وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ
dan sesungguhnya kamilah yang berbaris,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَwa-innaa la-nahnu sh-shaaffuunadan sesungguhnya kamilah yang berbaris
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya kami
- لَنَحْنُla-nahnusungguh kamilah
- الصَّافُّونَsh-shaaffuunayang berbaris
Inti bacaan
Bentuk (الصَّافُّونَ, sh-shaaffuuna) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 37:165, dan rangkaian (وَإِنَّا لَنَحْنُ, wa-innaa la-nahnu) muncul tiga kali, di 15:23, 37:165, dan 37:166.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّا لَنَحْنُ, wa-innaa la-nahnu) yang berarti "dan sesungguhnya kamilah". Bentuk ini tersusun dari (وَ, wa-) yang berarti "dan", (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya kami", dan (لَنَحْنُ, la-nahnu) yang berarti "kamilah", dengan (لَ, la-) sebagai penegas di depan (نَحْنُ, nahnu) yang berarti "kami". Rangkaian (وَإِنَّا لَنَحْنُ, wa-innaa la-nahnu) muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 15:23, 37:165, dan 37:166. Di 15:23, (وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ, wa-innaa la-nahnu nuhyii wa-numiitu) berarti "dan sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan", dan di 26:44, (إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ, innaa la-nahnu l-ghaalibuuna) berarti "sesungguhnya kamilah yang benar-benar menang". Terjemahan menuliskan (لَنَحْنُ, la-nahnu) dengan akhiran -lah di ketiga tempat itu.
Kata (الصَّافُّونَ, sh-shaaffuuna) yang berarti "yang berbaris" berakar ص-ف-ف. Kata sandang (الْ, al-) di depannya menjadikan kata itu sebutan bagi "kami", sehingga bunyinya "kamilah yang berbaris". Bentuk ini muncul sekali, di 37:165. Susunan yang sama, kata sandang di depan bentuk pelaku jamak sesudah (إِنَّا لَنَحْنُ, innaa la-nahnu), ada juga di 26:44 pada (الْغَالِبُونَ, l-ghaalibuuna) dan di 37:166 pada (الْمُسَبِّحُونَ, l-musabbihuuna).
Akar yang sama membentuk (صَفًّا, shaffan) yang muncul di enam ayat, yaitu 18:48, 20:64, 37:1, 61:4, 78:38, dan 89:22. Di 18:48, (وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا, wa-'uridhuu 'alaa rabbika shaffan) berarti "dan mereka dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris", di 61:4, (يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا, yuqaatiluuna fii sabiilihi shaffan) berarti "berperang di jalan-Nya dalam satu barisan", dan di 89:22, (وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا, wa-l-malaku shaffan shaffan) berarti "sedang para malaikat berbaris-baris". Terjemahan memakai "berbaris", "barisan", atau "bersaf-saf" di semua tempat itu.
Terjemahan 37:165 memakai "berbaris" tanpa menambahkan "teratur" atau "rapi", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Kerapian atau kekukuhan barisan dituliskan dengan kata tersendiri di 61:4, (كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ, ka-annahum bunyaanun marshuushun) yang berarti "seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh", dan kata itu tidak ada di 37:165.
Akar yang sama membuka surah ini di 37:1, (وَالصَّافَّاتِ صَفًّا, wa-sh-shaaffaati shaffan) yang berarti "demi yang berbaris bersaf-saf". Bentuk di 37:1 jamak perempuan dan bentuk di 37:165 jamak laki-laki, dan ayat tidak menyatakan bahwa keduanya menunjuk pihak yang sama. Bentuk jamak perempuan dari akar ini dipakai pula untuk burung, yaitu (صَافَّاتٍ, shaaffaatin) yang muncul dua kali, di 24:41 dan 67:19, dengan terjemahan "yang merentangkan sayapnya" dan "yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya".
Terjemahan berakhir dengan koma karena ucapan berlanjut ke 37:166, yang memakai pembuka yang sama.
Tafsiran
Ayat ini memuat pernyataan kedua dari tiga pernyataan sekelompok penutur di 37:164 sampai 37:166. Pernyataan pertama tentang apa yang dimiliki, yaitu kedudukan masing-masing, dan pernyataan kedua tentang apa yang dikerjakan bersama, yaitu berbaris. Pergeseran dari "masing-masing" ke "kami" terlihat pada kata ganti, karena (لَهُ, lahu) yang tunggal di 37:164 menjadi (نَحْنُ, nahnu) yang jamak di sini. Dapat dibaca bahwa kedudukan masing-masing di 37:164 tampak sebagai baris di 37:165, sebab (مَقَامٌ, maqaamun) berakar pada berdiri dan (الصَّافُّونَ, sh-shaaffuuna) menyebut mereka yang berbaris. Hubungan itu tidak dinyatakan oleh ayat.
