أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Maka, tidakkah kalian mengambil pelajaran?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَفَلَا تَذَكَّرُونَa-fa-laa tadzakkaruunamaka, tidakkah kalian mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  2. تَذَكَّرُونَtadzakkaruunakalian mengambil pelajaran

Inti bacaan

Susunan (أَفَلَا تَذَكَّرُونَ, a-fa-laa tadzakkaruuna) tercatat tujuh kali di Al-Qur'an (10:3, 11:24, 11:30, 16:17, 23:85, 37:155, 45:23), dan hanya 37:155 yang memuatnya sebagai seluruh isi ayat.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini tersusun dari empat bagian yang ditulis sebagai dua kata Arab: huruf (أَ, a) yang membuka pertanyaan, (فَ, fa) yang berarti "maka", (لَا, laa) yang berarti "tidak", dan kata kerja (تَذَكَّرُونَ, tadzakkaruuna) yang berarti "kalian mengambil pelajaran". Seluruhnya (أَفَلَا تَذَكَّرُونَ, a-fa-laa tadzakkaruuna) berarti "maka, tidakkah kalian mengambil pelajaran". Rangkaian itu muncul tujuh kali di seluruh Al-Qur'an, dalam enam surah, yaitu 10:3, 11:24, 11:30, 16:17, 23:85, 37:155, dan 45:23, dan terjemahan memakai "mengambil pelajaran" di ketujuhnya. Akhiran -uuna pada kata kerjanya menunjuk "kalian", dan ayat ini tidak menyebut dari apa pelajaran itu diambil, sehingga terjemahan tidak menambahkan objek.

Pembuka yang sama, huruf tanya disusul fa dan laa lalu kata kerja untuk "kalian", dipakai dengan kata kerja lain di ayat lain. Di surah ini pembuka itu juga ada di 37:138, (أَفَلَا تَعْقِلُونَ, a-fa-laa ta'qiluuna) yang berarti "maka, tidakkah kalian berakal". Dengan kata kerja bertakwa, (أَفَلَا تَتَّقُونَ, a-fa-laa tattaquuna) muncul lima kali di tiga surah, yaitu 7:65, 10:31, 23:23, 23:32, dan 23:87, dan dengan kata kerja melihat, (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 28:72, 43:51, dan 51:21. Pembuka itu dengan begitu meminta kegiatan batin yang berlainan menurut kata kerjanya, dan 37:155 meminta kegiatan mengambil pelajaran.

Kata kerja yang sama muncul dalam bentuk tujuan, (لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, la'allakum tadzakkaruuna) yang berarti "agar kalian mengambil pelajaran", enam kali di lima surah, yaitu 6:152, 7:57, 16:90, 24:1, 24:27, dan 51:49. Di 16:90 kalimat itu menutup daftar hal yang disuruh dan dilarang, dengan Allah sebagai pelaku yang memberi pelajaran, dan di 24:1 kalimat itu menutup keterangan tentang surah dan tanda-tandanya yang diturunkan. Di sana mengambil pelajaran disebut sebagai tujuan dari sesuatu yang diberikan, sedangkan di 37:155 kegiatan yang sama ditanyakan kepada pendengar tanpa menyebut apa yang diberikan.

Dalam lima dari tujuh ayat rangkaian ini pertanyaan tersebut menyusul pertanyaan lain, yaitu 11:24, 11:30, 16:17, 37:155, dan 45:23. Di 16:17 pertanyaan itu menyusul "maka apakah yang menciptakan sama dengan yang tidak menciptakan", di 11:30 menyusul "siapakah yang menolongku dari Allah jika aku mengusir mereka", dan di 45:23 menyusul "siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah". Di dua ayat lainnya pertanyaan itu menyusul hal yang berbeda, yaitu perintah mengabdi kepada-Nya di 10:3 dan jawaban "Milik Allah" di 23:85. Di 37:155 yang mendahuluinya pertanyaan di 37:154, dan ayat tidak memilih antara pertanyaan itu dan seluruh rangkaian sebelumnya sebagai bahan pelajaran.

Tafsiran

Ayat ini paling pendek di antara 37:151 sampai 37:156, hanya dua kata Arab, dan terletak di antara dua pertanyaan yang lebih panjang, yaitu 37:154 dan 37:156. Kependekannya membuat pertanyaan ini terbaca seperti jeda di tengah rangkaian, sedangkan pokok argumen ada di ayat-ayat yang lebih panjang.

