إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَلَا تَتَّقُونَ

ketika ia berkata kepada kaumnya, “Tidakkah kalian bertakwa?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِidz qaala li-qawmihiketika ia berkata kepada kaumnya
  2. أَلَا تَتَّقُونَa-laa tattaquunatidakkah kalian bertakwa

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. قَالَqaalaberkata
  3. لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
  4. أَلَاa-laatidakkah
  5. تَتَّقُونَtattaquunabertakwa

Inti bacaan

Susunan (أَلَا تَتَّقُونَ, a-laa tattaquuna) muncul enam kali di Al-Qur'an (26:106, 26:124, 26:142, 26:161, 26:177, 37:124), lima di antaranya di surah 26 dan satu di surah 37.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", yaitu kata penunjuk waktu yang menyambung ayat ini dengan 37:123. Bersama (قَالَ, qaala) yang berarti "ia berkata" dan (لِقَوْمِهِ, li-qawmihi) yang berarti "kepada kaumnya", kata itu membentuk (إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, idz qaala li-qawmihi), yang muncul enam kali di lima surah, yaitu 7:80, 10:71, 27:54, 29:16, 29:28, dan 37:124. Di lima ayat lainnya nama tokohnya disebut tepat sebelum rangkaian itu, misalnya (وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, wa-luuthan idz qaala li-qawmihi) di 7:80, 27:54, dan 29:28, serta (وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, wa-ibraahiima idz qaala li-qawmihi) di 29:16. Di 37:124 nama itu sudah ada di ayat sebelumnya, yaitu Ilyas di 37:123, sehingga ayat ini cukup memuat kata kerja yang berarti "ia berkata".

Kata (لِقَوْمِهِ, li-qawmihi) tersusun dari li yang berarti "kepada", qawm yang berarti "kaum" dan berakar ق-و-م, serta akhiran -hi yang berarti "-nya". Bentuk li-qawmihi muncul 14 kali di 10 surah, yaitu 2:54, 2:60, 2:67, 5:20, 7:80, 7:128, 10:71, 14:6, 27:54, 29:16, 29:28, 37:124, 60:4, dan 61:5. Di 26:106, 26:124, 26:142, dan 26:161 pembicara disebut bersama kata (أَخُوهُمْ, akhuuhum) yang berarti "saudara mereka", misalnya (إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ, idz qaala lahum akhuuhum nuuhun) di 26:106. Ayat 37:124 tidak memuat kata akhuuhum, sehingga terjemahan memakai "kaumnya" tanpa menambah kata saudara.

Kata (تَتَّقُونَ, tattaquuna) yang berarti "kalian bertakwa" berakar و-ق-ي dan bertanda kata kerja belum selesai untuk "kalian" laki-laki jamak di morfologi korpus. Bentuk ini muncul 19 kali di 9 surah, yaitu 2:21, 2:63, 2:179, 2:183, 6:153, 7:65, 7:171, 10:31, 16:52, 23:23, 23:32, 23:87, 26:106, 26:124, 26:142, 26:161, 26:177, 37:124, dan 73:17. Enam di antaranya didahului (لَعَلَّكُمْ, la'allakum) yang berarti "agar kalian", yaitu 2:21, 2:63, 2:179, 2:183, 6:153, dan 7:171, dan lima didahului (أَفَلَا, a-fa-laa) yang berarti "maka tidakkah", yaitu 7:65, 10:31, 23:23, 23:32, dan 23:87. Enam lainnya didahului (أَلَا, a-laa) yang berarti "tidakkah", yaitu 26:106, 26:124, 26:142, 26:161, 26:177, dan 37:124.

Kata (أَلَا, a-laa) tersusun dari (أَ, a), huruf tanya, dan (لَا, laa) yang berarti "tidak". Tulisan yang sama dibaca lain di 2:12, (أَلَا إِنَّهُمْ, alaa innahum) yang berarti "ingatlah, sesungguhnya mereka", yaitu satu kata pembuka peringatan yang tidak bertanya. Di 37:124 susunan itu dipakai untuk bertanya, dan terjemahan menandainya dengan tanda tanya. Di kelima ayat surah 26 pertanyaan yang sama disusul dua ayat kemudian oleh (فَاتَّقُوا اللَّهَ, fa-ttaquu llaaha) yang berarti "maka bertakwalah kepada Allah", yaitu di 26:108, 26:126, 26:144, 26:163, dan 26:179. Di 37:125 dan 37:126 tidak ada perintah itu, dan sesudahnya datang pertanyaan lain.

Tafsiran

Ayat ini membuka ucapan Ilyas dengan pertanyaan, dan ucapan itu berlanjut sampai 37:126 tanpa kata kerja berkata yang baru. Tiga ayat 37:124 sampai 37:126 terbaca sebagai satu rangkaian tanya: tidakkah kalian bertakwa, apakah kalian menyeru Ba'l dan meninggalkan sebaik-baik pencipta, dan Allah, Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu. Terjemahan membiarkan tanda kutip terbuka di akhir 37:124 dan menutupnya di 37:126 karena itu.

Pembukaan yang sama di surah 26 berjalan lain. Di sana pertanyaan itu disusul pernyataan (إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ, innii lakum rasuulun amiinun) yang berarti "sesungguhnya aku adalah rasul yang tepercaya bagi kalian" di 26:107, 26:125, 26:143, 26:162, dan 26:178, lalu perintah bertakwa. Di surah 37 kedudukan Ilyas sudah dinyatakan oleh 37:123 sebelum Ilyas berbicara, jadi pernyataan diri itu tidak perlu diucapkan Ilyas. Dapat dibaca bahwa surah 37 menyerahkan penyebutan kedudukan itu kepada penuturan, sedangkan surah 26 menyerahkannya kepada ucapan para tokohnya.

