فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ

Maka, sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَfa-innakum wa-maa ta'buduunamaka, sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَإِنَّكُمْfa-innakummaka sesungguhnya kalian
  2. وَمَاwa-maadan apa yang
  3. تَعْبُدُونَta'buduunakalian menyembah

Inti bacaan

Susunan (وَمَا تَعْبُدُونَ, wa-maa ta'buduuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:98 dan 37:161.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَإِنَّكُمْ, fa-innakum) yang berarti "maka, sesungguhnya kalian". Bentuk ini tersusun dari tiga bagian: (فَ, fa-) yang berarti "maka", (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", dan (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Akhiran -kum menandai pergantian pihak yang dibicarakan. Ayat 37:158 dan 37:159 berbicara tentang "mereka", antara lain dalam (يَصِفُونَ, yashifuuna) yang berarti "mereka sifatkan", ayat 37:160 menyebut hamba-hamba Allah, dan 37:161 mulai menyapa. Bentuk persis (فَإِنَّكُمْ, fa-innakum) muncul dua kali di dua surah, yaitu 5:23 dan 37:161. Di 5:23, (فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ, fa-innakum ghaalibuuna) yang berarti "sungguh kalian menang", kalimatnya selesai dalam satu ayat, sedangkan di 37:161 kalimatnya terus berjalan ke ayat berikutnya. Gabungan (فَإِنَّكُمْ وَمَا, fa-innakum wa-maa) hanya muncul di ayat ini.

Kata (وَمَا تَعْبُدُونَ, wa-maa ta'buduuna) yang berarti "dan apa yang kalian sembah" terdiri dari (وَ, wa-) yang berarti "dan", (مَا, maa) yang berarti "apa yang", dan (تَعْبُدُونَ, ta'buduuna) yang berarti "kalian sembah", kata kerja berakar ع-ب-د untuk banyak orang yang diajak bicara. Kata maa tidak menyebut nama apa pun, sehingga ayat ini tidak menamai atau menggambarkan sembahan itu. Susunan (وَمَا تَعْبُدُونَ, wa-maa ta'buduuna) muncul dua kali di dua surah, yaitu 21:98 dan 37:161. Bentuk (مَا تَعْبُدُونَ, maa ta'buduuna) lebih luas, yaitu delapan kali di tujuh surah: 2:133, 12:40, 21:67, 21:98, 26:70, 29:17, 37:161, dan 109:2. Terjemahan mempertahankan "sembah" yang dipakai untuk bentuk itu di 21:67, 21:98, 26:70, dan 29:17. Di 21:67, (أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ, uffin lakum wa-li-maa ta'buduuna) yang berarti "celakalah kalian dan apa yang kalian sembah", penggabungan serupa dilakukan dengan (لِ, li-) yang berarti "bagi", sehingga ucapan celaka jatuh pada keduanya. Di 37:161 penggabungan itu hanya lewat (وَ, wa-), dan ayat tidak menyebut apa yang jatuh pada keduanya.

Di 21:98 susunan yang sama berbunyi (إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ, innakum wa-maa ta'buduuna min duuni llaahi hashabu jahannama) yang berarti "sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam". Dua unsur di sana tidak ada di 37:161: keterangan (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah", dan akhir kalimat yang menyebut bahan bakar Jahanam. Terjemahan 37:161 karena itu tidak menambahkan "selain Allah", meskipun 21:98 memuatnya. Kelanjutan kalimat 37:161 baru muncul di 37:162, (مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ, maa antum 'alayhi bi-faatiniina).

Terjemahan berakhir dengan koma karena pokok kalimat "kalian dan apa yang kalian sembah" belum bertemu kelanjutannya, dan koma itu dipertahankan sampai 37:162.

Tafsiran

Ayat ini membuka satu pernyataan yang baru selesai dua ayat sesudahnya. Dalam rangkaian 37:158 sampai 37:163 arah bicara berpindah dua kali: 37:158 dan 37:159 bercerita tentang "mereka", 37:160 menyebut hamba-hamba Allah, lalu 37:161 menyapa "kalian". Pihak yang tadinya dibicarakan di belakang kini dihadapi langsung, dan ayat memasukkan apa yang mereka sembah ke dalam sapaan itu, sehingga penyembah dan sembahan dinyatakan sebagai satu pokok kalimat.

