فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Maka, bawalah kitab kalian, jika kalian orang-orang yang benar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْfa-'tuu bi-kitaabikummaka, bawalah kitab kalian
- إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَin kuntum shaadiqiinajika kalian orang-orang yang benar
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَأْتُواfa-'tuumaka datangkanlah
- بِكِتَابِكُمْbi-kitaabikumdengan kitab kalian
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar
Inti bacaan
Bentuk (بِكِتَابِكُمْ, bi-kitaabikum) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 37:157, sedangkan susunan (فَأْتُوا بِ, fa-'tuu bi-) muncul delapan kali di Al-Qur'an (2:23, 3:93, 10:38, 11:13, 21:61, 28:49, 37:157, 44:36).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَأْتُوا, fa-'tuu) yang berarti "maka bawalah". Huruf (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung perintah ini dengan pertanyaan di 37:156, (أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ, am lakum sulthaanun mubiinun) yang berarti "ataukah kalian mempunyai kekuasaan yang jelas". Kata kerjanya berakar أ-ت-ي dan berbentuk perintah untuk banyak orang. Susunan (فَأْتُوا بِ, fa-'tuu bi-) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 2:23, 3:93, 10:38, 11:13, 21:61, 28:49, 37:157, dan 44:36.
Terjemahan memakai "bawalah", sedangkan enam ayat lain yang memuat susunan itu bersama syarat yang sama, yaitu 2:23, 3:93, 10:38, 11:13, 28:49, dan 44:36, memakai "datangkanlah". Di keenam ayat itu benda yang diminta tidak diberi akhiran milik pendengar: satu surah semisalnya di 2:23 dan 10:38, sepuluh surah di 11:13, Taurat di 3:93, kitab dari sisi Allah di 28:49, dan nenek moyang milik pembicara di 44:36. Di ayat ini benda itu disebut milik pendengar sendiri lewat akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian", sehingga permintaannya menyangkut sesuatu yang sudah ada pada mereka, dan "bawalah" cocok dengan keadaan itu.
Kata (بِكِتَابِكُمْ, bi-kitaabikum) tersusun dari tiga bagian: (بِ, bi-) yang berarti "dengan", (كِتَابِ, kitaabi) yang berarti "kitab", dan (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Akar kata kitab adalah ك-ت-ب. Bentuk lengkap (بِكِتَابِكُمْ, bi-kitaabikum) hanya muncul sekali di Al-Qur'an. Bentuk tak tentunya, (بِكِتَابٍ, bi-kitaabin), muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:52, 28:49, dan 46:4. Di 7:52 pelakunya Kami, yang mendatangkan kitab itu kepada mereka. Di 28:49 kitab yang diminta dibatasi oleh (مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, min 'indi llaahi) yang berarti "dari sisi Allah", dan di 46:4 oleh (مِنْ قَبْلِ هَٰذَا, min qabli haadzaa) yang berarti "sebelum ini". Ayat 37:157 tidak memuat pembatas semacam itu. Terjemahan karena itu tidak menambahkan "suci", "tertulis", atau "dari Allah", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina) yang berarti "jika kalian orang-orang yang benar" tersusun dari (إِنْ, in) yang berarti "jika", (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian adalah" dari akar ك-و-ن, dan (صَادِقِينَ, shaadiqiina) yang berarti "orang-orang yang benar" dari akar ص-د-ق. Dari delapan ayat bersusunan (فَأْتُوا بِ, fa-'tuu bi-), tujuh ditutup dengan syarat ini, yaitu 2:23, 3:93, 10:38, 11:13, 28:49, 37:157, dan 44:36, sedangkan 21:61 tidak memuatnya. Syarat itu tidak menyebut klaim yang diujinya. Di ayat ini yang tertulis hanya bahwa kebenaran pendengar dikaitkan dengan kesanggupan membawa kitab. Terjemahan memakai "orang-orang yang benar" seperti di 28:49 dan 44:36, tanpa menambahkan "jujur" atau "berkata benar", karena (صَادِقِينَ, shaadiqiina) tidak diikuti kata yang menyebut ucapan.
