أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ
Ingatlah, sesungguhnya dari kebohongan mereka, mereka benar-benar berkata,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْalaa innahum min ifkihimingatlah, sesungguhnya dari kebohongan mereka
- لَيَقُولُونَla-yaquuluunamereka benar-benar berkata
Terjemahan per kata (5 kata)
- أَلَاalaaingatlah
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- مِنْmindari
- إِفْكِهِمْifkihimkebohongan mereka
- لَيَقُولُونَla-yaquuluunabenar-benar berkata
Inti bacaan
Bentuk (لَيَقُولُونَ, la-yaquuluuna) muncul empat kali di Al-Qur'an (37:151, 37:167, 44:34, 58:2), dan hanya di 37:151 sebuah penunjuk asal ucapan, (مِنْ إِفْكِهِمْ, min ifkihim), mendahului kata kerjanya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَلَا إِنَّهُمْ, alaa innahum) yang berarti "ingatlah, sesungguhnya mereka". Kata (أَلَا, alaa) menarik perhatian pendengar sebelum sebuah pernyataan datang, dan (إِنَّهُمْ, innahum) menegaskan pernyataan itu tentang mereka. Susunan alaa innahum muncul enam kali di seluruh Al-Qur'an, dalam lima surah, yaitu 2:12, 2:13, 11:5, 37:151, 41:54, dan 58:18, dan bagian yang menyusulnya berbeda-beda. Di 2:12 susunan itu disusul sebutan bagi mereka, (هُمُ الْمُفْسِدُونَ, humu l-mufsiduuna) yang berarti "merekalah para pembuat kerusakan", dan di 58:18 oleh (هُمُ الْكَاذِبُونَ, humu l-kaadzibuuna) yang berarti "merekalah para pendusta". Di 41:54 susunan itu disusul keadaan mereka, (فِي مِرْيَةٍ, fii miryatin) yang berarti "dalam keraguan", dan di 11:5 disusul perbuatan mereka, (يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ, yatsnuuna shuduurahum) yang berarti "mereka melipat dada mereka". Di 37:151 susunan itu disusul penunjuk asal sebuah ucapan, (مِنْ إِفْكِهِمْ, min ifkihim) yang berarti "dari kebohongan mereka".
Kata (إِفْكِهِمْ, ifkihim) tersusun dari ifk yang berarti "kebohongan" dan akhiran -him yang berarti "mereka". Kata ifk berakar أ-ف-ك dan, dengan akhiran yang berganti-ganti, muncul delapan kali di enam surah, yaitu 24:11, 24:12, 25:4, 29:17, 34:43, 37:151, 46:11, dan 46:28. Satu kemunculan lagi ada di 37:86, tetapi di sana kata ini menempel pada huruf tanya, (أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ, a-ifkan aalihatan duuna llaahi) yang berarti "apakah kebohongan, tuhan-tuhan selain Allah". Di empat ayat kata ifk berdampingan dengan kata kerja yang berarti mengada-adakan atau membuat. Di 25:4 tertulis (إِفْكٌ افْتَرَاهُ, ifkun iftaraahu) yang berarti "kebohongan yang ia ada-adakan", di 34:43 (إِفْكٌ مُفْتَرًى, ifkun muftaran) yang berarti "kebohongan yang diada-adakan", di 46:28 (إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, ifkuhum wa-maa kaanuu yaftaruuna) yang berarti "kebohongan mereka dan apa yang mereka ada-adakan", dan di 29:17 (وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا, wa-takhluquuna ifkan) yang berarti "dan kalian membuat kebohongan". Karena itu terjemahan memakai "kebohongan", yaitu sesuatu yang dibuat orang, dan di 37:151 pembuatnya ditunjuk oleh akhiran -him. Di 24:11 dan 24:12 yang dibicarakan kabar yang dibawa dan didengar, (بِالْإِفْكِ, bi-l-ifki) yang berarti "dengan berita bohong" dibawa oleh orang-orang yang datang, dan (إِفْكٌ مُبِينٌ, ifkun mubiinun) yang berarti "berita bohong yang nyata" diucapkan sesudah kabar itu didengar, sehingga di sana terjemahan memakai "berita bohong". Di 37:86 kata ini dipakai untuk tuhan-tuhan yang dikehendaki, sedangkan 37:151 memakainya untuk asal sebuah ucapan.