Ayat 21:98 menyatakan pokok yang sama dan menyelesaikannya dengan nasib, yaitu bahan bakar Jahanam, lalu 21:99 menyambung dengan pengandaian: sekiranya mereka itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya. Ayat 37:161 menuju kelanjutan lain. Pokok yang sama diselesaikan di 37:162 dengan keterbatasan kemampuan, dan 37:163 menyebut pengecualian yang menyangkut orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala. Dua tempat itu menaruh penyembah dan sembahan di bawah satu sapaan, tetapi masing-masing mengatakan hal yang berbeda tentang mereka.

Ayat 25:17 sampai 25:18 menaruh penyembah dan apa yang mereka sembah di satu tempat pada satu hari, dan yang disembah menjawab Allah bahwa tidak pantas bagi mereka mengambil pelindung selain Dia. Di 37:161 tidak ada hari yang disebut dan tidak ada jawaban yang dikutip. Ayat ini berhenti pada sapaan dan menunggu kelanjutannya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:161 menyapa penyembah dan sembahannya dalam satu susunan, dan 21:98 menambahkan bahwa sembahan itu disembah selain Allah. Dengan susunan itu, sembahan tidak diperlakukan sebagai sesuatu di luar nasib penyembahnya. Keduanya masuk ke dalam kalimat yang sama dan menunggu kelanjutan yang sama. Pembaca dapat bertanya apa yang disebutnya sebagai tempat bersandar, dan apakah tempat itu ikut dibicarakan bersama dirinya ketika pegangannya diminta untuk dijelaskan, atau dibiarkan berdiri sendiri di luar pembicaraan?
  • Dua ayat sebelumnya berbicara tentang "mereka", lalu 37:161 berubah menjadi "kalian". Ayat 37:159 menyebut Allah dan menyucikan-Nya dari apa yang mereka sifatkan, dan 37:161 kemudian menghadapi pihak yang menyifati itu secara langsung. Pembaca yang menyimak 37:158 dan 37:159 sebagai cerita tentang pihak lain dapat memperhatikan bahwa kalimat berikutnya menghadap ke pihak itu tanpa perantara. Apakah pembaca mendengar 37:161 dengan cara yang sama seperti mendengar 37:158, atau terasa berbeda ketika kalimatnya menghadap langsung?
  • Ayat 37:161 tidak menyebut nama dan tidak menggambarkan sembahan itu. Di 21:98 sembahan itu disebut disembah selain Allah, dan di 25:17 yang disembah selain Allah dikumpulkan bersama penyembahnya. Dua ayat itu memberi penanda kepada sembahan lewat hubungannya dengan Allah, tidak lewat sifatnya. Pembaca dapat menanyakan apa saja yang menempati tempat di sisi nama Allah dalam hidupnya tanpa pernah disebutnya sembahan, dan bagaimana sebutan itu dapat diperiksa bila tidak pernah diucapkan?
  • Kalimat di 37:161 berhenti dengan koma, dan dua ayat sesudahnya baru menyelesaikannya. Di 21:98 pokok yang sama berakhir pada bahan bakar Jahanam, dan di 37:162 pada keterbatasan kemampuan. Pembaca yang membaca 37:161 dengan ingatan 21:98 cenderung melengkapi kalimatnya dengan akhir yang sudah dikenalnya, padahal akhirnya berbeda. Dengan akhir yang mana kalimat itu dilengkapi sebelum ayat berikutnya dibaca, dan seberapa jauh ingatan akan satu ayat membentuk dugaan tentang ayat yang lain?
  • Di 25:17 Dia mengumpulkan penyembah dan apa yang mereka sembah selain Allah, lalu bertanya kepada yang disembah apakah kalian yang menyesatkan hamba-hamba-Ku ini atau hamba-hamba itu sendiri yang sesat. Jawaban yang dikutip di 25:18 adalah penyucian dan pernyataan bahwa mereka tidak pantas mengambil pelindung selain Dia. Ayat 37:161 belum memuat jawaban semacam itu, tetapi menaruh sembahan di dalam sapaan yang sama. Pembaca dapat bertanya jawaban apa yang akan diberikan oleh sesuatu yang diandalkannya, bila Allah menanyainya tentang pembaca itu?
  • Ayat 21:99 menyambung 21:98 dengan satu pengandaian: sekiranya mereka itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya. Pengandaian itu menjadikan nasib sebagai ukuran, dan menaruh Jahanam sebagai tempat yang tidak dimasuki oleh yang sungguh berhak disebut tuhan. Di 37:161 pengandaian itu belum muncul, dan sapaan berhenti pada kata sembah. Pembaca dapat bertanya ukuran apa yang dipakainya untuk menilai sesuatu layak disebut tuhan atau tidak, dan apakah ukuran itu sudah diperiksanya dengan ayat seperti 21:99 sebelum kepercayaan diserahkan kepada sesuatu?