Tanda titik di ujung terjemahan menutup kalimat. Ayat 37:158 membuka kalimat baru dengan (وَجَعَلُوا, wa-ja'aluu) yang berarti "dan mereka menjadikan".
Tafsiran
Ayat ini mengubah rangkaian pertanyaan menjadi satu perintah. Ayat 37:154 sampai 37:156 menanyakan dasar penetapan mereka tanpa meminta mereka berbuat apa pun, dan 37:157 adalah ayat pertama sesudah rangkaian itu yang meminta sesuatu dibawa. Pertanyaan di 37:156 memakai (أَمْ لَكُمْ, am lakum), dan susunan itu muncul empat kali di tiga surah, yaitu 37:156, 54:43, 68:37, dan 68:39. Tiga di antaranya menanyakan dasar yang dapat dipegang: kekuasaan yang jelas di 37:156, jaminan kebebasan dalam kitab-kitab di 54:43, dan kitab untuk dipelajari di 68:37. Ayat 68:39 menanyakan sumpah dari Kami. Ayat 37:157 mengambil jawaban yang paling berwujud dari daftar itu, yaitu kitab, dan menyuruh membawanya.
Perintah ini tidak menyebut isi yang harus ada di dalam kitab itu dan tidak menyebut klaim yang diuji. Ayat 28:49 dan 46:4 memberi ukuran untuk apa yang diterima: kitab dari sisi Allah yang lebih memberi petunjuk, atau kitab dari masa sebelum ini, atau peninggalan dari pengetahuan. Di 37:157 ukuran semacam itu tidak ada. Pembaca mendapat syarat bahwa pihak yang dituju memiliki kitab dan sanggup membawanya, dan tidak mendapat penjelasan tentang apa yang akan dianggap cukup.
Ayat berikutnya tidak mencatat jawaban. Ayat 37:158 langsung menuturkan perbuatan mereka yang lain, dan teks tidak menyatakan apakah ada yang dibawa. Ayat 37:167 sampai 37:168 kemudian memuat ucapan "mereka" yang berandai-andai, "Seandainya di sisi kami ada peringatan dari orang-orang terdahulu". Teks tidak menyatakan bahwa "mereka" di sana adalah pihak yang sama dengan yang diminta membawa kitab di 37:157, tetapi pembaca dapat meletakkan keduanya berdampingan karena letaknya satu surah.
Renungan dan Hikmah
- Perintah di 37:157 meminta benda yang dapat dibawa ke hadapan orang lain, dan tidak meminta alasan yang disusun dengan pandai. Di 28:49 permintaan yang sama dirumuskan lebih jauh: kitab yang diminta datang dari sisi Allah dan lebih memberi petunjuk daripada keduanya, lalu pembicaranya berjanji mengikutinya. Dua ayat itu menempatkan keyakinan sebagai sesuatu yang dapat diperiksa orang lain, dan ayat 28:49 menyebut Allah sebagai sumber dasar yang layak diikuti. Pembaca dapat menimbang keyakinan yang paling erat dipegangnya dan bertanya, apakah ada sesuatu yang dapat dibawanya ke hadapan orang yang tidak sependapat, atau hanya rasa yakin yang tidak dapat diserahkan kepada siapa pun?
- Kitab yang diminta di 37:157 disebut milik pendengar sendiri, sehingga tidak ada pihak lain yang perlu mencarikannya. Pertanyaan di 68:37 menaruh pemilik di depan miliknya dari sisi yang berbeda: ataukah kalian mempunyai kitab yang di dalamnya kalian pelajari? Satu ayat menanyakan apakah pemilik mempelajarinya, dan ayat yang lain meminta pemilik membawanya. Orang yang menyebut sesuatu sebagai pegangannya dapat memeriksa kapan terakhir pegangan itu dibukanya, dan apakah isinya benar-benar mengatakan apa yang selama ini dikiranya dikatakan. Apa yang akan ditemukannya bila halaman itu dibuka di depan orang lain?
