إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَillaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiinakecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِلَّاillaakecuali
- عِبَادَ'ibaadahamba-hamba
- اللَّهِllaahiAllah
- الْمُخْلَصِينَl-mukhlashiinayang dimurnikan
Inti bacaan
Rangkaian (عِبَادَ اللَّهِ, 'ibaada llaahi) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 44:18.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan terjemahannya melanjutkan kalimat 37:127 yang berakhir dengan koma. Surah ini memuat delapan ayat yang dibuka dengan kata itu, yaitu 37:10, 37:40, 37:59, 37:74, 37:128, 37:135, 37:160, dan 37:163. Tiap-tiap ayat itu menyisihkan sesuatu dari pernyataan yang mendahuluinya: (إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ, illaa man khathifa l-khathfata) yang berarti "kecuali yang menyambar sekali sambar" di 37:10, (إِلَّا مَوْتَتَنَا الْأُولَىٰ, illaa mawtatanaa l-uulaa) yang berarti "kecuali kematian kita yang pertama" di 37:59, (إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ, illaa 'ajuuzan fii l-ghaabiriina) yang berarti "kecuali seorang perempuan tua yang termasuk golongan yang tertinggal" di 37:135, dan (إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ, illaa man huwa shaali l-jahiimi) yang berarti "kecuali orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala" di 37:163. Ayat 37:128 sendiri tidak memuat apa yang dikecualikan darinya, karena bahannya ada di 37:127, yaitu kata (لَمُحْضَرُونَ, la-muhdharuuna) yang berarti "dihadirkan".
Rangkaian pengecualian ini muncul enam kali di tiga surah. Bentuk (إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan" ada di 37:40, 37:74, 37:128, dan 37:160. Bentuk (إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaadaka minhumu l-mukhlashiina) ada di 15:40 dan 38:83. Perbedaannya terletak pada pemilik kelompok itu. Di empat ayat surah ini pemiliknya disebut Allah, dalam suara penutur. Di 15:40 dan 38:83 pemiliknya disebut dengan akhiran -ka, (عِبَادَكَ, 'ibaadaka) yang berarti "hamba-hamba-Mu", oleh pembicara yang di 15:32 dan 38:75 dipanggil (يَا إِبْلِيسُ, yaa ibliisu) yang berarti "wahai Iblis" dan yang di 15:36 menyapa (رَبِّ, rabbi) yang berarti "Tuhanku". Di 12:24 kelompok yang sama disebut dengan akhiran -naa, (عِبَادِنَا, 'ibaadinaa) yang berarti "hamba-hamba Kami". Di 37:169 kelompok itu disebut oleh orang-orang yang berandai-andai, (لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, la-kunnaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "niscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Delapan kemunculan kata (الْمُخْلَصِينَ, l-mukhlashiina), yaitu di 12:24, 15:40, 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 38:83, memakai tiga sebutan pemilik, yaitu Allah, Kami, dan Engkau.
Di 15:40 dan 38:83 ada kata (مِنْهُمُ, minhumu) yang berarti "di antara mereka". Kata itu menuliskan bahwa kelompok yang dikecualikan termasuk pihak yang baru disebut di ayat sebelumnya, yaitu (أَجْمَعِينَ, ajma'iina) yang berarti "semuanya" di 15:39 dan 38:82. Di 37:128 kata seperti itu tidak ada, dan di 37:40, 37:74, serta 37:160 juga tidak ada. Hubungan antara kelompok di 37:128 dan "mereka" di 37:127 karena itu terbaca dari letak ayatnya, dan tidak dari kata yang menyambungkannya. Terjemahan mengikuti teks dengan tidak menambahkan "di antara mereka" di 37:128.
Rangkaian (عِبَادَ اللَّهِ, 'ibaada llaahi) yang berarti "hamba-hamba Allah" muncul enam kali di dua surah, yaitu 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 44:18. Di 44:18 rangkaian itu tidak disusul kata yang dimurnikan: (إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ, ilayya 'ibaada llaahi) yang berarti "kepadaku hamba-hamba Allah" yang didahului kata kerja (أَدُّوا, adduu) yang berarti "serahkanlah", sehingga rangkaian yang sama menyebut orang-orang yang diminta diserahkan. Dengan kontras ini terlihat bahwa di lima ayat lainnya rangkaian tersebut bersambung dengan (الْمُخْلَصِينَ, l-mukhlashiina), jadi sebutan "yang dimurnikan" yang menandai kelompok di 37:128, sedangkan kata "hamba" saja tidak menandainya. Terjemahan memakai "hamba" untuk (عِبَادَ, 'ibaada) yang berakar ع-ب-د, sesuai pemakaian "hamba" untuk akar ini di seluruh terjemahan, dan memakai "dimurnikan" untuk l-mukhlashiina seperti di 37:40, 37:74, 37:160, 37:169, dan 38:83.
