لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
niscaya ia tinggal di perutnya sampai hari mereka dibangkitkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِla-labitsa fii bathnihiniscaya ia tinggal di perutnya
- إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَilaa yawmi yub'atsuunasampai hari mereka dibangkitkan
Terjemahan per kata (6 kata)
- لَلَبِثَla-labitsasungguh ia akan tinggal
- فِيfiidi
- بَطْنِهِbathnihiperutnya
- إِلَىٰilaasampai
- يَوْمِyawmiHari
- يُبْعَثُونَyub'atsuunamereka dibangkitkan
Inti bacaan
Bentuk (لَلَبِثَ, la-labitsa) muncul sekali di Al-Qur'an.
Penjelasan pilihan kata
Kata (لَلَبِثَ, la-labitsa) yang berarti "niscaya ia tinggal" tersusun dari la- yang berarti "niscaya" dan kata kerja labitsa yang berarti "tinggal", dan labitsa berakar ل-ب-ث. Bentuk persis la-labitsa muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:144. Kata kerja labitsa diterjemahkan "tinggal" di ayat lain yang memakai akar yang sama. Di 29:14, (فَلَبِثَ فِيهِمْ, fa-labitsa fiihim) berarti "lalu ia tinggal bersama mereka", dan di 18:25, (وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ, wa-labitsuu fii kahfihim) berarti "dan mereka tinggal di dalam gua mereka". Terjemahan 37:144 memakai "tinggal" tanpa tambahan "tetap", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya, dan tak satu pun dari ayat pembanding itu menambahkannya.
Kata (فِي بَطْنِهِ, fii bathnihi) yang berarti "di perutnya" berakar ب-ط-ن. Bentuk persis (بَطْنِهِ, bathnihi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 24:45 dan 37:144. Di 24:45 bentuk itu berada dalam (عَلَىٰ بَطْنِهِ, 'alaa bathnihi) yang berarti "dengan perutnya", untuk hewan yang berjalan dengan perutnya. Bentuk jamaknya, (بُطُونِ, buthuuni), ada di 16:78 dalam (مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ, min buthuuni ummahaatikum) yang berarti "dari perut ibu kalian". Akhiran -hi di 37:144 merujuk pada ikan di 37:142, sebab ayat 37:143 dan 37:144 tidak menyebut pihak lain yang memiliki perut, dan kata kerja labitsa sudah memuat Yunus sebagai pelakunya. Terjemahan menulis "perutnya" dan tidak "perut ikan", karena kata ikan tidak tertulis di ayat ini.
Kata (إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ, ilaa yawmi yub'atsuuna) yang berarti "sampai hari mereka dibangkitkan" muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:14, 15:36, 23:100, 37:144, dan 38:79. Terjemahan memakai padanan yang sama di kelima ayat itu. Di 7:14 kata itu menyusul (أَنْظِرْنِي, anzhirnii) yang berarti "berilah aku penangguhan", dan di 15:36 serta 38:79 menyusul (فَأَنْظِرْنِي, fa-anzhirnii) yang berarti "maka tangguhkanlah aku", sehingga di tiga ayat itu hari tersebut menjadi batas masa yang diminta. Di 23:100 hari itu menjadi batas keberadaan barzakh, dalam (وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ, wa-min waraa'ihim barzakhun ilaa yawmi yub'atsuuna). Di 37:144 hari itu menjadi batas lamanya tinggal di sebuah tempat, dan itu terjadi hanya dalam pengandaian.
Kata (يُبْعَثُونَ, yub'atsuuna) yang berarti "mereka dibangkitkan" berakar ب-ع-ث dan menyebut pihak yang dikenai, sehingga yang membangkitkan tidak tertulis di 37:144. Bentuk ini muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:14, 15:36, 16:21, 23:100, 26:87, 27:65, 37:144, dan 38:79. Pelaku pembangkitan tertulis pada bentuk lain dari akar yang sama, yaitu (يَبْعَثُ, yab'atsu) di 22:7 dalam "Allah akan membangkitkan siapa yang di dalam kubur", dan (يَبْعَثُهُمُ, yab'atsuhumu) di 6:36 dalam "Allah akan membangkitkan mereka". Siapa yang dimaksud dengan "mereka" di 37:144 juga tidak tertulis.
Tafsiran
Ayat ini menyebut akibat yang tidak terjadi, dan akibat itu memiliki dua bagian, yaitu tempat dan batas. Tempatnya adalah perut, dan batasnya adalah hari dibangkitkan. Ayat 37:143 menyebut syaratnya, dan 37:144 menyebut apa yang akan berlaku bila syarat itu tidak ada, sehingga dua ayat ini terbaca sebagai satu kalimat.
Keenam ayat dari 37:139 sampai 37:144 tidak memuat pelaku yang berbicara dengan kata Kami, dan tidak memuat kata Allah atau Tuhan. Tindakan di dalamnya dilakukan oleh Yunus, yaitu lari dan ikut diundi, serta oleh ikan, yaitu menelan. Pelaku yang berbicara dengan kata Kami baru tertulis di 37:145, dalam (فَنَبَذْنَاهُ, fa-nabadznaahu) yang berarti "maka, Kami lemparkan ia". Pengeluaran Yunus dari perut tidak ditulis dengan kata kerja di 37:144, dan 37:145 menyebut pelemparan ke tanah tandus tanpa menyebut perut.
