وَإِنَّ لُوطًا لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

Dan sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنَّ لُوطًاwa-inna luuthandan sesungguhnya Lut
  2. لَمِنَ الْمُرْسَلِينَla-mina l-mursaliinabenar-benar termasuk para rasul

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. لُوطًاluuthanLut
  3. لَمِنَla-minasungguh termasuk
  4. الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul

Inti bacaan

Rangkaian (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) dipakai lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:252, 36:3, 37:123, 37:133, dan 37:139, dan hanya di 37:133 rangkaian itu didahului nama Lut.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّ, wa-inna) yang berarti "dan sesungguhnya". Awalan (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung kalimat ini dengan 37:132, yang menutup bagian Ilyas dengan (إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا, innahu min 'ibaadinaa) yang berarti "sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami". Pembuka yang sama dipakai untuk tiga nama di surah ini, yaitu (وَإِنَّ إِلْيَاسَ, wa-inna ilyaasa) di 37:123, (وَإِنَّ لُوطًا, wa-inna luuthan) di 37:133, dan (وَإِنَّ يُونُسَ, wa-inna yuunusa) di 37:139. Susunan wa-inna luuthan hanya ada di ayat ini.

Nama (لُوطًا, luuthan) yang berarti "Lut" muncul dengan bentuk persis itu di sepuluh ayat pada tujuh surah, yaitu 6:86, 7:80, 11:77, 21:71, 21:74, 27:54, 29:28, 29:32, 29:33, dan 37:133. Di surah 37 nama itu hanya disebut di ayat ini, dan ayat 37:134 sampai 37:138 tidak mengulangnya. Terjemahan menuliskan "Lut" tanpa gelar tambahan, sebab keterangan tentang Lut di ayat ini hanya kedudukannya di antara para rasul.

Kata (لَمِنَ, la-mina) yang berarti "benar-benar termasuk" tersusun dari (لَ, la) yang berarti "benar-benar" dan (مِنَ, mina) yang berarti "termasuk". Ayat 37:132 memakai (مِنْ, min) tanpa la dan terjemahannya juga "termasuk", sehingga tekanan "benar-benar" di ayat ini datang dari awalan la. Rangkaian (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) muncul lima kali di tiga surah, yaitu di 2:252, 36:3, 37:123, 37:133, dan 37:139. Di 2:252, (وَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, wa-innaka la-mina l-mursaliina) yang berarti "dan sesungguhnya engkau benar-benar termasuk para rasul", dan di 36:3, (إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, innaka la-mina l-mursaliina), yang disapa satu orang dengan kata engkau. Di surah 37 rangkaian yang sama menyebut tiga orang dengan nama.

Kata (الْمُرْسَلِينَ, al-mursaliina) yang berarti "para rasul" berakar ر-س-ل. Bentuk persis ini muncul dua puluh empat kali di sepuluh surah, yaitu 2:252, 6:34, 6:48, 7:6, 7:77, 15:80, 18:56, 25:20, 26:21, 26:105, 26:123, 26:141, 26:160, 26:176, 28:7, 28:65, 36:3, 36:20, 37:37, 37:123, 37:133, 37:139, 37:171, dan 37:181. Enam di antaranya ada di surah 37. Di sekitar kisah Lut, akar yang sama dipakai untuk dua kelompok. Di 26:160, (كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ, kadzdzabat qawmu luuthin l-mursaliina) yang berarti "kaum Lut telah mendustakan para rasul", kata jamak dipakai padahal 26:161 menyebut satu orang, saudara mereka yang bernama Lut, dan 26:162 memuat ucapan Lut sendiri, (رَسُولٌ أَمِينٌ, rasuulun amiinun) yang berarti "seorang rasul yang tepercaya". Di 15:61, (الْمُرْسَلُونَ, al-mursaluun) yang berarti "para utusan" datang kepada keluarga Lut, dan 15:62 mencatat sapaan kepada mereka sebagai orang-orang yang tidak dikenal. Ayat 37:133 menaruh Lut di kelompok pertama.

Terjemahan tidak memakai kata "nabi" karena ayat ini tidak memuatnya. Di surah 37 kata (نَبِيًّا, nabiyyan) yang berarti "nabi" hanya ada di 37:112, untuk Ishaq, dan sebutan itu tidak dipakai lagi untuk tokoh lain di surah yang sama. Terjemahan juga tidak menambahkan angka urutan, karena ayat ini tidak menghitung tokoh yang disebutnya.

Tafsiran

Ayat ini memuat satu kalimat tentang kedudukan Lut dan belum memuat satu kejadian pun. Ketiga tokoh yang dikenalkan dengan rumus wa-inna masing-masing disusul ayat yang berbeda arahnya. Ilyas disusul ucapannya sendiri, (إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, idz qaala li-qawmihi) yang berarti "ketika ia berkata kepada kaumnya" di 37:124. Lut disusul perbuatan Kami, (إِذْ نَجَّيْنَاهُ, idz najjaynaahu) yang berarti "ketika Kami menyelamatkan dia" di 37:134. Yunus disusul perbuatannya sendiri, (إِذْ أَبَقَ, idz abaqa) yang berarti "ketika ia lari" di 37:140. Dalam kisah Lut yang dituturkan surah ini, pelaku pertama adalah Kami, dan tidak ada kutipan ucapan Lut di 37:133 sampai 37:138.

