إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَinnaa ka-dzaalika najzii l-muhsiniinasesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- نَجْزِيnajziiKami membalas
- الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan
Inti bacaan
Rangkaian (كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ, ka-dzaalika najzii l-muhsiniina) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:84, 12:22, 28:14, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, dan 77:44.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari empat bagian. (إِنَّا, innaa) berarti "sesungguhnya Kami". (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) tersusun dari awalan (كَ, ka) yang berarti "seperti" dan (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu", dan terjemahan memadatkannya menjadi "demikianlah". (نَجْزِي, najzii) berarti "Kami memberi balasan" dan berakar ج-ز-ي, dengan awalan n- yang menandai Kami dan bentuk yang tidak menandai perbuatan selesai, sehingga terjemahan tidak memakai "telah" atau "akan". (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina) berarti "orang-orang yang berbuat kebaikan" dan berakar ح-س-ن.
Rangkaian (كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ, ka-dzaalika najzii l-muhsiniina) muncul sembilan kali di lima surah, yaitu di 6:84, 12:22, 28:14, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, dan 77:44. Lima di antaranya ada di surah ini, yaitu 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, dan 37:131, dengan (إِنَّا, innaa) di depannya pada empat ayat dan tanpa innaa di 37:110. Dengan innaa, rangkaian itu muncul lima kali, yaitu di 37:80, 37:105, 37:121, 37:131, dan 77:44.
Kata kerja najzii sendiri tidak menentukan arah balasan. Rangkaian (كَذَٰلِكَ نَجْزِي, ka-dzaalika najzii) muncul 19 kali di 12 surah, yaitu di 6:84, 7:40, 7:41, 7:152, 10:13, 12:22, 12:75, 20:127, 21:29, 28:14, 35:36, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, 46:25, 54:35, dan 77:44. Sembilan di antaranya disusul orang yang berbuat kebaikan, dan sepuluh disusul pihak lain: (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) yang berarti "para pendosa" di 7:40, (الظَّالِمِينَ, zh-zhaalimiina) yang berarti "orang-orang yang zalim" di 7:41, 12:75, dan 21:29, (الْمُفْتَرِينَ, l-muftariina) yang berarti "orang-orang yang mengada-adakan" di 7:152, (الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ, l-qawma l-mujrimiina) yang berarti "kaum yang berdosa" di 10:13 dan 46:25, (مَنْ أَسْرَفَ, man asrafa) yang berarti "orang yang melampaui batas" di 20:127, (كُلَّ كَفُورٍ, kulla kafuurin) yang berarti "setiap orang yang sangat kufur" di 35:36, dan (مَنْ شَكَرَ, man syakara) yang berarti "orang yang bersyukur" di 54:35. Terjemahan memakai "membalas" atau "memberi balasan" di kesembilan belas ayat itu, dan tidak memakai kata yang hanya cocok untuk kebaikan, sehingga arah balasan di 37:131 datang dari kata (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina).
Kata l-muhsiniina tanpa awalan muncul 30 kali di 14 surah, yaitu di 2:58, 2:195, 2:236, 3:134, 3:148, 5:13, 5:85, 5:93, 6:84, 7:56, 7:161, 9:91, 9:120, 11:115, 12:22, 12:36, 12:56, 12:78, 12:90, 22:37, 28:14, 29:69, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, 39:34, 39:58, dan 77:44. Di sekitarnya kata itu bergandengan dengan Allah dalam beberapa susunan: (يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ, yuhibbu l-muhsiniina) yang berarti "mencintai orang-orang yang berbuat baik" di 2:195, 3:134, 3:148, 5:13, dan 5:93; (لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ, laa yudhii'u ajra l-muhsiniina) yang berarti "tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik" di 9:120, 11:115, dan 12:90, dengan bentuk Kami di 12:56; (لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ, la-ma'a l-muhsiniina) yang berarti "benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan" di 29:69; dan (قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ, qariibun mina l-muhsiniina) yang berarti "dekat dari orang-orang yang berbuat kebaikan" di 7:56. Kata balasan juga menyertainya di (جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ, jazaa'u l-muhsiniina) yang berarti "balasan orang-orang yang berbuat kebaikan" di 5:85 dan 39:34.
