وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ

Dan sungguh, perkataan Kami telah mendahului bagi hamba-hamba Kami para rasul,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَاwa-la-qad sabaqat kalimatunaadan sungguh, perkataan Kami telah mendahului
  2. لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَli-'ibaadinaa l-mursaliinabagi hamba-hamba Kami para rasul

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. سَبَقَتْsabaqattelah mendahului
  3. كَلِمَتُنَاkalimatunaaperkataan Kami
  4. لِعِبَادِنَاli-'ibaadinaabagi hamba-hamba Kami
  5. الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul

Inti bacaan

Rangkaian (كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ, kalimatun sabaqat min rabbika) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:19, 11:110, 20:129, 41:45, dan 42:14.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh". Bentuk ini menyatukan (وَ, wa) yang berarti "dan", (لَ, la) sebagai penegas, dan (قَدْ, qad) yang berarti "sungguh".

Kata kerja (سَبَقَتْ, sabaqat) yang berarti "telah mendahului" berakar س-ب-ق dan muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 10:19, 11:110, 20:129, 21:101, 37:171, 41:45, dan 42:14. Di lima di antaranya pelakunya (كَلِمَةٌ, kalimatun) dan rangkaiannya sama, (كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ, kalimatun sabaqat min rabbika) yang berarti "suatu perkataan yang telah mendahului dari Tuhanmu", yaitu di 10:19, 11:110, 20:129, 41:45, dan 42:14. Di empat dari lima ayat itu, yaitu 10:19, 11:110, 41:45, dan 42:14, rangkaian tersebut disusul (لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ, la-qudhiya baynahum) yang berarti "tentu telah diputuskan di antara mereka", sehingga perkataan yang telah mendahului itu disebut sebagai sebab putusan belum dijatuhkan. Di 21:101, (سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَىٰ, sabaqat lahum minnaa l-husnaa) yang berarti "telah mendahului bagi mereka dari Kami yang terbaik", pihak yang menerima diberi huruf li, (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", sama seperti (لِعِبَادِنَا, li-'ibaadinaa) yang berarti "bagi hamba-hamba Kami" di 37:171. Terjemahan memakai "telah mendahului" untuk kata kerja ini di 37:171 dan di lima ayat berangkaian kalimatun sabaqat. Ayat 37:171 tidak menyebut kepada apa perkataan itu mendahului, dan tidak menyebut kapan.

Kata (كَلِمَتُنَا, kalimatunaa) yang berarti "perkataan Kami" berakar ك-ل-م dan tersusun dari kalimatu yang berarti "perkataan" dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Bentuk kalimatunaa muncul satu kali, di 37:171. Terjemahan memakai "perkataan" dan tidak "ketetapan" atau "janji", karena kedua kata itu sudah memuat makna putusan atau komitmen yang tidak dinyatakan kata Arabnya. Isi perkataan itu tidak disebut di 37:171. Ayat sesudahnya, 37:172, dibuka dengan (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka" tanpa kata kerja ucapan baru, sehingga dapat dibaca sebagai isi perkataan itu, tetapi ayat 37:171 sendiri tidak menyatakannya.

Rangkaian (لِعِبَادِنَا, li-'ibaadinaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:171. Bentuk (عِبَادِنَا, 'ibaadinaa) yang berarti "hamba-hamba Kami", dari akar ع-ب-د, muncul sebelas kali di tujuh surah, yaitu 12:24, 18:65, 19:63, 35:32, 37:81, 37:111, 37:122, 37:132, 37:171, 42:52, dan 66:10. Surah 37 memuatnya lima kali. Empat kali berada dalam (مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ, min 'ibaadinaa l-mu'miniina) yang berarti "termasuk hamba-hamba Kami yang beriman", yaitu di 37:81, 37:111, 37:122, dan 37:132, dan satu kali di 37:171, dengan huruf li dan sifat berbeda.

Kata (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul" berakar ر-س-ل. Di surah 37 bentuk ini muncul enam kali, yaitu 37:37, 37:123, 37:133, 37:139, 37:171, dan 37:181. Di 37:123, (وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, wa-inna ilyaasa la-mina l-mursaliina) yang berarti "dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul", kata itu menyatakan kedudukan seorang tokoh, dan 37:133 serta 37:139 memakai susunan yang sama untuk Lut dan Yunus. Di 37:181, (وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ, wa-salaamun 'alaa l-mursaliina) yang berarti "dan kesejahteraan atas para rasul", mereka menjadi pihak yang diberi salam. Di 37:171 mereka menjadi penerima perkataan Kami. Bentuk kata ini menyebut orang yang diutus, dan 37:171 tidak menyebut siapa yang mengutus.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian penutup surah, 37:171 sampai 37:182, dan arahnya beralih dari "mereka" di 37:167 sampai 37:170 kepada para rasul. Kata (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh" menyambung ayat ini dengan 37:170 tanpa menyatakan hubungan keduanya. Pembaca dapat membacanya sebagai tanggapan atas pengandaian dua ayat sebelumnya: mereka mengandaikan memiliki peringatan, sedangkan ayat ini menyebut perkataan yang telah mendahului bagi para rasul. Teks tidak menyatakan bahwa ayat ini sengaja menjawab pengandaian itu.

Surah ini sudah menyebut hamba-hamba Kami empat kali sebagai penutup tuturan tentang Nuh, Ibrahim, Musa dan Harun, serta Ilyas, yaitu di 37:81, 37:111, 37:122, dan 37:132, dengan sifat yang beriman. Ayat 37:171 memakai sebutan hamba-hamba Kami yang sama dan menambahkan para rasul, sehingga dapat dibaca sebagai rangkuman: orang-orang yang tuturannya sudah lewat di surah ini disebut dari dua sisi, sebagai hamba dan sebagai rasul. Ilyas, Lut, dan Yunus disebut termasuk para rasul di 37:123, 37:133, dan 37:139, dan 37:171 menyatukan mereka dengan tokoh-tokoh lain yang tuturannya mendahuluinya.