Ayat 37:156 dibuka dengan "ataukah", sehingga ayat itu tersambung ke ayat ini sebagai pilihan lain, yaitu tidakkah kalian mengambil pelajaran, ataukah kalian mempunyai kekuasaan yang jelas. Bentuk itu sudah ada di 37:149 dan 37:150, tempat pertanyaan dengan huruf tanya disusul pertanyaan dengan "ataukah". Dua pasangan itu mengapit bagian tengah, yaitu klaim di 37:151 dan 37:152 beserta dua pertanyaan lanjutan di 37:153 dan 37:154. Dengan begitu klaim tentang Allah itu dikelilingi pertanyaan di kedua sisinya.

Pertanyaan ini dapat dibaca sebagai tawaran jalan keluar sesudah 37:154, yang menanyakan cara menetapkan. Pendengar diberi dua kemungkinan, yaitu mengambil pelajaran atau menunjukkan dasar. Sesudah dua kemungkinan itu 37:157 langsung menuntut kitab.

Di ayat-ayat lain pertanyaan yang sama menyusul sesuatu yang sudah diuraikan, seperti perbandingan di 11:24 dan 16:17. Di sini yang mendahuluinya hanya pertanyaan-pertanyaan, sehingga bahan untuk mengambil pelajaran terdiri dari pertanyaan itu sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan "tidakkah kalian" tidak dijawab di ayat ini, sehingga jawabannya hanya ada pada pendengar. Bentuk itu menyiratkan bahwa mengambil pelajaran mungkin dilakukan dan belum dilakukan, dan pertanyaan tinggal apakah pendengar mau melakukannya. Pembaca yang membacanya ditempatkan di titik yang sama, sebab pelajaran dapat diambil dan pertanyaannya apakah pembaca mengambilnya. Dari pertanyaan-pertanyaan tentang Dia di ayat-ayat sebelumnya, pelajaran apa yang sudah diambil pembaca, dan pelajaran apa yang masih ditundanya?
  • Dalam sebagian besar ayat lain yang memuat pertanyaan serupa, pertanyaan itu menyusul pertanyaan sebelumnya, di antaranya tentang siapa yang menolong dari Allah dan siapa yang mampu memberi petunjuk setelah Allah. Pelajaran dalam ayat-ayat itu ditawarkan sebagai sesuatu yang dapat dipetik dari pertanyaan, tidak dari perintah. Pembaca yang terbiasa menunggu kesimpulan diberikan kepadanya menemukan bahwa di sini kesimpulan diserahkan kepadanya. Pertanyaan mana yang pernah membuat pembaca berhenti dan mengambil pelajaran, padahal tak ada yang menyuruhnya?
  • Ayat 37:155 dan 37:156 mengulang bentuk 37:149 dan 37:150, yaitu pertanyaan disusul pertanyaan dengan "ataukah". Klaim tentang Allah di 37:152 terkurung di antara dua pasang itu, jadi pembaca tidak pernah bertemu klaim itu tanpa pertanyaan di dekatnya. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana kalimat "Allah beranak" tinggal dalam ingatannya sesudah membaca seluruh rangkaian, sendirian atau di tengah pertanyaan yang mengepungnya?
  • Kata kerja mengambil pelajaran berdiri di ayat ini tanpa objek. Pendengar mengisinya sendiri, dan isian yang paling mudah datang berasal dari ayat-ayat yang baru saja lewat. Kekosongan itu juga memungkinkan pelajaran diambil dari hal lain yang sedang dihadapi pendengar pada saat itu. Pembaca dapat memperhatikan apa yang pertama kali diisikan, apakah klaim tentang Tuhan yang baru dibaca atau sesuatu yang sedang menekan hidupnya sendiri, dan apa arti isian itu bagi apa yang selama ini dianggapnya penting.
  • Di surah ini pembuka "tidakkah kalian" dipakai dengan kata kerja berakal di 37:138 dan dengan kata kerja mengambil pelajaran di sini. Pembuka yang sama meminta kegiatan batin yang berlainan, yaitu menimbang di satu tempat dan mengambil pelajaran di tempat lain. Pembaca yang membaca keduanya dalam satu surah melihat dua kegiatan itu dipisahkan. Dalam percakapan tentang Tuhan, mana dari keduanya yang lebih sering terlewat pada diri pembaca, menimbang atau mengambil pelajaran?
  • Di 16:90 dan 24:1 mengambil pelajaran disebut sebagai tujuan dari sesuatu yang diberikan, dan di 16:90 pemberinya Dia yang menyuruh adil dan melarang perbuatan keji. Di 37:155 tujuan yang sama menjadi pertanyaan. Pembaca melihat satu kegiatan dari dua sisi, sebagai harapan di balik sebuah pemberian dan sebagai pertanyaan di hadapan pendengar yang belum melakukannya. Pemberian apa dalam hidup pembaca yang tujuannya, bila ditanyakan balik, adalah mengambil pelajaran?