ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَtsumma dammarnaa l-aakhariinakemudian, Kami binasakan yang lain
Terjemahan per kata (3 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- دَمَّرْنَاdammarnaaKami binasakan
- الْآخَرِينَl-aakhariinayang lain
Inti bacaan
Kata kerja (دَمَّرْنَا, dammarnaa) muncul enam kali di Al-Qur'an dengan Kami sebagai pelaku, yaitu di 7:137, 17:16, 25:36, 26:172, 27:51, dan 37:136, dan hanya di 26:172 dan 37:136 sasarannya adalah (الْآخَرِينَ, al-aakhariina).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian", yang menaruh pembinasaan sesudah penyelamatan dan pengecualian di 37:134 dan 37:135. Rangkaian (ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ, tsumma dammarnaa l-aakhariina) yang berarti "kemudian Kami binasakan yang lain" muncul dua kali, yaitu di 26:172 dan 37:136. Susunan yang sama dipakai dengan kata kerja lain di (ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ, tsumma aghraqnaa l-aakhariina) yang berarti "kemudian Kami tenggelamkan yang lain", yaitu di 26:66 dan 37:82. Empat ayat memakai rumus kata sambung, kata kerja berpelaku Kami, lalu yang lain, dengan dua ayat untuk penenggelaman, yaitu 26:66 dan 37:82, dan dua ayat untuk pembinasaan, yaitu 26:172 dan 37:136. Di tiap kisah itu sekelompok orang yang diselamatkan disebut lebih dulu, yaitu di 26:65, 37:76, 26:170, dan 37:134.
Kata kerja (دَمَّرْنَا, dammarnaa) yang berarti "Kami binasakan" berakar د-م-ر, dengan huruf tengah digandakan dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Akar ini muncul di delapan ayat, yaitu 7:137, 17:16, 25:36, 26:172, 27:51, 37:136, 46:25, dan 47:10. Enam di antaranya berpelaku Kami, yaitu 7:137, 17:16, 25:36, 26:172, 27:51, dan 37:136, dengan sasaran yang berbeda. Di 7:137 Kami membinasakan apa yang dibuat dan dibangun Firaun dan kaumnya, di 17:16 sebuah negeri, di 25:36 dan 27:51 orang-orang yang ditunjuk dengan akhiran -hum, dan di 26:172 serta 37:136 "yang lain". Di 47:10 pelakunya Allah, (دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ, dammara llaahu 'alayhim) yang berarti "Allah menghancurkan mereka". Di 46:25, (تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا, tudammiru kulla syay'in bi-amri rabbihaa) yang berarti "yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya", pelakunya angin yang disebut di 46:24.
Kata (الْآخَرِينَ, al-aakhariina) yang berarti "yang lain" berakar أ-خ-ر. Bentuk persis ini muncul lima kali di dua surah, yaitu 26:64, 26:66, 26:172, 37:82, dan 37:136. Tulisannya tanpa harakat sama dengan (الْآخِرِينَ, al-aakhiriina) yang berarti "orang-orang yang datang kemudian", dan bentuk itu muncul sembilan kali di empat surah, yaitu 26:84, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, 56:14, 56:40, 56:49, dan 77:17. Perbedaannya hanya harakat huruf kha, fatha pada aakhariina dan kasra pada aakhiriina. Kedua bentuk ada di surah 37: aakhiriina di 37:78, 37:108, 37:119, dan 37:129, aakhariina di 37:82 dan 37:136, dan terjemahan memakai dua padanan yang berbeda untuk keduanya. Kata aakhariina tidak menamai siapa pun. Kata aakhariina menunjuk kelompok sebagai lawan dari kelompok yang disebut sebelumnya, seperti di 26:64, (وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ, wa-azlafnaa tsamma l-aakhariina) yang berarti "dan Kami dekatkan di sana kelompok yang lain", yang menyusul kisah Musa.
Terjemahan memakai "yang lain" tanpa menambahkan "kaum" atau "semuanya", karena ayat ini tidak menyebut jumlah atau sebutan kelompok itu. Cara dan sebab pembinasaan juga tidak tertulis di ayat ini, jadi terjemahan tidak menambahkan "dengan hujan" atau "karena dosa mereka".
Tafsiran
Ayat ini membagi orang di sekitar Lut menjadi dua kelompok dengan satu kalimat pendek, yaitu yang diselamatkan bersama Lut di 37:134 dan 37:135, dan yang lain, yang dibinasakan. Surah 37 memuat pembinasaan itu dalam satu kata kerja dan satu sasaran, tanpa cara dan tanpa sebab. Ayat 26:172 memuat kalimat yang sama, tetapi 26:173 langsung menambahkan (وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا, wa-amtharnaa 'alayhim matharan) yang berarti "dan Kami hujani mereka dengan hujan", disusul keadaan orang-orang yang telah diperingatkan. Ayat 11:82 menyebut Kami membalikkan bagian atas negeri itu menjadi bagian bawahnya, dan 15:73 menyebut suara menggelegar yang menimpa mereka ketika matahari terbit. Surah 37 menahan semua rincian itu.
