إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ

kecuali orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِillaa man huwa shaali l-jahiimikecuali orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. مَنْmanorang yang
  3. هُوَhuwaia
  4. صَالِshaaliyang memasuki
  5. الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala

Inti bacaan

Bentuk (صَالِ, shaali) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 37:163, dan bentuk jamaknya (صَالُو, shaaluu) muncul dua kali, di 38:59 dan 83:16.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِلَّا مَنْ, illaa man) yang berarti "kecuali orang yang". Kata (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" menyambung ayat ini ke kalimat peniadaan di 37:162, dan (مَنْ, man) yang berarti "orang yang" menunjuk manusia tanpa menyebut namanya. Di 15:42, (إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ, illaa mani ttaba'aka) yang berarti "kecuali orang yang mengikutimu" menyebut orang yang dikecualikan lewat sebuah perbuatan, dan di 88:23, (إِلَّا مَنْ تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ, illaa man tawallaa wa-kafara) yang berarti "kecuali orang yang berpaling dan kufur" memakai dua perbuatan. Di 37:163 sesudah man datang (هُوَ, huwa) yang berarti "ia" dan sebuah bentuk pelaku, sehingga orang itu disebut lewat tempat tujuannya dan perbuatan yang mendahuluinya tidak tertulis.

Susunan (مَنْ هُوَ, man huwa) muncul empat belas kali di sepuluh surah, yaitu 11:93, 13:10, 13:19, 13:33, 17:84, 19:75, 28:78, 28:85, 37:163, 39:3, 40:28, 40:34, 47:15, dan 67:29. Di sana orang disebut lewat keadaannya, misalnya (وَمَنْ هُوَ كَاذِبٌ, wa-man huwa kaadzibun) yang berarti "dan siapa yang pendusta" di 11:93, (كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ, ka-man huwa a'maa) yang berarti "seperti orang yang buta" di 13:19, dan (كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ, ka-man huwa khaalidun fii n-naari) yang berarti "sama dengan orang yang kekal dalam api" di 47:15. Terjemahan tidak menuliskan huwa di tempat-tempat itu, dan di 37:163 pun tidak, sehingga "orang yang akan masuk" sudah memuat man huwa shaali.

Kata (صَالِ, shaali) berakar ص-ل-ي dan berbentuk pelaku, yaitu pelaku perbuatan masuk itu sendiri. Bentuk tunggal ini muncul sekali, di 37:163, sedangkan bentuk jamaknya (صَالُو, shaaluu) muncul dua kali, yaitu di 38:59 dan 83:16. Di 38:59, (إِنَّهُمْ صَالُو النَّارِ, innahum shaaluu n-naari) berarti "sesungguhnya mereka akan masuk api", dan di 83:16, (ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ, tsumma innahum la-shaaluu l-jahiimi) berarti "kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka yang menyala-nyala". Terjemahan memakai "masuk" untuk kata kerja dasar dari akar yang sama, misalnya (اصْلَوْهَا, ishlawhaa) yang berarti "masuklah ke dalamnya" di 36:64 dan (يَصْلَوْنَهَا, yashlawnahaa) yang berarti "mereka memasukinya" di 38:56. Bentuk pelaku tidak membawa penanda waktu. Kata "akan" di 37:163 mengikuti 38:59, sedangkan 83:16 yang memuat (ثُمَّ, tsumma) "kemudian" dan penegas (لَ, la-) ditulis "benar-benar masuk". Kapan orang itu masuk tidak tertulis di ayat ini.

Bentuk pelaku menyebut orang itu sebagai yang masuk. Kata kerja yang menyebut pihak lain sebagai pelaku berbentuk berbeda, misalnya (نُصْلِيهِمْ, nushliihim) yang berarti "Kami masukkan" di 4:56 dan (سَأُصْلِيهِ, sa-ushliihi) yang berarti "Aku akan memasukkannya" di 74:26. Di 37:163 tidak ada kata untuk pihak yang memasukkan.

Kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) berakar ج-ح-م dan diterjemahkan "neraka yang menyala-nyala", sedangkan (جَهَنَّمَ, jahannama) diterjemahkan "Jahanam", seperti di 14:29 dan 38:56. Di surah ini kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) muncul enam kali, yaitu di 37:23, 37:55, 37:64, 37:68, 37:97, dan 37:163. Lima yang pertama menyertai kata yang menunjuk letak atau arah: (صِرَاطِ الْجَحِيمِ, shiraathi l-jahiimi) yang berarti "jalan ke neraka yang menyala-nyala" di 37:23, (سَوَاءِ الْجَحِيمِ, sawaa'i l-jahiimi) yang berarti "tengah-tengah neraka yang menyala-nyala" di 37:55, (أَصْلِ الْجَحِيمِ, ashli l-jahiimi) yang berarti "dasar neraka yang menyala-nyala" di 37:64, (لَإِلَى الْجَحِيمِ, la-ilaa l-jahiimi) yang berarti "menuju neraka yang menyala-nyala" di 37:68, dan (فِي الْجَحِيمِ, fii l-jahiimi) yang berarti "ke dalam neraka yang menyala-nyala" di 37:97. Di 37:163 kata itu menjadi bagian dari sebutan untuk seorang manusia.

Terjemahan berakhir dengan titik karena 37:163 menutup kalimat yang dibuka dengan (فَإِنَّكُمْ, fa-innakum) di 37:161. Ayat 37:164 membuka ucapan baru dengan (وَمَا مِنَّا, wa-maa minnaa).

Tafsiran

Ayat ini menutup kalimat panjang yang dibuka di 37:161 dan memberi isi pada bagian yang dibiarkan kosong di 37:162. Kalimat peniadaan di 37:162 tidak menyebut sasaran yang tidak dapat diperdayakan, dan 37:163 menyebut satu pihak yang berada di luar peniadaan itu, yaitu orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala. Sapaan "kalian" berhenti di 37:162 karena ayat ini berbicara tentang "orang" dengan kata ganti ketiga tunggal, dan ayat tidak mencatat apakah orang itu termasuk yang disapa.

Kalimat peniadaan yang disusul pengecualian dengan illaa man juga ada di 15:41 sampai 15:42. Di sana pihak yang di 15:39 berkata akan menjerumuskan mereka semua dijawab, "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, engkau tidak memiliki keterangan atas mereka, kecuali orang yang mengikutimu dari kalangan yang terjerumus." Di 37:161 sampai 37:162 penyembah dan apa yang mereka sembah disapa, dan hamba-hamba Allah disebut di 37:160 sebelum sapaan itu dimulai. Pembicara dan pihak yang disapa di dua tempat itu berbeda, sehingga keduanya dibaca sebagai dua kalimat yang bentuknya mirip dan tidak sebagai satu kisah.

Bentuk jamak dari kata yang sama dengan (صَالِ, shaali) di 83:16 didahului keterangan tentang orang-orang itu di ayat-ayat sebelumnya: celaka bagi para pendusta di 83:10, tidak ada yang mendustakan Hari Pertanggungjawaban kecuali setiap pelampau batas lagi bergelimang dosa di 83:11 sampai 83:12, dan mereka terhalang dari Tuhan mereka di 83:15. Orang di 37:163 tidak diberi keterangan semacam itu. Sebab dan perbuatan yang mengantarkannya tidak tertulis, dan ayat berhenti pada tempat tujuan.

