وَبِاللَّيْلِ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
dan pada waktu malam. Maka, tidakkah kalian berakal?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَبِاللَّيْلِwa-bi-l-laylidan pada waktu malam
- أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunamaka, tidakkah kalian berakal
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَبِاللَّيْلِwa-bi-l-laylidan pada waktu malam
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- تَعْقِلُونَta'qiluunakalian mengerti
Inti bacaan
Rangkaian (وَبِاللَّيْلِ, wa-bi-l-layli) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:138, dan di enam ayat lain bentuk bi-l-layli bersanding dengan siang, yaitu 2:274, 6:60, 13:10, 21:42, 30:23, dan 41:38.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَبِاللَّيْلِ, wa-bi-l-layli) yang berarti "dan pada waktu malam", tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", (بِ, bi) yang berarti "pada", dan (اللَّيْلِ, al-layl) yang berarti "malam". Rangkaian wa-bi-l-layli hanya ada di ayat ini. Bentuk (بِاللَّيْلِ, bi-l-layli) dengan atau tanpa wa muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 2:274, 6:60, 13:10, 21:42, 30:23, 37:138, dan 41:38. Di empat ayat, yaitu 2:274, 21:42, 30:23, dan 41:38, bentuk itu langsung bersanding dengan siang dalam (بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ, bi-l-layli wa-n-nahaari) yang berarti "pada malam dan siang", dan di 6:60 serta 13:10 siang disebut dengan (بِالنَّهَارِ, bi-n-nahaari) di kalimat yang sama. Hanya 37:138 yang tidak memuat kata siang. Pasangan malam di sini adalah pagi di ayat sebelumnya, (مُصْبِحِينَ, mushbihiina) di 37:137.
Kata (أَفَلَا, a-fa-laa) yang berarti "maka tidakkah" tersusun dari (أَ, a), huruf tanya, (فَ, fa) yang berarti "maka", dan (لَا, laa) yang berarti "tidak", sehingga ayat ini berbentuk pertanyaan. Rangkaian (أَفَلَا تَعْقِلُونَ, a-fa-laa ta'qiluuna) yang berarti "maka tidakkah kalian berakal" muncul tiga belas kali di sebelas surah, yaitu 2:44, 2:76, 3:65, 6:32, 7:169, 10:16, 11:51, 12:109, 21:10, 21:67, 23:80, 28:60, dan 37:138. Di 12:109 pertanyaan itu menyusul ajakan memperhatikan akhir orang-orang sebelum mereka, di 28:60 menyusul kalimat tentang apa yang di sisi Allah, dan di 23:80 menyusul kalimat tentang pergantian malam dan siang. Di 37:138 pertanyaan itu menyusul dua keterangan waktu saja, malam di ayat ini dan pagi di ayat sebelumnya.
Kata kerja (تَعْقِلُونَ, ta'qiluuna) yang berarti "kalian berakal" berakar ع-ق-ل. Bentuk persis ini muncul dua puluh empat kali di tujuh belas surah, yaitu 2:44, 2:73, 2:76, 2:242, 3:65, 3:118, 6:32, 6:151, 7:169, 10:16, 11:51, 12:2, 12:109, 21:10, 21:67, 23:80, 24:61, 26:28, 28:60, 36:62, 37:138, 40:67, 43:3, dan 57:17. Seluruh akar ini muncul empat puluh sembilan kali dalam data morfologi, dan semuanya kata kerja, tanpa satu pun kata benda dari akar ini. Di 29:35, (لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, li-qawmin ya'qiluuna) yang berarti "bagi kaum yang mengerti", akar yang sama dipakai dalam rangkaian Lut untuk tanda yang ditinggalkan dari negeri itu. Terjemahan ayat ini memakai "berakal" sebagai padanan kata kerja itu.
Teks Arab ayat ini memuat tanda jeda sesudah wa-bi-l-layli, dan terjemahan memberi titik di sana, sehingga "dan pada waktu malam" berdiri sebagai potongan sendiri yang menyambung ke 37:137. Terjemahan tidak menambahkan "siang" atau "tiap hari" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya, dan tidak mengulang "melintasi" karena kata kerjanya sudah ada di ayat sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini menutup sapaan yang dimulai di 37:137. Pagi di ayat sebelumnya dan malam di ayat ini menjadi dua keterangan waktu bagi satu kata kerja, melintasi, dan pertanyaan yang menyusul tidak menyebut apa yang harus dipikirkan. Pokoknya diambil dari ayat-ayat di atasnya, yaitu kelompok yang dibinasakan di 37:136 dan waktu para pendengar melintasi mereka. Surah tidak mengutip jawaban para pendengar, dan 37:139 beralih ke Yunus.
