أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ

Apakah kalian menyeru Ba'l, dan meninggalkan sebaik-baik pencipta,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَتَدْعُونَ بَعْلًاa-tad'uuna ba'lanapakah kalian menyeru Ba'l
  2. وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَwa-tadzaruuna ahsana l-khaaliqiinadan meninggalkan sebaik-baik pencipta

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. أَتَدْعُونَa-tad'uunaapakah kalian menyeru
  2. بَعْلًاba'lanBaal
  3. وَتَذَرُونَwa-tadzaruunadan kalian meninggalkan
  4. أَحْسَنَahsanalebih baik
  5. الْخَالِقِينَl-khaaliqiinapara pencipta

Inti bacaan

Kata (بَعْلًا, ba'lan) muncul sekali di Al-Qur'an (37:125), dan akar ب-ع-ل ada di empat ayat lain (2:228, 4:128, 11:72, 24:31).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَتَدْعُونَ, a-tad'uuna) yang berarti "apakah kalian menyeru". Kata ini tersusun dari (أَ, a), huruf tanya, dan (تَدْعُونَ, tad'uuna), kata kerja untuk "kalian" yang berakar د-ع-و. Bentuk tad'uuna, termasuk yang disambung kata ganti seperti tad'uunanii di 40:41 sampai 40:43, muncul di 23 ayat dalam 14 surah, yaitu 6:40, 6:41, 6:56, 6:63, 7:37, 7:194, 7:197, 11:62, 14:9, 17:67, 19:48, 22:73, 26:72, 35:13, 35:40, 37:125, 39:38, 40:41, 40:42, 40:43, 40:66, 41:5, dan 46:4. Dengan huruf tanya di depannya, bentuk a-tad'uuna hanya ada di 37:125. Di 7:194, (إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ, inna lladziina tad'uuna min duuni llaahi 'ibaadun amtsaalukum) yang berarti "sesungguhnya yang kalian seru selain Allah adalah hamba-hamba seperti kalian", kata kerja yang sama bersambung dengan sasaran yang dinyatakan berada di luar Allah, dan terjemahan memakai "menyeru" di sana seperti di ayat ini.

Kata (بَعْلًا, ba'lan) yang berarti "Ba'l" berakar ب-ع-ل dan di morfologi korpus bertanda nama diri. Kata ini tidak memakai kata sandang al- dan tidak memakai akhiran pemilik. Akar yang sama muncul di empat ayat lain dengan akhiran pemilik, yaitu 2:228, 4:128, 11:72, dan 24:31, antara lain (مِنْ بَعْلِهَا, min ba'lihaa) di 4:128 yang berarti "dari suaminya" dan (هَٰذَا بَعْلِي, haadzaa ba'lii) di 11:72 yang berarti "suamiku ini". Di 37:125 bentuknya berdiri tanpa akhiran itu dan bertanda nama diri, sehingga terjemahan menuliskannya "Ba'l" dengan huruf besar dan bunyi ' di tengah, seperti nama Ilyas di 37:123 yang juga tidak diberi tambahan. Ayat ini tidak menyebut apa atau siapa Ba'l itu, di mana Ba'l berada, dan kaum mana yang menyerunya.

Kata (تَذَرُونَ, tadzaruuna) yang berarti "kalian meninggalkan" berakar و-ذ-ر dan muncul tiga kali, yaitu 26:166, 37:125, dan 75:21. Di 26:166, (وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ, wa-tadzaruuna maa khalaqa lakum rabbukum min azwaajikum) yang berarti "dan kalian tinggalkan apa yang diciptakan Tuhan kalian untuk kalian dari istri-istri kalian", kaum itu meninggalkan sesuatu yang diciptakan Tuhan mereka. Di 75:21, (وَتَذَرُونَ الْآخِرَةَ, wa-tadzaruuna l-aakhirata) yang berarti "dan kalian mengabaikan akhirat", kaum itu mengabaikan akhirat. Di 37:125 kaum itu meninggalkan (أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ, ahsana l-khaaliqiina). Di ketiga ayat itu kata kerja meninggalkan datang sesudah kata kerja lain yang tertuju pada sesuatu: mendatangi di 26:165, mencintai di 75:20, dan menyeru di 37:125. Terjemahan memakai "meninggalkan" di 26:166 dan 37:125, dan "mengabaikan" di 75:21.

Kata (أَحْسَنَ, ahsana) yang berarti "sebaik-baik" berakar ح-س-ن, akar yang sama dengan l-muhsiniina di 37:121. Kata (الْخَالِقِينَ, l-khaaliqiina) yang berarti "para pencipta" berakar خ-ل-ق dan bertanda pelaku jamak. Kata l-khaaliqiina muncul dua kali, yaitu di 23:14 dan 37:125. Di 23:14, (فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ, fa-tabaaraka llaahu ahsanu l-khaaliqiina) yang berarti "maka berkahlah Allah, sebaik-baik pencipta", sebutan itu mengikuti nama Allah sesudah uraian tahap-tahap penciptaan manusia. Terjemahan 37:125 memakai "sebaik-baik pencipta" sama dengan 23:14. Bentuk jamak "para pencipta" menaruh sebutan itu di antara sebuah golongan.

Tafsiran

Ayat ini menaruh dua perbuatan kaum itu dalam satu pertanyaan, menyeru dan meninggalkan, dan masing-masing punya sasaran, yaitu Ba'l dan sebaik-baik pencipta. Ayat 37:124 menanyakan takwa, dan 37:125 menyebut apa yang sedang dikerjakan kaum itu. Keduanya disambung huruf wa dalam satu kalimat tanya. Pertanyaan itu dapat dibaca menyatakan bahwa perbuatan pertama dan kedua berjalan bersama.