Surah ini memuat dua pengecualian dalam jarak tiga ayat. Yang pertama menyebut hamba-hamba Allah yang dimurnikan di 37:160, dan yang kedua menyebut orang yang akan masuk ke neraka yang menyala-nyala di 37:163. Tidak ada ayat yang menyatakan hubungan antara keduanya. Sesudah 37:163 ucapan beralih ke "kami" di 37:164, sehingga kalimat panjang tentang penyembah dan sembahan berakhir di sini.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 83:15 menyebut orang-orang itu lebih dulu sebagai pihak yang pada hari itu benar-benar terhalang dari Tuhan mereka, lalu 83:16 menyebut mereka masuk ke neraka yang menyala-nyala dengan bentuk jamak dari kata yang dipakai di 37:163. Dua keadaan itu ditulis berurutan dengan kata kemudian di antaranya, dan ayat tidak menyatakan bahwa yang pertama menyebabkan yang kedua. Pembaca yang mengenal peringatan ini lewat gambaran api dapat memperhatikan bahwa 83:15 menaruh keadaan lain sebelum api. Mana yang lebih dulu terbayang olehnya ketika mendengar peringatan itu, terhalang dari Tuhannya atau api itu sendiri, dan apa yang berubah dalam rasa takutnya bila urutan di 83:15 sampai 83:16 diikuti?
  • Di 15:39 lawan bicara menyapa "Tuhanku", dan 15:42 memuat jawaban kepadanya: hamba-hamba-Ku, engkau tidak memiliki keterangan atas mereka, kecuali orang yang mengikutimu dari kalangan yang terjerumus. Orang yang dikecualikan di sana disebut lewat perbuatannya, yaitu mengikuti, dan di 88:23 lewat berpaling dan kufur. Di 37:163 orang yang dikecualikan disebut lewat tempat tujuannya. Seseorang dapat disebut lewat apa yang dikerjakannya atau lewat tempat akhirnya. Bila pembaca ditanya mengapa seseorang dianggap berakhir buruk, cara mana yang dipakainya lebih dulu, dan apakah jawabannya bersandar pada perbuatan yang dilihatnya sendiri?
  • Di 37:97 orang-orang berkata, "Buatlah untuknya suatu bangunan, lalu, lemparkanlah ia ke dalam neraka yang menyala-nyala", dan 37:98 mencatat bahwa mereka hendak melakukan siasat terhadapnya, tetapi Kami menjadikan mereka orang-orang yang paling hina. Kata neraka yang menyala-nyala di sana menjadi tempat yang direncanakan manusia bagi orang lain, sedangkan di 37:163 kata itu menjadi tujuan orang yang masuk. Peristiwa di 37:97 dan di 37:163 tidak sama, sehingga kedua ayat tidak dipakai untuk saling menjelaskan. Pembaca yang pernah merasa terancam oleh rencana orang lain dapat memperhatikan bahwa 37:98 menutup rencana itu dengan keadaan para perencananya. Apa yang berubah dalam rasa terancam itu bila 37:97 sampai 37:98 dibaca sebagai catatan tentang rencana yang berbalik?
  • Di 37:55 seseorang menengok lalu melihat temannya di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala, dan di 37:56 sampai 37:57 orang itu berkata, "Demi Allah, sungguh engkau hampir membinasakanku, dan sekiranya bukan lantaran nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang dihadirkan." Dalam ucapannya sendiri, nikmat Tuhannya disebut sebagai sebab dirinya tidak termasuk orang-orang yang dihadirkan. Ayat 37:163 tidak memuat teman maupun nikmat, sehingga dua tempat itu dibaca berdampingan dan tidak saling menafsirkan. Pembaca dapat bertanya kepada dirinya, bagi hal buruk yang tidak menimpanya, ke arah mana ucapan terima kasih diarahkan, dan apakah ucapan itu pernah diucapkan?
  • Di 40:7 yang memikul 'Arasy dan yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman, lalu berkata, "Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu", dan memohon agar Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. Kata yang sama dengan 37:163 muncul di sana sebagai isi permohonan, dan yang dijaga dari api itu ialah orang lain, yaitu orang-orang yang bertobat serta mengikuti jalan-Mu. Ayat 37:163 menyebut orang yang akan masuk, sedangkan 40:7 menyebut orang yang dimohonkan agar tidak sampai ke sana. Pembaca dapat bertanya adakah nama orang yang disebutnya dalam doa agar terlindung dari sesuatu yang tidak sedang menimpanya sendiri, dan bagaimana doa semacam itu mengubah cara membaca ayat tentang orang yang akan masuk?
  • Ayat 47:15 menaruh taman yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, lengkap dengan sungai-sungai, buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka, di samping orang yang kekal dalam api dan diberi minuman air mendidih, lalu menyambungkan keduanya dengan perbandingan, "Sama dengan orang yang kekal dalam api". Di 37:163 tempat akhir itu disebut lewat pengecualian di ujung kalimat, tanpa perbandingan dan tanpa gambaran pembanding. Ayat 47:15 dan ayat 37:163 menyebut tempat akhir dengan dua cara bicara yang tidak sama: perbandingan yang membiarkan pembaca menarik kesimpulan sendiri, dan pengecualian yang menutup sebuah kalimat. Kesimpulan apa yang ditarik pembaca dari perbandingan di 47:15, dan apakah kesimpulan itu ditimbang sebelum atau sesudah membayangkan seseorang tertentu?