مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ

tidak dapat kalian memperdayakan terhadap-Nya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَmaa antum 'alayhi bi-faatiniinatidak dapat kalian memperdayakan terhadap-Nya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. أَنْتُمْantumkalian
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. بِفَاتِنِينَbi-faatiniinamenyesatkan

Inti bacaan

Bentuk (فَاتِنِينَ, faatiniina) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 37:162.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مَا, maa) yang berarti "tidak". Morfologi menandainya sebagai kata peniadaan, dan huruf (بِ, bi-) pada (بِفَاتِنِينَ, bi-faatiniina) sejalan dengan itu. Kata yang sama berbunyi "apa yang" di 3:179 dan 24:64, tempat (مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ, maa antum 'alayhi) yang berarti "keadaan kalian" muncul dalam kalimat dengan Allah sebagai pelakunya, yaitu membiarkan di 3:179 dan mengetahui di 24:64. Tiga kata itu sama persis di 3:179, 24:64, dan 37:162, tetapi di dua ayat pertama maa menandai "apa yang", sedangkan di 37:162 maa menandai peniadaan. Kelanjutan kalimatnya memperlihatkan perbedaan itu: di 37:162 kata sesudah (عَلَيْهِ, 'alayhi) adalah (بِفَاتِنِينَ, bi-faatiniina), pelaku yang ditiadakan.

Rumus peniadaan (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ, wa-maa antum bi-mu'jiziina) muncul lima kali di lima surah, yaitu 6:134, 10:53, 11:33, 29:22, dan 42:31. Ayat 37:162 memakai kerangka yang sama, (مَا أَنْتُمْ, maa antum) di depan dan (بِ, bi-) sebelum pelaku di ujung, dengan (عَلَيْهِ, 'alayhi) terselip di tengah. Terjemahan memakai "tidak dapat" seperti di 10:53, 11:33, 29:22, dan 42:31.

Kata (عَلَيْهِ, 'alayhi) tersusun dari (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" atau "terhadap" dan akhiran (هِ, -hi) yang berarti "dia" untuk satu orang laki-laki atau satu benda. Terjemahan memakai "terhadap-Nya", jadi akhiran itu dibaca merujuk pada Allah yang disebut di 37:159 dan 37:160, dan itu adalah rujukan terdekat yang berupa nama. Ayat 37:163 memuat rujukan lain yang cocok dengan bentuk akhiran itu, yaitu (مَنْ, man) dalam (إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ, illaa man huwa shaali l-jahiimi) yang berarti "kecuali orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala". Dibaca begitu, terjemahannya menjadi "terhadap orang yang". Ayat tidak memutuskan di antara keduanya, dan terjemahan mengikuti bacaan pertama.

Kata (فَاتِنِينَ, faatiniina) berakar ف-ت-ن dan menyebut pelaku dalam bentuk jamak, yaitu orang yang melakukan sesuatu kepada orang lain. Bentuk ini hanya muncul sekali, di 37:162. Terjemahan memakai "memperdayakan", mengikuti kata kerja dari akar yang sama dengan pelaku dan sasaran orang lain di 5:49, (يَفْتِنُوكَ, yaftinuuka) yang berarti "memperdayakanmu". Padanan "menyesatkan" dipakai untuk akar lain, yaitu ض-ل-ل, misalnya (وَأَضَلَّهُمُ, wa-adhallahumu) yang berarti "dan menyesatkan mereka" di 20:85, dan (لِيُضِلُّوا, li-yudhilluu) yang berarti "untuk menyesatkan" di 14:30. Di 20:85 kedua akar muncul dalam satu ayat dan terjemahan memisahkannya: (فَتَنَّا, fatannaa) yang berarti "menguji" dan (وَأَضَلَّهُمُ, wa-adhallahumu) yang berarti "dan menyesatkan mereka". Karena itu 37:162 tidak memakai "menyesatkan" untuk akar ف-ت-ن.

Terjemahan berakhir dengan koma karena 37:163 membawa pengecualian dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali".

Tafsiran

Ayat ini memberi batas pada apa yang dapat dilakukan pihak yang disapa di 37:161. Sapaan yang dibuka dengan penyembah dan sembahannya diselesaikan di sini dengan kalimat peniadaan yang subjeknya (أَنْتُمْ, antum) yang berarti "kalian". Ayat tidak mengulang kata untuk apa yang mereka sembah di bagian ini, sehingga peniadaan itu berlaku bagi "kalian", dan apakah sembahan itu ikut terhitung tidak dinyatakan oleh ayat ini.

