فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

Maka, sekiranya ia bukan termasuk orang-orang yang bertasbih,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَfa-lawlaa annahu kaanamaka, sekiranya ia bukan
  2. مِنَ الْمُسَبِّحِينَmina l-musabbihiinatermasuk orang-orang yang bertasbih

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. فَلَوْلَاfa-lawlaamaka seandainya bukan karena
  2. أَنَّهُannahubahwa ia
  3. كَانَkaanaadalah
  4. مِنَminadari
  5. الْمُسَبِّحِينَl-musabbihiinaorang-orang yang bertasbih

Inti bacaan

Frasa (مِنَ الْمُسَبِّحِينَ, mina l-musabbihiina) muncul satu kali di Al-Qur'an.

Penjelasan pilihan kata

Kata (فَلَوْلَا, fa-lawlaa) yang berarti "maka, sekiranya ... bukan" muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu di 2:64, 6:43, 9:122, 10:98, 11:116, 37:143, 43:53, 46:28, 56:57, 56:62, 56:70, 56:83, dan 56:86. Terjemahan memberi kata itu dua padanan menurut kalimatnya. Di 2:64 dan 37:143 padanannya berupa pengandaian, yaitu "seandainya ... bukan" dan "sekiranya ... bukan", sedangkan di 10:98, 11:116, 43:53, dan 46:28 padanannya "mengapa tidak". Pada ayat-ayat yang dikutip di sini, perbedaan itu tampak pada kata yang mengikutinya. Di 2:64 kata itu disusul kata benda, yaitu (فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ, fa-lawlaa fadhlu llaahi) yang berarti "maka sekiranya karunia Allah tidak ada", dan di 37:143 disusul (أَنَّهُ كَانَ, annahu kaana) yang berarti "bahwa ia adalah". Di keempat ayat yang berpadanan "mengapa tidak", kata itu disusul langsung oleh kata kerja, yaitu (كَانَتْ, kaanat) di 10:98, (كَانَ, kaana) di 11:116, (أُلْقِيَ, ulqiya) di 43:53, dan (نَصَرَهُمُ, nasharahumu) di 46:28.

Jawaban pengandaian di 37:143 dibuka dengan la- di ayat berikutnya, yaitu (لَلَبِثَ, la-labitsa), sama seperti jawaban di 2:64, (لَكُنْتُمْ, la-kuntum), dan di 68:49, (لَنُبِذَ, la-nubidza). Terjemahan menulis "sekiranya ia bukan termasuk" untuk satu kata itu bersama kata sesudahnya, dan "bukan" di sini berasal dari lawlaa itu sendiri.

Kata (أَنَّهُ, annahu) yang berarti "bahwa ia" memuat akhiran -hu yang merujuk pada Yunus, sehingga pengandaian ini menyangkut dirinya dan tidak menyangkut golongan lain. Kata (كَانَ, kaana) sesudahnya diterjemahkan "termasuk" bersama mina, seperti pada 37:141 yang memuat (فَكَانَ, fa-kaana) untuk keanggotaan di antara orang-orang yang kalah. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat belum selesai, dan jawabannya baru datang di 37:144 dengan (لَلَبِثَ, la-labitsa) yang berarti "niscaya ia tinggal".

Kata (الْمُسَبِّحِينَ, l-musabbihiina) yang berarti "orang-orang yang bertasbih" berakar س-ب-ح dan menyebut pelaku tasbih dalam bentuk jamak. Bentuk dengan akhiran ini muncul satu kali di 37:143. Bentuk yang berbeda akhirannya, (الْمُسَبِّحُونَ, l-musabbihuuna), muncul satu kali di 37:166 dalam (وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ, wa-innaa la-nahnu l-musabbihuuna) yang berarti "dan sesungguhnya kamilah yang bertasbih", dan pembicara di 37:164 sampai 37:166 tidak disebut namanya di ayat-ayat itu. Akar yang sama juga membentuk kata kerja, misalnya (سَبَّحَ لِلَّهِ, sabbaha li-llaahi) di 59:1 yang berarti "bertasbih kepada Allah", dengan sasaran tasbih tertulis.

Di 37:143 sasaran tasbih tidak tertulis, sehingga terjemahan tidak menambahkan "kepada Allah" atau "di dalam perut ikan". Isi ucapan tasbih Yunus, kapan mulai bertasbih, dan berapa lama, juga tidak tertulis. Terjemahan mempertahankan kalimat ini sebagai keanggotaan dalam golongan, yaitu mina dan bentuk jamak pelaku, dan tidak mengubahnya menjadi "sekiranya tidak bertasbih", sebab Arabnya memuat golongan dan tidak memuat kata kerja tasbih.

Tafsiran

Ayat ini menuliskan keanggotaan ketiga Yunus dalam enam ayat, dan ketiganya memakai mina dengan bentuk jamak pelaku, yaitu (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) di 37:139, (مِنَ الْمُدْحَضِينَ, mina l-mudhadhiina) di 37:141, dan (مِنَ الْمُسَبِّحِينَ, mina l-musabbihiina) di 37:143. Yunus dikenali di sini lewat tiga golongan, yaitu para rasul, orang-orang yang kalah, dan orang-orang yang bertasbih, dan ayat-ayat itu tidak menyusunnya menjadi rantai sebab dan akibat.

