فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

Maka, ikan menelannya, sedang ia dalam keadaan tercela.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُfa-ltaqamahu l-huutumaka, ikan menelannya
  2. وَهُوَ مُلِيمٌwa-huwa muliimunsedang ia dalam keadaan tercela

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَالْتَقَمَهُfa-ltaqamahumaka ia menelannya
  2. الْحُوتُl-huutuikan
  3. وَهُوَwa-huwasedang ia
  4. مُلِيمٌmuliimunyang tercela

Inti bacaan

Bentuk (فَالْتَقَمَهُ, fa-ltaqamahu) muncul satu kali di Al-Qur'an.

Penjelasan pilihan kata

Kata (فَالْتَقَمَهُ, fa-ltaqamahu) yang berarti "maka, ... menelannya" tersusun dari fa yang berarti "maka", kata kerja iltaqama yang berarti "menelan", dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Akar ل-ق-م muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:142, sehingga artinya tidak bisa dibandingkan dengan ayat lain. Akhiran -hu merujuk pada Yunus, yang menjadi pokok kalimat di 37:139 dan pelaku kata kerja di 37:140 dan 37:141. Terjemahan memakai "menelannya" tanpa tambahan "seluruh tubuhnya" atau "hidup-hidup", karena Arabnya tidak memuat kata yang melahirkannya.

Kata (الْحُوتُ, l-huutu) yang berarti "ikan" berakar ح-و-ت. Akar itu muncul di lima ayat, yaitu 7:163, 18:61, 18:63, 37:142, dan 68:48. Di 7:163 bentuknya (حِيتَانُهُمْ, hiitaanuhum) yang berarti "ikan-ikan mereka", di 18:61 (حُوتَهُمَا, huutahumaa) yang berarti "ikan mereka", di 18:63 (الْحُوتَ, l-huuta) yang berarti "ikan itu", dan di 68:48 (كَصَاحِبِ الْحُوتِ, ka-shaahibi l-huuti) yang berarti "seperti orang yang bersama ikan". Terjemahan memakai "ikan" di kelima ayat itu. Di empat ayat lain tidak ada tambahan yang menyebut ukuran, dan di 37:142 pun tidak ada kata Arab untuk ukuran, sehingga terjemahan memakai "ikan" saja.

Ayat 68:48 sampai 68:49 memuat dua kata yang juga ada di 37:142 sampai 37:145. Kata pertama adalah ikan di 68:48, dan kata kedua adalah (بِالْعَرَاءِ, bi-l-araa'i) yang berarti "ke tanah tandus" di (لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ, la-nubidza bi-l-araa'i) pada 68:49 serta di 37:145. Frasa bi-l-araa'i muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:145 dan 68:49. Nama Yunus tidak tertulis di 68:48 sampai 68:50, dan pembacaan yang menyamakan tokoh di sana dengan Yunus bersandar pada kedua kata itu.

Kata (مُلِيمٌ, muliimun) yang berarti "tercela" berakar ل-و-م. Bentuk persisnya muncul dua kali, yaitu di 37:142 dan 51:40. Di 51:40 kata itu menyifati orang yang di 51:38 dan 51:39 dituturkan diutus kepadanya dan berpaling bersama pendukungnya, yaitu Firaun, sesudah Kami menghukumnya dan melemparkan mereka ke laut. Bentuk lain dari akar yang sama, (مَلُومًا, maluuman) di 17:29 dan 17:39, (بِمَلُومٍ, bi-maluumin) di 51:54, dan (مَلُومِينَ, maluumiina) di 70:30, juga diterjemahkan "tercela". Morfologi menandai muliim sebagai bentuk pelaku dan maluum sebagai bentuk yang dikenai, tetapi padanan Indonesianya sama, sehingga perbedaan itu tidak tampak di terjemahan. Terjemahan 68:49 memakai "tercela" juga untuk (مَذْمُومٌ, madzmuumun) yang berakar ذ-م-م, akar yang berbeda. Siapa yang mencela Yunus tidak tertulis.

Kata (وَهُوَ, wa-huwa) yang berarti "sedang ia" menyambungkan keadaan dengan peristiwa utama. Empat keadaan ditulis dengan susunan ini untuk tokoh yang dituturkan bersama ikan, yaitu (وَهُوَ مُلِيمٌ, wa-huwa muliimun) di 37:142, (وَهُوَ سَقِيمٌ, wa-huwa saqiimun) yang berarti "sedang ia dalam keadaan sakit" di 37:145, (وَهُوَ مَكْظُومٌ, wa-huwa makzhuumun) yang diterjemahkan "dengan hati sedih" di 68:48, dan (وَهُوَ مَذْمُومٌ, wa-huwa madzmuumun) di 68:49. Susunan wa-huwa muliimun sendiri muncul dua kali, yaitu 37:142 dan 51:40.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan pokok kalimat dari Yunus ke ikan. Di 37:140 dan 37:141 Yunus yang bertindak, tetapi di 37:142 pelaku kata kerjanya adalah (الْحُوتُ, l-huutu), dan Yunus hadir sebagai yang dikenai pada akhiran -hu. Keadaan tercela tetap melekat pada Yunus lewat (وَهُوَ, wa-huwa), padahal yang bertindak ikan, sehingga ayat ini memisahkan siapa yang bertindak dari siapa yang menanggung keadaan.

Antara 37:141 dan 37:142 ada loncatan yang tidak dicatat. Ayat 37:141 selesai pada hasil undian, dan 37:142 mulai pada penelanan. Siapa atau apa yang membawa Yunus dari undian sampai ke ikan tidak tertulis, dan laut tidak disebut di 37:139 sampai 37:144. Pembaca dapat mengisi loncatan itu dengan bayangan sendiri, sedangkan ayat memuat dua peristiwa yang disambung huruf fa saja.