Kata (الْمُخْلَصِينَ, l-mukhlashiina) berakar خ-ل-ص dan bentuknya menyatakan orang yang dikenai perbuatan memurnikan, sehingga pihak yang memurnikan tidak disebut di 37:128. Ayat 37:128 juga tidak memuat syarat untuk menjadi bagian kelompok itu, dan terjemahan tidak menambahkan "karena keikhlasan mereka" atau "yang terpilih", yang tidak punya kata Arab di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menyisihkan sebuah kelompok dari pihak yang dihadirkan di 37:127 tanpa menyebut dari kaum siapa kelompok itu. Kisah Ilyas sampai di sini memuat pertanyaan kepada kaum, penolakan, dan keadaan mereka, dan suara yang berbicara di 37:128 adalah penutur yang menyebut Allah dengan namanya, lalu di 37:129 dan 37:132 memakai Kami. Pemilik hamba-hamba itu karena itu muncul dengan dua sebutan dalam lima ayat yang berdekatan.
Susunan pernyataan menyeluruh yang disusul pengecualian terulang di beberapa tempat. Di 37:134 pernyataannya (وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ, wa-ahlahu ajma'iina) yang berarti "dan seluruh keluarganya", dan 37:135 menyisihkan seorang perempuan tua. Di 15:39 dan 38:82 pernyataan itu adalah tekad menjerumuskan mereka semua, dan ayat berikutnya menyisihkan hamba-hamba yang dimurnikan. Ketiga pasangan itu memakai kata "semuanya" sehingga jangkauan pengecualiannya jelas: bagian yang disisihkan berasal dari "semuanya". Ayat 37:127 tidak memakai kata itu. Ayat tersebut berbicara tentang "mereka" yang mendustakan, dan 37:128 menyisihkan kelompok dari "mereka" itu bila dibaca dari letaknya. Pembacaan ini dapat dipertahankan, tetapi bersandar pada urutan ayat, sedangkan di 15:40 dan 38:83 bersandar pada kata (مِنْهُمُ, minhumu).
Pengecualian yang sama muncul sesudah pernyataan tentang pihak yang dihadirkan di 37:158 sampai 37:160, dengan satu ayat di tengah, yaitu 37:159 yang menyebut Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan. Di kedua tempat, pengecualian itu tidak menjelaskan siapa yang termasuk di dalamnya, dan ayat sesudahnya tidak kembali ke kelompok itu. Pada kisah Ilyas, ayat sesudahnya, 37:129 sampai 37:131, berpindah ke apa yang ditinggalkan bagi Ilyas, kesejahteraan atasnya, dan balasan bagi orang yang berbuat kebaikan.
Ayat 37:132 menutup kisah itu dengan (إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ, innahu min 'ibaadinaa l-mu'miniina) yang berarti "sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman". Kata hamba karena itu muncul di 37:128 dan 37:132, sehingga kisah ini memuat dua sebutan hamba, satu untuk kelompok yang dikecualikan dan satu untuk Ilyas. Ayat 37:132 tidak menyatakan bahwa Ilyas termasuk kelompok di 37:128, dan 37:128 tidak menyebut Ilyas, sehingga hubungan keduanya tidak ditulis di kedua ayat.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:127 memuat vonis bagi mereka yang mendustakan, dan 37:128 menaruh pintu di dalam vonis itu tanpa menjelaskan siapa yang boleh lewat. Pembaca yang berhenti pada koma di akhir 37:127 membawa vonis tanpa pintu, sedangkan pembaca yang meneruskan satu ayat membawa vonis yang ada pengecualiannya. Kelompok yang dikecualikan itu disebut lewat pemiliknya, yaitu Allah, dan lewat satu keadaan, yaitu dimurnikan. Pembaca yang memakai ayat ini sebagai ancaman bagi orang lain dapat bertanya, kalimat mana dari ayat itu yang dibacanya sampai komanya saja, dan kalimat mana yang belum dilanjutkannya?
