فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
Maka, mereka mendustakannya; sesungguhnya mereka akan dihadirkan,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَكَذَّبُوهُfa-kadzdzabuuhumaka, mereka mendustakannya
- فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَfa-innahum la-muhdharuunasesungguhnya mereka akan dihadirkan
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَكَذَّبُوهُfa-kadzdzabuuhulalu mereka mendustakannya
- فَإِنَّهُمْfa-innahummaka sesungguhnya mereka
- لَمُحْضَرُونَla-muhdharuunabenar-benar orang-orang yang dihadirkan
Inti bacaan
Penolakan 'mereka mendustakannya' berujung konsekuensi diseret, pola penolakan yang sama berulang dari kisah-kisah sebelumnya, menegaskan bahwa reaksi ini bukan hal baru dalam sejarah kenabian.
Penjelasan pilihan kata
'La-muhdaruuna' (akar hdr) dikoreksi dari 'diseret' menjadi 'dihadirkan', konsisten dengan koreksi yang sama persis pada kata yang sama di 37:57.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan konsekuensi bagi kaum yang mendustakan Ilyas: akan dihadirkan untuk mempertanggungjawabkan penolakan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut akibatnya dihadirkan, bukan langsung dihukum. Ada tahap sebelum itu. Dipanggil dahulu.
- Kalimatnya pendek dan mengikuti pola yang sama. Mendustakan lalu dihadirkan. Susunannya berulang di surah ini.
- Pengecualiannya disebut Allah di ayat berikutnya. Tidak semua. Yang dimurnikan tidak ikut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, h-d-r): kadhdhabuuhu diterjemahkan 'mendustakannya' (akar k-dz-b); muhdaruun diterjemahkan 'diseret (dihadirkan)' (akar h-d-r). gloss '(Ilyas)/(ke neraka)' dibuang.