Penyebab pembinasaan juga dituturkan di tempat lain. Ayat 29:34 menyebut penduduk negeri itu selalu berbuat fasik, 54:36 menyebut mereka membantah peringatan, dan 7:81 menyebut mereka kaum yang melampaui batas. Karena surah 37 tidak mengulangnya, sebab yang terlihat di ayat ini hanya pembagian itu sendiri, yaitu siapa yang berada di antara orang yang selamat bersama Lut dan siapa yang tidak.
Ayat berikutnya, 37:137, menyapa orang yang melewati mereka, sehingga 37:136 menjadi pintu dari peristiwa ke pendengar. Rumus tsumma dan al-aakhariina menunjukkan bahwa surah 37 menyusun kisah Lut dengan kerangka yang sama dengan kisah Nuh, yaitu penyelamatan lebih dulu lalu pembinasaan. Kisah Nuh menaruh pembinasaan yang lain di 37:82, sesudah salam, balasan, dan sebutan hamba yang beriman di 37:79 sampai 37:81, sedangkan kisah Lut menaruhnya di 37:136 tanpa unsur-unsur itu dan menyusulkan sapaan kepada pendengar.
Renungan dan Hikmah
- Empat kali di surah 26 dan 37 yang selamat disebut lebih dulu dan yang lain sesudahnya dengan kata kemudian, yaitu Musa dan orang-orang yang bersamanya di 26:65, Nuh dan keluarganya di 37:76, serta Lut dan keluarganya di 26:170 dan 37:134. Penutur kisah itu membuka dari sisi yang dilepaskan, dan sisi yang lenyap menyusul dengan satu kata kerja. Pembaca yang menuturkan sebuah musibah dapat memperhatikan dari mana kisahnya dimulai, dari yang selamat atau dari yang hilang. Apakah urutan itu mengubah apa yang diingat pendengarnya sesudah cerita selesai?
- Di 29:29 jawaban kaum Lut atas seruannya adalah tantangan, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar!" Ayat 37:136 memuat pembinasaan tanpa menyambungkannya dengan tantangan itu atau dengan seruan apa pun. Pembaca yang pernah menantang sesuatu dengan nada ringan dapat memperhatikan bahwa ayat 29:29 menaruh kalimat itu di mulut kaum yang menurut 29:34 akan ditimpa azab. Apa yang berubah pada cara seseorang mengucapkan kalimat tantangan bila kalimat itu bisa tercatat di samping ayat tentang nasib orang yang mengucapkannya?
- Kata kerja pembinasaan di 37:136 berpelaku Kami, dan di 47:10 akar kata kerja yang sama berpelaku Allah. Di 26:175, yang menutup rangkaian Lut di surah 26 setelah penyelamatan dan pembinasaan, tertulis bahwa Tuhanmu adalah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih, dan dua sifat itu disebut sekaligus untuk satu pihak. Pembaca yang memisahkan dua sifat itu, yang satu untuk saat nyaman dan yang lain untuk saat takut, dapat memperhatikan bahwa 26:175 tidak memisahkannya. Dalam ayat itu keduanya berdiri di samping peristiwa yang sama.
- Ayat 54:36 mencatat bahwa Lut telah memperingatkan kaumnya akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan-peringatan itu, dan 54:33 mencatat bahwa mereka mendustakannya. Ayat 37:136 sendiri tidak memuat peringatan itu. Sementara itu 11:83 menyebut batu-batu pembinasaan diberi tanda dari sisi Tuhanmu, dan keterangan itu dapat dibaca sebagai penanda bahwa pembinasaan itu tidak acak. Orang yang membaca kabar bencana dapat memeriksa apakah ada peringatan yang lebih dulu tersedia, dan apakah peringatan itu pernah dibantah dengan cara yang sama.
- Dalam surah 37 dua kelompok ditulis dengan huruf yang sama dan hanya berbeda satu harakat. Di 37:78, 37:108, 37:119, dan 37:129 Kami meninggalkan sesuatu untuk tokoh-tokoh kisah itu di kalangan orang-orang yang datang kemudian, aakhiriina, dan salam menyusul di 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130, sedangkan yang lain, aakhariina, dibinasakan di 37:82 dan 37:136. Sepintas kedua kelompok itu terbaca sama, tetapi keduanya diberi hal yang berbeda. Pembaca yang membaca cepat dapat menyadari bahwa tanda kecil kadang menentukan siapa yang dibicarakan. Apakah ada bagian dalam bacaan hariannya yang selama ini terlewat karena dua kata tampak serupa?
- Ayat 37:136 memuat satu kata kerja, satu sasaran, dan tidak satu pun kata penilaian. Ayat 26:173 menambahkan penilaian, "betapa buruk hujan bagi orang-orang yang telah diperingatkan", sedangkan surah 37 tidak memakainya di sini. Cara menuturkan kehilangan yang sebesar itu dalam kalimat sependek ini dapat dibandingkan dengan cara pembaca menuturkan kehilangan di sekitarnya, dengan banyak sifat atau dengan kata kerja dan sasaran saja. Hal apa yang tersisa dari sebuah kehilangan ketika adjektifnya dibuang?