لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الْأَوَّلِينَ

“Seandainya di sisi kami ada peringatan dari orang-orang terdahulu,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الْأَوَّلِينَlaw anna 'indanaa dzikran mina l-awwaliinaseandainya di sisi kami ada peringatan dari orang-orang terdahulu

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. لَوْlawsekiranya
  2. أَنَّannabahwa
  3. عِنْدَنَا'indanaadi sisi kami
  4. ذِكْرًاdzikraningatan
  5. مِنَminadari
  6. الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu

Inti bacaan

Susunan (عِنْدَنَا ذِكْرًا, 'indanaa dzikran) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:168.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَوْ أَنَّ, law anna) yang berarti "seandainya". Bagian (لَوْ, law) membuka pengandaian, dan (أَنَّ, anna) yang berarti "bahwa" memuat isi pengandaian itu. Pengandaian yang sangat dekat bunyinya ada di 6:157, dalam peringatan agar kalian tidak berkata (لَوْ أَنَّا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ, law annaa unzila 'alaynaa l-kitaabu) yang berarti "sekiranya Kitab itu diturunkan kepada kami", dan jawabannya di ayat yang sama berbunyi (لَكُنَّا أَهْدَىٰ, la-kunnaa ahdaa) yang berarti "tentu kami lebih mendapat petunjuk". Isi pengandaian di 6:157 adalah penurunan Kitab kepada pembicara, sedangkan di 37:168 isinya keberadaan sesuatu di sisi pembicara. Kata "ada" pada terjemahan tidak punya kata Arab tersendiri. Bahasa Indonesia membutuhkannya agar kalimat utuh, sementara Arabnya langsung menaruh (عِنْدَنَا, 'indanaa) sesudah anna.

Kata (عِنْدَنَا, 'indanaa) yang berarti "di sisi kami" tersusun dari (عِنْدَ, 'inda) yang berarti "di sisi" dan akhiran -naa yang berarti "kami". Bentuk ini muncul delapan kali di enam surah, yaitu 3:156, 15:21, 34:37, 37:168, 38:25, 38:40, 38:47, dan 50:4. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 38 memuatnya tiga kali. Di 3:156 dan 37:168 akhiran -naa menunjuk orang-orang yang ucapannya dikutip. Di 3:156 bunyinya (لَوْ كَانُوا عِنْدَنَا, law kaanuu 'indanaa) yang berarti "sekiranya mereka tetap bersama kami", diucapkan orang-orang yang kufur kepada saudara-saudara mereka, dan seperti di 37:168 kata law mendahuluinya. Di enam tempat lainnya pembicaranya memakai kata Kami untuk dirinya sendiri, misalnya (وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ, wa-'indanaa kitaabun hafiizhun) yang berarti "karena pada Kami ada kitab yang terpelihara baik" di 50:4, dan (وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا, wa-innahum 'indanaa) yang berarti "dan sesungguhnya mereka di sisi Kami" di 38:47. Terjemahan menulis "kami" dengan huruf kecil di 3:156 dan 37:168, dan "Kami" dengan huruf besar di enam tempat lainnya, sehingga pemilik sisi itu terbaca dari ejaannya.

Kata (ذِكْرًا, dzikran) yang berarti "peringatan" berakar ذ-ك-ر. Bentuk ini muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu 2:200, 18:70, 18:83, 20:99, 20:113, 21:48, 33:41, 37:3, 37:168, 65:10, dan 77:5. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 18, 20, dan 37 masing-masing memuatnya dua kali. Terjemahan memakai "peringatan" di tujuh di antaranya, yaitu 20:99, 20:113, 21:48, 37:3, 37:168, 65:10, dan 77:5. Di 33:41 kata yang sama menjadi perbuatan manusia, (اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا, dzkuruu llaaha dzikran katsiiran) yang berarti "ingatlah Allah dengan ingatan yang banyak", sehingga terjemahannya "ingatan". Di 20:99 dan 65:10 peringatan datang dari pihak lain, (مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا, min ladunnaa dzikran) yang berarti "suatu peringatan dari sisi Kami" dan (أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا, anzala llaahu ilaykum dzikran) yang berarti "Allah telah menurunkan peringatan kepada kalian". Di 37:168 pembicara mengandaikan peringatan itu berada di sisinya sendiri, sementara dua ayat tadi menyebut sisi pemberinya. Di surah yang sama, 37:3, (فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا, fa-t-taaliyaati dzikran) yang berarti "lalu yang membacakan peringatan", sudah memakai kata ini, dan ayat itu tidak menyebut dari mana peringatannya datang. Beberapa ayat sebelum 37:168 memakai kata lain, (بِكِتَابِكُمْ, bi-kitaabikum) yang berarti "dengan kitab kalian" di 37:157. Terjemahan menjaga perbedaan itu dan menulis "peringatan" di 37:168, bukan "kitab".

