وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنَّ إِلْيَاسَwa-inna ilyaasadan sesungguhnya Ilyas
- لَمِنَ الْمُرْسَلِينَla-mina l-mursaliinabenar-benar termasuk para rasul
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- إِلْيَاسَilyaasaIlyas
- لَمِنَla-minasungguh termasuk
- الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul
Inti bacaan
Rangkaian (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) muncul lima kali di Al-Qur'an (2:252, 36:3, 37:123, 37:133, 37:139), dan bentuk (إِلْيَاسَ, ilyaasa) muncul dua kali (6:85, 37:123).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّ, wa-inna) yang berarti "dan sesungguhnya". Huruf wa yang berarti "dan" menyambung ayat ini dengan yang sebelumnya, sedangkan inna yang berarti "sesungguhnya" menegaskan kalimat yang menyusul. Tiga rangkaian (وَإِنَّ إِلْيَاسَ, wa-inna ilyaasa), (وَإِنَّ لُوطًا, wa-inna luuthan), dan (وَإِنَّ يُونُسَ, wa-inna yuunusa) masing-masing muncul sekali, yaitu di 37:123, 37:133, dan 37:139, dan ketiganya disusul bunyi yang sama sampai kata terakhir sedangkan namanya berganti.
Kata (إِلْيَاسَ, ilyaasa) berarti "Ilyas", dan di morfologi korpus kata ini bertanda nama diri tanpa akar. Bentuk ini muncul dua kali, yaitu di 6:85 dan 37:123. Di 6:85, (وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ, wa-zakariyyaa wa-yahyaa wa-'iisaa wa-ilyaasa) yang berarti "dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas", nama ini ada dalam daftar yang disambung dengan (كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ, kullun mina sh-shaalihiina) yang berarti "semuanya termasuk orang-orang yang saleh". Di 37:130 muncul sebutan "Ilyasin", dan morfologi korpus mencatat kata itu sebagai nama yang sama dengan nama di 37:123. Ayat 37:123 tidak menyebut tempat, kaum, atau garis keturunan Ilyas, dan terjemahan memakai "Ilyas" tanpa tambahan apa pun.
Bagian (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) yang berarti "benar-benar termasuk para rasul" tersusun dari la yang berarti "benar-benar", min yang berarti "termasuk", dan (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul". Kata mursaliin berakar ر-س-ل dan berbentuk pihak yang dikenai pengutusan, yaitu orang-orang yang diutus. Rangkaian la-mina l-mursaliina muncul lima kali di tiga surah, yaitu 2:252, 36:3, 37:123, 37:133, dan 37:139. Di 2:252 bunyinya (وَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, wa-innaka la-mina l-mursaliina) yang berarti "dan sesungguhnya engkau benar-benar termasuk di antara para rasul", ditujukan kepada "engkau", sedangkan di tiga ayat surah 37 kalimat itu menunjuk orang ketiga yang disebut namanya. Terjemahan memakai "benar-benar" di kelima ayat itu.
Kata mursaliin sendiri muncul 24 kali di 10 surah, yaitu 2:252, 6:34, 6:48, 7:6, 7:77, 15:80, 18:56, 25:20, 26:21, 26:105, 26:123, 26:141, 26:160, 26:176, 28:7, 28:65, 36:3, 36:20, 37:37, 37:123, 37:133, 37:139, 37:171, dan 37:181. Di 26:105, (كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ, kadzdzabat qawmu nuuhin l-mursaliina) yang berarti "kaum Nuh telah mendustakan para rasul", kata jamak itu dipakai untuk kaum yang menurut 26:106 diajak bicara oleh seorang saudara mereka bernama Nuh, dan bentuk yang sama ada di 26:123, 26:141, 26:160, dan 26:176. Di 37:171, (لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ, li-'ibaadinaa l-mursaliina) yang berarti "bagi hamba-hamba Kami para rasul", kata itu bersambung dengan hamba, dan di 37:181, (وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ, wa-salaamun 'alaa l-mursaliina) yang berarti "dan kesejahteraan atas para rasul", bersambung dengan kata kesejahteraan yang dipakai di 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah Ilyas dengan kedudukannya, dan peristiwanya baru disebut sesudah itu. Kisah Nuh dan kisah Musa dan Harun di surah ini dibuka dengan peristiwa, yaitu Nuh menyeru di 37:75 dan nikmat yang dilimpahkan kepada Musa dan Harun di 37:114. Kisah Ilyas, Lut, dan Yunus dibuka dengan nama dan kedudukan, lalu masing-masing disusul kata ketika: ketika Ilyas berkata kepada kaumnya di 37:124, ketika Lut dan keluarganya diselamatkan di 37:134, dan ketika Yunus lari ke kapal di 37:140. Dengan susunan itu pembaca mengetahui siapa orangnya sebelum mengetahui apa yang terjadi padanya.
Ayat 37:122 menutup kisah sebelumnya dengan sifat beriman, dan 37:123 menyebut kedudukan yang berbeda untuk orang yang berbeda. Ayat 37:114 sampai 37:122 tidak memuat kata rasul untuk Musa dan Harun, dan ayat ini tidak mengatakan bahwa keduanya bukan rasul.
