وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ
Dan sesungguhnya mereka dahulu benar-benar berkata,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَwa-in kaanuu la-yaquuluunadan sesungguhnya mereka dahulu benar-benar berkata
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَإِنْwa-indan sesungguhnya
- كَانُواkaanuumereka selalu
- لَيَقُولُونَla-yaquuluunabenar-benar berkata
Inti bacaan
Rangkaian (كَانُوا لَيَقُولُونَ, kaanuu la-yaquuluuna) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 37:167, dan (لَيَقُولُونَ, la-yaquuluuna) muncul empat kali, di 37:151, 37:167, 44:34, dan 58:2.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ, wa-in) yang berarti "dan sesungguhnya". Morfologi menandai (إِنْ, in) di sini sebagai kata syarat, "jika", tetapi terjemahan memakai "sesungguhnya". Rangkaian (وَإِنْ كَانُوا, wa-in kaanuu) muncul lima kali di lima surah, yaitu 3:164, 4:176, 30:49, 37:167, dan 62:2. Di 4:176, (وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً, wa-in kaanuu ikhwatan rijaalan wa-nisaa'an) yang berarti "dan jika mereka bersaudara terdiri atas laki-laki dan perempuan" disusul hasilnya, yaitu (فَلِلذَّكَرِ, fa-li-dz-dzakari) yang berarti "maka bagian seorang laki-laki". Di 3:164, 30:49, dan 62:2 kata sesudah rangkaian itu didahului (لَ, la-) yang berarti "benar-benar", misalnya (وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, wa-in kaanuu min qablu la-fii dhalaalin mubiinin) yang berarti "dan sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata" di 3:164 dan 62:2, dan (لَمُبْلِسِينَ, la-mublisiina) yang berarti "benar-benar berputus asa" di 30:49. Di 37:167 pun kata sesudahnya didahului (لَ, la-), yaitu (لَيَقُولُونَ, la-yaquuluuna), dan tidak ada kalimat hasil bagi syarat. Ayat 37:168 membuka kutipan dengan (لَوْ, law) yang berarti "seandainya". Karena itu terjemahan memakai "sesungguhnya" seperti di 3:164 dan tidak memakai "jika".
Kata (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka dahulu" berakar ك-و-ن dan berbentuk lampau. Terjemahan memakai "dahulu" karena bentuk lampau itu sendiri menandai waktu. Gabungan (كَانُوا لَيَقُولُونَ, kaanuu la-yaquuluuna) muncul sekali, di 37:167, dan gabungan (وَكَانُوا يَقُولُونَ, wa-kaanuu yaquuluuna) muncul sekali, di 56:47. Di 56:47 terjemahan menulis "Dan mereka berkata" tanpa "dahulu", dan masa lalu di sana sudah ditandai oleh 56:45, (كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ, kaanuu qabla dzaalika mutrafiina) yang berarti "mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah".
Kata (لَيَقُولُونَ, la-yaquuluuna) yang berarti "mereka benar-benar berkata" berakar ق-و-ل dan memuat penegas (لَ, la-). Bentuk ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 37:151, 37:167, 44:34, dan 58:2. Tiga di antaranya mengakhiri ayat dan kutipannya dimulai di ayat berikutnya: (إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ, innahum min ifkihim la-yaquuluuna) di 37:151 yang disusul 37:152, (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَيَقُولُونَ, inna haa'ulaa'i la-yaquuluuna) di 44:34 yang disusul 44:35, dan 37:167 yang disusul 37:168. Di 58:2, (وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا, wa-innahum la-yaquuluuna munkaran) berarti "sesungguhnya mereka benar-benar mengucapkan perkataan yang mungkar", dan kata kerja itu langsung disusul isinya dalam ayat yang sama. Terjemahan memakai "benar-benar berkata" di 37:151, 37:167, dan 44:34.
Tidak tertulis siapa "mereka" di 37:167. "Mereka" di 37:151 dan di 37:158 sampai 37:159 memakai kata ganti yang sama dan letaknya terdekat, tetapi ayat tidak memastikan rujukan itu. Terjemahan tidak menambahkan "sering" atau "selalu" pada (يَقُولُونَ, yaquuluuna), karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya, dan berapa lama atau berapa kali ucapan itu diucapkan tidak dicatat ayat. Terjemahan berakhir dengan koma karena kutipannya baru ditulis di 37:168.
Tafsiran
Ayat ini membuka kutipan baru dan menahan isinya sampai ayat berikutnya. Tiga ayat sebelumnya, 37:164 sampai 37:166, memuat ucapan sekelompok penutur tentang diri mereka dengan "kami", dan kutipan itu ditutup di 37:166. Di sini "mereka" kembali dan dikutip berbicara tentang hal lain. Dua kutipan itu bersambung tanpa kalimat penengah.
