وَبِاللَّيْلِ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

dan pada waktu malam. Maka, tidakkah kalian berakal?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَبِاللَّيْلِwa-bi-l-laylidan pada waktu malam
  2. أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunamaka, tidakkah kalian berakal

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَبِاللَّيْلِwa-bi-l-laylidan pada waktu malam
  2. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  3. تَعْقِلُونَta'qiluunakalian mengerti

Inti bacaan

Kelanjutan bukti yang dilewati 'pada waktu malam' pula, ditutup pertanyaan 'tidakkah kalian berakal?', akal yang seharusnya aktif merenungkan bukti berulang yang dilewati siang-malam, bukan sekadar melihat tanpa refleksi sama sekali.

Tafsiran

Ayat ini menutup seruan dengan pertanyaan retoris: bukti yang terus-menerus terlihat pagi dan malam seharusnya cukup menggugah akal.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka melewatinya pagi dan malam. Dua kali sehari. Tiap hari.
  • Yang dilewati reruntuhan kaum yang binasa. Bukan cerita. Bekas yang bisa dilihat.
  • Pertanyaannya menutup kalimat. Allah tidak menerangkan lagi. Yang lewat tiap hari disuruh berpikir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar l-y-l, '-q-l): layl diterjemahkan 'malam' (akar l-y-l); ta'qiluun diterjemahkan 'berakal' (akar '-q-l EQL, melewati puing kaum Lut tiap hari, seruan akal lewat bukti historis). Selaras.