فَكَفَرُوا بِهِ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

Akan tetapi, mereka kufur terhadapnya. Maka, kelak mereka akan mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَكَفَرُوا بِهِfa-kafaruu bihiakan tetapi, mereka kufur terhadapnya
  2. فَسَوْفَ يَعْلَمُونَfa-sawfa ya'lamuunamaka, kelak mereka akan mengetahui

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَكَفَرُواfa-kafaruumaka mereka kufur
  2. بِهِbihipadanya
  3. فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
  4. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Rangkaian (فَكَفَرُوا, fa-kafaruu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:170, 40:22, dan 64:6.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَكَفَرُوا, fa-kafaruu) yang berarti "akan tetapi, mereka kufur". Awalan (فَ, fa) menyambung kalimat ini ke pengandaian di 37:168 sampai 37:169, dan (كَفَرُوا, kafaruu) yang berarti "mereka kufur" berakar ك-ف-ر. Bentuk persis fa-kafaruu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 37:170, 40:22, dan 64:6. Di 40:22, (كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَكَفَرُوا, kaanat ta'tiihim rusuluhum bi-l-bayyinaati fa-kafaruu) yang berarti "rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata, lalu mereka kufur", dan 64:6 memuat rangkaian yang sama, dengan ucapan mereka terselip antara kedatangan itu dan fa-kafaruu. Di dua ayat itu kufur menyusul kedatangan para rasul. Di 37:170 fa didahului pengandaian yang menjanjikan hal sebaliknya, yaitu menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan itu sebabnya terjemahan membuka dengan "akan tetapi", sedangkan 40:22 memakai "lalu" dan 64:6 memakai "maka".

Kata (بِهِ, bihi) yang berarti "terhadapnya" tersusun dari huruf (بِ, bi) dan akhiran -hi yang berarti "-nya", kata ganti tunggal laki-laki. Ayat 37:170 tidak menyebut apa yang datang atau apa yang dikufuri. Kata ganti itu dapat disambungkan ke (ذِكْرًا, dzikran) di 37:168, yaitu benda yang diandaikan ada, tetapi ayat tidak memuat kata kerja "datang" yang akan menegaskannya. Rangkaian (كَفَرُوا بِهِ, kafaruu bihi) muncul tiga kali, yaitu 2:89, 34:53, dan 37:170. Di 2:89, (فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ, fa-lammaa jaa'ahum maa 'arafuu kafaruu bihi) yang berarti "maka ketika datang kepada mereka apa yang telah mereka kenali, mereka kufur terhadapnya", teks menyebut bahwa yang datang telah mereka kenali. Di 34:53, (وَقَدْ كَفَرُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ, wa-qad kafaruu bihi min qablu) yang berarti "padahal sungguh mereka telah kufur terhadapnya sebelum itu", dan ayat sebelumnya, 34:52, memuat ucapan mereka (آمَنَّا بِهِ, aamannaa bihi) yang berarti "kami beriman kepadanya". Apakah mereka mengenali apa yang datang tidak tertulis di ayat ini.

Awalan (فَ, fa) kedua pada (فَسَوْفَ, fa-sawfa) yang berarti "maka kelak" membuka kalimat kedua. Kata (سَوْفَ, sawfa) yang berarti "kelak" muncul tiga kali di surah 37, yaitu 37:170, 37:175, dan 37:179. Rangkaian (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna) yang berarti "maka kelak mereka akan mengetahui" muncul enam kali di lima surah, yaitu 15:3, 15:96, 29:66, 37:170, 40:70, dan 43:89. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 15 memuatnya dua kali. Di keenamnya tidak ada kata di ayat yang sama yang menyebut apa yang akan diketahui. Kata (يَعْلَمُونَ, ya'lamuuna) yang berarti "mereka mengetahui" berakar ع-ل-م. Rangkaian mirip tanpa fa yang memberi isi pengetahuan itu ada di 25:42, (وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ, wa-sawfa ya'lamuuna hiina yarawna l-'adzaaba) yang berarti "kelak mereka akan mengetahui, pada saat melihat azab", dan sesudahnya ayat itu menyebut isinya, yaitu siapa yang paling sesat jalannya. Di 37:170 isi itu tidak disebut, sehingga terjemahan tidak menambahkannya. Dua kalimat "kelak" berikutnya di surah ini berbunyi (فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ, fa-sawfa yubshiruuna) yang berarti "maka kelak mereka akan melihat", yaitu di 37:175 dan 37:179.

Tafsiran

Ayat ini menjawab pengandaian di 37:168 sampai 37:169 dengan apa yang dilakukan pengandai itu. Kedatangan apa pun tidak diceritakan di sini, dan ayat menyatakan bahwa mereka kufur terhadap sesuatu yang dirujuk kata ganti -hi, lalu kalimat kedua beralih ke waktu depan.

Di 6:157 pengandaian serupa dijawab dengan pernyataan bahwa penjelasan nyata sudah datang, (فَقَدْ جَاءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ, fa-qad jaa'akum bayyinatun min rabbikum) yang berarti "sungguh, telah datang kepada kalian penjelasan yang nyata dari Tuhan kalian", dan sesudahnya ayat itu menanyakan siapa yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan tanda-tanda Allah dan berpaling darinya. Di 35:42 pengandaian itu dijawab dengan (فَلَمَّا جَاءَهُمْ نَذِيرٌ مَا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا, fa-lammaa jaa'ahum nadziirun maa zaadahum illaa nufuuran) yang berarti "tetapi ketika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, tidak ada yang bertambah pada mereka selain keberpalingan". Di 37:170 jawabannya paling ringkas, karena kata datang tidak ada dan kufur saja yang tercatat.

