إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ
sesungguhnya merekalah yang pasti akan ditolong,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَinnahum lahumu l-manshuuruunasesungguhnya merekalah yang pasti akan ditolong
Terjemahan per kata (3 kata)
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْمَنْصُورُونَl-manshuuruunaorang-orang yang ditolong
Inti bacaan
Bentuk (الْمَنْصُورُونَ, l-manshuuruuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:172.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka", tersusun dari inna yang berarti "sesungguhnya" dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Akhiran -hum menunjuk (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul" di 37:171, kelompok terakhir yang disebut di ayat langsung sebelumnya. Kata (لَهُمُ, lahumu) tersusun dari (لَ, la) yang berarti "pasti" dan (هُمُ, humu), kata ganti "mereka" yang berdiri sendiri. Rangkaian (إِنَّهُمْ هُمُ, innahum humu), yang menaruh kata ganti "mereka" berdiri sendiri sesudah innahum, muncul tiga kali, yaitu di 2:12, 2:13, dan 58:18, dan terjemahan memakai "merekalah" di 2:12 dan 58:18. Di 37:172 kata ganti yang berdiri sendiri itu didahului la, sehingga rangkaian (إِنَّهُمْ لَهُمُ, innahum lahumu) muncul satu kali di Al-Qur'an dan terjemahannya "sesungguhnya merekalah yang pasti".
Kata (الْمَنْصُورُونَ, l-manshuuruuna) yang berarti "yang ditolong" berakar ن-ص-ر dan muncul satu kali, di 37:172. Bentuk ini menyebut orang yang dikenai pertolongan. Bentuk kata kerja yang serupa maknanya, (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) yang berarti "mereka ditolong", muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 2:48, 2:86, 2:123, 3:111, 21:39, 28:41, 36:74, 41:16, 44:41, 52:46, dan 59:12. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 2 memuatnya tiga kali. Bentuk (تُنْصَرُونَ, tunsharuuna) yang berarti "kalian ditolong" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 11:113, 23:65, dan 39:54. Dari keempat belas kemunculan itu, tiga belas didahului penafian, misalnya (وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ, wa-laa hum yunsharuuna) yang berarti "dan mereka tidak ditolong" di 2:48, 2:86, dan 2:123, atau (ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ, tsumma laa tunsharuuna) yang berarti "kemudian kalian tidak akan ditolong" di 11:113 dan 39:54. Pengecualiannya adalah 36:74, (لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ, la'allahum yunsharuuna) yang berarti "agar mereka ditolong", yaitu harapan orang-orang yang mengambil tuhan-tuhan selain Allah, dan ayat sesudahnya, 36:75, menyatakan bahwa tuhan-tuhan itu tidak mampu menolong mereka. Bentuk (مَنْصُورًا, manshuuran) yang berarti "yang mendapat pertolongan" ada juga di 17:33, dalam bentuk tunggal tanpa kata sandang, sedangkan bentuk jamak dengan kata sandang al- hanya ada di 37:172.
Kata "akan" pada terjemahan tidak punya kata Arab tersendiri. Penambahan itu mengikuti pola di 37:127 dan 37:158, (إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ, innahum la-muhdharuuna) yang berarti "sesungguhnya mereka pasti akan dihadirkan", yang sama dengan 37:172 dalam memuat inna, kata ganti "mereka", la, dan kata benda yang dikenai. Kata "akan" di sini tidak menandai waktu tertentu, karena (سَوْفَ, sawfa) yang berarti "kelak", yang dipakai surah ini di 37:170, 37:175, dan 37:179, tidak ada di 37:172. Ayat 37:173, (لَهُمُ الْغَالِبُونَ, lahumu l-ghaalibuuna) yang berarti "merekalah yang menang", memakai kata sesudah la yang menyebut pelaku, dan terjemahannya tanpa "akan".
Pelaku yang menolong tidak tertulis di ayat ini. Di 40:51, (إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا, innaa la-nanshuru rusulanaa) yang berarti "sesungguhnya Kami benar-benar menolong rasul-rasul Kami", pelakunya Kami, dan di 3:126, (وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, wa-maa n-nashru illaa min 'indi llaahi) yang berarti "dan tidak ada pertolongan kecuali dari sisi Allah", sumbernya Allah. Dua ayat itu tidak dipakai untuk menambahkan pelaku ke terjemahan 37:172, yang tetap memakai bentuk pasif.
Tafsiran
Ayat ini dapat dibaca sebagai isi perkataan yang disebut 37:171, karena dibuka dengan (إِنَّهُمْ, innahum) yang berarti "sesungguhnya mereka" tanpa kata kerja ucapan baru, dan "mereka" menunjuk para rasul yang disebut ayat sebelumnya. Isinya satu pernyataan: para rasul termasuk golongan yang ditolong. Teks 37:171 sendiri tidak menyebut isi perkataan itu, jadi hubungan ini adalah pembacaan atas susunan ayat.
Pernyataan itu menonjol karena di tempat lain kata kerja pasif dari akar ن-ص-ر hampir selalu dinafikan. Tiga belas dari empat belas kemunculan kata kerjanya berbunyi "tidak ditolong", dan yang dibicarakan di sana antara lain orang yang menukar akhirat dengan dunia di 2:86, orang yang menghadapi azab di 23:65 dan 41:16, serta orang yang condong kepada yang zalim di 11:113. Satu kemunculan lain, 36:74, memuat harapan untuk ditolong yang disandarkan pada tuhan-tuhan selain Allah, dan ayat sesudahnya menyatakan harapan itu tidak terpenuhi. Ayat 37:172 menegaskan hal yang berlawanan dengan kemunculan-kemunculan itu: bagi para rasul pertolongan disebut tanpa penafian.