Di 51:40 keadaan tercela menyusul tindakan yang pelakunya Kami, yaitu (فَنَبَذْنَاهُمْ, fa-nabadznaahum) yang berarti "lalu Kami lemparkan mereka". Di 37:142 keadaan yang sama menyusul tindakan yang pelakunya ikan. Dua ayat itu menuturkan orang yang berbeda dan peristiwa yang berbeda, sehingga tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa kata tercela menyifati keadaan seseorang pada saat sesuatu menimpanya, tanpa bergantung pada siapa yang bertindak atasnya.

Urutan keadaan yang tertulis sampai ayat ini adalah kedudukan di 37:139, gerak di 37:140, hasil undian di 37:141, lalu penelanan dengan keadaan tercela di 37:142. Ayat 37:143 memuat pengandaian yang mengubah arah pembicaraan, dan 37:145 menuturkan peristiwa sesudah penelanan.

Renungan dan Hikmah

  • Pelaku penelanan di 37:142 adalah ikan, tetapi keadaan tercela ditulis melekat pada Yunus lewat penghubung wa-huwa. Ayat itu tidak memuat kata sifat bagi ikan dan tidak menyebut siapa yang mencela. Orang yang dikenai tindakan pihak lain tetap dapat disebut dengan sifat yang menyangkut dirinya, dan alasan hubungan itu tidak dijelaskan. Ketika sesuatu menimpa pembaca di luar kehendaknya, sifat apa yang lebih cepat ditempelkan orang kepadanya, dan sifat apa yang lebih cepat ditempelkannya sendiri?
  • Akar kata tercela di 37:142 dipakai pula di 17:29 untuk orang yang menahan tangannya atau mengulurkannya sepenuh-penuhnya, "sebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal", dan di 17:39 untuk orang yang menjadikan tuhan lain bersama Allah, "nanti engkau dilemparkan ke dalam Jahanam dalam keadaan tercela lagi terusir". Tiga ayat itu menuturkan tiga perkara yang berbeda, dan sifat tercela di masing-masing tidak dipakai untuk menjelaskan yang lain. Dapat dibaca bahwa kata yang sama menyifati keadaan yang sangat berlainan, sehingga dari kata itu saja pembaca tidak dapat menyimpulkan jenis kesalahannya. Perkara apa yang segera terbayang ketika kata tercela terdengar dari mulut orang lain, dan dari mana bayangan itu datang?
  • Di 68:48 seorang tokoh disebut dengan "orang yang bersama ikan", sesudah perintah "bersabarlah terhadap putusan Tuhanmu". Ayat itu menamai tokoh tersebut lewat satu peristiwa, dan nama diri tidak tertulis di 68:48 sampai 68:50. Pembacaan yang menyamakannya dengan Yunus bersandar pada kata ikan di 37:142 serta tanah tandus di 37:145 dan 68:49. Dapat dibaca bahwa sebuah peristiwa bisa menjadi cara orang dikenali, dan ayat 68:48 tidak menjelaskan alasan pilihan sebutan itu. Peristiwa mana dalam hidup pembaca yang paling mungkin dipakai orang untuk menyebutnya sesudah kematiannya, dan mewakilkah peristiwa itu seluruh hidupnya?
  • Susunan sedang ia di 37:142, 37:145, 68:48, dan 68:49 melahirkan empat keadaan, yaitu tercela, sakit, dengan hati sedih, dan tercela lagi. Di 68:49 kalimatnya berbunyi "Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela". Keempat keadaan itu tersebar di dua surah dan tidak disusun menjadi satu urutan oleh ayat mana pun. Susunan menurut urutan ayat adalah pembacaan, sedangkan catatan teksnya sendiri berupa empat keadaan yang terpisah. Keadaan mana dari diri pembaca yang pernah disebut orang dengan satu kata, dan berapa keadaan lain yang berlangsung pada waktu yang sama tetapi tidak sempat disebut?
  • Kata tercela di 51:40 menyifati Firaun sesudah Kami menghukumnya dan melemparkan mereka ke laut, dan di 37:142 menyifati Yunus sesudah ikan menelannya. Pada Firaun kata itu menyusul tindakan yang pelakunya Kami, sedangkan pada Yunus menyusul tindakan yang pelakunya ikan. Dua ayat itu menuturkan orang yang berbeda, dan teks tidak menjadikan salah satunya pembanding bagi yang lain. Kata yang sama dengan dua pelaku tindakan yang berbeda menunjukkan perlunya membaca kalimat sekitarnya sebelum menilai. Penilaian apa yang pernah dijatuhkan dari satu kata saja, tanpa membaca siapa yang bertindak dan apa yang menimpa orang itu?
  • Ayat 37:141 berhenti pada hasil undian, dan 37:142 mulai pada penelanan. Tidak ada kata kerja di antaranya yang menuturkan Yunus dilempar, jatuh, atau diturunkan, dan laut tidak disebut di rangkaian ini. Di 37:145 muncul kata kerja berpelaku Kami, (فَنَبَذْنَاهُ, fa-nabadznaahu), yang berarti "maka, Kami lemparkan ia", tetapi kata itu menyangkut peristiwa sesudah penelanan dan tidak menjelaskan peristiwa sebelumnya. Pembaca yang mengisi bagian yang kosong dapat memakai gambaran dari sumber lain. Bagian mana dari sebuah kisah yang dipegang dari ayat dan bagian mana yang ditambahkan sendiri, dan sanggupkah pembaca menunjukkan batasnya?