Sebutan sebaik-baik pencipta tidak diberi nama di ayat ini. Nama itu baru muncul di 37:126, yaitu Allah. Morfologi korpus menandai ahsana di 37:125 serta allaaha dan rabba di 37:126 dengan tanda akhir kata yang sama, sehingga 37:126 dapat dibaca menyebut siapa sebaik-baik pencipta itu. Pembacaan ini diperkuat oleh 23:14, yang menyebut Allah dengan sebutan yang sama, tetapi 37:125 sendiri tidak memuat kata sebab yang menghubungkannya dengan ayat sesudahnya.

Kaum lain pernah ditanya dengan kata kerja yang sama. Di 26:165 dan 26:166 kaum Lut ditanya mengapa mereka mendatangi sesuatu dan meninggalkan apa yang diciptakan Tuhan mereka. Dua kaum, dua pertanyaan, dan di keduanya yang ditinggalkan berasal dari pencipta. Isinya berbeda: di 26:166 kaum itu meninggalkan ciptaan, sedangkan di 37:125 mereka meninggalkan pencipta itu sendiri.

Ayat yang langsung menyusul, 37:126, tidak memuat penghukuman. Ayat 37:127 baru menyebut bahwa mereka mendustakannya dan akan dihadirkan, dan 37:128 mengecualikan hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Pertanyaan di 37:125 dengan demikian disusul lebih dulu oleh sebutan Allah, dan sikap kaum itu dicatat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:125 menaruh menyeru dan meninggalkan dalam satu kalimat tanya, sehingga dua perbuatan itu terbaca bersamaan. Di 16:52 pertanyaan tentang takwa berbentuk mengapa kepada selain Allah kalian bertakwa, dan di sana kata selain menjadi pokok pertanyaan, sedangkan di 37:125 pokoknya dua kata kerja. Pembaca yang menghitung apa saja yang diserunya sepanjang hari dapat bertanya, apa yang sedang ditinggalkannya pada saat yang sama, dan apakah dua daftar itu pernah diletakkan berdampingan?
  • Ayat 37:125 memberi Ba'l sebuah nama dan tidak memberinya satu pun sifat, sedangkan yang ditinggalkan diberi sifat tertinggi. Di 7:194 yang diseru selain Allah disebut hamba-hamba seperti kalian, dan di 7:197 disebut tidak mampu menolong kalian maupun diri mereka sendiri. Dua ayat di surah 7 itu membicarakan yang diseru selain Allah secara umum dan tidak menyebut Ba'l. Pembaca yang sedang menyeru sesuatu dapat bertanya, selain namanya, sifat apa yang dapat disebutkan tentang yang diserunya, dan apakah sifat itu pernah diuji?
  • Di 26:165 meninggalkan datang sesudah mendatangi, di 75:20 sesudah mencintai, dan di 37:125 sesudah menyeru. Konteks ketiga ayat itu berlainan, tetapi urutannya sama: ada perbuatan yang tertuju pada sesuatu, lalu disebut sesuatu yang lain tertinggal. Orang yang sedang sangat sibuk dengan sebuah pekerjaan dapat membaca urutan itu sebagai pertanyaan tentang apa yang tertinggal tanpa sengaja. Perbuatan apa yang sedang paling banyak mengambil perhatian pembaca hari ini, dan apa yang tertinggal di belakangnya tanpa pernah disebut?
  • Di 26:166 kaum itu meninggalkan apa yang diciptakan Tuhan mereka untuk mereka, dan di 37:125 kaum itu meninggalkan sebaik-baik pencipta. Kaum yang ditanya di 26:166 adalah kaum Lut, dan di 37:125 kaum Ilyas. Satu ayat menyebut hasil ciptaan yang ditinggalkan, ayat lain menyebut pencipta yang ditinggalkan, dan di keduanya kata Tuhan atau pencipta ada di dekat kata meninggalkan. Pembaca yang sedang menerima banyak pemberian dapat bertanya, apakah ingatan tentang pemberinya masih ada, dan bagaimana ingatan itu tampak dalam cara memakai pemberian itu?
  • Di 23:14 sebutan sebaik-baik pencipta mengikuti uraian panjang tentang tahap-tahap penciptaan manusia, mulai dari setetes mani sampai daging yang membungkus tulang. Di 37:125 sebutan yang sama berdiri tanpa satu pun tahap penciptaan. Konteks 23:14 adalah penciptaan manusia, sedangkan 37:125 berada di tengah pertanyaan tentang seruan dan peninggalan. Orang yang mendengar sebutan itu tanpa uraian dapat memperhatikan bahwa 37:125 tidak membekalinya dengan penjelasan apa pun. Uraian apa dari hidupnya sendiri yang dapat dipakai pembaca untuk memahami sebutan itu, dan apakah uraian itu sudah pernah disusunnya?
  • Sifat sebaik-baik pencipta disebut di 37:125, dan nama Allah baru muncul di 37:126, sehingga ada satu ayat di antara sifat dan nama. Di 23:14 urutannya terbalik: nama Allah lebih dulu, lalu sebutan sebaik-baik pencipta. Pembaca yang mendengar 37:125 secara berurutan menerima sifatnya lebih dulu, dan pikirannya sempat mengisi tempat nama itu sebelum ayat berikutnya tiba. Bila sifat itu didengar lebih dulu daripada nama, nama siapa yang pertama kali muncul dalam pikiran pembaca, dan dari mana nama itu datang?