Surah ini mengutip ucapan "mereka" dengan pembuka yang sama dua kali: di 37:151 sampai 37:152, tempat isi kutipannya ialah (وَلَدَ اللَّهُ, walada llaahu) yang berarti "Allah beranak", dan di 37:167 sampai 37:169, tempat isinya pengandaian tentang peringatan dari orang-orang terdahulu. Di 37:151 pembicara memberi label lebih dulu dengan (مِنْ إِفْكِهِمْ, min ifkihim) yang berarti "dari kebohongan mereka", dan di 37:152 menutup kutipan dengan penilaian bahwa mereka benar-benar pendusta. Di 37:167 label itu tidak ada, dan ayat membuka kutipan tanpa menilainya. Tanggapan atas kutipan kedua baru tertulis di 37:170, "Akan tetapi, mereka kufur terhadapnya."
Surah ini juga menaruh dua waktu berdampingan di sekitar ayat ini. Kata (كَانُوا, kaanuu) menempatkan ucapan itu di masa lalu, dan 37:170 menyebut masa depan dengan "kelak mereka akan mengetahui". Ucapan yang dikutip berada di antara keduanya, dan 37:167 sendiri baru membuka kutipan itu.
Renungan dan Hikmah
- Di 37:151 kutipan serupa dibuka dengan kata yang sama, dan isinya di 37:152 langsung berupa "Allah beranak", lengkap dengan label kebohongan di depannya dan penilaian pendusta sesudahnya. Pembaca yang baru melewati 37:151 sampai 37:152 dapat menduga isi kutipan di 37:167 serupa dengan yang pertama, padahal 37:168 membawa isi lain, yaitu pengandaian tentang peringatan dari orang-orang terdahulu. Dugaan itu terbentuk dari ingatan akan ayat sebelumnya dan belum diuji oleh teks. Apa yang diduga akan menyusul sebelum ayat berikutnya dibaca, dan dari mana dugaan itu datang?
- Di 56:45 sampai 56:47 ucapan "mereka" disebut bersama keadaan yang mendahuluinya: sebelum itu mereka hidup bermewah-mewah, terus-menerus mengerjakan dosa yang agung, dan berkata, "Apabila kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?" Di 37:167 keadaan semacam itu tidak mendahului ucapan, dan yang tertulis hanya kata dahulu. Pembaca yang mendengar ucapan orang lain dapat bertanya keadaan apa yang membuat ucapan itu keluar. Apakah keadaan itu pernah ditimbang sebelum ucapannya dinilai?
- Rangkaian pembuka yang sama dengan 37:167 dipakai di 3:164 dan 62:2 untuk menyebut keadaan lama orang-orang yang kemudian menerima sesuatu. Di 3:164 Allah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia mengutus seorang rasul di tengah mereka, dan di 62:2 Dia mengutus seorang rasul kepada bangsa yang tak-ber-Kitab. Kedua ayat lalu menyebut bahwa mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Rangkaian itu dipakai di sana untuk keadaan yang sudah lewat. Pembaca dapat bertanya keadaan lama mana dalam hidupnya yang ia sebut dengan kata dahulu, dan apakah kata itu sungguh menutup keadaan tersebut atau menjauhkannya dari pandangan?
- Ayat 37:167 tidak menuliskan siapa "mereka". Rujukan terdekat berupa "mereka" di 37:158, yang menjadikan nasab antara Dia dan jin, dan 37:159 menyucikan Allah dari apa yang mereka sifatkan. Bila pembaca mengisi kata itu dengan pihak yang baru dibacanya, dari ayat mana dasarnya diambil, dan seberapa kuat dasar itu dibanding kemungkinan lain? Ayat-ayat di sekitarnya menyebut beberapa pihak yang berlainan, dan memilih satu di antaranya berarti memutuskan sesuatu yang tidak diputuskan teks.
- Ayat 37:167 memakai kata dahulu, dan 37:170 menyebut kelak: "Akan tetapi, mereka kufur terhadapnya. Maka, kelak mereka akan mengetahui." Dalam empat ayat itu waktu bergerak dari ucapan masa lalu ke pengetahuan masa depan, dengan ucapan yang tertulis di tengahnya. Pembaca dapat mengingat sebuah ucapan lama miliknya sendiri, entah janji, dugaan, atau penolakan. Apa yang diharapkan terjadi pada ucapan itu ketika keadaan sebenarnya terungkap, dan apakah harapan itu sudah diperiksa dengan bunyi ucapannya sendiri?
- Di 6:156 sampai 6:157 Al-Qur'an mengutip kata-kata yang mungkin diucapkan, "Sekiranya Kitab itu diturunkan kepada kami, tentu kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka", lalu menjawab bahwa penjelasan yang nyata, petunjuk, dan rahmat dari Tuhan mereka telah datang. Di 37:167 kutipan dibuka, dua ayat memuat isinya, dan tanggapan baru tertulis di 37:170. Dua tempat itu sama-sama mengutip dulu dan menanggapi kemudian. Pembaca yang hendak menanggapi pendapat orang lain dapat bertanya apakah pendapat itu sudah dituliskan dengan kata-kata yang dikenali pemiliknya sebagai miliknya sendiri?