وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

Dan sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنَّ يُونُسَwa-inna yuunusadan sesungguhnya Yunus
  2. لَمِنَ الْمُرْسَلِينَla-mina l-mursaliinabenar-benar termasuk para rasul

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. يُونُسَyuunusaYunus
  3. لَمِنَla-minasungguh termasuk
  4. الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul

Inti bacaan

Frasa la-mina l-mursaliina muncul lima kali di Al-Qur'an (2:252, 36:3, 37:123, 37:133, 37:139), dan tiga kemunculan terakhir menyusul nama Ilyas, Lut, dan Yunus.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّ يُونُسَ, wa-inna yuunusa) yang berarti "dan sesungguhnya Yunus". Nama (يُونُسَ, yuunusa) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:163, 6:86, 10:98, dan 37:139. Di 4:163 namanya berada dalam (وَيُونُسَ, wa-yuunusa) di tengah daftar orang yang kepada mereka Kami mewahyukan. Di 6:86 namanya berada dalam daftar yang ditutup dengan (وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ, wa-kullan fadhdhalnaa 'alaa l-'aalamiina) yang berarti "dan masing-masing Kami lebihkan atas seisi alam". Di 10:98 namanya berada dalam (قَوْمَ يُونُسَ, qawma yuunusa) yang berarti "kaum Yunus". Pada tiga ayat itu nama tersebut menjadi bagian daftar atau sebutan kaum, sedangkan 37:139 menjadikannya pokok kalimat yang diberi keterangan tentang kedudukannya. Terjemahan memakai "Yunus" tanpa gelar tambahan, karena Arab ayat ini memuat nama saja.

Kata (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) tersusun dari la- yang berarti "benar-benar", mina yang berarti "termasuk", dan (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul". Frasa persis la-mina l-mursaliina muncul lima kali di tiga surah, yaitu 2:252, 36:3, 37:123, 37:133, dan 37:139. Di 2:252 frasa itu mengikuti (وَإِنَّكَ, wa-innaka) dan di 36:3 mengikuti (إِنَّكَ, innaka), dan keduanya berarti "sesungguhnya engkau". Di tiga ayat surah 37 frasa itu mengikuti nama, yaitu (وَإِنَّ إِلْيَاسَ, wa-inna ilyaasa) di 37:123, (وَإِنَّ لُوطًا, wa-inna luuthan) di 37:133, dan (وَإِنَّ يُونُسَ, wa-inna yuunusa) di 37:139. Ketiga kalimat itu sama kecuali namanya, sehingga terjemahan 37:139 memakai "Dan sesungguhnya ... benar-benar termasuk para rasul" seperti terjemahan 37:123 dan 37:133. Terjemahan 36:3 memakai "salah seorang dari", dan 37:139 mengikuti padanan "termasuk" milik dua ayat satu surahnya.

Kata (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) berakar ر-س-ل dan menyebut orang yang dikenai pengutusan, sehingga di balik kata itu ada pihak yang mengutus. Pihak itu tampak pada kata kerja berakar sama di ayat lain. Di 6:48, (وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ, wa-maa nursilu l-mursaliina) berarti "dan tidaklah Kami mengutus para rasul", dan di 37:147, (وَأَرْسَلْنَاهُ, wa-arsalnaahu) berarti "dan Kami mengutusnya". Kata ganti -hu di 37:147 merujuk pada orang yang dituturkan di ayat-ayat sebelumnya, yaitu Yunus menurut urutan 37:139 sampai 37:146. Di surah 37 sendiri bentuk (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) muncul enam kali, yaitu di 37:37, 37:123, 37:133, 37:139, 37:171, dan 37:181.

Ayat ini tidak memuat satu pun kata kerja, sehingga terjemahan tidak menambahkan penanda waktu seperti "dahulu" atau "adalah", dan tidak menambahkan keterangan tentang tugasnya. Kepada siapa Yunus diutus tidak tertulis di sini. Tujuan itu baru tertulis delapan ayat kemudian di 37:147, dengan (إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ, ilaa mi'ati alfin) yang berarti "kepada seratus ribu". Terjemahan 37:139 karena itu berhenti pada kedudukan dan tidak mengisi apa yang belum ditulis.

Tafsiran

Ayat ini memuat satu kalimat yang menyatakan kedudukan Yunus tanpa menyebut perbuatan apa pun, dan kalimat itu hadir sebelum satu pun perbuatannya dituturkan. Kisah Yunus di surah 37 mulai bergerak di 37:140 dengan kata kerja (أَبَقَ, abaqa), sehingga kedudukan sudah berada di tangan pembaca ketika perbuatan pertama dituturkan.

Pola pembuka ini dipakai juga untuk Ilyas di 37:123 dan Lut di 37:133. Di kedua tempat itu ayat sesudahnya dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", yaitu (إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, idz qaala li-qawmihi) di 37:124 dan (إِذْ نَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ, idz najjaynaahu wa-ahlahu) di 37:134. Ayat 37:140 mengulang pola itu dengan (إِذْ أَبَقَ, idz abaqa). Tiga kisah berurutan di surah ini karena itu memakai kerangka yang sama, yaitu satu kalimat kedudukan lalu satu peristiwa yang dibuka idz. Pelaku peristiwa itu berbeda pada ketiganya. Ilyas berbicara di 37:124, Lut diselamatkan di 37:134, dan Yunus bergerak menuju kapal di 37:140.