Kata (لَيَقُولُونَ, la-yaquuluuna) yang berarti "mereka benar-benar berkata" tersusun dari huruf (لَ, la) yang menegaskan, kata kerja berakar ق-و-ل, dan akhiran jamak -uuna. Bentuk persis ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 37:151, 37:167, 44:34, dan 58:2. Di tiga ayat pertama kata ini menutup ayat dan isi ucapan baru datang di ayat berikutnya. Di 44:34, (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَيَقُولُونَ, inna haa'ulaa'i la-yaquuluuna) yang berarti "sesungguhnya mereka ini benar-benar berkata" disusul 44:35 yang memuat (إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَىٰ, in hiya illaa mawtatunaa l-uulaa) yang berarti "tidak ada kecuali kematian kita yang pertama". Di 37:167, (وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ, wa-in kaanuu la-yaquuluuna) yang berarti "dan sesungguhnya mereka dahulu benar-benar berkata" disusul 37:168 yang membuka kutipan (لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الْأَوَّلِينَ, law anna 'indanaa dzikran mina l-awwaliina) yang berarti "seandainya di sisi kami ada peringatan dari orang-orang terdahulu". Di 58:2 penilaian atas ucapan ditaruh dalam ayat yang sama, (لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا مِنَ الْقَوْلِ وَزُورًا, la-yaquuluuna munkaran mina l-qawli wa-zuuran) yang berarti "mereka benar-benar mengucapkan perkataan yang mungkar dan dusta". Terjemahan memakai "mereka benar-benar berkata" dan menutup ayat dengan koma, karena kalimatnya bersambung ke 37:152.
Kata (مِنْ, min) yang berarti "dari" menyatakan asal. Susunan (مِنْ إِفْكِهِمْ, min ifkihim) hanya muncul di 37:151, dan letaknya sebelum kata kerja, di antara innahum dan la-yaquuluuna, sehingga asal ucapan itu disebut lebih dulu daripada ucapannya. Kata ganti -hum pada innahum dan ifkihim menurut urutan ayat sama dengan -hum pada (فَاسْتَفْتِهِمْ, fa-staftihim) yang berarti "maka tanyakanlah kepada mereka" di 37:149. Ayat ini sendiri tidak menyebutkan siapa mereka, dan terjemahan tidak menambahkan nama atau sebutan.
Tafsiran
Ayat ini memberi tahu asal sebuah ucapan sebelum ucapan itu sendiri sampai kepada pendengar. Isi ucapannya baru ada di 37:152, sehingga pendengar menerima penilaian lebih dulu, yaitu bahwa ucapan itu berasal dari kebohongan mereka, lalu menerima kutipannya.
Dua ayat ini memakai kerangka yang sama dua kali. Di 37:151 kerangkanya berbunyi sesungguhnya mereka, dari kebohongan mereka, benar-benar berkata, dan di 37:152 berbunyi sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. Kutipan "Allah beranak" terletak di antara kedua bagian itu, jadi kalimat yang utuh dibuka dengan penilaian dan ditutup dengan penilaian.
Kedua ayat itu juga berbentuk pernyataan, sedangkan ayat-ayat di sekitarnya bertanya atau menuntut. Ayat 37:149 dan 37:150 bertanya, ayat 37:153 sampai 37:156 bertanya, dan 37:157 menuntut sebuah kitab. Karena itu 37:151 membawa pendengar dari pertanyaan ke sebuah pernyataan yang asalnya ditunjuk, lalu ayat-ayat berikutnya kembali bertanya.
Kata kerja yang sama muncul di 37:167 dan 44:34 dengan susunan yang mirip, tetapi di sana ayat berhenti pada kata kerja tanpa penunjuk asal ucapan, dan pendengar langsung bertemu isi ucapannya di ayat berikutnya. Di 37:151 penunjuk asal itu ada, sehingga pendengar sudah tahu bagaimana kutipan di 37:152 akan dinilai.
Ayat ini tidak memuat alasan bagi penilaiannya. Alasan itu tidak disebut di sini, dan 37:153 sampai 37:157 melanjutkan dengan pertanyaan dan tuntutan.