Ayat 25:19 menyatakan keterbatasan serupa kepada pihak yang disapa di sana: mereka tidak mampu menolak dan tidak mampu menolong, (فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلَا نَصْرًا, fa-maa tastathii'uuna sharfan wa-laa nashran). Konteks keduanya berbeda. Ayat 25:19 berada sesudah jawaban pihak yang disembah di 25:18, pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka menurut 25:17, sedangkan 37:162 tidak menyebut hari. Ayat 14:22 memperlihatkan jangkauan pihak yang memperdaya menurut penuturnya sendiri, yaitu setan: tidak ada atas kalian suatu keterangan kecuali aku menyeru kalian lalu kalian memenuhi seruanku. Pembicara di 14:22 disebut, sedangkan di 37:162 pembicaranya tidak disebut.

Pengecualian di 37:163, orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala, melengkapi batas itu. Teks tidak menjelaskan apakah orang itu menjadi demikian karena diperdayakan atau sebelum itu, dan tidak menyebut apa yang membedakannya dari yang lain.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyatakan bahwa pihak yang disapa tidak dapat memperdayakan terhadap-Nya. Pernyataan keterbatasan itu ditujukan kepada pihak yang membuat klaim, dan tidak berbentuk peringatan bagi orang yang mungkin diperdayakan. Pembaca yang pernah merasa terancam oleh klaim dan bujukan di sekitarnya dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh batas pada bujukan itu, dan bahwa batas itu disebut tanpa merinci caranya. Apa yang terjadi pada rasa terancam itu bila batas ini dianggap benar, dan bagaimana rasa itu berubah bila batas itu dibaca sebagai batas terhadap Allah?
  • Di 14:22 setan berkata bahwa tidak ada suatu keterangan darinya atas kalian kecuali seruan, lalu kalian memenuhi seruan itu, dan ayat itu dibuka dengan pernyataan bahwa Allah menjanjikan kepada mereka janji yang benar. Jangkauan pihak yang memperdaya di sana sebatas menyeru, dan sambutan datang dari pihak yang diseru. Ayat 37:162 menyatakan batas serupa tanpa menyebut pembicaranya, dan 14:22 tidak dipakai untuk menafsirkan siapa pelaku di ayat ini. Pembaca yang pernah mengikuti seruan dapat bertanya apakah sambutan itu terasa seperti paksaan atau seperti pilihan sendiri, dan bagaimana perbedaannya dapat diketahui?
  • Ayat 37:162 tidak menyebut siapa yang tidak dapat diperdayakan. Ayat berhenti pada pernyataan bahwa pihak yang disapa tidak dapat memperdayakan terhadap-Nya, tanpa menyebut orang beriman, semua orang, atau orang tertentu. Kekosongan itu dapat diisi pembaca dengan orang lain, yaitu orang yang dikhawatirkannya terseret, sedangkan dirinya sendiri dibiarkan di luar. Pembaca dapat bertanya apakah dirinya juga termasuk sasaran yang dimaksud, dan apa yang akan berubah dalam rasa amannya bila dirinya dimasukkan ke dalam kekosongan itu bersama orang-orang lain?
  • Akhiran pada kata terhadap-Nya dapat dibaca merujuk pada Allah, atau pada orang yang disebut di 37:163, dan ayat tidak memutuskan. Bila dibaca merujuk pada Allah, batas kuasa mereka menyangkut hubungan manusia dengan Allah. Bila dibaca merujuk pada orang yang akan masuk neraka, batas itu menyangkut orang yang akan masuk neraka itu dan tidak menyebut Allah di dalamnya. Dua bacaan itu memberi dua gambaran tentang apa yang terancam oleh bujukan. Apakah hubungan manusia dengan Allah yang terancam, atau orang yang akan masuk ke neraka itu sendiri, dan di sisi mana pembaca menaruh dirinya di antara dua gambaran itu?
  • Ayat 37:162 berhenti sebelum pengecualiannya, dan pengecualian itu baru muncul di 37:163. Pembaca yang berhenti di 37:162 membawa pernyataan yang lebih luas daripada kalimat utuhnya, karena orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala belum disebut. Ukuran luasnya kalimat berubah begitu ayat berikutnya dibaca. Pembaca dapat bertanya seberapa sering kesimpulannya diambil dari separuh kalimat tentang Allah dan hal-hal lain, dan apakah kalimat itu diberi kesempatan untuk selesai sebelum disimpulkan?
  • Pelaku yang kemampuannya ditiadakan di 37:162 adalah pihak yang membujuk, dan ayat tidak menyatakan bahwa pihak yang dibujuk kehilangan sesuatu dari dirinya. Batas itu ditaruh pada jangkauan pembujuk, sedangkan pengecualiannya di 37:163 menyangkut orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala. Pembaca yang pernah memengaruhi orang lain dapat bertanya sejauh mana pengaruhnya benar-benar sampai, dan pada titik mana pengaruh itu berhenti menurut ayat yang menyebut terhadap-Nya. Apakah pembaca lebih sering membayangkan dirinya sebagai pihak yang dibujuk atau sebagai pihak yang membujuk, dan apa yang akan berubah dalam penilaiannya bila posisinya dibalik?