وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
Dan Kami tinggalkan untuknya, di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَتَرَكْنَا عَلَيْهِwa-taraknaa 'alayhidan Kami tinggalkan untuknya
- فِي الْآخِرِينَfii l-aakhiriinadi kalangan orang-orang yang datang kemudian
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَتَرَكْنَاwa-taraknaadan Kami meninggalkan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- فِيfiidi
- الْآخِرِينَl-aakhiriinaorang-orang yang kemudian
Inti bacaan
Bentuk (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:17, 18:99, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, dan 51:37.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) yang berarti "dan Kami tinggalkan". Kata ini tersusun dari awalan (وَ, wa) yang berarti "dan", kata kerja taraka yang berakar ت-ر-ك, dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Bentuk persis (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 12:17, 18:99, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, dan 51:37. Di 12:17 pembicaranya saudara-saudara Yusuf yang melapor kepada ayah mereka, (وَتَرَكْنَا يُوسُفَ, wa-taraknaa yuusufa) yang berarti "dan kami tinggalkan Yusuf", sehingga bentuk kata ini sendiri tidak menentukan siapa yang dimaksud dengan "kami". Di 37:129 terjemahan menulis "Kami" dengan huruf besar karena penuturnya penutur surah ini, yang di 37:131 memakai kata itu untuk memberi balasan.
Di ayat lain kata kerja ini disusul benda yang ditinggalkan: (يُوسُفَ, yuusufa) di 12:17, (بَعْضَهُمْ, ba'dhahum) yang berarti "sebagian mereka" di 18:99, dan (آيَةً, aayatan) yang berarti "suatu tanda" di 51:37, 29:35, dan 54:15. Di 37:78, 37:108, 37:119, dan 37:129 benda yang ditinggalkan tidak disebut. Terjemahan karena itu tidak menambahkan "nama baik", "pujian", atau "sebutan" yang tidak punya kata Arab di ayat ini. Ayat berikutnya di keempat tempat itu dibuka dengan (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "kesejahteraan", yaitu 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130, tetapi tidak ada kata yang menyatakan bahwa kesejahteraan itu yang ditinggalkan.
Kata (عَلَيْهِ, 'alayhi) tersusun dari 'alaa yang berarti "atas" dan akhiran -hi yang berarti "-nya". Dengan kata kerja taraka yang sama, 'alaa menyatakan tempat di 16:61, (مَا تَرَكَ عَلَيْهَا, maa taraka 'alayhaa) yang berarti "tidak meninggalkan di atasnya", yaitu tempat sebuah makhluk bergerak ditinggalkan. Di 37:129 akhiran -hi menunjuk seseorang, yaitu Ilyas yang disebut di 37:123, dan tidak menunjuk tempat, sehingga terjemahan memakai "untuknya" seperti di 37:78 dan 37:108, serta "untuk keduanya" di 37:119, yang memuat (عَلَيْهِمَا, 'alayhimaa).
Kata (الْآخِرِينَ, l-aakhiriina) yang berarti "orang-orang yang datang kemudian" berakar ء-خ-ر. Bersama (فِي, fii) yang berarti "di", kata ini muncul lima kali, yaitu di 26:84, 37:78, 37:108, 37:119, dan 37:129, dan terjemahan menulis "di kalangan orang-orang yang datang kemudian" di kelimanya. Di 26:84 kata itu ada dalam permohonan Ibrahim, (وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ, wa-j'al lii lisaana shidqin fii l-aakhiriina) yang berarti "dan jadikanlah bagiku buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian". Tanpa (فِي, fii), kata yang sama ada di 43:56, 56:14, 56:40, 56:49, dan 77:17, sehingga seluruhnya sepuluh ayat di lima surah. Kata ini berbeda dari (الْآخَرِينَ, l-aakhariina) yang berarti "yang lain" di 37:82 dan 37:136, ketika Kami menenggelamkan dan membinasakan yang lain. Dalam tulisan berharakat, keduanya hanya berbeda satu harakat, tetapi artinya berlainan.