- Kelompok yang dikecualikan itu disebut dengan tiga pemilik di tiga tempat: hamba-hamba Allah di 37:128, hamba-hamba Kami di 12:24, dan hamba-hamba-Mu di 15:40 serta 38:83, dalam ucapan pembicara yang menyapa Tuhannya. Satu kelompok disebut dengan tiga kata ganti, sesuai siapa yang sedang berbicara dan kepada siapa. Dari sini pembaca dapat melihat bahwa kata ganti dalam ayat mengikuti arah bicara, dan arah itu menentukan apakah Allah disebut dengan nama, dengan Kami, atau dengan Engkau. Pembaca dapat bertanya, bila pembaca menyebut dirinya milik pihak lain, kata ganti apa yang dipakainya ketika berbicara tentang diri sendiri, dan kata ganti apa ketika berbicara kepada pemiliknya?
- Di 15:40 dan 38:83 kata minhumu menyatakan bahwa yang dikecualikan adalah bagian dari mereka yang disebut sebelumnya. Di 37:128 kata itu tidak ada, dan pembaca menyusun sendiri hubungannya dari letak ayat. Pembaca yang mengisi bagian kosong itu dengan jawaban yang sudah akrab, misalnya bahwa kelompok itu berasal dari kaum Ilyas, menambahkan sesuatu yang tidak ditulis ayat itu. Ayat 37:132 menyebut Ilyas sebagai hamba Kami, dan keterkaitan antara Ilyas dan kelompok di 37:128 tidak ditulis di kedua ayat. Isian pembaca di bagian yang kosong itu memperlihatkan apa yang dibawanya ke dalam ayat. Dari mana asal isian itu pada diri pembaca?
- Di 15:39 pembicara menyatakan kepada Tuhannya tekad untuk menjerumuskan mereka semua, dan di ayat berikutnya pembicara yang sama menyebut kelompok yang dikecualikan, yaitu hamba-hamba-Mu di antara mereka. Pihak yang bertekad menyesatkan karena itu mengetahui adanya sekelompok orang yang berada di luar jangkauan tekadnya, dan pembicara itu menyebutnya dalam ucapannya kepada Tuhan. Di 37:128 pengecualian yang sama diucapkan oleh penutur, tanpa tekad siapa pun di ayat itu. Pembaca dapat melihat bahwa batas itu disebut oleh dua suara yang berbeda, satu yang bertekad dan satu yang menuturkan, dengan kata-kata yang hampir sama. Pembaca dapat bertanya, batas apa dalam hidupnya yang dinyatakan paling jelas oleh pihak yang tidak menyukainya?
- Ayat 37:128 tidak bisa dibaca sendirian, karena ia dibuka dengan kecuali dan mengandalkan 37:127 untuk apa yang dikecualikan. Surah ini memuat delapan ayat dengan sifat yang sama, dan tiap ayat itu terbaca utuh hanya bersama ayat di depannya. Orang yang mengutip 37:128 tanpa 37:127 mengutip pengecualian tanpa vonis, dan orang yang mengutip 37:127 tanpa 37:128 mengutip vonis tanpa pengecualian. Tidak satu pun dari dua kutipan itu mewakili kalimatnya. Pembaca dapat menimbang berapa kutipan yang ia simpan dalam ingatan dalam bentuk separuh kalimat.
- Kata hamba muncul di 37:128 untuk kelompok yang dikecualikan dan di 37:132 untuk Ilyas, dengan pemilik yang disebut Allah di yang pertama dan Kami di yang kedua. Dua ayat itu tidak saling menyatakan bahwa kedua pihak itu sama. Sebutan hamba di sana tidak membawa keterangan tentang jabatan, usia, atau pekerjaan, dan 37:132 menambahkan satu keterangan saja, yaitu beriman. Orang yang membaca dua ayat itu berdampingan dapat memperhatikan bahwa kedudukan di hadapan Allah dinyatakan dengan kata yang sama untuk pihak yang dikecualikan dan pihak yang diceritakan. Pembaca dapat bertanya, bila kedudukan itu yang disebut tentang dirinya, keterangan apa yang akan menyertainya?