فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
Maka, ikan besar menelannya, sedang ia dalam keadaan tercela.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُfa-ltaqamahu l-huutumaka, ikan besar menelannya
- وَهُوَ مُلِيمٌwa-huwa muliimunsedang ia dalam keadaan tercela
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَالْتَقَمَهُfa-ltaqamahumaka ia menelannya
- الْحُوتُl-huutuikan
- وَهُوَwa-huwasedang ia
- مُلِيمٌmuliimunyang tercela
Inti bacaan
Ditelan ikan besar 'dalam keadaan tercela', konsekuensi langsung dari keputusan melarikan diri, digambarkan tanpa menutup-nutupi aspek yang memalukan dari situasi itu.
Tafsiran
Ayat ini menandai puncak episode pelarian Yunus: ditelan ikan besar sebagai konsekuensi dari kepergiannya tanpa izin.
Renungan dan Hikmah
- Keadaannya disebut Allah tercela, bukan malang. Bukan korban. Tercela.
- Yang mendahuluinya undian, bukan badai. Ikut diundi. Kalah.
- Sebab ia tak tinggal selamanya Allah sebutkan dua ayat kemudian. Karena ia bertasbih. Kalau tidak, tetap di sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-m, h-w-t, l-w-m): iltaqamahu diterjemahkan 'menelannya' (akar l-q-m); huut diterjemahkan 'ikan besar' (akar h-w-t); muliim diterjemahkan 'tercela' (akar l-w-m).