أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ

Ataukah Kami menciptakan malaikat berupa perempuan, sedang mereka menyaksikan?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًاam khalaqnaa l-malaa'ikata inaatsanataukah Kami menciptakan malaikat berupa perempuan
  2. وَهُمْ شَاهِدُونَwa-hum syaahiduunasedang mereka menyaksikan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. أَمْamataukah
  2. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  3. الْمَلَائِكَةَl-malaa'ikatapara malaikat
  4. إِنَاثًاinaatsanperempuan
  5. وَهُمْwa-humdan mereka
  6. شَاهِدُونَsyaahiduunaorang-orang yang menyaksikan

Inti bacaan

Frasa (وَهُمْ شَاهِدُونَ, wa-hum syaahiduuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:150.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَمْ خَلَقْنَا, am khalaqnaa) yang berarti "ataukah Kami menciptakan". Kata (أَمْ, am) menyambung ayat ini ke pertanyaan di 37:149, dan pola yang sama ada di 37:11, tempat huruf tanya a- dan am berada dalam satu ayat. Kata kerjanya berakar خ-ل-ق, dalam bentuk lampau dengan pelaku "Kami", dan susunan persis (أَمْ خَلَقْنَا, am khalaqnaa) muncul satu kali di Al-Qur'an. Pertanyaannya memakai bentuk lampau tanpa kata waktu, sehingga terjemahan tidak menambahkan "pada waktu itu" atau kata sejenis.

Sasarannya (الْمَلَائِكَةَ, l-malaa'ikata) yang berarti "para malaikat", dari akar م-ل-ك. Bentuk persis ini muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu di 3:80, 6:111, 15:8, 16:2, 25:22, 37:150, 39:75, 43:19, dan 53:27. Tiga di antaranya menyebut malaikat bersama kata untuk perempuan, yaitu 37:150, 43:19, dan 53:27, dengan tiga kata kerja yang berbeda. Di 37:150 kata kerjanya "Kami menciptakan", di 43:19 (وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ, wa-ja'aluu l-malaa'ikata) yang berarti "dan mereka menjadikan malaikat", dan di 53:27 (لَيُسَمُّونَ الْمَلَائِكَةَ تَسْمِيَةَ الْأُنْثَىٰ, la-yusammuuna l-malaa'ikata tasmiyata l-untsaa) yang berarti "benar-benar menamai para malaikat dengan nama perempuan". Di 17:40 kata kerjanya (وَاتَّخَذَ, wa-ttakhadza) yang diterjemahkan "dan Dia menjadikan", dan kata malaikat di sana berbentuk (مِنَ الْمَلَائِكَةِ, mina l-malaa'ikati).

Keadaan malaikat itu disebut (إِنَاثًا, inaatsan) yang berarti "berupa perempuan", dari akar ا-ن-ث. Bentuk persis ini muncul enam kali di lima surah, yaitu di 4:117, 17:40, 37:150, 42:49, 42:50, dan 43:19, dengan Surah 42 memuatnya dua kali. Kata ini tidak memuat kata "anak", berbeda dari (الْبَنَاتُ, l-banaatu) yang berarti "anak-anak perempuan" di 37:149, sehingga terjemahan 37:150 memakai "perempuan" dan tidak "anak perempuan". Kata ini juga tidak memakai kata sandang al-, dan menerangkan keadaan para malaikat sesudah kata kerja menciptakan.

Bagian penutup ayat adalah (وَهُمْ شَاهِدُونَ, wa-hum syaahiduuna) yang berarti "sedang mereka menyaksikan". Huruf wa di depan hum menyatakan keadaan pada saat penciptaan yang ditanyakan, sehingga terjemahannya "sedang mereka". Kata (شَاهِدُونَ, syaahiduuna) berakar ش-ه-د dan berarti "orang-orang yang menyaksikan"; bentuk persisnya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Di 43:19, (أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ, a-syahiduu khalqahum) yang berarti "apakah mereka menyaksikan penciptaan mereka" menyebut yang disaksikan, yaitu penciptaan malaikat itu, dan disusul (سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ, sa-tuktabu syahaadatuhum) yang berarti "kesaksian mereka akan dituliskan". Di 18:51, (مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, maa asyhadtuhum khalqa s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "Aku tidak menghadirkan mereka menyaksikan penciptaan langit dan bumi" juga menyebut yang disaksikan. Di 37:150 hal yang disaksikan tidak tertulis, dan terjemahan tidak menambahkan "-nya" atau "penciptaan itu".

Tafsiran

Ayat ini melengkapi pertanyaan 37:149 dengan klaim kedua. Bagian pertama menyoal pembagian anak antara Tuhan dan mereka, dan bagian kedua menyoal klaim tentang malaikat. Ayat 17:40 menyatukan kedua unsur itu dalam satu pertanyaan kepada "kalian": apakah Tuhan kalian memilihkan anak lelaki bagi kalian, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai perempuan. Surah ini memecahnya menjadi dua ayat, dan membuka bagian kedua dengan Kami sebagai pencipta, sehingga pertanyaannya beralih dari pembagian anak ke penciptaan malaikat.