Batas yang sama dipakai di tiga ayat lain sebagai masa yang diminta, yaitu 7:14, 15:36, dan 38:79, dan di 23:100 sebagai batas barzakh. Di 37:144 batas itu menutup masa tinggal yang dibayangkan dalam pengandaian. Ayat-ayat itu menuturkan peristiwa yang berbeda, sehingga tidak dipakai untuk saling menafsirkan, tetapi batas yang sama muncul pada kelimanya.
Ayat 37:144 menutup rangkaian enam ayat yang dibuka dengan kalimat kedudukan di 37:139. Rangkaian itu bergerak dari kedudukan, ke pelarian, ke undian, ke penelanan, ke syarat, dan akhirnya ke akibat yang tidak terjadi, dan kata kerja berpelaku Kami baru menyusul sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Batas yang sama, sampai hari mereka dibangkitkan, tertulis di 15:36 dalam kalimat "Tuhanku, maka tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan", dan di 38:79 dalam kalimat yang sama, sedangkan di 37:144 batas itu menutup masa tinggal yang dibayangkan dalam pengandaian. Pada tiga ayat batas itu diminta, dan pada satu ayat batas itu dihindari. Ayat-ayat itu tidak saling menjelaskan karena pembicara dan perkaranya berbeda. Dapat dibaca bahwa satu batas waktu bisa menjadi permintaan dalam satu kisah dan akibat yang dihindari dalam kisah lain. Perpanjangan apa yang pernah diminta pembaca dengan sungguh-sungguh, perpanjangan apa yang ditakutkan, dan pernahkah kedua daftar itu berisi hal yang sama?
- Di 16:78 kalimatnya berbunyi "Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun", sehingga perut dituturkan sebagai tempat yang dari sana manusia dikeluarkan. Di 37:144 perut dituturkan sebagai tempat yang akan didiami sampai hari dibangkitkan, dan hanya dalam pengandaian. Ayat 16:78 menyebut perut ibu, dan 37:144 menyebut perut tanpa kata ikan, sehingga keduanya tidak disamakan. Dua ayat itu menempatkan perut pada dua ujung yang berbeda, yang satu awal hidup dan yang lain batas pengandaian. Tempat mana yang pernah menahan pembaca lebih lama daripada yang dikira, dan siapa yang akhirnya mengeluarkannya dari sana?
- Kata dibangkitkan di 37:144 tidak menyebut siapa yang membangkitkan. Di 22:7 ayatnya berbunyi "Dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa yang di dalam kubur", dan di 6:36 "Adapun orang-orang yang mati, Allah akan membangkitkan mereka". Kedua ayat itu menyebut pelakunya, sedangkan 37:144 tidak, dan 37:144 tidak dipakai untuk menetapkan sesuatu tentang pelaku di luar yang tertulis. Kalimat mana dalam hidup pembaca yang diucapkan dengan kata akan terjadi tanpa menyebut siapa yang melakukannya, dan yakinkah pembaca pada pelaku yang tidak disebut itu?
- Masa tinggal di 18:25 diukur dengan bilangan tahun, "tiga ratus tahun" dan "bertambah sembilan tahun", dan di 2:259 diukur dengan "seratus tahun" sesudah Allah mematikan seseorang lalu membangkitkannya, sedangkan orang itu menjawab bahwa ia tinggal sehari atau setengah hari. Di 37:144 masa tinggal diukur dengan sebuah peristiwa, yaitu hari dibangkitkan, dan tidak dengan bilangan. Karena ketiganya menuturkan perkara yang berbeda, tidak ada yang dipakai untuk menafsirkan yang lain. Penantian mana dalam hidup pembaca yang diukur dengan bilangan dan mana yang diukur dengan peristiwa, dan ukuran mana yang membuat penantian terasa lebih panjang?
- Di 24:45 kalimatnya berbunyi "Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air. Sebagian berjalan dengan perutnya", sehingga perut dituturkan sebagai bagian tubuh yang menggerakkan makhluk. Di 37:144 kata yang sama dituturkan sebagai tempat tinggal. Ayat 24:45 membicarakan hewan secara umum dan tidak menyebut ikan di 37:142, sehingga dua ayat itu tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa sebuah kata dapat menunjuk fungsi yang berbeda menurut kalimatnya. Benda apa di sekitar pembaca yang selama ini dipakai untuk bergerak maju, dan mungkinkah benda itu berubah menjadi tempat berhenti?
- Ayat 37:144 berhenti pada akibat yang dibayangkan, dan 37:145 dibuka dengan kata kerja pelemparan yang pelakunya Kami. Di antara dua ayat itu tidak ada ayat yang menuturkan apa yang dirasakan Yunus. Kisah ini menempatkan akibat yang dibayangkan dalam satu ayat tersendiri dan kenyataan yang lain pada ayat sesudahnya. Ketika pembaca berada dalam bayangan terburuk tentang hidupnya, adakah kesadaran bahwa kalimat berikutnya belum ditulis, dan apa yang akan diceritakan tentang jeda di antara dua kalimat itu?