Pertanyaan pembuka Ibrahim di 37:85 menanyakan kepada apa kaumnya mengabdi, sedangkan pertanyaan Ilyas menanyakan sikap kaumnya terhadap takwa, dan benda yang diseru baru disebut di 37:125. Dua ayat itu sama-sama dibuka dengan kata ketika yang disusul kata berkata dan sama-sama memakai bentuk tanya, tetapi arah pertanyaannya berbeda.

Sampai 37:127 tidak ada satu pun kutipan ucapan kaum itu. Ayat 37:127 hanya mencatat bahwa mereka mendustakannya, tanpa menyebut alasan yang mereka ucapkan. Pertanyaan di 37:124 dengan demikian berhadapan dengan sikap yang tercatat sebagai kata kerja, dan jawaban dalam bentuk ucapan tidak ada di teks.

Renungan dan Hikmah

  • Di 26:106 pertanyaan yang sama disusul di 26:108 oleh perintah untuk bertakwa kepada Allah dan taat, dan urutan itu berulang di empat ayat lain di surah 26. Di 37:124 pertanyaan itu tidak disusul perintah, dan sesudahnya datang pertanyaan lain. Pembicara di 26:106 disebut saudara mereka, sedangkan di 37:124 disebut sebagai orang yang berbicara kepada kaumnya. Pembaca yang lebih sering diberi perintah daripada ditanya mendapati dua urutan yang tersedia. Bila pertanyaan itu diajukan kepada pembaca tanpa perintah sesudahnya, jawaban apa yang akan diberikannya, dan siapa yang akan mendengar jawaban itu pertama kali?
  • Di 2:21 manusia diajak mengabdi kepada Tuhan kalian yang menciptakan mereka dan orang-orang sebelum mereka, agar kalian bertakwa, sehingga takwa berdiri di ujung sebagai tujuan. Di 37:124 kata kerja yang sama menjadi pertanyaan tentang keadaan kaum yang sedang berbicara dengan Ilyas. Sasaran 2:21 adalah manusia, sedangkan sasaran 37:124 satu kaum. Dua ayat itu menaruh takwa di dua tempat berbeda, di depan sebagai harapan dan di tengah sebagai pertanyaan. Pembaca dapat bertanya, takwa yang ada dalam hitungannya sekarang berada di tempat mana, sebagai tujuan yang masih jauh atau sebagai pertanyaan yang bisa dijawab hari ini?
  • Di 26:25 Firaun bertanya kepada orang-orang di sekitarnya dengan bentuk yang sama, tidakkah kalian mendengar, dan di 37:124 Ilyas bertanya kepada kaumnya, tidakkah kalian bertakwa. Dua ayat itu dibuka dengan a-laa dan memakai kata kerja untuk kalian, tetapi isi pertanyaannya berlainan, yaitu telinga di 26:25 dan takwa di 37:124. Bentuk pertanyaan yang sama muncul pada dua pembicara dengan kedudukan yang berbeda. Pembaca yang menerima pertanyaan dari seseorang dapat memperhatikan bahwa bentuk kalimat saja belum memberi tahu arah pertanyaan itu, dan bertanya, siapa penanya dan apa yang ditanyakannya?
  • Di 27:54 Lut bertanya kepada kaumnya mengapa mereka mengerjakan perbuatan keji padahal mereka melihatnya, dan di 37:124 Ilyas bertanya kepada kaumnya tidakkah mereka bertakwa. Tiga dari enam ayat dengan idz qaala li-qawmihi, yaitu 7:80, 27:54, dan 37:124, dibuka dengan pertanyaan, dan ketiganya meminta kaum menimbang perbuatan atau sikap mereka sendiri. Pertanyaan 27:54 menyangkut perbuatan keji, dan 37:124 menyangkut takwa. Pembaca yang pernah ditanya tentang perbuatannya oleh orang yang dikenalnya dapat bertanya, apa yang dipikirkannya sebelum menjawab, dan apakah jawaban itu keluar sebagai kata-kata atau sebagai sikap?
  • Di 29:16 Ibrahim berkata kepada kaumnya, mengabdilah kepada Allah dan bertakwalah kepada-Nya, lalu menutup bahwa yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Ayat itu memakai pembuka yang sama dengan 37:124, tetapi isinya ajakan dengan syarat mengetahui, sedangkan 37:124 berbentuk pertanyaan. Dua ayat itu menaruh pilihan di tangan kaum yang diajak bicara, satu lewat ajakan bersyarat dan satu lewat pertanyaan. Pembaca yang pernah menerima ajakan dan pernah menerima pertanyaan dapat membandingkan keduanya dan bertanya, bentuk mana yang lebih memberinya ruang untuk berpikir, dan bagaimana ruang itu dipakai?
  • Ucapan Ilyas berlanjut sampai 37:126, yang menyebut Allah, Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu, dan 37:127 hanya mencatat bahwa mereka mendustakannya. Tidak ada kata-kata kaum yang dikutip di antara 37:124 dan 37:127. Pembaca yang mengikuti ayat-ayat ini mendapati bahwa pertanyaan tentang takwa dijawab dengan sikap yang disebut dengan satu kata kerja, tanpa alasan yang diucapkan. Pembaca dapat bertanya, bila pertanyaan paling pentingnya selama ini dijawab dengan sikap dan tanpa kata, bagaimana jawaban itu dikenali, dan di mana jawaban itu tercatat?