وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِمْ مُصْبِحِينَ
Dan sesungguhnya kalian benar-benar melintasi mereka pada waktu pagi
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِمْwa-innakum la-tamurruuna 'alayhimdan sesungguhnya kalian benar-benar melintasi mereka
- مُصْبِحِينَmushbihiinapada waktu pagi
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِنَّكُمْwa-innakumdan sesungguhnya kalian
- لَتَمُرُّونَla-tamurruunasungguh kalian melewati
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- مُصْبِحِينَmushbihiinadi waktu pagi
Inti bacaan
Kata kerja akar م-ر-ر yang disusul kata depan 'alaa dipakai di 2:259, 11:38, 12:105, dan 37:137. Bentuk (تَمُرُّونَ عَلَيْهِمْ, tamurruuna 'alayhim) hanya ada di 37:137.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّكُمْ, wa-innakum) yang berarti "dan sesungguhnya kalian". Akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian" baru muncul di sini dalam rangkaian 37:133 sampai 37:138, sebab empat ayat sebelumnya memuat nama Lut, kata dia, dan kata Kami. Susunan wa-innakum muncul tiga kali, yaitu di 7:114, 26:42, dan 37:137. Di 7:114, (وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ, wa-innakum la-mina l-muqarrabiina) yang berarti "dan sesungguhnya kalian pasti termasuk orang-orang yang didekatkan", dan di 26:42 susunan itu dipakai dalam jawaban satu orang kepada sekelompok orang, yang dibuka dengan kata "Ya". Di 37:137 ayat tidak menyebut siapa yang berbicara dan siapa yang disapa.
Kata kerja (لَتَمُرُّونَ, la-tamurruuna) yang berarti "benar-benar melintasi" tersusun dari (لَ, la) yang berarti "benar-benar", kata kerja berakar م-ر-ر, dan akhiran (ونَ, -uuna) untuk kalian. Kata kerja ini menunjuk gerak yang sedang atau terus berlangsung, dan bentuk persis tamurruuna hanya ada di ayat ini. Kata kerja akar م-ر-ر yang disusul (عَلَىٰ, 'alaa) muncul empat kali, yaitu di 2:259, 11:38, 12:105, dan 37:137. Di 2:259, (مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ, marra 'alaa qaryatin) yang berarti "melewati suatu negeri", pelewatnya berkata bagaimana Allah menghidupkan negeri itu setelah kematiannya. Di 11:38, (مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ, marra 'alayhi mala'un min qawmihi) yang berarti "para pemuka kaumnya lewat di dekatnya", para pelewat itu mengejek Nuh. Di 12:105, (يَمُرُّونَ عَلَيْهَا, yamurruuna 'alayhaa) yang berarti "mereka melewatinya", pelewatnya tetap berpaling dari tanda-tanda di langit dan bumi. Ketiga ayat lain menyebut apa yang dilakukan pelewat sesudah melintas, yaitu bertanya, mengejek, dan berpaling, sedangkan 37:137 hanya menyebut melintasnya.
Kata (مُصْبِحِينَ, mushbihiina) yang berarti "pada waktu pagi" berakar ص-ب-ح. Bentuk persis ini muncul lima kali di tiga surah, yaitu 15:66, 15:83, 37:137, 68:17, dan 68:21. Di 68:17 dan 68:21 para pemilik kebun bersumpah memetik hasilnya pada pagi hari dan saling memanggil pada pagi hari. Di 15:66 dan 15:83 penumpasan dan suara menggelegar yang menimpa mereka terjadi pada waktu itu. Di 37:137 waktu itu adalah saat para pendengar melintas. Kata (الصُّبْحُ, ash-shubhu) yang berarti "subuh" berasal dari akar yang sama dan ada di 11:81 dalam ucapan para utusan kepada Lut, (إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ, inna maw'idahumu sh-shubhu) yang berarti "sesungguhnya waktu yang dijanjikan bagi mereka adalah subuh".
Terjemahan memakai "melintasi mereka" dan tidak menambahkan "reruntuhan", "negeri", atau "jalan", karena ayat ini hanya menyebut akhiran -him yang berarti "mereka" dan tidak menyebut tempat. Kata untuk jalan, (بِسَبِيلٍ, bi-sabiilin), ada di 15:76, (وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍ, wa-innahaa la-bi-sabiilin muqiimin) yang berarti "dan sesungguhnya ia benar-benar terletak di jalan yang tetap", dan kalimat itu tidak ada di surah 37.
Tafsiran
Ayat ini mengubah arah teks dari penuturan ke sapaan. Empat ayat sebelumnya berbicara tentang Lut, Kami, dan yang lain, dan 37:137 untuk pertama kalinya menyapa kalian. Akhiran -him menunjuk kelompok terdekat yang disebut sebelumnya, yaitu yang dibinasakan di 37:136. Para pendengar dengan demikian ditempatkan di samping kisah itu sebagai pihak yang melintasi mereka. Ayat ini tidak menyebut siapa kalian, di mana tempatnya, dan apa yang ada di sana.