- Syarat jika kalian orang-orang yang benar di 37:157 mengaitkan kebenaran pendengar dengan kesanggupan membawa kitab. Syarat yang sama dipasang pada permintaan dalil di 27:64, sesudah pertanyaan apakah ada tuhan bersama Allah. Dua ayat itu memperlihatkan bahwa kebenaran sebuah pernyataan tentang Allah diuji dengan sesuatu yang dapat diserahkan kepada pemeriksa, dan perasaan yakin penuturnya tidak disebut sebagai ukuran. Pembaca yang pernah berbicara tentang Allah dengan penuh keyakinan dapat bertanya, dalil macam apa yang akan dikeluarkannya bila syarat itu dikenakan kepadanya, dan apakah dalil itu sudah dikenalnya sebelum diminta?
- Ayat 37:157 tidak menyebut kitab macam apa yang diterima, sedangkan 46:4 menerima kitab dari masa sebelum ini atau peninggalan dari pengetahuan, dan 28:49 menyebut kitab dari sisi Allah yang lebih memberi petunjuk. Kelonggaran di 37:157 terbaca sebagai undangan yang terbuka: pihak yang diminta boleh membawa apa pun yang disebutnya kitab. Pembaca dapat melihat sisi lain dari kelonggaran itu, yaitu bahwa orang yang menerima benda itu tetap memakai ukurannya sendiri. Apakah apa yang disebutnya dasar keyakinannya akan dikenali sebagai dasar oleh orang yang tidak memegang keyakinan yang sama, dan bila disandingkan dengan kitab dari sisi Allah di 28:49, apakah dasar itu lebih memberi petunjuk?
- Sesudah 37:157 teks tidak mencatat jawaban, dan 37:158 langsung menuturkan perbuatan mereka yang lain. Teks tidak mengatakan bahwa mereka membawa sesuatu dan tidak mengatakan bahwa mereka tidak mampu. Ruang kosong itu dapat dibaca sebagai jeda yang diberikan kepada pendengar, karena perintahnya ditujukan kepada "kalian" di ayat itu. Pembaca yang pernah diminta menunjukkan dasar atas sesuatu yang ia katakan dapat mengingat apa yang terjadi di dalam dirinya pada jeda semacam itu: mencari, menghindar, atau mengalihkan pokok pembicaraan? Dan bila pembicaraannya tentang Allah, adakah hal yang lebih mudah diakuinya pada saat jeda itu daripada di depan orang?
- Kata kerja yang sama di 21:61 dipakai untuk membawa seseorang ke hadapan mata orang banyak agar mereka menyaksikan. Di 37:157 yang dibawa adalah kitab, dan membawa berarti memperlihatkan kepada orang lain apa yang sebelumnya baru diakui ada. Keyakinan yang disimpan di dalam dada tidak dapat diperiksa siapa pun, sedangkan keyakinan yang dibawa keluar dapat dibaca, ditolak, atau diterima orang lain. Pembaca dapat bertanya apakah lebih nyaman baginya memegang keyakinan yang tidak pernah dibawa keluar, dan apakah kenyamanan itu berasal dari keyakinannya sendiri atau dari tidak adanya orang yang memeriksa?
- Rangkaian yang dibuka di 37:149 dengan pertanyaan apakah bagi Tuhanmu anak-anak perempuan berisi pertanyaan demi pertanyaan, lalu berakhir di 37:157 dengan perintah. Pertanyaan meninggalkan beban pada penjawab tanpa memberinya jalan keluar, sedangkan perintah memberinya jalan yang jelas, yaitu membawa kitab. Pembaca yang sering mengajukan pertanyaan kepada orang lain dapat menimbang apakah pertanyaannya menyisakan jalan keluar bagi lawan bicara, dan bila dirinya sendiri yang ditanya tentang Tuhannya, jalan keluar apa yang diharapkannya tersedia?