Empat penutup berulang mengiringi kisah Nuh, Ibrahim, Musa dan Harun, serta Ilyas: (سَلَامٌ عَلَىٰ, salaamun 'alaa) di 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130; (إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ, innaa ka-dzaalika najzii l-muhsiniina) di 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, dan 37:131; (إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ, innahu min 'ibaadinaa l-mu'miniina) di 37:81, 37:111, 37:122, dan 37:132; serta (وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ, wa-taraknaa 'alayhi fii l-aakhiriina) di 37:78, 37:108, 37:129, disusul bentuk untuk dua orang di 37:119. Tak satu pun ada di 37:133 sampai 37:138. Bagian ini ditutup dengan pertanyaan kepada para pendengar di 37:138, tanpa salam atau pernyataan balasan.

Kata mursaliin dari ayat ini kembali di akhir surah. Ayat 37:171 menyebut para rasul sebagai hamba-hamba Kami yang sudah mendapat perkataan Kami, dan 37:172 menyatakan bahwa merekalah yang pasti akan ditolong. Ayat 37:181 menyapa mereka dengan salam, dan 37:182 memuji Allah. Karena 37:133 menempatkan Lut di antara para rasul, pernyataan di 37:171 sampai 37:181 dapat dibaca meliputi Lut juga, walaupun bagian Lut sendiri tidak memuat salam atau janji pertolongan. Ayat ini dapat dibaca sebagai pengenal, sebab sebelum penyelamatan dan pembinasaan diceritakan, pembaca sudah tahu Lut berada di golongan yang oleh surah ini diberi salam di bagian penutup.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:133 menyebut kedudukan Lut sebelum satu pun kejadian di 37:134 sampai 37:138. Di 26:162 Lut sendiri berkata kepada kaumnya bahwa dirinya rasul yang tepercaya, dan di 26:164 Lut menyatakan imbalannya tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam. Kedudukan dan imbalan itu disebut lebih dulu, sedangkan jawaban kaumnya baru tercatat di 26:167. Orang yang bekerja untuk pihak lain dapat meletakkan urutan itu di samping urutannya sendiri: apakah dirinya lebih dulu dikenal lewat hasil kerja, atau lebih dulu menerima kepercayaan lalu bekerja tanpa menuntut imbalan dari orang yang dilayaninya? Pertanyaan itu tetap berlaku bila tidak ada yang menilai.
  • Rumus yang memperkenalkan Lut di 37:133 dipakai juga untuk Ilyas di 37:123 dan Yunus di 37:139, tetapi ayat yang menyusul ketiganya berbeda. Ilyas berbicara kepada kaumnya di 37:124, Lut diselamatkan di 37:134, dan Yunus lari ke kapal di 37:140, lalu 37:142 menyebutnya dalam keadaan tercela. Satu sebutan kedudukan mengantar tiga keadaan yang tidak serupa. Pembaca yang menilai seseorang dari satu gelar dapat memeriksa apakah gelar itu sudah menjawab semua pertanyaan tentang orangnya. Ayat 37:171 menyebut para rasul sebagai kelompok yang menerima satu pernyataan yang sama, dan sebutan yang sama itu tidak menyamakan peristiwa yang dialami masing-masing.
  • Di 26:163 Lut meminta kaumnya bertakwa kepada Allah dan menaatinya, sedangkan 26:160 mencatat penolakan mereka dengan kata jamak, para rasul. Ayat 37:133 menaruh Lut di golongan yang sama, sehingga penolakan terhadap satu orang terbaca sebagai bagian dari pola yang lebih luas daripada urusan satu kota. Ayat ini tidak menjelaskan sebab penolakan itu, jadi pembaca tidak dapat memastikan apakah yang ditolak orangnya atau pesannya. Orang yang pernah menolak sebuah pesan karena tidak menyukai cara penyampaiannya dapat bertanya kepada dirinya sendiri, mana yang sebenarnya ditolaknya: pembawa pesan, atau isinya, yang di 26:163 dikaitkan dengan takwa kepada Allah?
  • Lut tetap meminta meski kedudukannya salah satu rasul. Di 26:169 Lut berkata, "Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat", dan di 29:30 Lut berkata, "Tuhanku, tolonglah aku atas kaum yang berbuat kerusakan itu." Kedua permintaan itu dicatat bersama kedudukan yang di 37:133 disebut lebih dulu. Orang yang diberi tanggung jawab besar kadang merasa tidak pantas meminta bantuan. Dua ayat tadi menunjukkan seorang rasul yang memintanya dengan terus terang kepada Tuhannya. Apa yang membuat orang lain merasa kedudukannya sudah cukup untuk berjalan tanpa meminta?
  • Surah 37 ditutup dengan dua kalimat berurutan. Ayat 37:181 memberi salam kepada para rasul, yaitu golongan yang di 37:133 mencakup Lut, lalu 37:182 menyatakan bahwa segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam. Salam dan puji dialamatkan ke dua pihak yang berbeda, dan yang pertama tidak menggantikan yang kedua. Pembaca yang berterima kasih kepada orang yang membawa kabar baik dapat memperhatikan ke mana terima kasih itu berakhir: pada pembawa kabar saja, atau juga pada Allah yang di 37:182 dipuji?
  • Lut disebut dengan beberapa sebutan di ayat yang berlainan. Di 37:133 Lut termasuk para rasul, di 21:74 ia mendapat (حُكْمًا وَعِلْمًا, hukman wa-'ilman) yang berarti "putusan serta ilmu", dan di 21:75 Lut termasuk orang-orang saleh yang dimasukkan ke dalam rahmat Kami. Tiga sebutan itu tidak saling menggantikan, dan masing-masing berdiri di ayat yang membicarakan sudut yang berbeda. Orang yang diringkas dengan satu sebutan oleh orang lain, entah jabatan, asal daerah, atau satu kesalahan lamanya, dapat membayangkan berapa sebutan lain yang juga benar tentang dirinya tetapi tidak sempat tertulis.