Kata l-aakhiriina berhadapan dengan (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berarti "orang-orang terdahulu". Di 37:126 kata itu ada dalam (آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ, aabaa'ikumu l-awwaliina) yang berarti "nenek moyang kalian yang terdahulu", tiga ayat sebelum 37:129. Pasangan yang berkontras ini ada di 56:13 dan 56:14, di 56:39 dan 56:40, di 56:49, dan di 77:16 dan 77:17, sehingga "terdahulu" dan "kemudian" saling berhadapan di lima tempat, termasuk 37:126 dan 37:129.
Tafsiran
Ayat ini menyebut sesuatu yang ditinggalkan bagi Ilyas tanpa menamai benda itu, dan menaruh penerimanya di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Dengan ayat ini dibuka empat baris penutup yang pernah dipakai tiga kali sebelumnya di surah ini, yaitu untuk Nuh di 37:78 sampai 37:81, untuk Ibrahim di 37:108 sampai 37:111, dan untuk Musa serta Harun di 37:119 sampai 37:122. Keempat baris itu berurutan sama di keempat kisah: sesuatu ditinggalkan, kesejahteraan atas sang tokoh, balasan bagi orang yang berbuat kebaikan, dan sebutan hamba yang beriman. Isi kisah keempatnya berbeda, misalnya tenggelamnya pihak lain di 37:82, sembelihan yang agung di 37:107, Kitab yang sangat jelas di 37:117, dan dihadirkannya kaum Ilyas di 37:127, tetapi bingkai penutupnya sama.
Dalam kisah Ilyas, ayat ini datang sesudah pengecualian di 37:128 dan sesudah pertanyaan Ilyas kepada kaumnya di 37:125 sampai 37:126. Pertanyaan itu menyebut sebaik-baik pencipta sebagai yang ditinggalkan kaumnya, dengan (وَتَذَرُونَ, wa-tadzaruuna) yang berarti "dan kalian meninggalkan". Ayat 37:129 memakai akar lain, ت-ر-ك, untuk sesuatu yang Kami tinggalkan bagi Ilyas. Ayat 37:36 memakai akar yang sama dengan 37:129, (لَتَارِكُو آلِهَتِنَا, la-taarikuu aalihatinaa) yang berarti "benar-benar akan meninggalkan tuhan-tuhan kami", pada ucapan sekelompok orang yang menolak. Kata meninggalkan dengan demikian muncul untuk tiga pelaku di tiga tempat, dan tidak ada ayat yang menyatakan bahwa ketiganya saling menjawab.
Ilyas menyebut nenek moyang yang terdahulu di 37:126, dan 37:129 menaruh penerima di antara orang-orang yang datang kemudian. Pandangan dalam kisah ini bergerak dari generasi yang sudah lewat ke generasi yang belum hadir, dan apa yang ditinggalkan berada di sisi yang kedua. Terjemahan ayat ini berakhir dengan koma karena kalimatnya berlanjut ke 37:130, yang dibuka tanpa kata kerja: kesejahteraan atas Ilyasin. Hubungan antara benda yang ditinggalkan di 37:129 dan kesejahteraan di 37:130 ditulis oleh urutan ayat dan tidak oleh sebuah kata penghubung.
Renungan dan Hikmah
- Sesuatu yang ditinggalkan bagi Ilyas diletakkan di kalangan orang-orang yang datang kemudian, di luar tangan Ilyas sendiri. Isinya tidak disebut di 37:129. Ibrahim meminta hal yang serupa letaknya di 26:83 sampai 26:84, ketika Ibrahim menyeru Tuhannya dan memohon buah tutur yang benar di kalangan yang sama. Dua ayat itu berbeda, karena yang satu permohonan dan yang lain pernyataan tentang apa yang sudah ditinggalkan, dan tidak ada kata yang menghubungkan keduanya. Pembaca dapat melihat bahwa apa yang tersisa dari seseorang berada di tempat yang tidak dikuasai orangnya. Pembaca dapat bertanya, apa yang ditinggalkannya di tangan orang-orang yang akan datang sesudahnya, dan siapa yang menentukan isinya?