Kedudukan yang dinyatakan di 37:139 bertemu kembali dengan kata kerja di 37:147, (وَأَرْسَلْنَاهُ, wa-arsalnaahu) yang berarti "dan Kami mengutusnya". Di antara dua ayat itu terletak seluruh rangkaian pelarian, undian, penelanan, dan pelemparan ke daratan, sehingga kalimat kedudukan di 37:139 dan kata kerja pengutusan di 37:147 mengapit rangkaian itu. Ayat 37:140 sampai 37:146 sendiri tidak memuat kata rasul.

Kata para rasul muncul lagi di dua tempat terakhir surah ini, yaitu (لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ, li-'ibaadinaa l-mursaliina) di 37:171 yang berarti "bagi hamba-hamba Kami para rasul" dan (عَلَى الْمُرْسَلِينَ, 'alaa l-mursaliina) di 37:181 yang berarti "atas para rasul". Dua ayat itu datang sesudah semua kisah selesai, sehingga kedudukan yang dinyatakan di tengah rangkaian kisah diulang di penutup surah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:139 menyatakan kedudukan Yunus dalam satu kalimat, sebelum 37:140 sampai 37:142 menuturkan pelarian, undian, dan penelanan oleh ikan. Urutan serupa tampak di 2:252, yang menyatakan bahwa tanda-tanda Allah dibacakan kepada penerima wahyu dengan benar, lalu menyusulkan "Dan sesungguhnya engkau benar-benar termasuk di antara para rasul". Ayat 2:252 menyapa penerima wahyu dengan kata "engkau" dan tidak berbicara tentang Yunus, sehingga keduanya tidak disamakan. Pada kedua ayat kedudukan disebut lebih dulu, dan alasan urutannya tidak tertulis. Urutan mana yang dipilih pembaca ketika menceritakan hidup orang lain, kedudukannya atau kesalahannya lebih dulu, dan apa yang berubah pada pendengar karena pilihan itu?
  • Kalimat yang sama, dengan nama sebagai pembeda, dipakai untuk Ilyas di 37:123, Lut di 37:133, dan Yunus di 37:139, tetapi ayat-ayat sesudahnya membawa tiga arah yang berbeda. Di 37:127 sampai 37:128 kaum Ilyas mendustakannya dan akan dihadirkan, "kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Di 37:134 sampai 37:135 Lut diselamatkan bersama keluarganya, kecuali seorang perempuan tua. Di 37:140 Yunus lari ke kapal. Alasan perbedaan arah itu tidak tertulis di ketiga tempat. Dapat dibaca bahwa kalimat kedudukan yang sama tidak meramalkan jalan cerita masing-masing. Apa yang diharapkan pembaca dari sebuah gelar, dan sudahkah harapan itu diuji dengan membaca perbuatan pemegang gelar itu sesudahnya?
  • Kata para rasul menyebut orang yang dikenai pengutusan, sehingga kalimat 37:139 menyatakan sesuatu yang datang dari pihak lain. Di 6:48 pelakunya ditulis dengan kata "Kami", dan di 37:147 "Kami mengutusnya". Di 4:165 alasannya diberikan untuk rasul-rasul secara umum, yaitu "agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus". Ayat 4:165 tidak menyebut Yunus, dan ayat itu tidak dipakai di sini untuk menafsirkan tujuan pengutusan Yunus. Dapat dibaca bahwa kedudukan itu berasal dari pihak yang mengutus dan tidak digantungkan pada keadaan Yunus pada satu saat. Kedudukan apa dalam hidup pembaca yang diberikan oleh pihak lain, dan pernahkah kedudukan itu diperlakukan seolah-olah bergantung pada suasana hati hari itu?
  • Di 6:86 nama Yunus berdampingan dengan Ismail, Ilyasa, dan Lut dalam satu rincian yang ditutup dengan "Masing-masing Kami lebihkan atas seisi alam". Ayat 6:86 memuat pernyataan kelebihan dan tidak memuat kisah pelarian, sedangkan 37:139 sampai 37:148 memuat pelarian dan tidak memuat kata kelebihan. Dua ayat itu berdiri di surahnya masing-masing, dan tidak ada ayat yang menggabungkannya. Sanggupkah pembaca memegang kedua catatan itu untuk orang yang sama tanpa membuang salah satunya, dan catatan mana yang lebih cepat diingat ketika menilai orang lain?
  • Nama Yunus muncul di 10:98 sebagai nama sebuah kaum: "kecuali kaum Yunus. Ketika mereka beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia". Ayat 10:98 tidak memuat kisah pelarian, dan 37:139 tidak memuat kata kaum, sehingga kaitan peristiwa antara keduanya tidak dinyatakan oleh salah satu ayat itu. Teks mencatat bahwa nama yang sama dikenal lewat kedudukan di 37:139 dan lewat kaumnya di 10:98. Bila namanya sendiri disebut orang di kemudian hari, pembaca lebih ingin dikenal lewat kedudukannya atau lewat orang-orang yang menyertainya?
  • Ayat 37:139 menyebut kedudukan tanpa menyebut kepada siapa kedudukan itu dijalankan, dan keterangannya baru datang di 37:147 dengan "seratus ribu orang, atau lebih". Delapan ayat memisahkan keduanya, dan isinya mencakup pelarian, undian, penelanan, pengandaian, dan pelemparan ke daratan. Isi pikiran Yunus selama delapan ayat itu tidak diberitakan. Pernyataan tanpa isi dapat ditahan dulu tanpa kesimpulan sampai keterangan lengkap tiba. Berapa banyak kesimpulan tentang orang lain yang selama ini ditarik dari satu ayat yang kebetulan sedang terbuka di depan pembaca?