Akar ح-س-ن dan akar ج-ز-ي bertemu dalam satu ayat di 55:60, (هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ, hal jazaa'u l-ihsaani illaa l-ihsaanu) yang berarti "adakah balasan kebaikan selain kebaikan?". Terjemahan memakai "kebaikan" untuk kata yang berakar sama di 55:60 dan "berbuat kebaikan" di 37:131, sehingga kesamaan akarnya terlihat. Ayat 37:131 tidak menyebut perbuatan apa yang termasuk berbuat kebaikan dan tidak menyebut apa isi balasannya, dan terjemahan tidak menambahkan "pahala", "surga", atau "ganjaran" yang tidak punya kata Arab di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah dengan satu kalimat umum yang tidak menyebut Ilyas. Baris sebelumnya menyebut Ilyas lewat kata ganti di 37:129 dan nama di 37:130, baris sesudahnya lewat kata ganti di 37:132, sedangkan 37:131 menyebut orang yang berbuat kebaikan sebagai golongan. Kalimat yang hampir sama ada di kisah Nuh di 37:80, kisah Ibrahim di 37:105 dan 37:110, serta kisah Musa dan Harun di 37:121, sehingga ayat ini dapat dipakai untuk keempat kisah itu.
Kata kerja di ayat ini berubah dari ayat sebelumnya. Ayat 37:129 memakai (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) yang berarti "dan Kami tinggalkan", yaitu perbuatan yang sudah selesai, sedangkan 37:131 memakai najzii, yang tidak menandai perbuatan selesai. Pergeseran itu menaruh apa yang terjadi pada Ilyas di sisi yang selesai, dan prinsip pembalasan di sisi yang tidak selesai. Kata (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) menunjuk sesuatu yang sudah disebut. Di 37:105 penunjukannya jelas karena ayat itu memuat pernyataan bahwa Ibrahim telah membenarkan mimpi tepat di depannya, dan di 37:80, 37:110, 37:121, serta 37:131 yang disebut tepat sebelumnya adalah sesuatu yang ditinggalkan dan kesejahteraan. Pembacaan bahwa "demikian" menunjuk ke kedua hal itu bersandar pada urutan, dan tidak ada kata yang menyatakannya.
Surah ini memakai kerangka kalimat yang sama untuk dua golongan. Di 37:34 kerangkanya (إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ, innaa ka-dzaalika naf'alu bi-l-mujrimiina) yang berarti "sesungguhnya demikianlah Kami perlakukan para pendosa", dan ayat sesudahnya, 37:35, menyebut keadaan mereka: apabila dikatakan kepada mereka bahwa tidak ada tuhan selain Allah, mereka menyombongkan diri. Di 37:131 golongannya orang yang berbuat kebaikan dan kata kerjanya najzii. Dua ayat itu berjarak sembilan puluh tujuh ayat dan berbicara tentang golongan yang berbeda, sehingga kesamaan kerangkanya tidak menyatakan bahwa keduanya setara. Ayat 37:131 tidak diikuti keterangan tentang perbuatan orang yang berbuat kebaikan, dan ayat berikutnya, 37:132, kembali menyebut Ilyas dengan kata ganti, sehingga sambungan antara prinsip di 37:131 dan Ilyas di 37:132 tidak ditulis oleh kata penghubung.
Renungan dan Hikmah
- Kata balasan di 37:131 tidak memuat arah sendiri: di 7:40, 10:13, dan 46:25 kata kerja yang sama dipakai untuk para pendosa, dan di 54:35 untuk orang yang bersyukur. Arahnya datang dari orang yang disebut sebagai penerima, dan di 37:131 penerimanya orang yang berbuat kebaikan. Pembaca yang mendengar kata balasan dan langsung membayangkan sesuatu yang menyenangkan sedang membawa arah itu dari dirinya sendiri, karena kata kerjanya tidak memberikannya. Ayat ini mengembalikan arah itu ke penerimanya, dan membiarkan pembaca melihat siapa yang dianggapnya penerima. Pembaca dapat bertanya, ketika kata balasan terdengar, ke mana arahnya bergerak dalam pikirannya, dan siapa yang berdiri di ujungnya?
