سَلَامٌ عَلَىٰ إِلْ يَاسِينَ

Kesejahteraan atas Ilyasin.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. سَلَامٌ عَلَىٰ إِلْ يَاسِينَsalaamun 'alaa il yaasiinakesejahteraan atas Ilyasin

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. إِلْilkekerabatan
  4. يَاسِينَyaasiinaYasin

Inti bacaan

Bentuk (إِلْيَاسَ, ilyaasa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:85 dan 37:123.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "kesejahteraan". Kata ini berakar س-ل-م dan memakai akhiran -un yang menandai benda tak tentu, sehingga terjemahan tidak menambahkan "itu" atau "-nya". Dengan atau tanpa awalan, kata (سَلَامٌ, salaamun) muncul 23 kali di 18 surah, yaitu 6:54, 7:46, 10:10, 11:69, 13:24, 14:23, 16:32, 19:15, 19:47, 27:59, 28:55, 33:44, 36:58, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, 37:181, 39:73, 43:89, 51:25, 56:91, dan 97:5. Di tujuh ayat kata itu disusul kata ganti orang yang diajak bicara, yaitu (سَلَامٌ عَلَيْكُمْ, salaamun 'alaykum) yang berarti "kesejahteraan atas kalian" di 6:54, 7:46, 13:24, 28:55, dan 39:73, bentuk (عَلَيْكُمُ, 'alaykumu) di 16:32, dan (سَلَامٌ عَلَيْكَ, salaamun 'alayka) yang berarti "kesejahteraan atasmu" di 19:47. Di ketujuh ayat itu ada pengucap atau perintah mengucapkan di ayat yang sama atau yang mendahuluinya, misalnya para penjaga di 39:73 dan Ibrahim di 19:47.

Di enam ayat lain kata itu disusul (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" dan penerima yang disebut dengan nama atau golongannya, dalam orang ketiga: Ilyasin di 37:130, (سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ, salaamun 'alaa nuuhin fii l-'aalamiina) di 37:79, (سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ, salaamun 'alaa ibraahiima) di 37:109, (سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ, salaamun 'alaa muusaa wa-haaruuna) di 37:120, serta (وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ, wa-salaamun 'alaa l-mursaliina) di 37:181 dan (وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَىٰ, wa-salaamun 'alaa 'ibaadihi lladziina shthafaa) di 27:59. Di lima ayat surah ini tidak ada kata kerja "berkata" dan tidak ada pengucap yang disebut, sedangkan 27:59 didahului (قُلِ, quli) yang berarti "katakanlah". Terjemahan memakai "kesejahteraan" di kelima ayat surah ini, dan di 19:15 serta 19:33.

Keterangan yang menyertai kata itu berbeda-beda. Di 19:15 kesejahteraan disebut bersama waktu: (وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ, wa-salaamun 'alayhi yawma wulida) yang berarti "dan kesejahteraan baginya pada hari ia dilahirkan", lalu disusul dua hari lain. Di 37:79 kesejahteraan atas Nuh disusul tempat, yaitu (فِي الْعَالَمِينَ, fii l-'aalamiina) yang berarti "di seisi alam", dan ketiga baris lain tidak memuat tempat. Di 36:58 kesejahteraan disebut sebagai ucapan, (سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ, salaamun qawlan min rabbin rahiimin) yang berarti "salam sejahtera sebagai ucapan dari Tuhan yang pengasih". Di 37:130 tidak ada keterangan waktu, tempat, maupun pihak yang mengucapkan, dan kata (قَوْلًا, qawlan) yang menyatakan bahwa kesejahteraan itu ucapan tidak ada.

Nama penerima di ayat ini ditulis dalam dua kata, il dan yaasiina, dan bentuk itu hanya muncul di 37:130. Nama tokoh kisah ini muncul juga sebagai (إِلْيَاسَ, ilyaasa) di 6:85 dan 37:123, jadi dua bentuk itu berlainan, yang satu satu kata dan yang lain dua kata. Di tiga baris kesejahteraan lain, nama penerima sama dengan penyebutannya di awal kisah masing-masing: (نُوحٌ, nuuhun) di 37:75 menjadi (نُوحٍ, nuuhin) di 37:79 dengan harakat akhir yang berbeda, (إِبْرَاهِيمَ, ibraahiima) sama di 37:83 dan 37:109, dan (مُوسَىٰ وَهَارُونَ, muusaa wa-haaruuna) sama di 37:114 dan 37:120. Hanya nama Ilyas yang berubah bentuk. Terjemahan menyalin bentuk Arab masing-masing, yaitu "Ilyas" di 37:123 dan "Ilyasin" di 37:130, dan tidak menyatukannya. Kata ganti tunggal di 37:129 dan 37:132 menyambung ke satu tokoh, sehingga kedua bentuk nama dibaca merujuk kepadanya, tanpa ada kata yang menyatakan hubungan keduanya.

Tafsiran

Ayat ini menaruh kesejahteraan atas Ilyasin tanpa perbuatan yang disebut, tanpa pengucap, dan tanpa keterangan. Ayat ini menjadi baris kedua dari empat baris penutup yang sama susunannya di kisah Nuh, Ibrahim, Musa bersama Harun, dan Ilyas, dan di tiga kisah lain baris itu juga berupa kalimat tanpa kata kerja. Kalimat sependek ini muncul sesudah 37:127 yang mencatat penolakan kaum Ilyas dan sesudah 37:129 yang mencatat sesuatu ditinggalkan, sehingga penutup kisah ini terdiri dari satu kalimat tanpa pengucap di antara dua kalimat yang pelakunya jelas.