Rangkaian fa-kafaruu punya tiga kelanjutan yang berbeda. Di 40:22 kelanjutannya (فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ, fa-akhadzahumu llaahu) yang berarti "maka Allah mengazab mereka". Di 64:6 kufur itu disusul berpaling dan pernyataan bahwa Allah berkecukupan. Di 37:170 kelanjutannya (فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ, fa-sawfa ya'lamuuna), pengetahuan di waktu depan tanpa isi yang disebut. Ayat ini juga yang pertama dari tiga kalimat "kelak" di surah 37. Dua lainnya, 37:175 dan 37:179, mengikuti perintah berpaling di 37:174 dan 37:178, sedangkan 37:170 tidak didahului perintah itu. Pengetahuan yang dijanjikan di sini berhadapan dengan pengakuan di 37:168 bahwa di sisi mereka tidak ada peringatan, dan ayat tidak menyatakan apa isinya.

Ayat 37:171 beralih dari mereka kepada para rasul tanpa merinci pengetahuan yang dijanjikan di 37:170.

Renungan dan Hikmah

  • Pengandaian di 37:168 sampai 37:169 menjanjikan menjadi hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan 37:170 menjawabnya dengan kufur. Kapan sesuatu itu datang tidak diceritakan, sehingga hari ketika syarat terpenuhi tidak terlihat, dan pembaca hanya menemukan janji lalu jawabannya. Orang yang berkata akan berubah bila ada yang menunjukkan jalannya dapat mengamati apa yang terjadi pada hari petunjuk itu tiba. Pembaca dapat memeriksa janji bersyarat yang pernah diucapkannya dan mencari satu hari ketika syaratnya sungguh terpenuhi. Apa yang dijawabnya hari itu?
  • Di 6:157 dan 35:42 kedatangan sesuatu disebut dengan kata kerja datang, sedangkan di 37:170 kata itu tidak ada dan kufur langsung menyusul pengandaian. Jeda antara syarat dan jawaban tidak diukur di ayat ini. Pembaca dapat bertanya seberapa panjang jeda dalam dirinya antara mendengar sesuatu yang mengganggu dan mengucapkan "tidak". Apakah jeda itu cukup untuk benar-benar menimbang isinya, atau jawabannya sudah siap sebelum kalimat pertama selesai?
  • Di 2:89 kufur menyusul apa yang telah dikenali, dari Kitab yang datang dari sisi Allah, dan di 34:53 kufur disebut sudah terjadi sebelum ucapan "kami beriman kepadanya" di 34:52. Dua ayat itu memperlihatkan bahwa kufur dapat menyusul pengenalan, dan bahwa pengakuan iman dapat diucapkan sesudah kufur terjadi. Pengenalan dan pengakuan itu tidak muncul di 37:170, sehingga pembaca tidak dapat mengetahui apakah mereka mengenali apa yang datang. Pembaca dapat membedakan dalam dirinya antara belum tahu dan sudah tahu tetapi belum menerima, dua keadaan yang terdengar sama ketika diucapkan sebagai "belum". Mana yang lebih sering dipilihnya ketika diminta menjelaskan?
  • Rangkaian "kelak mereka akan mengetahui" muncul tanpa isi pengetahuan di dalam ayatnya, yaitu 15:3, 15:96, 29:66, 37:170, 40:70, dan 43:89. Di 15:96 rangkaian itu mengikuti orang-orang yang menganggap adanya tuhan lain bersama Allah, dan di 40:70 mengikuti orang-orang yang mendustakan Kitab. Pernyataan seperti itu menaruh pengetahuan di waktu depan tanpa merinci, dan pembaca diajak hanya menerima bahwa akan ada yang diketahui. Orang yang dihadapkan pada peringatan yang tidak dijelaskan rinciannya dapat memeriksa sikapnya sendiri, apakah ketiadaan rincian itu dipakainya sebagai alasan untuk menunda. Apa yang dibutuhkannya agar peringatan tanpa rincian terdengar cukup?
  • Di surah 37 tiga kalimat "kelak" berurutan: mereka akan mengetahui di 37:170, lalu akan melihat di 37:175 dan 37:179, dan penutup surah di 37:180 sampai 37:182 menyucikan Tuhanmu, menyampaikan kesejahteraan atas para rasul, dan memuji Allah, Tuhan seisi alam. Mengetahui dan melihat disusun surah secara berurutan, tanpa ayat yang menyatakan bahwa yang satu menyebabkan yang lain. Pembaca dapat memisahkan dalam dirinya apa yang sudah diketahuinya dari apa yang baru akan dilihatnya. Apakah ada yang sudah diketahuinya hari ini, tetapi disikapi seolah-olah baru akan dipercaya bila sudah terlihat?
  • Kufur di 40:22 disusul Allah mengazab mereka, di 64:6 disusul berpaling dan pernyataan bahwa Allah berkecukupan, dan di 37:170 disusul kelak mereka akan mengetahui. Tiga ayat itu membicarakan perbuatan yang sama dengan tiga kelanjutan berbeda, dan 37:170 adalah yang paling terbuka karena tidak menyebut tindakan apa pun terhadap mereka. Bayangan tentang akibat sebuah penolakan sering diisi dengan hukuman, sementara ayat ini menyebut pengetahuan. Apa yang diisi pembaca pada bagian kosong itu, dan dari mana isi itu datang?