Renungan dan Hikmah
- Ucapan "Allah beranak" di 37:152 sampai kepada pembaca yang sudah diberi tahu asalnya, sebab 37:151 menaruh penilaian lebih dulu, yaitu bahwa ucapan itu berasal dari kebohongan mereka. Biasanya sebuah klaim tentang Tuhan terdengar dulu dan ditimbang kemudian, dan selama belum ditimbang klaim itu dibiarkan berdiri seolah-olah netral. Urutan di ayat ini menutup jeda tersebut. Pembaca bisa bertanya kepada dirinya sendiri, kapan terakhir kali pembaca mendengar sebuah ucapan tentang Tuhan lalu lebih dulu menanyakan dari mana ucapan itu datang, sebelum menanyakan apakah isinya masuk akal?
- Dalam surah yang sama kata yang diterjemahkan "kebohongan" dipakai dua kali, di 37:86 untuk tuhan-tuhan selain Allah yang dikehendaki dan di 37:151 untuk asal sebuah ucapan tentang Allah. Kedua ayat itu berbicara dalam keadaan yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang memperhatikan bahwa satu kata dikenakan pada sembahan sekaligus pada ucapan dapat bertanya tentang dirinya, apakah kalimat-kalimat tentang Allah yang pembaca ucapkan pernah diperiksa seteliti memeriksa apa yang dijadikan sandaran hidupnya?
- Di empat ayat lain kata kebohongan itu berdampingan dengan kata kerja mengada-adakan atau membuat, yaitu di 25:4, 29:17, 34:43, dan 46:28. Dengan begitu 37:151 menunjuk asalnya pada "mereka" lewat akhiran, dan ucapan tentang Allah itu dapat dibaca sebagai hasil buatan mereka. Pembaca yang pernah mengulang sebuah kalimat tentang Allah sampai kalimat itu terdengar seperti pengetahuan dapat memperhatikan bahwa ayat ini menelusuri jejaknya sampai ke pihak yang menyusunnya. Siapa yang pertama menyusun kalimat tentang Allah yang selama ini diulangnya, dan pernahkah pembaca mencarinya?
- Ayat ini berhenti pada kata "berkata" dan membiarkan pendengar menunggu satu ayat sebelum mendengar isinya. Dalam jeda itu pendengar sudah memegang penilaian, tetapi belum memegang isi. Kebiasaan sehari-hari menutup jeda semacam itu dengan dugaan sendiri, dan dugaan itu terasa seperti bagian dari apa yang didengar. Pembaca dapat memperhatikan apa yang diisikannya ke dalam kalimat "mereka benar-benar berkata" sebelum ayat berikutnya tiba, dan apakah isian itu sama dengan yang ternyata tertulis.
- Dua ayat lain yang memakai susunan pembuka yang sama menilai mereka sendiri, 2:12 menyebut mereka pembuat kerusakan dan 58:18 menyebut mereka pendusta, sedangkan 37:151 menilai asal ucapan mereka. Perbedaan itu membuat pembaca berhadapan dengan sasaran penilaian yang lain. Pembaca yang terbiasa menilai orang yang mengucapkan sesuatu dapat melihat bahwa ayat ini lebih dulu bertanya dari mana ucapan itu bermula. Dalam percakapan tentang Tuhan, apa yang berubah bila pertanyaan tentang siapa yang mengatakannya digeser menjadi pertanyaan tentang dari mana ucapan itu bermula?
- Di 11:5 dan 41:54 kata alaa dipakai dua kali berturut-turut, pertama tentang mereka dan kedua tentang Allah. Di 41:54 kalimat kedua menyatakan bahwa Dia meliputi segala sesuatu, dan di 11:5 kalimat kedua menyatakan bahwa Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan. Di 37:151 pasangan semacam itu tidak ada, karena ayat ini hanya berbicara tentang mereka dan ucapan mereka. Pembaca dapat melihat bahwa dua ayat lain mengimbangi penilaian atas manusia dengan sebutan atas Allah dalam satu tarikan, dan bertanya bagaimana pembaca sendiri menyeimbangkan pembicaraan tentang kekurangan orang lain dengan pembicaraan tentang Allah.