- Di 51:37, 29:35, dan 54:15 benda yang ditinggalkan disebut, yaitu suatu tanda. Di 37:129 benda itu tidak disebut, dan 37:130 dibuka dengan kesejahteraan tanpa kata kerja. Pembaca yang menyambungkan dua ayat itu sedang membaca urutan, dan tidak membaca satu kalimat yang menyatakan sambungan itu. Ruang kosong tersebut memberi pembaca tempat untuk menimbang sendiri apa yang pantas ditinggalkan seseorang, dan ayat-ayat lain yang menamai benda itu tanda memberi satu kemungkinan, tanpa menetapkannya untuk Ilyas. Pembaca dapat bertanya, bila diminta mengisi bagian yang kosong itu untuk dirinya sendiri, kata apa yang akan ditulisnya?
- Empat kisah di surah ini ditutup dengan susunan baris yang sama, dan 37:129 membuka baris itu untuk Ilyas. Isi keempat kisah berbeda jauh: tenggelamnya pihak lain di 37:82, sembelihan yang agung di 37:107, Kitab yang sangat jelas di 37:117, dan dihadirkannya kaum Ilyas di 37:127. Susunan penutupnya hampir sama, dengan penyesuaian kecil seperti jumlah pada Musa dan Harun. Dari sini pembaca dapat melihat bahwa ukuran akhir dalam surah ini tidak mengikuti bentuk peristiwa yang dialami tiap tokoh. Pembaca dapat bertanya, bila hidupnya ditutup dengan baris yang sama seperti keempat kisah itu, bagian mana dari hidup ini yang akan terbaca di dalamnya?
- Di 37:126 Ilyas menyebut Allah sebagai Tuhan kaumnya dan Tuhan nenek moyang mereka yang terdahulu, dan di 37:129 sesuatu ditinggalkan di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Dalam kisah yang sama ada satu garis ke belakang, yang berakhir pada nenek moyang, dan satu garis ke depan, yang berakhir pada orang-orang yang belum hadir ketika Ilyas berbicara. Kaum Ilyas yang sezaman menolak, dan mereka tidak disebut sebagai tempat sesuatu ditinggalkan; yang disebut adalah orang-orang yang datang kemudian. Pembaca dapat bertanya, ke arah mana ukuran bagi dirinya dicari, ke belakang kepada yang terdahulu atau ke depan kepada yang kemudian?
- Ayat 37:127 mencatat bahwa kaum Ilyas mendustakannya, dan 37:129 mencatat bahwa sesuatu ditinggalkan untuknya. Dua ayat itu dipisahkan satu pengecualian, yaitu hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan pelakunya berbeda: kaum yang menolak di ayat pertama, Kami yang meninggalkan di ayat kedua. Kata kerja di 37:129 tidak memuat syarat, jumlah penerima, atau persetujuan dari kaum yang menolak itu. Pembaca dapat melihat bahwa penolakan orang-orang sezaman tidak menjadi kata terakhir dalam kisah ini menurut urutan ayatnya. Pembaca dapat bertanya, penolakan yang dialaminya akan terasa sebagai kata terakhir bagi siapa, dan di ayat mana kisah itu sebenarnya berhenti?
- Dari sudut Ilyas, siapa pun yang membaca kisah ini datang kemudian, dan 37:129 menyebut orang-orang yang datang kemudian sebagai tempat sesuatu ditinggalkan. Ayat itu tidak memuat sebab penerima, jumlah mereka, ataupun batas waktunya, sehingga pembaca tidak dapat memastikan apakah dirinya termasuk, dan tidak ada kata yang mengeluarkannya. Kisah yang sampai kepada pembaca lewat urutan generasi menjadi bagian dari apa yang ditinggalkan itu, dalam arti kisah itu sendiri sedang dibaca oleh orang yang datang kemudian. Pembaca dapat bertanya, apa yang sampai kepadanya dari kisah ini, dan lewat siapa itu sampai?