لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ

niscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَla-kunnaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiinaniscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. لَكُنَّاla-kunnaaniscaya kami menjadi
  2. عِبَادَ'ibaadahamba-hamba
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. الْمُخْلَصِينَl-mukhlashiinayang dimurnikan

Inti bacaan

Kelanjutan dalih: 'niscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan', klaim kesiapan hipotetis yang terdengar meyakinkan namun belum pernah dibuktikan lewat tindakan nyata.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menutup kutipan yang dibuka di 37:168.

Tafsiran

Ayat ini menutup klaim hipotetis mereka dengan janji kosong: mengaku akan menjadi hamba yang dimurnikan seandainya diberi peringatan, klaim yang segera dibantah pada ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam janji yang tidak pernah ditepati. Andai diberi peringatan. Peringatannya datang, janjinya dilupakan.
  • Mereka memakai sebutan yang di surah ini dipakai untuk orang lain. Kata yang sama. Kedudukannya berbeda.
  • Ini kemunculan kelima dan penghabisan di surah ini. Allah menaruh yang terakhir di mulut pengingkar. Yang sungguh-sungguh disebut lebih dulu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, '-b-d, a-l-h, kh-l-s): ibaad allaah al-mukhlasiin diterjemahkan 'hamba Allah yang dimurnikan' (akar '-b-d + akar kh-l-s, dalih kosong: Qur'an datang tetapi mereka menolak, membongkar kedustaan pengandaian ini, cf. 6:157, 35:42). Selaras.