Surah ini dibuka dengan sumpah demi yang berbaris bersaf-saf di 37:1, lalu 37:2 dan 37:3 menyusul dengan dua sifat lain, yaitu yang menghardik dengan keras dan yang membacakan peringatan. Di 37:164 sampai 37:166 tiga pernyataan memuat satu sifat yang akarnya sama dengan 37:1, yaitu berbaris. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa yang disumpahkan di 37:1 ialah penutur di sini, sehingga kemiripan akar dibiarkan sebagai kemiripan.
Barisan di tempat lain disebut dalam kaitan dengan Tuhan. Di 18:48 orang-orang dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris, di 89:22 datanglah Tuhanmu sedang para malaikat berbaris-baris, dan di 78:38 para malaikat berdiri bersaf-saf dan tidak berbicara kecuali yang diizinkan oleh Ar-Rahman. Ayat 37:165 tidak memuat keterangan semacam itu, dan kepada siapa barisan itu menghadap tidak tertulis. Pernyataan ini berhenti dengan koma, sehingga ucapan berlanjut ke 37:166.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:164 berbicara tentang tiap anggota dengan kata baginya, dan 37:165 berpindah ke kami yang berbaris bersama. Perpindahan itu terlihat pada kata ganti yang tunggal menjadi jamak, dan kedudukan masing-masing lebih dulu disebut sebelum barisan. Orang yang bekerja dalam sebuah kelompok dapat memperhatikan kapan pembicaraannya tentang aku dan kapan tentang kami, dan apakah kata kami itu diucapkan sesudah tempatnya sendiri diketahui. Apakah tempatnya dalam barisan dapat disebut sebelum barisannya disebut?
- Di 18:48 orang-orang dihadapkan kepada Tuhanmu dengan berbaris, dan di 89:22 Tuhanmu datang sedang para malaikat berbaris-baris. Dua ayat itu menyebut barisan dalam kaitan dengan kehadiran Tuhan, sedangkan 37:165 menyebut berbaris tanpa kehadiran itu. Dua ayat tadi berbicara tentang peristiwa lain, sehingga tidak dipakai untuk menafsirkan siapa yang berbaris di 37:165. Pembaca yang pernah berdiri dalam barisan, entah antrean atau upacara, dapat bertanya ke arah mana pandangannya menghadap selama berada di sana, dan apakah arah itu dipilihnya sendiri?
- Di 61:4 Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, dan barisan itu dilukiskan seakan-akan bangunan yang tersusun kukuh. Ayat 37:165 menyebut berbaris tanpa lukisan itu. Ayat 61:4 membicarakan peristiwa lain, yaitu berperang, dan tidak dipakai untuk menafsirkan 37:165. Pembaca yang mengagumi kerapian sebuah barisan dapat memeriksa apakah kerapian itu tertulis dalam ayat atau ditambahkan oleh pandangannya sendiri. Apa yang tersisa dari barisan itu bila kata berbaris dipegang sendirian, tanpa tambahan dari pandangannya sendiri?
- Pembuka yang mirip dengan 37:165 dipakai di 26:44 oleh para penyihir yang berkata, "Demi kedigdayaan Firaun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar menang." Di 26:46 sampai 26:47 mereka tersungkur dalam keadaan tunduk dan berkata bahwa mereka beriman kepada Tuhan seisi alam. Kamilah di 26:44 diisi dengan kemenangan yang disandarkan pada kedigdayaan seorang penguasa, dan kamilah di 37:165 diisi dengan berbaris. Dua ucapan itu berasal dari penutur yang berbeda dan tidak dibandingkan oleh teks. Bila pembaca berbicara tentang kelompoknya dengan kata kamilah, apa yang ditaruhnya sesudahnya, dan kepada siapa isi itu disandarkan?
- Di 78:38 para malaikat berdiri bersaf-saf pada hari ketika Ruh dan malaikat berdiri, dan mereka tidak berbicara kecuali yang diizinkan oleh Ar-Rahman serta mengatakan yang benar. Di 37:164 sampai 37:166 sekelompok penutur berbicara tentang dirinya, dan izin tidak tertulis di sana. Dua ayat itu berasal dari tempat yang berbeda, dan teks tidak menyatakan keduanya satu peristiwa. Pembaca yang berada dalam kelompok yang tertib dapat bertanya kapan ia berbicara tanpa menunggu dan kapan harus menunggu, dan apa yang dijadikannya ukuran untuk membedakannya?
- Surah ini dibuka dengan sumpah demi yang berbaris bersaf-saf, dan akar yang sama kembali di 37:165 sesudah seratus enam puluh empat ayat. Ayat tidak menyatakan bahwa keduanya menunjuk pihak yang sama. Pembaca yang mengikuti surah dari awal membawa gambaran 37:1 sampai ke 37:165, dan gambaran itu dapat menolong ataupun menyesatkan. Apa yang diingatnya dari 37:1 ketika bertemu kata berbaris untuk kedua kalinya, dan apakah ingatan itu diperiksa dengan teks sebelum dipakai?