Kedudukan yang dinyatakan di sini langsung diuji oleh ayat-ayat berikutnya. Ayat 37:127 menyatakan bahwa kaumnya mendustakannya, dan 37:128 mengecualikan hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Dapat dibaca bahwa 37:123 menyediakan konteks bagi 37:127: orang yang didustakan itu sudah disebut sebagai bagian dari para rasul sebelum didustakan. Pembacaan ini tidak dinyatakan ayat, tetapi urutan ayatnya mendukungnya.
Golongan yang disebut di sini juga mendapat pernyataan sendiri di bagian akhir surah. Ayat 37:171 menyatakan bahwa perkataan Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami para rasul, 37:172 menyatakan bahwa merekalah yang pasti ditolong, dan 37:173 menyatakan bahwa bala tentara Kami merekalah yang menang. Ayat 37:123 sendiri tidak memuat janji itu dan hanya menaruh Ilyas di dalam golongannya.
Renungan dan Hikmah
- Di 37:139 Yunus disebut benar-benar termasuk para rasul, lalu 37:140 menyebut Yunus lari ke kapal yang penuh muatan dan 37:141 menyebut dia termasuk orang-orang yang kalah. Urutannya menaruh kedudukan lebih dulu daripada kejadian lari ke kapal dan kalah dalam undian, dan ayat-ayat tersebut tidak menjelaskan hubungan sebab di antara keduanya. Pembaca yang cenderung menilai seseorang dari kejadian terburuknya dapat membaca urutan itu sebagai contoh sebaliknya. Peristiwa mana dalam hidup orang lain yang selama ini dibacanya lebih dulu daripada kedudukannya, dan bagaimana bila urutan membacanya dibalik?
- Tiga ayat 37:123, 37:133, dan 37:139 memakai rumus yang sama, lalu kata ketika di 37:124, 37:134, dan 37:140 membuka tiga kejadian yang berlainan: berkata kepada kaum, diselamatkan bersama keluarga, dan lari ke kapal. Rumus pembuka sama, isi sesudah kata ketika tidak sama. Orang yang membaca tiga kisah itu berturut-turut melihat bahwa kedudukan tidak menentukan isi kejadiannya. Bila kalimat pembuka yang sama dipakai untuk hidup pembaca sendiri, apa yang akan menyusul sesudah kata ketika, dan apakah pembaca sudah siap membaca isinya apa adanya?
- Di 26:105 kaum Nuh disebut mendustakan para rasul, bukan satu rasul, padahal 26:106 menyebut seorang saudara mereka bernama Nuh yang berkata kepada mereka. Di 37:127 kaum Ilyas mendustakan dia, dengan kata ganti untuk satu orang. Dua ayat itu sama-sama mencatat pendustaan, tetapi sasarannya berbeda, yang satu golongan dan yang lain satu orang. Ayat 6:48 dan 18:56 menyebut para rasul diutus sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan pertanyaan di 37:124 dapat dibaca sebagai bagian dari peringatan. Pembaca yang pernah menolak sebuah pesan dapat bertanya, penolakan itu tertuju kepada pesannya atau kepada orang yang membawanya?
- Di 25:20 para rasul sebelum 'engkau' disebut menyantap makanan dan berjalan di pasar-pasar, lalu ayat itu menyebut sebagian orang menjadi ujian bagi sebagian yang lain dan bertanya apakah mereka bersabar, dan ditutup dengan pernyataan bahwa Tuhanmu melihat. Konteks 25:20 adalah keseharian para rasul, sedangkan 37:123 hanya menyebut nama dan kedudukan. Di 25:20 kata mursaliin dipakai untuk orang yang kesehariannya sama dengan orang lain. Pembaca yang mencari tanda khusus untuk mengenali orang yang kedudukannya sudah ditulis jelas dapat bertanya, bila orang itu berjalan di pasar yang sama dengannya, apa yang membuatnya mengenali orang itu?
- Di 2:252 kalimat 'benar-benar termasuk para rasul' ditujukan kepada 'engkau' sesudah tanda-tanda Allah dibacakan dengan benar, sedangkan di 37:123 kalimat yang sama menunjuk orang ketiga yang disebut namanya. Kalimat penegasan itu datang dalam dua bentuk, yang pertama diucapkan kepada orangnya dan yang kedua dikabarkan kepada pembaca. Pembaca dapat bertanya, apa bedanya mendengar penegasan itu diucapkan langsung kepada orang yang bersangkutan dengan mengetahuinya sebagai kabar tentang orang itu, dan cara mana yang selama ini dipakai pembaca untuk menilai orang lain?
- Kata mursaliin di 37:123 menaruh Ilyas dalam satu golongan, dan golongan itu mendapat pernyataan sendiri di 37:171 sampai 37:173, di tempat yang terpisah dari kisah Ilyas. Di 37:128, lima ayat sesudah ayat ini, yang dikecualikan disebut hamba-hamba Allah yang dimurnikan, sebutan golongan yang memakai kata berbeda. Ayat-ayat itu tidak menyatakan apakah kedua golongan tersebut terdiri dari orang yang sama atau berbeda. Pembaca yang menemukan dua sebutan itu di surah yang sama dapat bertanya, sebutan mana yang lebih diharapkan pembaca untuk dirinya sendiri, bagian dari golongan yang menurut 37:172 pasti ditolong atau orang yang dikecualikan dengan nama Allah, dan apa yang diharapkannya dari sebutan itu?