فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ
Maka, tanyakanlah kepada mereka, “Apakah bagi Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan bagi mereka anak-anak lelaki?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاسْتَفْتِهِمْfa-staftihimmaka, tanyakanlah kepada mereka
- أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَa-li-rabbika l-banaatu wa-lahumu l-banuunaapakah bagi Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan bagi mereka anak-anak lelaki
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَاسْتَفْتِهِمْfa-staftihimmaka tanyakanlah kepada mereka
- أَلِرَبِّكَa-li-rabbikaapakah bagi Tuhanmu
- الْبَنَاتُl-banaatuanak-anak perempuan
- وَلَهُمُwa-lahumudan bagi mereka
- الْبَنُونَl-banuunaanak-anak lelaki
Inti bacaan
Bentuk (فَاسْتَفْتِهِمْ, fa-staftihim) muncul dua kali di Al-Qur'an (37:11, 37:149).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَاسْتَفْتِهِمْ, fa-staftihim) yang berarti "maka, tanyakanlah kepada mereka". Kata kerjanya berakar ف-ت-ي, ditulis dalam bentuk perintah kepada satu orang, dengan penerima -him, "mereka". Bentuk persis ini muncul dua kali di Al-Qur'an, keduanya di Surah 37, yaitu di 37:11 dan 37:149. Di 37:11, (فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا, fa-staftihim a-hum asyaddu khalqan am man khalaqnaa) yang berarti "maka tanyakanlah kepada mereka, apakah mereka lebih sulit penciptaannya, ataukah apa yang telah Kami ciptakan" memakai urutan yang sama dengan 37:149 sampai 37:150: perintah bertanya, pertanyaan yang dibuka huruf tanya a-, lalu (أَمْ, am) yang berarti "ataukah". Arah bertanya di dua ayat itu berlawanan dengan 4:127 dan 4:176, yang sama-sama memuat (يَسْتَفْتُونَكَ, yastaftuunaka) yang berarti "mereka meminta fatwa kepadamu", dengan orang lain sebagai penanya dan penerima ayat sebagai yang ditanya. Terjemahan memakai "tanyakanlah" dan tidak "mintalah fatwa", sebab perintah di 37:11 dan 37:149 mengajukan sebuah pertanyaan yang isinya dikutip, dan tidak ada pihak yang diminta memutuskan.
Isi pertanyaannya dimulai dengan (أَلِرَبِّكَ, a-li-rabbika) yang berarti "apakah bagi Tuhanmu". Kata ini tersusun dari a "apakah", li "bagi", rabbi "Tuhan", dan -ka "-mu", dan susunan persis (أَلِرَبِّكَ, a-li-rabbika) muncul satu kali di Al-Qur'an. Sesudahnya datang (الْبَنَاتُ, l-banaatu) yang berarti "anak-anak perempuan". Bentuk persis (الْبَنَاتُ, l-banaatu) muncul dua kali, yaitu di 37:149 dan 52:39. Di 52:39, (أَمْ لَهُ الْبَنَاتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ, am lahu l-banaatu wa-lakumu l-banuuna) yang berarti "ataukah bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan bagi kalian anak-anak lelaki" memuat pembagian yang sama, tetapi pertanyaannya ditujukan kepada "kalian" dan pihak pertama disebut dengan -Nya, sedangkan di 37:149 pertanyaan itu diteruskan kepada "mereka" dan pihak pertama disebut "Tuhanmu".
Bagian kedua pertanyaan dibuka (وَلَهُمُ, wa-lahumu) yang berarti "sedangkan bagi mereka", lalu (الْبَنُونَ, l-banuuna) yang berarti "anak-anak lelaki". Huruf wa di sini menghadapkan dua pihak dalam satu pembagian, dan terjemahan memakai "sedangkan" yang sama di 37:149, 52:39, dan 53:21. Bentuk (الْبَنُونَ, l-banuuna) muncul tiga kali, yaitu di 18:46, 37:149, dan 52:39. Di 18:46 kata itu berdiri dalam kalimat lain, (الْمَالُ وَالْبَنُونَ, al-maalu wa-l-banuuna) yang berarti "harta dan anak-anak", dan tidak berada dalam pertanyaan tentang pembagian.
Kutipan terjemahan baru ditutup di 37:150, karena (أَمْ, am) di awal 37:150 menyambung pertanyaan yang sama dan pola itu sama dengan 37:11, tempat a- dan am berada dalam satu ayat. Di 37:149 sendiri tanda kutip pembuka belum ditutup.
Tafsiran
Ayat ini membuka percakapan baru sesudah rangkaian cerita rasul. Di 37:148 cerita Yunus selesai pada iman dan kenikmatan, dan 37:149 langsung beralih ke perintah bertanya. Perintah yang sama membuka bagian awal surah di 37:11, sehingga surah ini memakai perintah itu di dua titik: di 37:11 pertanyaannya tentang penciptaan manusia, dan di 37:149 sampai 37:150 pertanyaannya tentang anak dan penciptaan malaikat. Kata kerja Kami (خَلَقْنَا, khalaqnaa) ada di 37:11 dan di 37:150, sehingga kedua pertanyaan itu ditutup oleh pihak yang sama sebagai pencipta.
