وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
“Allah beranak,” dan sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَدَ اللَّهُwalada llaahuAllah beranak
- وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَwa-innahum la-kaadzibuunadan sesungguhnya mereka benar-benar pendusta
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَلَدَwaladamelahirkan
- اللَّهُllaahuAllah
- وَإِنَّهُمْwa-innahumdan sesungguhnya mereka
- لَكَاذِبُونَla-kaadzibuunabenar-benar para pendusta
Inti bacaan
Penegasan tegas 'Allah beranak. mereka benar-benar pendusta', klaim keturunan ilahi dibongkar sebagai kebohongan murni, bukan sekadar perbedaan pendapat teologis yang bisa didiskusikan netral.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan singkat dibuka dan ditutup dalam satu ayat: hanya klaim itu sendiri yang dikutip; kalimat sesudahnya ('dan sesungguhnya mereka...') beralih ke suara narator, karena tidak mungkin merupakan bagian dari ucapan kaum musyrik yang menyebut diri sendiri pendusta.
Tafsiran
Ayat ini mengutip langsung klaim yang dibongkar: pernyataan singkat yang segera dibantah dengan penegasan kedustaannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengutip klaim mereka dalam dua kata, lalu membantahnya. Pendek. Yang dikutip singkat, dan bantahannya lebih panjang.
- Yang dipakai membantah kata pendusta. Bukan keliru. Perkaranya dinyatakan sebagai kebohongan, bukan salah paham.
- Allah menaruh kutipan itu sesudah menantang mereka mendatangkan kitab. Berdempetan. Yang tak punya dasar tetap saja diucapkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-l-d, a-l-h, k-dz-b): walada llaah diterjemahkan 'Allah beranak' (akar w-l-d); kaadhibuun diterjemahkan 'pendusta' (akar k-dz-b, klaim keturunan Ilahi = dusta; anti-antropomorfisme/tauhid). gloss '(mempunyai anak)' dibuang.