فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ
Maka, tanyakanlah kepada mereka, “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak lelaki?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاسْتَفْتِهِمْfa-staftihimmaka, tanyakanlah kepada mereka
- أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَa-li-rabbika l-banaatu wa-lahumu l-banuunaapakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak lelaki
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَاسْتَفْتِهِمْfa-staftihimmaka tanyakanlah kepada mereka
- أَلِرَبِّكَa-li-rabbikaapakah bagi Tuhanmu
- الْبَنَاتُl-banaatuanak-anak perempuan
- وَلَهُمُwa-lahumudan bagi mereka
- الْبَنُونَl-banuunaanak-anak lelaki
Inti bacaan
Tantangan logis tajam: 'apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak lelaki?', membongkar inkonsistensi merendahkan anak perempuan bagi diri sendiri namun menisbahkannya kepada Tuhan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini beralih ke polemik baru setelah rangkaian kisah nabi berakhir. Kutipan dibuka di sini berlanjut ke 37:150: kedua ayat membentuk satu pertanyaan retoris dua-bagian yang dihubungkan partikel 'am' ('ataukah'), pola tanya baku bahasa Arab ('apakah X, ataukah Y'); draf awal menutup kutipan di akhir ayat ini, tapi struktur gramatikal 'am' di awal 37:150 menunjukkan pertanyaan yang sama berlanjut, bukan kalimat baru.
Tafsiran
Ayat ini membuka tantangan retoris terhadap kepercayaan kaum musyrik yang menisbahkan anak perempuan kepada Allah sementara mereka sendiri lebih menghargai anak lelaki.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh menanyakan susunan kepercayaan mereka sendiri: anak perempuan untuk Tuhan, anak lelaki untuk mereka. Tidak ada bantahan yang ditambahkan. Sebuah keyakinan yang cukup dibongkar dengan menyebutkannya kembali memang sedang menunjukkan sendiri cacatnya.
- Yang dipakai membantah bukan aturan dari luar, melainkan nilai yang mereka pegang sendiri. Mereka yang menganggap satu lebih rendah. Cacatnya terletak pada memberikan yang dianggap kurang kepada yang mereka sebut paling tinggi.
- Yang diperintahkan Allah bertanya, bukan menyatakan. Perkaranya diserahkan dalam bentuk pertanyaan. Orang yang menjawab pertanyaannya sendiri lebih sulit mengelak daripada orang yang cuma dibantah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-t-y, r-b-b, b-n-y): istaftihim diterjemahkan 'tanyakanlah' (akar f-t-y); banaat diterjemahkan 'anak perempuan' (akar b-n-y); banuun diterjemahkan 'anak lelaki' (akar b-n-y, kejanggalan: menisbahkan anak-perempuan yang mereka rendahkan kepada Allah). gloss '(Wahai Nabi Muhammad,)/(orang-orang kafir Makkah)' + footnote dibuang.