فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

Maka, Kami lemparkan ia ke daratan yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِfa-nabadznaahu bi-l-araa'imaka, Kami lemparkan ia ke daratan yang tandus
  2. وَهُوَ سَقِيمٌwa-huwa saqiimunsedang ia dalam keadaan sakit

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَنَبَذْنَاهُfa-nabadznaahumaka Kami melemparkannya
  2. بِالْعَرَاءِbi-l-araa'idi tanah tandus
  3. وَهُوَwa-huwasedang ia
  4. سَقِيمٌsaqiimunsakit

Inti bacaan

Dilempar ke 'daratan tandus dalam keadaan sakit', pemulihan pascakrisis yang tidak instan sempurna, melainkan melalui proses yang tetap menyertakan kerentanan fisik nyata.

Tafsiran

Ayat ini menandai penyelamatan Yunus dari dalam perut ikan: dilemparkan ke daratan tandus dalam kondisi lemah.

Renungan dan Hikmah

  • Diselamatkan Allah ke tempat tandus, bukan ke kota. Bukan pulih penuh. Masih sakit.
  • Yang tandus itu tak dibiarkan tandus. Bukan ditinggal. Ditumbuhi.
  • Sebab ia dikeluarkan Allah sebutkan di ayat sebelumnya. Karena ia bertasbih. Kalau tidak, sampai kiamat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-b-dz, '-r-y, s-q-m): nabadhnaahu diterjemahkan 'melemparkannya' (akar n-b-dz); araa' diterjemahkan 'daratan tandus (terbuka)'; saqiim diterjemahkan 'sakit' (akar s-q-m). gloss '(dari mulut ikan)' dibuang.