Jaminan bagi para rasul disebut juga di ayat lain. Di 58:21, (كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي, kataba llaahu la-aghlibanna anaa wa-rusulii) yang berarti "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang'", dan di 40:51, (إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا, innaa la-nanshuru rusulanaa) yang berarti "sesungguhnya Kami benar-benar menolong rasul-rasul Kami". Kedua ayat itu menyebut pelaku dan isi jaminan dalam satu kalimat, sedangkan 37:171 menyebut perkataan lebih dulu dan menaruh isinya di ayat sesudahnya. Di 10:19, 11:110, 41:45, dan 42:14 kata kerja (سَبَقَتْ, sabaqat) dipakai untuk perkataan yang menahan putusan atas orang-orang yang berselisih, dan 37:171 memakainya untuk penerima yang lain, yaitu para rasul. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa perkataan di sana dan di sini satu dan sama. Yang sama adalah kata kerjanya, dan 37:171 menyebut perkataan Kami, bukan perkataan dari Tuhanmu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:171 menyatakan perkataan Kami telah mendahului bagi para rasul, dan kata kerjanya menunjuk sesuatu yang sudah ada lebih dulu, tidak sesuatu yang baru akan menyusul. Di 58:21 jaminan serupa ditulis dengan kata kerja yang berbeda, yaitu Allah telah menetapkan bahwa Dia dan rasul-rasul-Nya pasti menang. Jaminan yang ada sebelum ujian terasa lain daripada jaminan yang baru terlihat setelah hasil datang. Pembaca dapat memeriksa kepercayaan dalam dirinya, mana yang lahir dari hasil yang sudah dilihatnya dan mana yang bersandar pada sebuah kata yang lebih dulu ada. Kepada yang mana pembaca bersandar selama ujian belum selesai?
  • Urutan kata di 37:171 menaruh hamba-hamba Kami lebih dulu dan para rasul sesudahnya. Di empat tuturan sebelumnya sebutan hamba-hamba Kami yang beriman menutup kisah masing-masing tokoh, dan di 37:123, 37:133, serta 37:139 Ilyas, Lut, dan Yunus disebut termasuk para rasul. Urutan di 37:171 menunjukkan apa yang disebut pertama dan tidak menunjukkan mana yang lebih tinggi. Orang yang memikul peran penting dapat memperhatikan nama mana yang diletakkannya lebih dulu ketika memperkenalkan diri, jabatannya atau hubungannya dengan Allah. Apa yang tersisa dari dirinya ketika jabatan itu dilepas?
  • Ayat 37:171 memakai huruf (لِ, li) untuk menyebut penerima perkataan itu, yaitu hamba-hamba Kami para rasul, sedangkan lima ayat lain menyebut perkataan yang telah mendahului dari Tuhanmu. Kata kerjanya sama dan penerimanya berbeda. Pembaca dapat menimbang dua kabar yang sampai kepadanya pada waktu berbeda, apakah keduanya dibacanya sebagai kabar tentang dirinya atau tentang orang lain. Siapa yang dikiranya ditunjuk sebuah kalimat sebelum kata penunjuknya diperiksa, dan apa yang berubah ketika penunjuk itu ternyata menyebut pihak lain?
  • Di 37:171 perkataan dan hamba-hamba disebut dengan akhiran yang sama, perkataan Kami dan hamba-hamba Kami, sehingga menurut susunan ayat yang menyebut perkataan itu adalah pihak yang sama dengan pemilik hamba-hamba tersebut. Di 58:21 pelaku dan isi jaminan disebut dalam satu kalimat dengan sebutan Allah dan rasul-rasul-Ku. Orang yang menaruh harapan pada sebuah jaminan dapat memeriksa siapa yang mengucapkannya dan apakah pengucapnya juga pihak yang disebut memiliki penerimanya. Apakah pernah ada janji yang disandarinya dari pihak yang tidak memiliki apa yang dijanjikannya?
  • Di 37:168 pembicara mengandaikan peringatan dari orang-orang terdahulu, dan di 37:171 muncul perkataan Kami yang telah mendahului bagi para rasul. Kedua ayat sama-sama menyinggung sesuatu yang lebih dulu, yang pertama dari manusia dan yang kedua dari Kami. Teks tidak menyatakan bahwa ayat 37:171 menjawab pengandaian itu, dan hubungannya hanya terbaca dari urutan. Pembaca dapat memperhatikan ke mana pembaca menoleh ketika mencari pegangan, kepada generasi sebelumnya atau kepada sebuah perkataan yang menurut ayat sudah ada dari Allah. Apakah pegangan yang dicari itu sudah ada di tempat yang belum dibukanya?
  • Di 37:37 pihak yang datang dengan kebenaran membenarkan para rasul, di 37:171 perkataan Kami telah mendahului bagi para rasul, dan di 37:181 kesejahteraan diucapkan atas para rasul. Kelompok yang sama muncul sebagai pihak yang dibenarkan, pihak yang dijamin, dan pihak yang diberi salam, tanpa ayat mana pun menyebut bahwa ketiganya berkaitan. Pembaca dapat bertanya sikap apa yang diambilnya terhadap orang yang membawa pesan kepadanya, apakah membenarkan, menunggu jaminan, atau memberi salam. Apakah salah satu dari tiga sikap itu sudah dilakukannya kepada orang yang pesannya masih ditimbang?