إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ
kecuali seorang perempuan tua yang termasuk golongan yang tertinggal.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِلَّا عَجُوزًاillaa 'ajuuzankecuali seorang perempuan tua
- فِي الْغَابِرِينَfii l-ghaabiriinayang termasuk golongan yang tertinggal
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِلَّاillaakecuali
- عَجُوزًا'ajuuzanperempuan tua
- فِيfiitermasuk
- الْغَابِرِينَl-ghaabiriinaorang-orang yang tertinggal
Inti bacaan
Rangkaian (إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ, illaa 'ajuuzan fii l-ghaabiriina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:171 dan 37:135.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", yang membatasi kata "seluruhnya" di 37:134. Kata ini membuka pengecualian di tujuh ayat yang memuat golongan "yang tertinggal", yaitu 7:83, 15:60, 26:171, 27:57, 29:32, 29:33, dan 37:135. Sesudahnya tertulis kata untuk istri di lima dari tujuh ayat itu, yaitu (امْرَأَتَهُ, mra'atahu) yang berarti "istrinya" di 7:83, 15:60, 27:57, dan 29:32, serta (امْرَأَتَكَ, mra'ataka) yang berarti "istrimu" di 29:33. Dua ayat sisanya, 26:171 dan 37:135, memuat (عَجُوزًا, 'ajuuzan).
Kata (عَجُوزًا, 'ajuuzan) yang berarti "seorang perempuan tua" berakar ع-ج-ز. Kata bendanya muncul empat kali, yaitu di 11:72, 26:171, 37:135, dan 51:29. Di 11:72, (وَأَنَا عَجُوزٌ, wa-ana 'ajuuzun) yang berarti "padahal aku sudah tua", dan di 51:29, (عَجُوزٌ عَقِيمٌ, 'ajuuzun 'aqiimun) yang berarti "perempuan tua yang mandul", kata itu diucapkan seorang perempuan tentang dirinya dalam cerita para tamu Ibrahim, yaitu di 11:71 sampai 11:72 dan 51:28 sampai 51:29. Di 26:171 dan 37:135 kata itu dipakai penutur untuk orang lain, dan bentuk tak tentu dengan tanwin di ujungnya menandai satu orang yang tidak diperkenalkan dengan nama. Karena itu terjemahan memakai "seorang". Terjemahan memakai "perempuan tua" di tiga ayat dan "sudah tua" di 11:72, tempat kata itu menjadi keterangan tentang pembicara sendiri. Kata untuk istri tidak tertulis di 37:135, sehingga terjemahan tidak menambahkannya.
Kata (فِي, fii) yang berarti "di dalam" diterjemahkan "termasuk" di ayat ini. Kata fii dipakai untuk golongan ini hanya di dua ayat, yaitu 26:171 dan 37:135, sedangkan lima ayat lain memakai (مِنَ, mina) yang berarti "dari", yaitu 7:83, 15:60, 27:57, 29:32, dan 29:33. Terjemahan memakai "termasuk" untuk ketujuhnya, dan kata "golongan" dipakai di 37:135 supaya bentuk jamak sesudah fii terbaca sebagai kelompok.
Kata (الْغَابِرِينَ, al-ghaabiriina) yang berarti "yang tertinggal" berakar غ-ب-ر dan muncul tujuh kali, semuanya dalam kisah Lut, yaitu 7:83, 15:60, 26:171, 27:57, 29:32, 29:33, dan 37:135. Akar yang sama muncul sekali lagi di 80:40, (غَبَرَةٌ, ghabaratun) yang berarti "debu", dalam kalimat tentang wajah-wajah pada hari itu, dan teks tidak menghubungkan kedua pemakaian itu. Dua ayat memuat kata kerja penentuan sebelum kata ini, yaitu (قَدَّرْنَا, qaddarnaa) yang berarti "Kami telah menentukan" di 15:60 dan (قَدَّرْنَاهَا, qaddarnaahaa) yang berarti "Kami telah menentukannya" di 27:57. Tiga ayat lain, yaitu 7:83, 29:32, dan 29:33, memakai (كَانَتْ, kaanat) yang berarti "ia adalah". Di 26:171 dan 37:135 tidak ada kata kerja di antara pengecualian dan golongannya, jadi ayat-ayat itu tidak menyebut penentunya. Rangkaian persis (إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ, illaa 'ajuuzan fii l-ghaabiriina) hanya ada di dua ayat itu.
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan kalimat 37:134: seluruh keluarga diselamatkan, kecuali satu orang. Orang itu tidak disebut namanya dan tidak diberi hubungan keluarga. Ayat hanya menyebut usianya dan golongannya. Hubungannya dengan Lut tertulis di ayat lain yang memakai golongan yang sama: 7:83, 15:60, 27:57, dan 29:32 menyebut istrinya, dan 29:33 menyebut istrimu. Karena kelima ayat itu memasangkan kata istri dengan golongan yang tertinggal, 37:135 dapat dibaca menunjuk orang yang sama, walaupun ayat ini sendiri tidak memuat kata istri.