Kata (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berarti "orang-orang terdahulu" berakar أ-و-ل. Di surah 37 bentuk ini muncul tiga kali, yaitu 37:71, 37:126, dan 37:168. Rangkaian (مِنَ الْأَوَّلِينَ, mina l-awwaliina) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 37:168, 56:13, dan 56:39. Di 56:13, (ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ, tsullatun mina l-awwaliina) yang berarti "segolongan besar dari orang-orang terdahulu", kata min memisahkan sebagian dari kelompok itu. Di 37:168 sesudah min datang peringatan, bukan segolongan orang, sehingga terjemahan "dari" membiarkan terbuka apakah orang-orang terdahulu itu pembawa, penerima, atau pokok peringatannya. Di sembilan ayat lain kata yang sama berada dalam (أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ, asaathiiru l-awwaliina) yang berarti "dongeng-dongeng orang-orang terdahulu", yaitu 6:25, 8:31, 16:24, 23:83, 25:5, 27:68, 46:17, 68:15, dan 83:13, dan di tiap ayat itu pembicaranya menanggapi apa yang disampaikan kepadanya dengan sebutan tersebut. Di 26:196, (فِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ, fii zuburi l-awwaliina) yang berarti "dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu", kata itu dipakai untuk pemilik kitab. Teks 37:168 tidak menyebut apa isi atau bentuk peringatan yang diandaikan itu.

Tafsiran

Ayat 37:168 membuka kutipan yang berlanjut ke 37:169. Ayat 37:167 memperkenalkannya dengan (وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ, wa-in kaanuu la-yaquuluuna) yang berarti "dan sesungguhnya mereka dahulu benar-benar berkata", dan isi ucapan itu baru terdengar pada 37:168. Ayat 37:167 tidak menyebut siapa "mereka". Di 37:158 kata itu dipakai untuk pihak yang menjadikan nasab antara Dia dan jin, dan pembaca dapat menyambungkannya ke pihak yang sama, meskipun ayat-ayat itu tidak menyatakan hubungannya.

Pengandaian itu terbagi dua ayat. Ayat 37:168 memuat syaratnya dan 37:169 memuat jawabannya, sehingga pembaca yang berhenti di akhir 37:168 memegang kalimat yang belum selesai. Syaratnya berupa ketiadaan: tidak ada peringatan dari orang-orang terdahulu di sisi mereka. Ayat ini mengutipnya tanpa menilai, dan penilaian baru datang di 37:170.

Pengandaian bentuk ini punya dua kerabat di Al-Qur'an. Di 6:156 sampai 6:157 pengandaian serupa disebut sebagai kemungkinan ucapan, dan jawabannya langsung menyusul, (فَقَدْ جَاءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ, fa-qad jaa'akum bayyinatun min rabbikum) yang berarti "sungguh, telah datang kepada kalian penjelasan yang nyata dari Tuhan kalian". Di 35:42 pengandaian itu diucapkan dengan sumpah, (لَئِنْ جَاءَهُمْ نَذِيرٌ, la-in jaa'ahum nadziirun) yang berarti "jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan", dan ayat itu melanjutkan bahwa ketika pemberi peringatan datang, kedatangannya tidak menambah kepada mereka kecuali lari menjauh. Ketiga tempat berbeda keadaannya. Ayat 6:157 menyebut ucapan yang mungkin terjadi, 35:42 menyebut sumpah, dan 37:167 menyebut kebiasaan masa lalu. Di ketiganya pembicara mengandaikan datangnya sesuatu lalu membayangkan hasil yang lebih baik bagi dirinya.