Ayat 37:172 dan 37:173 berurutan dan sama-sama memuat inna, yang pertama tentang para rasul dan yang kedua tentang bala tentara Kami. Ayat 37:172 menyebut mereka ditolong, dan 37:173 menyebut bala tentara itu menang. Teks tidak menyatakan bahwa "bala tentara Kami" di 37:173 sama dengan para rasul, dan tidak menyatakan bahwa pertolongan dan kemenangan satu dan sama.
Surah ini sudah memuat tuturan tentang para rasul, dan 37:171 sampai 37:173 dapat dibaca sebagai rangkuman pernyataan tentang mereka: perkataan yang telah mendahului bagi mereka, pertolongan yang ditegaskan, lalu kemenangan bala tentara. Ayat 37:168 sampai 37:170 sebelumnya mencatat orang-orang yang mengandaikan peringatan lalu kufur, dan pernyataan di 37:172 dibaca berhadapan dengan catatan itu tanpa ayat yang menyebut keterkaitannya.
Renungan dan Hikmah
- Di tiga belas dari empat belas kemunculan bentuk kata kerja "ditolong" di Al-Qur'an, kalimatnya berbunyi "tidak ditolong", sehingga bentuk itu lebih sering muncul sebagai peringatan daripada sebagai jaminan. Ayat 37:172 menyatakannya tanpa penafian bagi para rasul. Di 3:126 pertolongan disebut tidak ada kecuali dari sisi Allah, sehingga menurut ayat itu pertolongan tidak dapat dikumpulkan dari tempat lain. Pembaca yang pernah berharap ditolong dapat memeriksa kepada pihak mana harapan itu diarahkan, dan apakah dalam hitungannya kata itu lebih dekat ke jaminan atau ke peringatan. Bila bentuk yang sama paling sering muncul dalam penafian, apa arti kalimat tanpa penafian itu bagi pembaca yang membacanya?
- Ayat 37:172 memakai bentuk pasif, sehingga siapa yang menolong tidak disebut. Di 40:51 pelakunya Kami, dan di 3:126 sumbernya Allah, tetapi ayat 37:172 tidak menambahkannya, dan pembaca menerima kabar bahwa para rasul ditolong tanpa melihat tangan yang menolong. Kabar semacam itu dapat dibaca sebagai kepastian yang tidak bergantung pada tampaknya penolong. Pembaca dapat memperhatikan kapan dalam hidupnya sebuah pertolongan datang tanpa diketahui asalnya, dan bagaimana pertolongan itu disebutnya sesudahnya. Apakah nama penolong dicari lebih dulu sebelum bersyukur, atau Allah disebut lebih dulu daripada nama mana pun?
- Di 36:74 orang-orang mengambil tuhan-tuhan selain Allah dengan harapan ditolong, dan 36:75 menyatakan tuhan-tuhan itu tidak mampu menolong mereka. Di 37:172 pertolongan ditegaskan bagi para rasul tanpa menyebut tuhan lain. Dua ayat ini berbeda surah dan pembicaraannya, dan tidak ada ayat yang menyuruh membandingkan keduanya. Pembaca dapat menelusuri tempat-tempat yang pernah dijadikannya sandaran ketika berharap ditolong, seperti jabatan, simpanan, atau kenalan, dan menimbang mana yang sungguh mampu. Apakah daftar sandaran itu dimulai dari Allah atau dari tempat yang lebih mudah dilihat?
- Ayat 37:172 menegaskan kepastian dengan inna dan la, tetapi tidak memuat kata "kelak" yang di surah yang sama dipakai di 37:170, 37:175, dan 37:179. Kepastian di sini tidak disertai waktu, sehingga pembaca tidak diberi tanggal kapan pertolongan itu tiba. Kepastian yang tidak berwaktu menuntut cara menunggu yang berbeda dari janji yang bertanggal. Orang yang sedang menunggu hasil dari sesuatu yang dijanjikan dapat memeriksa apakah kesabarannya bergantung pada tanggal. Apakah penantian itu berlanjut bila yang tersedia hanya kata "pasti"?
- Ayat 37:172 menyebut para rasul ditolong, dan ayat sesudahnya menyebut bala tentara Kami menang. Teks tidak menyatakan bahwa keduanya sama. Dua pernyataan itu menaruh pertolongan lebih dulu daripada kemenangan dalam urutan ayat. Orang yang berdoa meminta hasil dapat memeriksa apakah yang diminta sebenarnya pertolongan selama jalan masih berjalan. Apa yang akan dirasakannya bila doa itu dijawab dengan pertolongan sebelum hasil terlihat?
- Kata ganti "mereka" di 37:172 menunjuk para rasul, sedangkan pembaca tidak tercantum sebagai penerima janji pertolongan itu. Janji pertolongan bagi orang beriman memang ada di ayat lain, misalnya 40:51 yang menyebut rasul-rasul dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, tetapi 37:172 sendiri menyebut para rasul saja. Janji yang diucapkan bagi satu kelompok memerlukan ayat yang menyebut kelompok lain sebelum dipakai untuk mereka. Pembaca dapat memeriksa janji-janji yang dikutipnya untuk menenangkan diri dan memastikan siapa yang sebenarnya tercantum sebagai penerimanya. Apakah ada ayat yang selama ini dibacanya sebagai miliknya padahal ayat itu bicara tentang orang lain?