Pertanyaan ini menyusun sebuah pembagian: bagi Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan bagi mereka anak-anak lelaki. Ayat ini tidak memuat alasan mengapa pembagian itu bermasalah. Penilaiannya ada di ayat lain yang bahannya sejenis: 53:21 sampai 53:22 menyebut pembagian serupa dengan (قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ, qismatun dhiizaa) yang berarti "pembagian yang tidak adil", dan 16:57 menyebut orang-orang yang (وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ, wa-yaj'aluuna li-llaahi l-banaati) yang berarti "dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan", lalu 16:58 menulis reaksi salah seorang dari mereka terhadap kabar anak perempuan, yaitu (ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا, zhalla wajhuhu muswaddan) yang berarti "wajahnya menjadi hitam". Konteks ketiga ayat itu berbeda dari 37:149, dan hubungan di antaranya hanya pada bahan pembandingnya.
Ayat ini adalah bagian pertama dari sebuah pertanyaan dua ayat. Bagian pertama menyebut Tuhanmu dan anak-anak, sedangkan 37:150 memakai Kami dan penciptaan malaikat. Jawaban atas pertanyaan itu tidak tertulis di 37:149 maupun 37:150. Ayat 37:151 sampai 37:152 kemudian menuliskan apa yang mereka ucapkan, sehingga pertanyaan datang lebih dulu dan ucapan mereka menyusul.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di ayat ini menyusun kembali klaim yang dibantah: bagi Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan bagi mereka anak-anak lelaki. Ayat ini tidak menambahkan dalil di dalam kalimatnya, dan susunan klaim itu sudah terdengar janggal ketika dibunyikan sebagai pembagian. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah pegangan kadang cukup dibacakan kembali dengan semua pihaknya disebut, tanpa bantahan tambahan. Pegangan apa yang pembaca simpan yang akan terdengar lain bila dibacakan dengan menyebut apa bagian Tuhan di dalamnya dan apa bagian pembaca sendiri?
- Kalimat ini membagi dua pihak: bagi Tuhan satu jenis anak, bagi mereka jenis yang lain, dan huruf wa menghadapkan keduanya sebagai pembagian. Ayat 53:21 sampai 53:22 memuat pembagian serupa dan menyebutnya tidak adil, dengan konteks yang berbeda dari ayat ini. Pembaca dapat memakai susunan itu sebagai cermin untuk cara membagi miliknya sendiri, yaitu apa yang disebutnya milik Allah dan apa yang disimpannya untuk dirinya sendiri. Dari yang pembaca punya, bagian mana yang disebutnya milik Allah, dan apakah pembaca sendiri mau menerima bagian itu bila diberikan kepadanya?
- Ayat ini memuat perintah bertanya kepada mereka, dan perintah yang sama membuka 37:11, tempat pertanyaannya tentang penciptaan. Dua perintah itu menaruh penerima ayat pada posisi penanya, sedangkan di 4:127 dan 4:176 posisi itu terbalik karena orang lain yang bertanya kepada penerima ayat. Pembaca yang terbiasa menjawab lebih dulu dapat memperhatikan bahwa Allah di dua ayat tentang polemik itu lebih dulu menyuruh bertanya. Kapan terakhir kali pembaca menanyakan sesuatu kepada orang yang dibantahnya sebelum menjawab keberatannya, dan apa yang berubah pada jawabannya sesudah itu?
- Pertanyaan di ayat ini baru selesai di 37:150, tempat huruf am membuka bagian kedua. Pembaca yang hanya membaca satu ayat mendapati separuh pertanyaan, yaitu klaim tentang anak, tanpa klaim tentang penciptaan malaikat yang disebut dengan Kami. Bagian pertama memakai Tuhanmu dan bagian kedua memakai Kami, dan keduanya berada dalam satu tanda kutip yang sama. Seberapa sering pembaca memutuskan makna sebuah ayat sebelum membaca sambungan kalimatnya, dan apa yang berubah pada pembacaannya bila sambungan itu dibaca lebih dulu?
- Ayat ini tidak menuliskan jawaban atas pertanyaannya, dan 37:150 menambah pertanyaan kedua tanpa jawaban. Pembaca yang membaca pertanyaan itu dapat mendengar jawabannya muncul sendiri sebelum 37:151 sampai 37:152 menuliskan apa yang mereka ucapkan. Pembaca dapat memperhatikan jawaban yang datang lebih dulu di kepalanya dan dari mana jawaban itu berasal. Jawaban apa yang muncul dalam diri pembaca ketika pertanyaan tentang Tuhan tidak dijawab oleh ayatnya sendiri, dan apakah jawaban itu berasal dari ayat atau dari kebiasaan yang sudah lama dibawanya?
- Ayat ini berada tepat sesudah 37:148, ketika cerita para rasul di surah ini selesai pada iman dan kenikmatan. Dari cerita yang menuturkan tindakan Kami, ayat 37:149 berpindah ke kalimat tanya yang menyuruh bertanya kepada orang lain, dan tidak ada ayat penghubung di antara keduanya. Pembaca yang baru menyelesaikan sebuah cerita dapat memperhatikan bahwa surah ini membawanya langsung dari penuturan ke pertanyaan. Apa yang pembaca bawa dari cerita Allah tentang para rasul ke dalam pertanyaan berikutnya, dan apakah pertanyaan itu terasa seperti sambungan atau selingan?