasi lembah, sehingga balasan itu diambil dari bagian terbaik pekerjaan mereka. Konteks 9:121 adalah infak dan perjalanan, sehingga isinya tidak dipindahkan ke 37:121. Dua ayat itu memakai akar yang sama untuk balasan. Pembaca dapat memilih satu pekerjaan dari hidupnya sendiri, lalu bertanya, apakah pekerjaan itu cukup bagus untuk diajukan sebagai bagian terbaik, dan apa yang membuatnya pantas?
  • Di 3:134 orang-orang yang berinfak di waktu lapang dan sempit, menahan amarah, dan memaafkan manusia disambung dengan pernyataan bahwa Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan, dan 2:195 menutup perintah berinfak dengan pernyataan yang sama. Ayat 37:121 memakai kata balasan dan tidak memakai kata cinta; dua kata itu dibiarkan berbeda. Bila ketiga ayat dibaca berdampingan, golongan yang sama disebut dalam dua hubungan, sebagai penerima balasan dan sebagai pihak yang dicintai Allah. Pembaca yang memeriksa motif kebaikannya dapat bertanya, apakah yang ditunggunya imbalan, penerimaan, atau keduanya, dan bagaimana ia membedakan ketiganya?
  • Di 7:56 rahmat Allah disebut dekat dari orang-orang yang berbuat kebaikan, dan ayat yang sama meminta doa dengan rasa takut dan penuh harap. Ayat 37:121 tidak memuat doa dan tidak menyebut rahmat. Di 7:56 rahmat digambarkan dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan, golongan yang sama dengan penerima balasan di 37:121. Kedua ayat tidak memberi jarak dalam hitungan hari atau amal, hanya menyebut golongannya. Pembaca dapat bertanya, jarak apa yang selama ini dipakainya untuk mengukur dekat atau jauhnya dirinya dari rahmat Allah, dan siapa yang membuat ukuran itu?
  • Ayat 37:34 dan 37:121 sama-sama dibuka dengan sesungguhnya demikianlah Kami, yang pertama untuk para pendosa dan yang kedua untuk orang-orang yang berbuat kebaikan. Di antara keduanya 37:39 menyatakan bahwa kalian tidak dibalas kecuali atas apa yang telah kalian kerjakan. Ukuran yang dipakai untuk golongan yang dihukum dan golongan yang diberi balasan baik ditulis dengan pembukaan yang sama, yaitu perbuatan masing-masing. Pembaca yang pernah menimbang orang lain lebih berat daripada menimbang dirinya sendiri dapat bertanya, bila surah ini memakai satu ukuran untuk kedua golongan, ukuran siapa yang selama ini dipakainya?
  • Di 54:35 kata kerja yang sama dipakai untuk orang yang bersyukur, dan ayatnya didahului kata nikmat dari sisi Kami. Konteks 54:35 adalah keluarga Lut yang diselamatkan sebelum fajar di 54:34, bukan Musa. Penerima balasan di 37:121 disebut berbuat kebaikan dan di 54:35 bersyukur, dua sebutan yang berbeda arah: satu menyangkut apa yang dikerjakan, satu lagi menyangkut sikap terhadap apa yang diterima. Pembaca dapat bertanya, apakah kebaikan yang dikerjakannya berjalan bersama rasa terima kasih, dan kepada siapa rasa itu dialamatkan?