Pengandaian di 37:143 menyangkut lamanya tinggal di dalam ikan. Apa yang akan terjadi tanpa keanggotaan itu ditulis di 37:144, dan sebab pelemparan di 37:145 tidak diberitakan di 37:143. Kalimat pengandaian menyatakan apa yang mencegah akibat yang dibayangkan, dan tidak menyatakan apa yang mendatangkan peristiwa yang tertulis sesudahnya.

Ayat 68:49 memuat pengandaian dengan kata lawlaa pula, yaitu "Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela". Bila tokoh di 68:48 adalah Yunus, seperti yang dapat dibaca dari kata ikan dan tanah tandus yang dipakai bersama, maka dua pengandaian itu memuat dua syarat yang berbeda, yaitu keanggotaan dalam golongan yang bertasbih dan nikmat dari Tuhan. Tidak ada ayat yang menyatakan kedua syarat itu satu atau berlainan, sehingga keduanya dibaca berdampingan tanpa digabung.

Di 2:64 pengandaian yang sebangun bersandar pada karunia Allah dan rahmat-Nya, dan jawabannya menyebut orang-orang yang rugi. Ayat 2:64 berbicara kepada orang-orang yang berpaling dan tidak menyebut Yunus, sehingga hanya dipakai sebagai pembanding bentuk kalimat.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:143 menuliskan tasbih sebagai keanggotaan dalam golongan orang yang bertasbih. Di 59:1 tasbih dituturkan sebagai kegiatan seluruh isi langit dan bumi, "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah". Dua ayat itu menuturkan hal yang berbeda, yang satu tentang seseorang dan yang lain tentang segala yang ada, sehingga tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa Al-Qur'an menyebut tasbih baik sebagai kegiatan maupun sebagai golongan. Bila pembaca ditanya golongan mana yang tercatat pada namanya, yang disebut golongan yang diikuti saat tenang atau golongan yang tampak ketika semua pilihan lain sudah tertutup?
  • Surah 37 memuat rumusan tasbih di 37:159, "Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan", dan di 37:180, "Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kedigdayaan, dari apa yang mereka sifatkan". Kedua rumusan itu tidak diberikan kepada Yunus oleh ayat mana pun. Di 37:143 hanya tertulis bahwa Yunus termasuk orang yang bertasbih, tanpa ucapan, sasaran, atau waktu. Rumusan di 37:159 dan 37:180 serta keanggotaan Yunus di 37:143 tidak dihubungkan oleh ayat. Bila keanggotaan pembaca dalam suatu golongan diumumkan kepada banyak orang, ucapan apa yang akan dianggap orang mewakilinya, dan pernahkah ucapan itu benar-benar diucapkan?
  • Di 37:143 pengandaian bertumpu pada keanggotaan dalam golongan yang bertasbih, dan di 68:49 pada nikmat dari Tuhannya, "Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, niscaya dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela". Kedua ayat berada di dua surah, dan tidak ada ayat yang menyatakan keduanya berlaku bersama atau sebagai pengganti satu sama lain. Dapat dibaca bahwa sebuah peristiwa bisa diterangkan dari dua sisi, yaitu dari sisi orang yang mengalaminya dan dari sisi pihak yang memberi. Ketika sesuatu yang buruk tidak jadi menimpa pembaca, sisi mana yang lebih cepat disebut, apa yang dilakukan sendiri atau apa yang diberikan kepadanya?
  • Ayat 37:142 menyifati Yunus tercela, dan 37:143 langsung menyebutnya termasuk orang yang bertasbih. Dua sifat itu ditulis pada ayat yang berurutan, tanpa ayat penengah, dan 37:143 tidak mencabut sifat di 37:142. Keduanya dituturkan sebagai sifat orang yang sama pada rangkaian peristiwa yang sama. Sifat apa saja yang pernah dilihat berlaku bersamaan pada satu orang yang dikenal, dan sifat mana yang dipilih untuk disebut ketika orang itu dibicarakan?
  • Pengandaian di 2:64, 37:143 sampai 37:144, dan 68:49 masing-masing menyebut keburukan yang tidak terjadi. Di 2:64 keburukan itu termasuk orang-orang yang rugi, bila karunia Allah dan rahmat-Nya tidak menyertai mereka. Di 37:144 keburukan itu tinggal sampai hari dibangkitkan, dan di 68:49 dicampakkan dalam keadaan tercela. Ketiga ayat menuturkan peristiwa yang berbeda, sehingga tidak ada yang dipakai untuk menafsirkan yang lain. Dapat dibaca bahwa sebagian keadaan baik dalam kisah-kisah itu dinyatakan lewat apa yang tidak terjadi. Keburukan apa yang tidak pernah menimpa pembaca tetapi tidak pernah pula disyukuri, karena tidak ada yang menuturkannya?
  • Di 37:166 keanggotaan dalam golongan yang bertasbih diucapkan oleh pembicara tentang dirinya, "dan sesungguhnya kamilah yang bertasbih", sedangkan di 37:143 keanggotaan itu dituturkan pihak lain tentang Yunus. Pembicara di 37:164 sampai 37:166 tidak disebut namanya di ayat-ayat itu, sehingga identitasnya tidak dipakai di sini. Keanggotaan mana dalam hidup pembaca yang pernah diakui sendiri, mana yang hanya mungkin diberitakan orang lain, dan sama panjangkah kedua daftar itu?