Rumus yang menutup peristiwa kaum Lut di tempat lain muncul lagi di surah ini pada bagian yang berbeda. Di 26:173 dan 27:58 tertulis (فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ, fa-saa'a matharu l-mundzariina) yang berarti "maka betapa buruk hujan bagi orang-orang yang telah diperingatkan", dan di 37:177 tertulis (فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ, fa-saa'a shabaahu l-mundzariina) yang berarti "sangat buruklah pagi orang-orang yang telah diperingatkan". Surah 37 memakai rumus itu di 37:177 dengan pagi sebagai ganti hujan, dan kata pagi itu berakar sama dengan mushbihiina di 37:137. Pagi yang dilewati para pendengar di 37:137 dan pagi yang buruk bagi orang yang telah diperingatkan di 37:177 dapat dibaca sebagai dua penyebutan waktu yang sama dalam satu surah.
Ayat 25:40 memuat pertanyaan tentang melihat, lalu menyebut sebabnya dengan kata bahkan. Ayat 37:138 menutup dengan pertanyaan tentang akal dan tidak menyebut sebab apa pun, sehingga jawabannya dibiarkan terbuka bagi pembaca.
Renungan dan Hikmah
- Di 28:60 pertanyaan yang sama menyusul kalimat tentang apa yang di sisi Allah, lebih baik dan lebih kekal daripada kesenangan hidup dunia. Di 23:80 pertanyaan itu menyusul kalimat tentang Dia yang menghidupkan dan mematikan dan memiliki pergantian malam dan siang. Di 37:138 pertanyaan itu menyusul dua keterangan waktu dan tidak menyebut pihak mana pun, sehingga pokok yang harus dipikirkan diisi sendiri oleh pembaca dari ayat-ayat di atasnya. Pembaca dapat memeriksa apa yang diisinya ke ruang kosong itu. Apakah peristiwa di 37:136 yang pertama terlintas, atau hal lain yang kebetulan sedang memenuhi pikirannya?
- Ayat 25:40 bertanya kepada orang yang melewati negeri yang dihujani, "Maka tidakkah mereka melihatnya?", dan memakai kata kerja melihat. Ayat 37:138 memakai kata kerja berakal dan menaruh malam di sampingnya. Karena malam menyulitkan penglihatan, orang yang melewati tempat itu masih dapat memakai pertimbangan. Dua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang tidak identik, sehingga keduanya tidak disamakan. Orang yang pernah melewati tempat yang berat baginya pada malam hari dapat bertanya apa yang masih bekerja dalam dirinya ketika tidak ada yang tampak: ingatan, atau pertimbangan?
- Di 2:242 tertulis, "Demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian tanda-tanda-Nya, agar kalian berakal." Akar kata kerja berakal dipakai di situ sebagai tujuan sebuah penjelasan, dan di seluruh korpus akar itu muncul empat puluh sembilan kali dengan bentuk kata kerja saja. Pertanyaan di 37:138 dapat dibaca menanyakan apakah akal sedang dijalankan pada saat itu. Pembaca yang menyebut dirinya masuk akal dapat memeriksa kapan terakhir akalnya bekerja pada sesuatu yang sudah lama dilewatinya tanpa dipikirkan. Pekerjaan macam apa yang menjawab pertanyaan maka tidakkah kalian berakal?
- Di 6:60 Dia disebut menidurkan manusia pada malam hari dan mengetahui apa yang mereka kerjakan pada siang hari, lalu membangunkan mereka kembali. Malam di 37:138 dengan demikian berdampingan dengan ayat lain yang menaruh malam dalam pengetahuan dan kuasa Dia, walaupun 37:138 sendiri tidak menyebutnya. Pembaca yang melewati malam dalam keadaan tidur atau terjaga dapat memperhatikan bahwa 6:60 memasukkan keduanya ke dalam pengetahuan itu. Apa yang berubah pada malam yang sepi bila dibaca seperti 6:60 membacanya?
- Peristiwa yang sama disebut tanda bagi tiga macam penerima di ayat-ayat yang berlainan: di 15:75 bagi orang-orang yang cermat memperhatikan, di 15:77 bagi orang-orang mukmin, dan di 29:35 bagi kaum yang mengerti. Ayat 37:138 menyapa pendengar dengan kata kerja berakal, yang berakar sama dengan sebutan ketiga. Ayat-ayat tadi tidak menyebut satu kelompok sebagai pengganti kelompok lain. Pembaca dapat bertanya di sebutan mana dirinya paling mungkin berdiri ketika melewati sesuatu yang disebut tanda, dan sebutan mana yang ingin ditambahkannya.
- Di 37:177 pagi muncul lagi, kini dalam kalimat "sangat buruklah pagi orang-orang yang telah diperingatkan", sesudah 37:176 bertanya apakah azab Kami yang mereka minta disegerakan. Pagi di 37:137 dilewati para pendengar, dan pagi di 37:177 menimpa orang yang telah diperingatkan. Satu waktu dalam sehari menjadi tempat dua keadaan yang berbeda, melintas dan ditimpa. Pembaca dapat memperhatikan bahwa surah ini menyebut pagi yang sama pada dua tempat dengan dua kedudukan. Pagi manakah yang sedang dijalani pembaca ketika membaca ayat ini?