Kata peringatan sudah ada di awal surah, 37:3, dan pembaca yang sampai ke 37:168 telah bertemu dengannya sebagai sesuatu yang dibacakan. Teks tidak menyatakan bahwa peringatan di 37:3 dan di 37:168 benda yang sama, dan 37:168 tidak menyebut isi maupun bentuknya. Ayat 37:156 sampai 37:157 sebelumnya menantang pihak yang disapa "kalian" untuk membawa kitab bila mereka benar, sedangkan 37:168 mengutip pernyataan bahwa di sisi mereka tidak ada peringatan. Teks tidak menyatakan bahwa "kalian" di sana dan "mereka" di sini pihak yang sama, tetapi kedua ayat dapat dibaca saling berhadapan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:168 mengutip kalimat yang dimulai dengan "seandainya" dan berisi sesuatu yang belum ada, sedangkan jawabannya baru datang di ayat berikutnya. Kalimat semacam itu mudah diucapkan karena belum pernah diuji: selama peringatan belum ada, janji menjadi lebih baik tidak bisa ditagih. Di 6:157 dan 35:42 kalimat sejenis muncul dalam keadaan lain, tetapi di keduanya hasil yang dibayangkan pembicara sama baiknya. Seorang pembaca dapat mencatat kalimat "kalau saja" yang diucapkannya selama setahun terakhir, lalu menimbang berapa di antaranya yang syaratnya sebenarnya sudah ada di hadapannya. Apakah kalimat pengandaian itu pernah diujinya pada hari ketika syaratnya datang?
  • Orang-orang terdahulu disebut di 37:168 sebagai asal sebuah peringatan yang diinginkan, dan di sembilan ayat lain kata yang sama muncul dalam sebutan "dongeng orang-orang terdahulu" dari mulut orang yang menolak apa yang disampaikan kepadanya. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa pembicaranya sama. Satu kelompok orang dapat diberi dua nama, dan ayat-ayat itu tidak menerangkan apa yang membuat penyebutnya memilih nama tertentu. Nama apa yang diberikan pembaca pada nasihat dari generasi sebelumnya ketika nasihat itu sejalan dengan rencananya, dan nama apa ketika nasihat itu menghalangi?
  • Di 37:168 pembicara mengandaikan peringatan berada di sisinya sendiri, sedangkan 20:99 menyebut peringatan "dari sisi Kami" dan 65:10 menyebut Allah sebagai pihak yang menurunkannya kepada kalian. Menurut dua ayat itu peringatan datang dari pihak lain. Ayat 37:168 sendiri tidak membantah pengandaian itu, dan hanya mencatatnya. Pembaca dapat menimbang bagaimana sikapnya terhadap sesuatu yang menurut ayat-ayat itu datang dari Allah, apakah dengan kesiapan untuk menerimanya atau dengan pengandaian tentang sisi lain yang bukan miliknya. Apakah kerinduan akan peringatan yang lebih jelas pernah diukur dari seberapa pembaca menyambut peringatan yang sudah ada?
  • Di 37:157 pihak yang disapa "kalian" diminta membawa kitab mereka bila mereka orang yang benar, dan 37:158 menyebut bahwa mereka menjadikan nasab antara Dia dan jin. Di 37:168 yang dikutip adalah pernyataan bahwa di sisi mereka tidak ada peringatan. Bila pihaknya sama, kedua ayat dapat dibaca sebagai dua keadaan: diminta menunjukkan dasar, dan mengaku tidak memilikinya. Seseorang yang pernah menyatakan sesuatu tentang Allah dengan yakin dapat menimbang apakah dasarnya sudah ada di sisinya atau baru terasa ada selama belum ada yang memintanya menunjukkan. Apakah pembaca pernah diminta membawa dasar itu dan mendapati tangannya kosong?
  • Di surah 37 kata "orang-orang terdahulu" muncul tiga kali dengan tiga kedudukan. Di 37:71 mereka disebut telah sesat dalam jumlah besar sebelum mereka yang diajak bicara surah ini, di 37:126 mereka disebut sebagai nenek moyang yang Tuhannya adalah Allah, sama dengan Tuhan kalian, dan di 37:168 mereka disebut sebagai asal peringatan yang diandaikan. Satu generasi dapat dibaca sebagai contoh tersesat, sebagai pemilik Tuhan yang sama dengan pembaca, dan sebagai sumber peringatan, tanpa ayat mana pun menyuruh memilih salah satunya. Pembaca dapat mengingat generasi sebelumnya dalam hidupnya sendiri dan menimbang yang mana dari tiga kedudukan itu yang paling sering dipakainya. Apakah pilihannya berubah menurut pertanyaan yang sedang ia hadapi?
  • Kata peringatan sudah muncul di 37:3 sebagai sesuatu yang dibacakan, dan di 37:168 kata itu kembali sebagai sesuatu yang diandaikan tidak ada. Pembaca yang mengikuti surah ini dari awal telah mendengar kata itu lebih dulu daripada pembicara dalam kutipan, sehingga pembaca membaca pengandaian itu dengan pengetahuan yang belum dimiliki pembicaranya. Orang yang sudah menerima banyak pelajaran dapat memeriksa apakah dirinya masih berbicara seperti orang yang belum pernah menerimanya. Apakah pernah terucap olehnya bahwa belum ada yang memberi tahu, padahal sebagian sudah ada di hadapannya?