Tiga ayat lain memberi bahan yang dapat dibaca bersama ayat ini. Ayat 15:76 menyebut negeri yang dihujani batu pada 15:74 terletak di jalan yang tetap. Ayat 25:40 menyebut orang-orang yang telah melewati negeri yang dijatuhi hujan buruk, lalu bertanya, "Maka tidakkah mereka melihatnya?" Ayat 29:35 dan 51:37 menyebut Kami meninggalkan tanda. Ayat 25:40 tidak menyebut nama Lut, jadi hubungannya dengan 37:137 dapat dibaca sebagai kemiripan, sebab keduanya menyebut pelewat dan negeri yang dihujani, dan 26:173 serta 27:58 menyebut hujan itu untuk kaum Lut.
Waktu yang disebut ayat ini juga tidak asing dalam kisah Lut. Di 11:81 dan 15:65 malam adalah waktu berangkat bagi Lut dan keluarganya, dan di 11:81 serta 15:66 subuh adalah waktu yang dijanjikan bagi kaum itu. Ayat 37:137 menaruh pagi pada para pendengar, dan 37:138 menaruh malam pada mereka juga, sehingga dua waktu yang di kisah itu menandai nasib orang lain kini menjadi dua waktu para pendengar melintas. Kedua ayat itu satu sapaan yang dipotong batas ayat, dan pertanyaan di 37:138 menutup keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Empat ayat pertama dalam rangkaian ini memakai kata dia, Kami, dan yang lain, dan baru 37:137 memakai kata kalian. Pendengar yang mengikuti kisah dari luar mendadak menjadi pihak dalam kalimat, dengan satu kata kerja yang pelakunya mereka sendiri, yaitu melintas. Pembaca dapat memeriksa pada kalimat mana dalam sebuah cerita dirinya berhenti menjadi penonton. Apakah perpindahan dari mereka ke kalian terasa sebagai sapaan, atau terasa sebagai tuduhan?
- Di 12:105 orang yang melewati tanda-tanda di langit dan bumi disebut berpaling darinya sambil melewatinya, dan 12:106 yang menyusul menyebut bahwa kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah kecuali dalam keadaan mempersekutukan-Nya. Ayat 37:137 memakai kata kerja melintas yang sama dengan kata sapaan kalian. Pembaca dapat memperhatikan bahwa tempat yang paling sering dilewati kadang menjadi tempat yang paling jarang diperhatikan. Apa yang akan terlihat bila satu jalur yang biasa dilewatinya tiap hari dibaca seperti 12:105 membaca langit dan bumi?
- Pelewat di 2:259 berhenti di depan negeri yang roboh dan bertanya bagaimana Allah akan menghidupkannya setelah kematiannya, lalu menerima jawaban yang panjang. Pelewat di 37:137 tidak disebut berhenti atau bertanya, dan pertanyaan datang dari ayat berikutnya. Dua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh satu pertanyaan di samping tempat yang dilewati. Orang yang melewati tempat yang pernah menjadi pusat sebuah peristiwa dapat bertanya apa yang akan ditanyakannya kepada Allah bila berhenti di sana dan tidak terburu-buru.
- Di 11:81 para utusan Tuhanmu berkata kepada Lut bahwa waktu janji bagi kaumnya jatuh pada subuh, lalu bertanya, "Bukankah subuh itu sudah dekat?" Di 37:137 pagi menjadi waktu para pendengar melintas, jadi pagi yang di kisah itu menutup sebuah kota menjadi pagi yang biasa bagi orang lain. Waktu dalam sehari bisa dipakai kembali oleh peristiwa yang sama sekali berbeda. Pembaca dapat bertanya apa yang masih tersisa pada pagi hari biasa dari pagi yang oleh 11:81 disebut sudah dekat.
- Ayat 25:40 memakai kata kerja yang lain dari 37:137 dan mencatat bahwa orang-orang telah melewati negeri yang dijatuhi hujan buruk, bertanya apakah mereka tidak melihatnya, lalu menjawab sendiri dengan kata bahkan, mereka tidak mengharapkan kebangkitan. Ayat itu menaruh sebab tidak melihat pada apa yang diharapkan orang itu. Ayat 37:137 tidak memuat kalimat sebab seperti itu. Orang yang melewati pemandangan yang sama setiap hari dapat memeriksa apakah jalurnya, atau harapannya sesudah hidup ini, yang menentukan apa yang tampak baginya.
- Ayat 37:137 memakai penguat la dan kata kerja yang terus berlangsung, sehingga melintasi mereka dinyatakan sebagai hal yang berlangsung terus pada pendengar. Tidak ada permintaan agar mereka mempercayai kabar dari pihak ketiga. Ayat 15:76 memuat jenis kalimat yang sebanding untuk negeri yang dihujani, bahwa ia benar-benar terletak di jalan yang tetap. Bagi sebagian orang, pernyataan yang bersandar pada pengalaman pendengar sendiri lebih sulit dibantah daripada pernyataan yang bersandar pada cerita. Pembaca dapat membandingkan dua jenis sandaran itu dalam hal yang diyakininya hari ini.