أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ

Ataukah kalian mempunyai kekuasaan yang jelas?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌam lakum sulthaanun mubiinunataukah kalian mempunyai kekuasaan yang jelas

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. أَمْamatau
  2. لَكُمْlakumbagi kalian
  3. سُلْطَانٌsulthaanunkekuasaan
  4. مُبِينٌmubiinunyang nyata

Inti bacaan

Tuntutan bukti konkret: 'apakah kalian mempunyai otoritas yang jelas?', standar pembuktian yang sama diterapkan kepada penentang, bukan hanya dituntut sepihak dari pihak yang mengklaim kebenaran.

Penjelasan pilihan kata

'Sultaanun' (akar slt) dikoreksi dari 'otoritas' menjadi 'kekuasaan', konsisten dengan disiplin pembedaan sultaan (kekuasaan) vs burhaan (dalil/bukti) yang berlaku di seluruh proyek.

Tafsiran

Ayat ini menantang dasar klaim mereka lebih jauh: mempertanyakan apakah mereka memiliki kekuasaan nyata untuk menetapkan sesuatu tentang Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menuntut bukti dari yang menuduh, bukan hanya dari yang dituduh. Pertanyaannya dibalik arah. Beban pembuktian dipindahkan.
  • Yang diminta kekuasaan, bukan sekadar pendapat. Dasar yang sah untuk menetapkan. Bukan perasaan yang diwariskan.
  • Pertanyaannya dibiarkan Allah tanpa disusul bantahan. Mereka memang tak punya apa-apa. Diamnya sudah cukup menjawab.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-l-t, b-y-n): am lakum sultaan mubiin diterjemahkan 'apakah kalian punya otoritas (bukti) yang jelas' (akar s-l-t-n putaran 82, tuntutan hujah/bukti bagi klaim mereka; gema haatuu burhaanakum, cf. 30:35, 18:15, 53:23). Selaras.