Kesejahteraan atas penerima yang disebut muncul lima kali di surah ini, yaitu di 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, dan 37:181. Empat yang pertama menyebut nama, dan yang kelima, 37:181, menyebut golongan, yaitu para rasul. Ilyas disebut termasuk para rasul di 37:123 dengan (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) yang berarti "benar-benar termasuk para rasul", sehingga Ilyas dapat dibaca menerima kesejahteraan dua kali, sekali dengan namanya di 37:130 dan sekali bersama golongannya di 37:181. Pembacaan ini bersandar pada kata yang sama di 37:123 dan 37:181, dan 37:181 tidak menyebut nama siapa pun. Ayat 37:181 didahului 37:180 yang menyebut Mahasuci Tuhan pemilik kedigdayaan dan disusul 37:182 yang menyebut segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam, sehingga rangkaian kesejahteraan di surah ini berakhir dalam kalimat puji.

Ayat 37:130 juga memisahkan 37:129 dari 37:131. Ayat 37:129 menyebut sesuatu yang ditinggalkan tanpa menamainya, dan 37:131 menyebut balasan bagi orang yang berbuat kebaikan. Kesejahteraan di 37:130 berada di antara keduanya, dan tidak ada kata yang menyatakan bahwa kesejahteraan itu benda yang ditinggalkan, ataupun balasan yang disebut sesudahnya. Pembaca yang menghubungkan ketiganya membaca urutan ayat, dan teks menyerahkan sambungan itu kepadanya.

Renungan dan Hikmah

  • Di 36:58 kesejahteraan disebut lengkap dengan asalnya, yaitu ucapan dari Tuhan yang pengasih, sedangkan di 37:130 tidak ada pengucap yang disebut. Ketiadaan pengucap membuat kalimat itu terbuka: suara yang dipasang di atasnya berasal dari pembaca, karena ayat tidak memberinya. Kalimat itu tidak memberi tahu apakah suaranya berasal dari Tuhan, dari penutur, atau dari generasi sesudahnya. Ayat 36:58 dan 37:130 berada di surah yang berbeda dan konteksnya berlainan, sehingga yang satu tidak menjelaskan yang lain. Pembaca dapat bertanya, suara siapa yang terdengar ketika kesejahteraan atas Ilyasin dibaca, dan apa yang membuat suara itu terasa milik pihak tertentu?
  • Sesudah kisah yang memuat pertanyaan, penolakan, dan penghadiran, penutup untuk Ilyas berupa satu kalimat tanpa kata kerja. Tidak ada rincian apa yang telah dikerjakan Ilyas, berapa lama, atau berapa orang yang mengikutinya. Pada baris ini yang tertulis hanya sebuah nama dengan kesejahteraan di atasnya. Pembaca dapat melihat bahwa ayat ini tidak mengukur sebuah hidup dengan hasilnya. Pembaca dapat bertanya, bila ringkasan hidupnya hanya berupa satu kalimat tanpa kata kerja, nama siapa yang akan berada di ujungnya dan apa yang akan berada di atas nama itu?
  • Di awal kisah nama itu ditulis satu rupa, dan di ayat ini ditulis dalam rupa lain yang hanya ada di ayat ini. Tidak ada kata yang menerangkan perubahan itu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa pada saat kesejahteraan disebut, nama yang dipakai berbeda dari nama yang dipakai ketika kisahnya dimulai, padahal tiga baris yang sama untuk tokoh lain memakai nama yang sama dengan awal kisahnya. Nama di ujung kisah karena itu tidak harus sama dengan nama di pangkalnya, dan teks tidak memberi alasan. Pembaca dapat bertanya, bila namanya sendiri ditulis dalam rupa lain di ujung kisah tentangnya, apakah ia akan mengenalinya?
  • Di 37:127 kaum Ilyas disebut dengan kata dihadirkan, dan di 37:128 hamba-hamba Allah yang dimurnikan disisihkan dari mereka bila ayatnya dibaca menurut letaknya. Di 37:130 pihak yang ditolak oleh kaumnya disebut dengan kata kesejahteraan. Dua kata itu ada pada dua sisi dalam kisah yang sama, tanpa kata yang menyatakan hubungan sebab di antara keduanya. Pembaca dapat melihat bahwa dalam kisah yang sama kedua pihak disebut dengan dua keadaan yang berbeda, dan bahwa ayat tidak menyebut keduanya dalam satu kalimat. Pembaca dapat bertanya, pada sisi mana dari dua kata itu kehidupannya sekarang sedang berjalan, dan siapa yang akan menyebutnya?
  • Kesejahteraan atas para rasul di 37:181 disusul 37:182, yaitu segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam. Di 27:59 urutannya terbalik: segala puji bagi Allah, lalu salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Dua ayat itu menempatkan puji kepada Allah berdampingan dengan kesejahteraan bagi manusia, dalam urutan yang bergantian. Pembaca dapat menimbang bahwa kesejahteraan atas para rasul di 37:181 disebut dalam rangkaian yang berakhir pada pujian kepada Allah.
  • Di 19:15 kesejahteraan disebut bersama tiga hari: hari dilahirkan, hari wafat, dan hari dibangkitkan hidup. Di 37:79 kesejahteraan atas Nuh disebut bersama tempat, yaitu di seisi alam. Di 37:130 tidak ada hari dan tidak ada tempat, sehingga kesejahteraan itu tidak terikat pada saat tertentu. Ayat-ayat yang menyebut hari dan tempat itu berasal dari kisah yang berbeda, dan tidak ada yang menyatakan bahwa 37:130 harus dibaca seperti salah satunya. Pembaca dapat bertanya, bila kesejahteraan atas dirinya dinyatakan tanpa hari dan tanpa tempat, kapan dan di mana ia berharap kesejahteraan itu hadir?