Teks tidak menyatakan sebab ketertinggalan itu di 37:135. Ayat 66:10 menyebut istri Lut berkhianat kepada suaminya dan tidak tercukupi sedikit pun dari Allah, tetapi ayat itu tidak memakai kata golongan yang tertinggal, sehingga hubungan sebab antara pengkhianatan dan ketertinggalan tidak dinyatakan oleh kedua ayat. Ayat 11:81 menyebut istri Lut dalam pengecualian dan menambahkan, "Sesungguhnya ia akan terkena apa yang menimpa mereka." Kalimat itu menghubungkan istri Lut dengan nasib kaum itu, yang di surah 37 disebut di 37:136. Ayat 37:136 memakai kata lain untuk yang dibinasakan, dan kedua ayat itu tidak menyatakan apakah golongan yang tertinggal dan yang dibinasakan sama.
Dalam urutan surah, ayat ini mempersempit "seluruh" dari 37:134 tanpa membatalkannya, dan 37:136 kemudian menyebut yang dibinasakan. Kisah Lut di surah 37 tidak memuat ucapan siapa pun kepada perempuan itu, tidak memuat nasihat kepadanya, dan tidak memuat penolakannya. Ayat-ayat yang dirujuk di atas juga tidak memuat ucapannya. Surah ini mencatat satu keterangan tentang dirinya, yaitu posisinya di antara yang tertinggal.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 66:10 menyebut dua perempuan yang berada di bawah dua hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu berkhianat, sehingga keduanya tidak tercukupi sedikit pun dari Allah. Salah satunya istri Lut, dan 37:135 membicarakan seorang perempuan yang berada di rumah yang sama dengan orang yang diselamatkan. Ayat itu mencatat bahwa kedua suami tidak dapat mencukupkan istri mereka sedikit pun dari Allah, padahal masing-masing berada di bawah seorang hamba yang saleh. Orang yang merasa aman karena dekat dengan orang saleh dapat memeriksa apa yang dibawanya sendiri ke hadapan Allah bila kedekatan itu tidak dihitung.
- Lut disebut dengan nama di 37:133, sedangkan perempuan di 37:135 disebut hanya lewat usia dan golongannya. Penutur surah ini tidak menuliskan namanya, tidak menyebut kerabatnya, dan tidak mengurai perbuatannya. Orang lain membaca dirinya lewat keterangan yang kebetulan sampai kepada mereka, dan keterangan itu bisa sependek satu sifat dan satu kelompok. Pembaca dapat bertanya, bila namanya tidak ikut tersebut, keterangan apa tentang dirinya yang paling mungkin dipakai orang lain untuk menggambarkannya, dan apakah keterangan itu cukup adil?
- Di 26:169 Lut berkata, "Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat." Ayat 26:170 menjawab dengan seluruh keluarganya, dan 26:171 langsung menyisihkan seorang perempuan tua dengan kata-kata yang sama seperti 37:135. Permintaan yang memuat satu kata keluargaku dijawab dengan jawaban yang memecah keluarga itu menjadi yang selamat dan satu yang tertinggal. Orang yang mendoakan keluarganya kepada Tuhan dapat menyadari bahwa jawaban bisa tiba dalam bentuk yang berbeda dari bunyi permintaan. Bagaimana permintaan bagi seisi rumah dibawa ke hadapan Tuhan bila jawabannya tidak seluruhnya sama dengan harapan?
- Untuk perempuan itu 37:135 memilih kata tertinggal, yaitu kata tentang tempatnya dalam peristiwa itu. Kata tentang watak ada di 66:10, yaitu berkhianat, dan ayat itu berdiri sendiri. Dalam 37:135 tidak ada kata jahat atau durhaka. Pembaca yang cepat menamai orang lain dapat memeriksa apakah nama yang diberikannya menunjuk kedudukan orang itu di suatu peristiwa atau menunjuk wataknya. Pemeriksaan itu perlu karena dua kata itu berbeda, dan teks memakai keduanya di ayat yang berlainan.
- Di 15:60 dan 27:57 kata kerja penentuan, qaddarnaa dan qaddarnaahaa, mendahului kata tentang golongan yang tertinggal, dan pelakunya Kami. Di 7:83 dan 29:32 kalimatnya memakai kata kerja ada, tanpa penentu yang disebut. Dua cara menulis itu sama-sama tidak menaruh penentuan di tangan Lut. Orang yang terbiasa menimbang siapa di rumahnya yang akan bertahan dan siapa yang tidak dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat tadi tidak menjadikan Lut sebagai penentu, dan bahwa dua ayat pertama menaruh penentuan pada Kami.
- Kata perempuan tua dipakai di kisah para tamu Ibrahim oleh seorang perempuan untuk dirinya sendiri, "padahal aku sudah tua" di 11:72, dan 11:73 menjawabnya dengan pertanyaan, "Apakah engkau merasa heran dengan ketetapan Allah?" Kata yang sama dipakai di 37:135 sebagai keterangan dalam pengecualian. Keterangan usianya serupa, sedangkan kisah di sekitarnya tidak serupa, sebab yang satu disambut dengan rahmat dan berkah Allah dan yang lain disebut sebagai yang tertinggal. Pembaca dapat melihat bahwa kata usia tidak membawa vonis. Apa yang menentukan arah kisah menurut ayat-ayat itu tidak tertulis sebagai usia, dan 11:73 menyebutnya dengan kata ketetapan Allah.