Klaim yang di 43:19 dan 53:27 disebut sebagai tindakan mereka, yaitu menjadikan dan menamai, di sini diubah menjadi pertanyaan dengan pelaku Kami: ataukah Kami menciptakan malaikat berupa perempuan. Ayat ini menguji apakah ada saksi pada penciptaan itu, sebab ayatnya ditutup dengan keadaan mereka sebagai orang yang menyaksikan. Ukuran itu ditulis sebagai syarat yang dapat dipenuhi, karena kalimatnya berbentuk tanya dan jawaban "ya" masih terbuka, sehingga pertanyaannya menyangkut kehadiran mereka pada saat itu. Ayat 37:150 tidak menulis jawabannya, dan 37:151 sampai 37:152 beralih ke apa yang mereka ucapkan.

Dari tiga ayat tentang malaikat dan perempuan, hanya 37:150 yang menutup ayatnya dengan kata menyaksikan. Ayat 43:19 menutup dengan kesaksian yang dituliskan dan dimintai pertanggungjawaban, dan 53:27 menyebut orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Konteks ketiganya berbeda, dan masing-masing tidak dipakai untuk menafsirkan yang lain.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan ini mengukur klaim tentang penciptaan dengan satu ukuran, yaitu apakah mereka menyaksikannya. Pertanyaannya diajukan oleh Kami sebagai pencipta yang disebut, dan klaim yang diuji menyangkut makhluk yang tidak terlihat. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menanyakan seberapa banyak yang mendukung klaim itu, tetapi apakah ada yang hadir. Dari yang pembaca yakini tentang hal-hal yang tak pernah dilihatnya, mana yang diucapkan pembaca dengan keyakinan sama seperti ucapannya tentang hal yang disaksikannya sendiri, dan siapa yang sebenarnya hadir ketika hal itu terjadi?
  • Ayat 37:149 menyoal anak perempuan, dan 37:150 menyoal malaikat berupa perempuan, dengan kata Arab yang berbeda untuk perempuan dan tanpa kata anak. Ayat 17:40 menggabungkan kedua klaim dalam satu kalimat, sedangkan surah ini menaruhnya dalam dua pertanyaan yang disambung dengan am. Pembaca yang terbiasa menyatukan beberapa keyakinan menjadi satu paket dapat memperhatikan bahwa Allah memeriksa kedua klaim itu satu per satu. Keyakinan mana dalam paket pegangan pembaca yang sebenarnya terdiri atas dua klaim, dan apakah masing-masing sudah pernah diperiksa terpisah?
  • Klaim tentang malaikat berupa perempuan ditulis dengan tiga kata kerja di tiga ayat: Kami menciptakan di 37:150, mereka menjadikan di 43:19, dan mereka menamai di 53:27. Konteks ketiganya berbeda, dan masing-masing menunjuk pada tingkat yang berlainan, yaitu pernyataan tentang penciptaan, penetapan, dan pemberian nama. Pembaca dapat menimbang bahwa sebuah keyakinan tentang hal gaib dapat dimulai sebagai nama yang ditempelkan, lalu menjadi penetapan, lalu menjadi klaim tentang apa yang telah diciptakan Tuhan. Pada tingkat mana pembaca memakai kata-katanya sendiri tentang hal yang tak terlihat, dan apakah pembaca menyadari kapan kata-katanya berpindah dari satu tingkat ke tingkat berikutnya?
  • Ayat ini tertulis sebagai pertanyaan dan tidak sebagai pernyataan bahwa mereka tidak hadir, dan penutupnya, sedang mereka menyaksikan, menyebut syarat yang dapat dipenuhi. Allah yang berbicara dengan Kami menyusun bantahan sehingga jawabannya dapat diperiksa, dan ayat ini tidak menulis jawaban itu. Pembaca yang membantah orang lain dapat memperhatikan bahwa bantahan semacam ini memberi lawan bicara syarat yang jelas, tanpa menuduh lebih dulu. Bagaimana pembaca menyusun bantahannya agar lawan bicaranya tahu persis syarat apa yang harus dipenuhinya, dan apakah syarat itu juga berlaku bagi pembaca sendiri?
  • Ayat 43:19, yang membahas klaim yang sama tentang malaikat, menambahkan bahwa kesaksian mereka akan dituliskan dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Ayat 37:150 tidak memuat tambahan itu, dan keduanya berbeda konteks. Pembaca dapat menimbang bahwa ucapannya tentang hal gaib adalah sesuatu yang ditulis, sebagaimana 43:19 menuliskan kesaksian mereka. Apa yang pernah pembaca ucapkan tentang hal yang tak disaksikannya, termasuk tentang makhluk Allah yang tidak terlihat, dan bagaimana pembaca akan menjawab bila ucapan itu ditanyakan kembali kepadanya?
  • Ayat ini menjadikan malaikat sebagai sasaran kata kerja menciptakan, yaitu sebagai ciptaan, dan 43:19 menyebut mereka hamba-hamba Ar-Rahman. Dua sebutan itu ditulis dalam dua ayat yang berbeda, dan keduanya menyebut malaikat sebagai makhluk yang berada di bawah penciptaan dan pengabdian. Pembaca yang membayangkan makhluk yang tak dilihatnya dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat ini menyebut mereka ciptaan dan hamba, dan tidak memberi gambaran lain. Gambaran apa yang pembaca miliki tentang makhluk yang tak terlihat, dan apakah gambaran itu berasal dari ayat yang menyebutnya ciptaan Allah dan hamba, atau dari sumber lain?