- Di ayat lain orang yang berbuat kebaikan disebut dalam beberapa hubungan dengan Allah: dicintai di 2:195, tidak disia-siakan pahalanya di 9:120, bersama Allah di 29:69, dan dekat dengan rahmat-Nya di 7:56. Ayat 37:131 memilih satu hubungan, yaitu balasan, dan memakai kata Kami. Ayat-ayat itu berbeda konteks, sehingga tidak dicampur menjadi satu kalimat. Pembaca dapat melihat bahwa balasan menjadi salah satu cara teks menggambarkan hubungan itu, dan bahwa cara lain tidak selalu menyebut pekerjaan yang dilakukan. Pembaca dapat bertanya, dari keempat hubungan itu, hubungan manakah yang terbayang ketika kata balasan dibaca, dan apakah gambaran itu terbatas pada satu?
- Di 55:60 balasan dan kebaikan disebut dalam satu pertanyaan: adakah balasan kebaikan selain kebaikan. Akar ح-س-ن dipakai untuk perbuatan dan, di ujung pertanyaan itu, untuk balasannya. Ayat 55:60 berbicara dalam bentuk tanya dan 37:131 dalam bentuk pernyataan, sehingga yang satu tidak menjawab yang lain. Dari pasangan itu pembaca dapat melihat bahwa kata untuk perbuatan dan kata untuk balasannya berasal dari akar yang sama, sehingga keduanya berdekatan di telinga. Pembaca dapat bertanya, bila kebaikan yang dilakukan dan balasan yang diharapkan dipanggil dengan kata yang sama, apakah keduanya masih terasa seperti dua hal yang berbeda?
- Di 39:34 balasan bagi orang yang berbuat kebaikan disebut dengan isinya: apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Di 5:85 isinya taman-taman. Di 37:131 isinya tidak disebut, dan kisah Ilyas sebelumnya juga tidak menyebut perbuatan Ilyas yang dibalas. Ruang kosong itu dapat diisi pembaca dengan apa pun, dan apa pun yang diisinya berasal dari pembaca. Ayat-ayat yang menyebut isi balasan berbeda surah dan berbeda kisah, sehingga isi itu tidak dipindahkan ke 37:131. Pembaca dapat bertanya, bila pembaca diminta menulis isi balasan itu sendiri, apa yang akan ditulisnya, dan dari mana pengetahuan itu berasal?
- Ayat 37:129 memuat kata kerja yang selesai, yaitu Kami tinggalkan, sedangkan 37:131 memuat kata kerja yang tidak menandai selesai. Kisah Ilyas dengan demikian ditutup di sisi yang sudah lewat, dan kalimat tentang balasan ditaruh di sisi yang belum ditutup. Orang yang membaca keduanya berdampingan berpindah dari sesuatu yang sudah terjadi pada seorang tokoh ke sesuatu yang masih berlaku bagi golongan yang disebut. Ayat tidak menyebut kapan balasan itu diberikan. Pembaca dapat bertanya, ia sedang berada di dalam kisah yang sudah selesai atau di dalam kalimat yang masih berjalan?
- Kerangka kalimat di 37:131 dipakai juga di 37:34 untuk para pendosa, dan di sana ayat berikutnya menyebut mereka menyombongkan diri ketika dikatakan bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Orang yang membaca dua ayat itu dengan jarak sembilan puluh tujuh ayat melihat dua golongan disebut dengan susunan yang sama dan kata kerja yang berbeda. Di 37:131 tidak ada ayat berikutnya yang menyebut keadaan orang yang berbuat kebaikan, dan 37:132 kembali kepada Ilyas. Pembaca dapat melihat bahwa kerangka yang sama bisa dipakai kepada siapa saja, dan bahwa yang menentukan adalah golongan yang disebut. Pembaca dapat bertanya, bila ada kalimat tentang dirinya dengan kerangka itu, golongan mana yang akan tertulis di ujungnya?